Arsip Tag: Data dari Pihak Luar

Kesaksian Mantan_HI (Mantan Murid HI) Selama 15 Tahun di Hikmatul Iman Indonesia

Alhamdulillah, jangkauan blog ini semakin luas. Kami memperoleh lebih banyak kesaksian dari mantan anggota Hikmatul Iman. Jika sebelumnya ada kesaksian dari Ryo yang 10 tahun di HI, kini ada Mantan_HI yang 15 tahun berguru di HI.

Kesaksian ini diperoleh lewat email dan diterbitkan kembali di blog ini tanpa ada proses editing sama sekali.

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Mantan_HI, apa ada kesaksian tentang HI yang bapak sampaikan? Insya Allah, identitas dan alamat email bapak akan kami rahasiakan. Kesaksian bapak akan kami muat seutuhnya, tanpa perubahan. Ana persilakan jika ada sisi baik HI yang ingin diungkap.

Mudah-mudahan manuver-manuver kami bisa menyadarkan murid-murid HI dari kesalahan mereka.

Wassalam.

@Mas Widjojo. Sebetulnya kalo diceritakan satu persatu selama kurun waktu 15 taun itu bisa akhi tebak sendiri…. Tapi yg jadi prioritas perhatian sy adalah bnyknya waktu yg terbuang tuh akhi. Tidak sebanding antara waktu yg dipergunakan untuk berlatih TD & TM dgn hasil yg didapat sangat tidak seimbang & tidak terukur. Lanjutkan membaca Kesaksian Mantan_HI (Mantan Murid HI) Selama 15 Tahun di Hikmatul Iman Indonesia

Kesaksian Ryo (Mantan Murid Hikmatul Iman) Bagian 2: Hoax Penyalahgunaan Teori ATP, HYDRINNTANA, dan Nabi Adam berubah Jadi Energi

Catatan Admin: Artikel ini mengumpulkan kesaksian dan penjelasan dari Ryo, mantan anggota Hikmatul Iman, yang kami rasa berguna bagi para pembaca. Ada tiga bahasan dalam kesaksian ini, yaitu Hoax Penyalahgunaan Teori ATP, Hoax Bahan Bakar Air (HYDRINNTANA), dan Hoax Nabi Adam as (ADHAMA) berubah jadi energi.


Hoax Penyalahgunaan Teori ATP

Hikmatul Iman mengklaim bahwa Tenaga Dalam mereka bisa dijelaskan secara ilmiah dengan teori ATP. ATP adalah sumber energi setiap manusia. Dalam kondisi normal, energi yang digunakan manusia hanya 2,5% dari total energi yang bisa dihasilkan ATP.

Energi yang dihasilkan oleh ATP tersebut sangat berlimpah-ruah. Malah dapat dijadikan sebagai kekuatan yang luar biasa apabila manusia dalam kondisi kejiwaan tertentu, seperti terhipnotis, panik, tidur berjalan atau trance. Selain itu, ATP juga berfungsi sebagai energi cadangan. Misalnya, setelah kita berolahraga dan kecapaian kemudian bila diistirahatkan sejenak maka tubuh kita akan pulih kembali. Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat antibodi), menghidupkan aktifitas pencernaan dan menghidupkan semua aktifitas organ dalam tubuh manusia. Berdasarkan penelitian, manusia dalam kehidupan sehari-hari hanya menggunakan sekitar 2,5% dari seluruh fasilitas energi tubuhnya. Sedangkan yang 97,5% lainnya tersembunyi sebagai cadangan di ulu hati.

Sumber: Tenaga Dalam

Lanjutkan membaca Kesaksian Ryo (Mantan Murid Hikmatul Iman) Bagian 2: Hoax Penyalahgunaan Teori ATP, HYDRINNTANA, dan Nabi Adam berubah Jadi Energi

Kesaksian Ryo: Mantan Anggota Hikmatul Iman

Di bawah adalah komentar dari Ryo, mantan anggota Hikmatul Iman. Komentarnya menarik sehingga perlu ditampilkan secara khusus di sini.

Saya mantan anak HI. Pernah ikutan OD dan time travel berkali2x. Tapi terus terang gak pernah liat apa2x. Cuman pas mejem mata liat cahaya2x yang memang biasa ada kalo orang memejamkan matanya.

Waktu itu mikirnya memang mungkin saya yang gak punya bakat.

Cuman temen2x HI yang lain mengaku lihat macem2x. Ada yg lihat pyramid lah, istana di atas air lah, atau apa lah. Dan seolah2x semakin lama semakin kelihatan mereka kayak makin pamer kalo bisa liat ini itu dan juga bisa ngimpleng ini itu. Lanjutkan membaca Kesaksian Ryo: Mantan Anggota Hikmatul Iman

Powers of The Imagination: The Case of Hikmatul Iman

Artikel ini diambil dari halaman 175-183 tesis Ph.D Dr Ian WIlson di Murdoch University, Australia yang berjudul “The Politics of Inner Power: The Practice of Pencak Silat in West Java”. File PDF tesis ini tersedia di perpustakaan online Murdoch University. Terjemahan artikel ini dan penjelasan lebih lengkap bisa Anda baca di Kekuatan Imajinasi: Kasus Hikmatul Iman.


Powers of the Imagination: The case of Hikmatul Iman

Whereas the theory and practice of inner power in Margaluyu and Nampon were developed within the context of traditional pencak silat practice, the inner power of the Hikmatul Iman school, founded by Dicky Zaenal Arifin in Bandung in 1988, came as an unexpected divine gift. His experiences were situated in the context of representations of martial arts and the supernatural in popular culture.[1] Dicky’s unusual abilities first surfaced as a young boy. He was able to see supernatural beings such as jinn and ghosts, as well as sometimes having lucid premonitions in the form of visions or dreams. He did not share these experiences with his family, and thought little of them until he was in his early twenties. Lanjutkan membaca Powers of The Imagination: The Case of Hikmatul Iman

Kekuatan Imajinasi: Kasus Hikmatul Iman

Artikel ini diambil dari halaman 175-183 tesis Ph.D Dr Ian WIlson di Murdoch University, Australia yang berjudul “The Politics of Inner Power: The Practice of Pencak Silat in West Java”. File PDF tesis ini tersedia di perpustakaan online Murdoch University. Artikel ini dalam bahasa aslinya bisa dibaca di Power of The Imagination: The Case of Hikmatul Iman.

Sebagai referensi tambahan, di akhir artikel ini saya juga menambahkan informasi tentang Murdoch University dan Dr Ian Wilson.


Kekuatan Imajinasi: Kasus Hikmatul Iman

Apabila teori dan praktek tenaga dalam di Margaluyu dan Nampon dikembangkan dalam konteks praktek silat pencak tradisional, tenaga dalam dari Perguruan Hikmatul Iman, yang didirikan oleh Dicky Zaenal Arifin di Bandung pada tahun 1988, datang sebagai karunia ilahi yang tak terduga. Pengalamannya terletak dalam konteks representasi seni bela diri dan supranatural dalam budaya populer.[1] Kemampuan tidak biasa Dicky pertama muncul ketika masih anak kecil. Dia mampu melihat makhluk gaib seperti jin dan hantu, serta terkadang memiliki firasat jelas dalam bentuk visi atau mimpi. Dia tidak menceritakan pengalaman ini dengan keluarganya dan juga tidak banyak menghiraukannya sampai dia berusia awal dua puluhan. Lanjutkan membaca Kekuatan Imajinasi: Kasus Hikmatul Iman