Testimoni Pedih Mantan Anggota Hikmatul Iman


Sebagaimana para mantan, pedih rasanya mengingat kembali masa lalu. Inilah yang terjadi pada Andrias Laszuldias. Selama 10 tahun, Andrias aktif di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) hingga akhirnya berbalik menyerang setelah mengakui bahwa ada paham-paham aneh yang diajarkan di sana. Keputusan untuk menjauh dari HI dirasanya semakin mudah setelah mengetahui keberadaan paham Ritual Sholat Tanpa Bacaan yang diajarkan para petinggi mereka.

Mengenang 10 tahun latihan di perguruan pernapasan Hikmatul Iman yang sekarang jadi Lanterha the Lemurian Meditation.

andrias-hikmatul-iman-uin
Andrias Laszuldidas, mantan asisten pelatih Hikmatul Iman ranting UIN, Bandung. Sumber foto

Setelah saya keluar dari Hikmatul Iman HI dan aktif kembali di karate yang lama ditinggalkan menjadi kyu 1 akhirnya bisa saya selesaikan juga menjadi Dan 1. Seiring saya juga mengikuti silat tradisional maenpo Cikalong Cianjur Warujajar.

Saya senang dengan beladiri dan saya coba memahami apa yang menjadi prinsip dalam melatih nya dan apa yang harus dikuasai agar seluruh teknik bisa didalami dengan baik.

Setelah saya aktif kembali di karate dan mencoba melatih teknik kata dan kumite yang baik. Di sisi lain saya juga mengikuti latihan mancika dan mencoba memahami teknik dasar dari setiap jurus, dan langkah nya. Akhirnya saya bisa memahami prinsip dasar dan hal yang harus diutamakan agar bisa menguasai teknik beladiri yang baik dan benar.

Berbeda dengan selama 10 tahun di HI. Saya tidak mendapatkan materi beladiri yang mumpuni, mulai dari jurus bahkan tarung, saya tidak menemukan teknik yang sangat prinsip. Sehingga semuanya asal keren, asal cepet, asal kuat. Teknik pernapasan yang dilatih hanya melupakan teknik beladiri yang sebaiknya dikuasai. Karena kebanyakan doktrin mereka adalah “yang penting punya energi tenaga dalam yang bisa melindungi diri”. Alhasil teknik tarung mereka ga ada yang bermutu.

Jika pun ada di antara mereka yang mahir beladiri atau mumpuni dalam bertarung bisa dipastikan bahwa mereka memiliki basic beladiri lain sebelum mereka mengikuti HI. Jika pun mereka akhirnya fanatik terhadap HI, dan meninggalkan beladiri sebelumnya bisa dipastikan terjadi penurunan kualitas karena di HI tidak ada teknik latihan yang baik dan benar. Kecuali mereka yang masih aktif di beladiri lain kemudian aktif pula di HI, bisa dipastikan teknik beladiri yang diterapkan adalah beladiri non HI nya.

Singkat cerita, saya telah membuang waktu saya hanya untuk mengembangkan organisasi HI yang akhirnya menjadi sekte agama yang menyimpang, hingga tujuan utama sebuah perguruan beladiri dan pernapasan telah hilang menjadi organisasi yang tidak jelas arah nya. Itulah mengapa yang tadinya lembaga seni beladiri menjadi meditation. Ga jelas mau kemana. Koar-koar untuk umat tapi isinya hanya omong kosong.

Alhamdulillah, saya masih bisa meneruskan kemampuan saya melatih beladiri dengan teknik yang lebih baik dengan para pelatih dan guru yang terbaik sehingga saya bisa meningkatkan kemampuan saya agar bisa menjadi pelatih yang bisa membagikan ilmunya sesuai dengan prinsip dan teknik yang baik dan benar.

Jangan marah, karena memang itu kenyataan yang saya rasakan. Anda marah, Anda belegug.

Catatan: Editor HIW memperbaiki sedikit kesalahan kata dan tata bahasa serta menambahkan formatting teks untuk menonjolkan bagian-bagian tertentu.

Sumber: Facebook

Iklan

10 thoughts on “Testimoni Pedih Mantan Anggota Hikmatul Iman”

  1. Saya tidak sependapat dengan kang Andrias. Faktor penentu kemajuan teknik beladiri tidak bisa hanya mempermasalahkan organisasinya. Kemajuan dalam teknik adalah faktor personal, dipengaruhi oleh postur, usia, berat tubuh, cara latihan, pengalaman, pelatih, makanan dll.

    Kalau merasa tidak mengalami perkembangan dalam menekuni suatu aliran beladiri, anda harus berpikir kreatif, misalnya “cross training,”, mengevaluasi kekurangan dan kesalahan saat latihan anda, mencari lawan yang lebih mahir daripada anda, mengubah porsi latihan, Dll.

    Dari tulisan anda, saya melihat bahwa anda sudah memiliki basic beladiri lain, bukankah itu baik sekali sebagai pelengkap teknik, anda tingggal memilah dari berbagai aliran tersebut mana saja yang baik anda ambil, yang tidak cocok tidak usah dipusingkan. Seperti tulisan saya diatas,kemampuan beladiri membutuhkan pendekatan personal untuk bisa maju, kita harus cerdas mengetahui kelebihan dan kekurangan kita, sehingga mampu memilih teknik mana dari aliran mana yang cocok bagi personal / orang pribadi tersebut.

    Saya paham barangkali anda merasa materi yang anda dapatkan dari salah satu pelatih HI , anda rasa tidak sebaik pelatih di beladiri lain, namun bukankah ini hal yang bisa kita atasi, dengan berlatih bersama pelatih lain? bukankah yang kita incar adalah peningkatan kemampuan, tidak peduli apa background beladirinya, karena esensi beladiri adalah mengendalikan diri dan melindungi diri.

    Dari tulisan anda, saya menangkap anda sudah memperoleh kemajuan teknik, dengan metode “cross training”, alias belajar aliran lain, seharusnya anda bersyukur bisa mendapat kemajuan, dan bisa mengajarkanya kepada orang lain, apalagi posisi anda sebagai asisten pelatih, tentunya semakin membuka peluan bagi anda untuk bisa memberikan perbaikan materi kepada murid-murid. itu akan menjadi amal baik bagi anda.

    Anda mengatakan bahwa kalaupun ada murid HI yang jago bertarung, pasti punya background beladiri lain. Menurut saya ini sih iri namanya, ya wajar mereka jago, latihannya saja mungkin lebih berat, lebih lama, dan pengalaman serta tekniknya lebih banyak. Justeru dari orang yang lebih jago kita bisa menimba ilmu bukan?

    kemampuan mereka tentunya sebanding dengan upaya mereka dalam mempelajari beladiri, tentu saja perbendaharaan teknik, dan pengalaman mereka yang jago-jago tersebut tidak dapat dibandingkan dengan murid HI yang hanya mempelajari teknik dari satu perguruan saja.

    Singkat kata, bila tidak puas, jangan cuma bisa mengeluh dan menjelekkan. Namun kreatiflah, coba cara lain, dan bila berhasil jangan pelit ilmu, ajari orang lain agar berkah ilmunya. Wassalam 🙂

  2. Memang sih mudah mengatakan sesat, menyimpang, sakit hati, apapun lah yang menarik sikap negatif dari masyarakat atau pembaca, tapi membicarakan ilmu dengan orang awam seperti menjelaskan gajah kepada orang buta lagi tuli, mau diraba segimananya juga tetap ga akan mengerti, begitupun ilmu TD dan TM, saya juga mantan lama di HI, dan beberapa perguruan lain juga,, tadinya saya ga akan ikut komen,, tapi dimanapun anda belajar saya hanya ingin tertawa jika apapun kebaikan yg anda peroleh terhapus dengan kata “pundung”, apalah arti “ilmu” kalo yg semua orang cari hanyalah 1, Allah SWT,, dan saya sangat menghormati baik orang yang pro maupun kontra karna saya tau tujuan mereka itu apa,, tp buatlah tulisan yang membangun tidak mengedepankan emosional, penghasutan, dan amalkan apapun yang anda peroleh,,
    Saya Si Kalong Ranting 11 angkatan 2007,, mangga upami bade di impleng,, assalammu alaikum,,

  3. Lama ngga mampir dsini…kangen adu bacot sm pasukan dickybulin..,,apa kabar kang widjojo sm admin2 HIW yg lain? mudah2an perjuangan kalian tetap dilindungi dan diridhoi sm Yang Maha Kuasa ALLAH SWT Pemilik haq Alam Semesta…

  4. hehehehhe ada yg marah sampe kebakaran alis…orang pulang ke jalan yg benar kok sewot….jelaslah dia tdk bisa ngimpleng krn emang itu ilmu fiktif,sugesti doang….welcome back bro Andrias,welcome home

  5. nggak penting..andreas udah tahu siapa sy kok..dia tuh cuma salaha satu murid HI yang gagal..silatnya biasa aja..ngimpleng aja nggak bisa..apa yang mau dibanggakan..latihan cuma sejam sehari aja kok bangga..pernah nggak menyerang KD secara fisik sepeti yg sy lakukan.??.cuma sy yang berani melakukan hal tersebut di HI..hasilnya..nggak perlu tahu kali yah..

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s