Metode Tafsir Quran Holografik Dicky Zainal Arifin


Apakah Anda heran dengan paham agama yang disebarkan Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lanterha the Lemurian Meditation (d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman [LSBD HI])? Ternyata Dicky mengklaim ke murid-muridnya sebagai penguasa metode tafsir Quran dengan berfikir holografik. Parahnya, para murid ini percaya. Ah, dasar!

al-quran.jpg

Pernyataan Dicky Zainal Arifin Tentang Berfikir Holografik

Ketika muncul Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur mulai menyelidiki paham yang beredar di lembaga mereka, Dicky membahas metode tafsirnya.

Tah, Islam teh dikuasai oleh orang sederhana tapi berbahasa rumit. Jadi begitu orang rumit berbahasa sederhana, angger wae teu ngarti. Jiga “ngimpleng” atau “Berpikir Hollographic”, istilah ngompleng saja sudah tidak mengerti, tapi “sok mengerti”, apalagi di bahas arti sesungguhnya dari ngimpleng yaitu berpikir hollographic, wah… jigana maranehna pasti bilang “ W0W”…bari koprol… Ngimpleng itu yang dipergunakan adalah otak, hanya secara maksimal, jadi kita harus membayangkan objek secara keseluruhan. Seperti melihat sebuah kasus, atau alam, atau objek, atau dimensi, kebanyakan manusia memandang rendah akal dan otaknya sendiri. Suka nggak pede kalau diberi sesuatu yang menurut dia itu rumit. Akhirnya pasrah dan di sederhanakan, tapi jadi mentok, dan ajak-ajak orang lain buat mentok juga seperti mereka. Jadi wae urang we mundur pisan.

Awal nya berasal dari Al-Qur’an. Dengan bahasa nya yang luar biasa menyuruh kita untuk “ngimpleng” atau “berpikir hollographic” atau berpikir secara menyeluruh tanpa melepaskan sedikitpun unsur terkecil, ternyata bisa menemukan link atau benang merah jauh ke belakang. Kalau berpikir hollographic otomatis kita akan mencari awal dan akar, mulai dari benda maupun permasalahan. Ngimpleng berdasarkan kata adalah “membayangkan”. Berarti kita membayangkan di dalam otak objek yang dituju, lalu otak mulai membongkar itu objek secara imajiner, dan itu akan membantu otak untuk mengaktifkan blueprint di alam bawah sadar yang ternyata sudah terisi oleh berbagai macam memory jutaan terabyte yang masih tertutup oleh KLAD. Darisana pula, otak kita akan mulai terhubung dengan THRELL, lalu menelusuri rekaman kejadian. Makanya firman Allah SWT pun mengatakan “Demi Waktu”, karena waktu adalah sesuatu yang harus kita bongkar. Tah, anu kieu lamun dijelaskeun ka bahasa Kyai moal ngartieun

Sumber: Mushaf KDZA Grazdavoda Drentaga Bagian 1, halaman 11.

Dalam penjelasannya, Dicky membahas tentang otak yang terhubung dengan THRELL, yaitu sebuah dimensi tempat tersimpannya Bahasa Qur’an yang asli, yaitu dalam Bahasa AL’A.

Yang pasti, salah satu kriteria aliran sesat menurut MUI adalah melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir. Apakah metode berfikir holografik dan menyambungkan otak ke dimensi THRELL yang dilakukan Dicky termasuk dalam kaidah tafsir Quran yang bisa diterima?

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s