Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 11


Kami sajikan dokumen Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Dokumen ini telah kami serahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat sebagai bahan kajian paham diduga menyimpang Dicky Zainal Arifin (DZA) yang disebarkan di lembaganya, Lanterha the Lemurian Meditation (d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman [LSBD HI]). Untuk mempermudah pengkajian, kami membaginya menjadi sebelas bagian.

diskusi-grup-whatsapp-lsbd-hikmatul-iman
Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman
  1. Diskusi Grup WhatsApp LSBD H — Bagian 11 (73 halaman)
  2. Transkrip Asli Diskusi Grup WhatsApp LSBD HI (870 halaman)
  3. Grup WhatsApp LSBD HI + Media (110 MB)

Dokumen-dokumen ini disebarkan di kalangan terbatas untuk pengkajian paham diduga menyimpang DZA, tidak untuk diperjualbelikan atau disebarkan ajarannya.

Daftar Isi Bagian 11

Download

11-1. Sejarah Batu Meteor Hajar Aswad

  1. Wilman Ramdhani (Bogor): Dulu VIKRAMADITYA, Raja RHAMA dari India, menambang asteroid MAKRHA (Hajar Aswad).
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Proses penambangan radiasi MAKRHA menggunakan teknologi super karena anya mengambil radiasinya, bukan batunya.

11-2. Islam Sebenarnya

  1. Pemahaman DZA harus disampaikan secara mendalam. Jika ditulis dalam point singkat pasti akan menyebabkan kesalahpahaman. Mereka yang hanya mengaku Islam tapi tidak menjalankan agamanya dengan baik, pasti akan langung mengambil kesimpulan dan vonis, tanpa mau tabayyun.
  2. Saat ini, kita dijauhkan dari fakta dan proses berpikir.
  3. Semua pemahaman baru dari DZA punya dasar. Apakah kita tidak berhak mempertanyakan pemahaman yang ada sekarang?
  4. Saat ini, kita mencoba menelusuri agama yang selama ini diyakini yaitu Islam dan kita menemukan banyak fakta penyebab mundurnya umat yang mengaku Islam. Kita juga sudah mulai menyelidiki fakta sebenarnya melalui penelusuran lebih mendalam.
  5. Apakah itu salah? Apakah salah berusaha mencari Zat Tidak Dikenal?
  6. Ikrar LSBD HI adalah mempertahankan dan menyebarkan Agama Islam yang sebenarnya, bukan Arabisasi.
  7. Tapi kita tidak akan menyerah. Fakta yang sudah kita ungkap harus kita sebarkan secara perlahan.
  8. Uu Hi: Semoga DZA bisa mempertahankan point 2 ikrar LSBD HI (Menolong sesama manusia dan ikut serta mempertahankan/menyebarkan Agama Islam). Tepatnya, menerapkan isi Al Quran yang asli dan menyebarkan Agama Islam yang sesungguhnya.
  9. Kunci kesadaran adalah menyatukan kesadaran dengan Sang Maha Kesadaran itu sendiri.

11-3. Ali Mau Membunuh Umar?

  1. Aulia Pradipta (Yoli): Dari forum sebelah saya memperoleh kisah bahwa Ali bin Abi Thalib sempat mau membunuh Umar bin Khattab.
  2. Aulia Pradipta (Yoli): QS Maryam:84 membuat sikap Ali melunak pada Umar. Terutama, saat pembukuan Al-Quran di masa khalifah Abu Bakar sampai Umar.

11-4. Ayat Quran Baru, THRELL

  1. Fahmi Hi: Punten kang, apa setelah rasulullah wafat masih ada ayat auran yg turun?
  2. Siapapun yang bisa meng-akses Threll, dia akan bisa menerima kebenaran.
  3. Indra Bayu: Malaikat VERDA kalau mampu menghubungkan otak kita dengan THRELL

11-5. Kisah Nabi Versi Dicky

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Mudah-mudahan DZA menceritakan kisah kelahiran setiap nabi (256 ribu lebih) untuk dijadikan pelajaran.

11-6. Kerajaan ANUNGGARUNGGA di Ranca Buaya

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Ada kerajaan berpusat di Ranca Buaya dengan nama ANUNGGARUNGGA. Bangunannya dibuat oleh BHADAZA yang memiliki kekuatan 10x lipat manusia biasa. Dari nama BHADAZA ada istilah bedas di Bahasa Sunda.
  2. BHADAZA mampu membuat bangunan dengan kekuatan tangan saja. Mengukir batu pun hanya menggunakan telunjuk.
  3. DARINDARTA adalah pembina dan koordinator kerajaan ANUNGGARUNGGA.
  4. Setelah ANUNGGARUNGGA, muncul Salakanagara (Salaksa Nagara) yang merupakan cikal bakal kerajaan Pajajaran atau Sunda Land.
  5. Pusat Pajajaran di Ranca Buaya. Yang di Bogor itu hanya salah satu bagian kerajaan tersebut.
  6. Salaksanagara dibina oleh AKI TIREM, yaitu ARKHYTIRÉMA (tokoh dalam novel Arkhytirema karangan DZA).

11-7. Tafsir Hadits Iman, Islam, Ihsan

  1. Para murid membahas hadits jibril di arbain nawawi nomor dua.
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Yang mendatangi Rasulullah SAW bukan jibril, tapi orang yang sudah menjelajahi waktu (time travel) dari masa lain.
  3. Setiabudi Hi: Yang mendatangi Rasulullah SAW bukan jibril, tapi ARKHYTIREMA. Riwayatnya diedit untuk menghilangkan jejak warisan Lemurian dalam Islam dan info bahwa HAMMADZ (Muhammad) dibimbing Bangsa Lemurian.
  4. Dani Ramdhani: Hadits yang berisi tanya jawab dengan rasul mencurigakan. Terkesan ada upaya untuk membenarkan ibadah yang bukan sekadar bungkus bukan inti, seperti shalat fardhu, puasa, membayar zakat, dan haji. Padahal diskusi kita di sini sudah melewatinya. Awal atau akhirnya pun hanya buat masuk surga.
  5. Aulia Pradipta (Yoli): Hadits itu mengandung upaya pembelokan makna.
  6. Dani Ramdhani: Mungkin kedatangan orang asing itu benar, tapi tanya jawabnya pasti lebih berbobot dari itu.

11-8. Perkataan Jibril dalam Bahasa AL’A

  1. Aulia Pradipta (Yoli): Ketika turun ayat Iqra di gua hira, Jibril menyampaikan dalam Bahasa AL’A, kalau tidak salah, Qraqraa – qaqraa – qaqraa. Di mulut Nabi jadi Iqra.

11-9. Umat Berfikir, Penceramah Panik

  1. kalangan agamawan mulai panik karena umat mulai berpikir dan mempertanyakan.
  2. Arti qiamat itu adalah dibangkitkan atau hari kebangkitan.
  3. Tujuan kita adalah untuk yang sebenar-benarnya, bukan serba katanya. Kita ini “bersaksi” bukan hanya sekedar “percaya”.
  4. Ledakan Atheisme sangat luar biasa di Timur Tengah, apalagi di Arab Saudi. Itu terjadi karena umat dilarang berpikir dan mencari informasi sebenar-benarnya. Umat harus mengikuti doktrin-doktrin seperti yang terjadi di negara kita.
  5. Ketika para penceramah dan pendoktrin tidak mampu menjawab pertanyaan umat, mereka langsung mengeluarkan ancaman ancaman.
  6. Ini menyebabkan umat Islam semakin hari semakin berkurang. Kitalah yang harus menggali, agar Islam menjadi agama yang sebenar-benarnya.
  7. Apakah salah menggali agama untuk memunculkan yang sebenarnya?
  8. Bintang Yalasena: Secara yuridis tidak masalah, dasarnya konstitusi.
  9. Indra Bayu: Memunculkan yang sebenarnya dari proses penggalian agama tidak salah.
  10. Sandi Nugroho: Saya pribadi merasa tidak ada yang salah dengan penelusuran ini.
  11. Hadi Prasetyo (D4): Secara pribadi, justru saya menemukan kenikmatan tersendiri ketika mengikuti perkembangan ilmu dan informasi dalam penggalian agama ini.
  12. Dedi Misbah (P-BDG): Menggali agama untuk memunculkan yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang salah.
  13. Faishal Hermawan: Menggali dan menelusuri yang disembunyikan itu perlu.
  14. Jody H Bayuaji: Menurut pendapat saya, sama sekali tidak salah bahkan merupakan suatu keharusan.
  15. Ade Supiandi (Cianjur): Selama ini memang terasa banyak kejanggalan dalam ajaran agama. Terima kasih kepada DZA yang telah memicu pemikiran yang kadang oleh diri sendiri masih diragukan, beberapa kali ada keraguan2 terjadi tapi terus dicari.
  16. Hukum soal penistaan agama adalah bentuk kepanikan status quo
  17. Penistaan agama itu wilayah abu abu, tidak jelas
  18. Amir Santoso: Menggali Agama untuk memunculkan yang sebenarnya merupakan suatu keharusan.
  19. Kita harus mengikuti perintah Sang Maha Pencipta untuk menelusuri kebenaran. Kalau hanya sekedar mengikuti yang sudah tersaji, berarti kita hanya mengikuti perintah manusia, bukan perintah Sang Maha Pencipta.
  20. Paham agama sekarang sarat dengan kepentingan kaum yang hidup dari menjual ceramah dan ayat.

11-10. Teknologi Masjid Aqsha

  1. Bangunan Al-Aqsha ketika Isra Mi’raj belum ada. Tapi, Ancient Technology yang bernama AKAZHA sudah ada, jauh sebelum Rasulullah SAW lahir. AKHAZA biasa dipakai sebagai portal menuju Dimensi Lompatan.
  2. Di mana pun bisa menjadi mesjid atau tempat bersujud, bukan hanya sebuah ruangan untuk menampung manusia. Di mana pun kita sujud, di situlah mesjid kita. Planet Bumi adalah mesjid kita.

11-11. Dorphall di Masjid Quba

  1. DORPHALL adalah relay ancient technology buatan Bangsa LEMURIAN 40% yang berfungsi sebagai penyeimbang planet bumi. Baca Glosarium Novel Arkhytirema Bab Dua Krisis Brodella, halaman 28.
  2. Dani Ramdhani: Pahala sama di Masjid Quba sama dengan umroh. Artinya kekuatan feedback ketika bersujud di sana sama dengan di Mekah.
  3. Setiabudi Hi: Mungkin di Quba ada BARQHA.
  4. Setiabudi Hi: Tembok ratapan adalah ritual rekayasa penguasa supaya bangsa Yahudi jauh dari eksplorasi fluktuasi energi AKAZHA, seperti ritual di MAKRHA saat ini
  5. Setiabudi Hi: Di Quba sepertinya ada Ancient Technlogy yang digunakan untuk berlatih sebelum mampu memanfaatkan AKAZHA
  6. Aulia Pradipta (Yoli): Ketika menengok bekas jatuhnya Makrha, Adhama (Nabi Adam) menemukan tempat itu dikerubuti mahluk cahaya (malaikat). Beliau lalu menjadikannya sebagai “energy sanctuarium” bagi anak cucunya. Ini diikuti oleh keturunannya, termasuk Nabi saw.
  7. Aulia Pradipta (Yoli): Setelah belajar Zholtaz ketika isra miraj, Nabi saw tiba-tiba merasakan pancaran energi itu di mekkah.
  8. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Dengan kemampuan Rasulullah, mudah sekali mendeteksi keberadaan anomali di masjid Masjid Quba dan memanfaatkannya sebagai sarana mengenal sang Pencipta.
  9. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Bung karno membangun hotel di sukabumi karena merasakan anomali magnetik ancient teknologi berupa titik temu atau koordinat magnetik. Jika sekelas bung karno saja bisa, apalagi rasulullah.
  10. Aulia Pradipta (Yoli): Selama di Yatsrib, rumah Rasul ada di atas Raudlah. Seumur-umur beliau menunggangi energi Dorphall tersebut.

11-12. DORPHALL dan Kelahiran Rasul, Mushaf Yang Benar, Radiasi Masjid Quba

  1. Di Quba, terjadi beban kosmik pada DORPHALL sehingga overload dan pecah. Itu terjadi ketika ada fenomena fluktuasi kosmik sewaktu lahir HAMMADZ (Muhammad). Akibatnya, terjadi penyerapan energy kosmik yang besar. Yang paling peka dan paling dekat adalah AKAZHA karena berhubungan dengan kosmik untuk membuat lubang cacing.
  2. Terjadilah fluktuasi energi dan DORPHALL pun meledak. Secara otomatis, Trondallo menggantinya dengan Dorphall yang lebih kuat. Sisa pecahan DORPHALL dibuang dan berserakan karena badai pasir dan angin besar. Setelah mempelajari ZOLTHAZ, rasul saw berkunjung ke sana lalu menumpukkannya. Waktu itu, tarikan anomalinya masih sangat kuat dan dimanfaatkan untuk mengakselerasi sel dalam rangka merasakan ZTD.
  3. Aulia Pradipta (Yoli): Batu-batu itu dikumpulkan dan ditumpuk agar bersatu memancarkan radiasinya. Setelah itu ubun-ubun kepala diarahkan ke sana.
  4. Aulia Pradipta (Yoli): Pantas nabi betah bolak balik ke Masjid Quba. Tujuannya untuk ZOLTHAZ ke sumber yang dekat karena yang di madinah sudah agak melesak masuk ke dalam tanah.
  5. DZA dan komunitasnya pernah shalat di titik radiasi terkuat Masjid Quba, yaitu di dekat tembok sebelah kiri. Tepat di bawah tempat shalat mereka, terdapat DORPHALL kuat.
  6. Pahala sholat di Masjid Quba sangat besar karena akselerasi sel yang dihasilkan kuat sekali kalau kita paham cara memanfaatkan energi di sana. Itulah sebabnya, qiblat awal itu di sana.
  7. Aulia Pradipta (Yoli): Fungsi Wudhu adalah mempersiapkan tubuh agar lebih fresh dan bisa mengajak sel-sel tubuh merasakan elusan Dorphall.
  8. Aulia Pradipta (Yoli): Sewaktu partikel ENDARAD melewati alam sekitar, mereka terkesima dan mengikutinya. Begitu berlabuh di raga HAMMADZ (Muhammad), mereka mengiringinya dengan mengkondusifkan lingkungan keberadaannya, yang mau tidak mau mengusik kestabilan alam. Pada saat tersebut Siti Aminah stress, di Yerusalem terjadi hentakan energi yang dirasakan Bahira, dan di bawah kampung Quba terjadi gempa lokal.
  9. Wilman Ramdhani (Bogor): Umat manusia yang peka dan menyaksikan kelahiran manusia kuat yang kemudian jadi utusan alam semesta pasti kaget.
  10. Aulia Pradipta (Yoli): Semua DORPHALL, baik yang ditanam oleh Adhama (Nabi Adam) maupun Rhamidaar, menempati tempatnya masing-masing untuk menstabilkan bumi. Kehancuran Dorphall Adhama yang kemudian diganti dengan Dorphall Rhamidaar tentu akan mengubah konstelasi letak Dorphall. Ada lokasi yg dikorbankan pada saat Arkhytirema mengamati itu semua.
  11. DORPHALL buatan ADHAMA tersebar di seluruh dunia. Dorphall inti ada di AKAZHA, QUBA, Jabal Magnet, dan lain-lain. Ciri khas DORPHALL di Jazirah Arab agak lebih besar, karena di sana ada MAKRHA. Asteroid TAKRHA juga ada DORPHALL penyeimbangnya. Di China, DORPHALL sangat banyak. DORPHALL yang dipasang RHAMIDAAR menjadi penyeimbang semua DORPHALL yang dipasang ADHAMA.
  12. Semua mushaf tidak saling melengkapi. Mushaf Ibnu Mas’ud saja yang beres.

11-13. Mengkritisi MUI

  1. DZA setuju penghapusan kolom agama di KTP.
  2. Wilman Ramdhani (Bogor): Kalau bisa depag dan mui dibubarkan ya.

11-14. Ritual Hindu Yang Diadaptasi Islam

  1. Beberapa ritual dan kebudayaan dari India (Hindu) yang diadaptasi oleh Bangsa Arvasthan (Arab) lalu diadaptasi Islam di antaranya idul dan empat bulan suci Islam.

11-15. Metode Penyebaran Paham DZA, Kepalsuan Surat Fatihah

  1. +62 822-9855-2516 bertanya ke Gunadi tentang pertanyaan istrinya terkait kewajiban membaca al-Fatihah dalam shalat.
  2. Gunadi (W-BDG): Cara paling mudah dalam menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman yang sudah ada adalah dengan menyuguhkan fakta-fakta yang mengarahkan pemikiran ulang terhadap pemahaman sebelumnya. Jadi, tidak langsung memvonis “harusnya gini.. gini…”
  3. Kang Tedi (HI Purwasuka): Saya mencoba mengarahkan teman atau keluarga supaya praktek dulu dan meneliti mana yg paling enak dan lebih berkembang antara ritual dengan bacaan dan tidak pakai bacaan. Nanti, mereka biasanya bertanya. Baru dijelaskan dasar kenapa harus shalat dan tujuan shalat. Mereka akan menyimpulkan sendiri bahwa bacaan itu tidak diperlukan, malah mengganggu.
  4. Jody H Bayuaji: Lontarkan dengan pertanyaan “Bila Surat Al Fatihah itu sebegitu dahsyatnya hingga wajib dibaca, lalu mengapa surat tersebut hanya terdapat di Mushaf Ustman sementara di Mushaf lainnya nggak ada?”
  5. Jody H Bayuaji: Lanjut lagi dengan pertanyaan ”Benarkah surat Al Fatihah itu ada?”
  6. Tanya dulu dasar hukumnya. Kalau nggak ada, dari sana kita wajib mempertanyakannya lebih dalam. Biasanya mereka menjawab dengan katanya dan katanya.
  7. Atau pakai surat Al Muzammil ayat 20 : “Maka bacalah ayat-ayat yang mudah dari Al Qur’an”. Banyak ulama yang berpendapat bahwa Al Fatihah bukan rukun shalat, tidak wajib membacanya. Salah satunya adalah Abu Hanifah, pendiri Mazhab Hanafi.
  8. Wilman Ramdhani (Bogor): Kewajiban al-fatihah dalam sholat adalah rekayasa Usman Bin BHALLAMIN. Pantas Islam sekarang sesat sekali.
  9. Jody H Bayuaji: Berarti hadist yang meriwayatkan bahwa Rasulullaah pernah mengobati seseorang dengan “memantrai” air dengan bacaan Surat Al-Fatihah adalah benar-benar palsu ya?
  10. Jody H Bayuaji: Termasuk acara kirim surat Al-Fatihah sekian kali buat arwah orang yg sudah meninggal juga palsu belaka?
  11. Jody H Bayuaji: Hebat sekali Bhallamin?
  12. Jody H Bayuaji: Acara peringatan orang yang sudah meninggal alias tahlilan yang isinya kirim doa palsu juga ya?
  13. Jody H Bayuaji: Segala sesuatu yang menyertakan Surat Al Fatihah adalah hoax karena suratnya juga palsu?
  14. Amir Santoso Hi: Sekian lama penyamaran Bhallamin tdk ada yg tahu. Kemampuan 12% saja bisa mengendalikan sekian banyak sampai orang bisa meyakini yang palsu seakan-akan sebuah kebenaran. Sangat Beruntung manusia yang mampu mengetahui dan memahami kebenaran menurut Sang Maha Pencipta.

11-16. Istilah Kekasih Allah

  1. Wilman Ramdhani (Bogor): Istilah kekasih Allah adalah hoax.
  2. Sandi Nugroho: Istilah kekasih itu punya konotasi disayang karena dibutuhkan. Sang Pencipta jelas tidak butuh manusia. Lagipula sifat Maha Penyayang-nya Sang Pencipta ke ciptaan akan terdegradasi sekali kalau hanya diungkapkan dengan istilah kekasih.

11-17. Umat Islam Sekarang Memuja Hajar Aswad?

  1. Jody H Bayuaji: DZA pernah mempertanyakan Apa bedanya pemuja berhala atau pemuja situs2 di zaman dahulu dengan ummat Islam sekarang yang memuja sebuah kotak hitam di Arab sana?”

11-18. Dunia Perhatikan HI

  1. Saat ini seluruh dunia sudah memusatkan perhatiannya ke komunitas Hikmatul Iman.
  2. Dilakukan pembersihan di internal HI, yaitu mengeluarkan para anggota yang tidak sepaham dengan visi DZA.
  3. Banyak anggota HI pasif yang sekarang merapat lagi.

11-19. Rasul Ketika Lahir Dinamai Khatan

  1. Aulia Pradipta (Yoli): Asalnya, ketika Muhammad bin Abdullah lahir, ia diberi nama Khatan oleh ibunya. Khatan berarti yang dipisahkan atau dibedakan. Nama ini muncul parasnya berbeda dng kebanyakan bayi. Ibunya shock, si anak dioper-oper.
  2. Aulia Pradipta (Yoli): Nama asli Abdul Muthalib sebetulnya bukan itu. Ia sering “berdagang” dengan pedagang dari kawasan Benua MU (Lemurian) yang tersisa. Dia terkesima dan tertarik terhadap utusan-utusan dari MU tadi.
  3. Aulia Pradipta (Yoli): Mereka sepintas terlihat sedang berdagang. Padahal, sebetulnya barter barang yang terlihat merugikan. Abdul Muthalib memberi barang tidak seberapa yang ditukar dengan barang-barang bagus. Padahal, tujuan orang-orang MU itu untuk memastikan bahwa Abdul Muthalib tidak rugi dalam membesarkan Khatan.
  4. Aulia Pradipta (Yoli): Abdul Muthalib menerima saran utusan MU untuk menamai bayi itu HAMMADZ, dengan penekanan lagi tracksource-nya menjadi MU-HAMMADZ.
  5. Aulia Pradipta (Yoli): Saat HAMMADZ berada di dalam kandungan, makanan yang dikonsumsi ibunya sudah di-supply oleh Bangsa LEMURIAN?
  6. Setiabudi Hi: Yang pasti, tidak mungkin makan nasi karena beras adalah tanaman rekayasa BHALLAMIN.

11-20. Bangsa ANNARA

  1. Bangsa ANNARA dikloning oleh bangsa-bangsa pembuat peradaban.
  2. Bangsa ANNARA menyuplai hidrogen sebagai bahan dasar air di suatu planet.
  3. Dedi Misbah (P-BDG): Bangsa ANNARA membantu proses GRANUMMA di banyak planet dengan menyebarkan jutaan jenis bibit tumbuhan dan tanaman, sekaligus menyebarkan jasad renik seperti bakteri dan jamur.

11-21. HI Beresiko Bubar

  1. Amir Santoso Hi: Ajaran HI sekarang banyak berbeda dengan ajaran umum. Organisasi HI beresiko bubar.
  2. Amir Santoso Hi: Anggota terbagi tiga kelompok, yaitu yang mengikuti ajaran guru, yang menolak ajaran guru, dan yang diam saja.
  3. Setiabudi Hi: Kepentingan HI hanya membuka cara berfikir untuk mencapai keimanan yang sebenarnya.
  4. Setiabudi Hi: Jangan usil dengan urusan orang karena kita bukan Rabb. Kecuali jika kita sudah merasa selevel dengan Rabb, silakan saja memvonis orang lain.
  5. Wilman Ramdhani (Bogor): Merasakan Zat Tidak Dikenal dapat dilakukan dengan berdoa (shalat).
  6. Kita move on. Terlalu banyak orang yang sekarang merapat dan harus diperhatikan.
  7. Yang jelas, bukan berarti kita cuek. Tetapi, kita menghargai sikap mereka juga. Kita hanya memblokir jalan mereka yang hendak merusak keluarga besar kita.
  8. Tapi, kita bisa menyedot semua amal mereka nanti. Sebetulnya, ini keuntungan besar buat kita. Hanya kasihan saja mereka. Nanti amalnya habis oleh kita.

11-22. Mekanisme Menyedot Amal Orang Lain

  1. Wilman Ramdhani (Bogor): Amal kehidupan pasti terkait WARKHA dan ZARKH.
  2. Zat antar RUH itu sangat sensitif. Baru niat saja sudah terekam oleh sistem. Makanya setiap amal itu tergantung niatnya.
  3. Yang muncul bisa Warkha atau Zarkh tergantung dari program alam bawah sadar.

11-23. Ayat Kontradiktif

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Apakah Surat 8:12, 9:5, 9:14, dan 9:123 adalah sisipan agar umat Islam dikondisikan untuk selalu melakukan qatala atau pembunuhan?
  2. Ini yang harus diwaspadai. Ayat kontradiktif seperti ini yang membuat umat menjadi mempertanyakan keabsahan dari kitab.
  3. Ada yang menelusuri seperti kita, ada yang malah jadi Atheist seperti di Timur Tengah. Banyak sekali ayat-ayat yang bertolak belakang seperti itu. Bahkan, di satu ayat ada yang langsung bertolak belakang kata-katanya. Salah satunya QS. Ar-Rad 11.
  4. Makanya, orang yang beriman dan bersaksi, pasti akan menelusuri dan mencari kebenaran.
  5. Apa yang terjadi dengan kitab yang sebenarnya? Kitu tah.

11-24. Menyebarkan Info Kepalsuan Quran

  1. Dani Ramdhani: Tadi, di rumah pasien berdiskusi tentang perbedaan antara mushaf dan al-Qur’an.
  2. Dani Ramdhani: Yang kita pegang sekarang ini bukan Qur’an tapi mushaf, kata saya.
  3. Dani Ramdhani: Kalau seseorang sudah bilang mushaf, berarti dia tahu ada mushaf yang lain.
  4. Dani Ramdhani: Sampai akhirnya ibunya mulai ‘ngeh’ tentang apa bedanya mushaf dan Qur’an.
  5. DZA mendorong Dani Ramdhani untuk meneruskan aktivitasnya, menjelaskan mushaf dan al-Qur’an.
  6. Jody H Bayuaji: Beri pertanyaan seperti ini “Mengapa Anda hanya melihat satu mushaf saja, yakni mushaf Ustman bin Affan? Pernahkah Anda membandingkan dengan mushaf-mushaf lainnya?”
  7. Jody H Bayuaji: ”Pernahkan mendengar ada mushaf lain selain Ustman yang jumlah ayatnya lebih banyak dan konon ayatnya lebih runut susunannya?”
  8. Jody H Bayuaji: ”Pernahkah mendengar kalau mushaf Ustman ini justru jumlah ayatnya paling sedikit?”
  9. Jody H Bayuaji: ”Kalau terbukti mushaf Ustman jumlah ayatnya paling sedikit di antara mushaf lain, lalu ke mana ayat-ayat yang lainnya? Kembali lagi ke langit?”
  10. Jody H Bayuaji: ”Bukankah seharusnya yang jumlah ayatnya lebih banyak itu yang paling lengkap? Kenapa malah yang paling sedikit? Apalagi banyak ayat yang kontradiktif juga? Kenapa bisa begitu?”
  11. Jody H Bayuaji: ”Mushaf itu catatan Brow. Menurut anda, mungkin ngga yang namanya catatan itu bisa ditambah bisa dikurang?”
  12. Jody H Bayuaji: Senjata kita saat ini adalah menunjukkan beberapa ayat kontradiktif yang membuat banyak kaum Salafi sekali pun jadi atheis.
  13. Sandi Nugroho: Setuju Kang Jody. Dimulai dari ayat-ayat kontradiktif.
  14. Jody H Bayuaji: Langkah paling awal adalah memberi tahu mereka perbedaan mushaf dan Al Qur’an.

11-25. Membiarkan Diri Dibimbing Sang Maha Pencipta

  1. Kita harus menempatkan ‘nilai-nilai ketuhanan’ sebagai satu-satunya panduan sikap dan perbuatan.
  2. Nilai-nilai ketuhanan ini akan kita pahami ketika menyadari bahwa diri kita adalah ciptaan.
  3. Untuk membuktikan bahwa diri kita ini adalah ciptaan, kita harus ‘mengamati’ dan ‘mempelajari’ diri sendiri.
  4. Ketika secara sadar mengakui dan membuktikan sendiri bahwa kita ini ciptaan, maka pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah siapa atau apa yang menciptakan kita?
  5. Jika kita secara sadar menjalani kehidupan ini sesuai dengan tujuan penciptaan sebagai manusia, maka kita sudah membiarkan diri kita dibimbing oleh Sang Pencipta dalam menjalani hidup ini.
  6. Sikap dan perbuatan kita akan sejalan dengan ‘nilai-nilai ketuhanan’ yang terkandung dalam tujuan diciptakannya manusia oleh Sang Maha Pencipta.

11-26. Rasul Hafal Quran?

  1. Aulia Pradipta (Yoli): Kalau Nabi saw itu hafidz Quran gak sih?
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Semua mushaf disesuaikan Nabi Muhammad SAW sesuai “Bahasa Kaum”. Jadi, Beliau pasti tahu semuanya.
  3. Aulia Pradipta (Yoli): Apakah Nabi saw itu hafal Quran per kata atau memahami Quran kemudian menerjemahkan ke Bahasa Arab bagi kaumnya?
  4. Jody H Bayuaji: Akan sulit jika rasul menyusun dulu semua yang ada dalam dirinya untuk dibuat sebuah kitab berbahasa Arab. Rasulullah tidak membuat catatan, lebih efektif jika dimunculkan per kasus lalu dicatat para sahabat. Sekaligus memberi contoh juga bahwa Al Qur’an asli itu bisa diakses langsung.
  5. Jody H Bayuaji: Yang perlu Quran dalam bentuk catatan itu kan ummat 2.5%. Mungkin bagi kaum di atas 2,5%, Quran bukan lagi berupa catatan tapi mengaksesnya langsung bagi yang memiliki cukup akselerasi sel.
  6. Jody H Bayuaji: Selain itu, bila caranya dengan membuat satu kitab full berbahasa Arab sama dengan menyuapi ummat. Bukan membuat mereka berfikir. Oleh karena itu, dibuat sistem per kasus biar diingat terus.
  7. Dedi Misbah (P-BDG): Dengan kapasitas otak 2,5% saja, banyak yg hafidz Mushaf Utsman. Bayangkan kemampuan, daya hapal, dan daya nalar Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pasti mampu menghapal semua mushaf yang ada.
  8. Wilman Ramdhani (Bogor): Kapasitas hafizh HAMMADZ berbeda dengan kaumnya. Artinya, ukuran dan indikatornya sudah gugur bila dibandingkan dengan makna hafizh dalam perspektif 2,5%.
  9. 04/15/16, 17:16:48: Dedi Misbah (P-BDG): Apakah hafidz itu hanya sekedar menghapal saja? Ini harus dikaji ulang.
  10. Aulia Pradipta (Yoli): Beliau SAW tidak hafal, tapi punya “tontonan tuntunan” yang bisa diakses setiap saat. Begitu melihat ada kesempatan yg cocok, beliau SAW kucurkan.
  11. Setiabudi Hi: HAMMADZ sepertinya mempunyai mega akses ke sumber-sumber informasi termasuk Lauh Mahfudz.
  12. Aulia Pradipta (Yoli): Hafal berarti semua ada di kepala. Mega akses berarti semacam penyimpanan cloud.

11-27. Berbagai Versi Quran, Qur’an AL’A

  1. Jody H Bayuaji: Al Qur’an kaum 2,5%, 10%, 20%, 30%, 40%, … 100% berbeda-beda menyesuaikan dengan kemampuan ummatnya. Aturan buat kaum 70% tidak mungkin diterapkan pada kaum dengan kemampuan di bawahnya
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Itu yang saya maksud bahwa mushaf itu disesuaikan Nabi Muhammad SAW dengan “Bahasa Kaum”
  3. Jody H Bayuaji: Kalau sudah mampu mengakses langsung RUBH dan berkoneksi ke RABB, yang namanya Al Qur’an tadi sudah jadi lebih global lagi dengan nama AL’A.
  4. Aulia Pradipta (Yoli): AlQuran hanya satu, yaitu yang diturunkan pd saat ARKHYDAAR (Lailatul Qadr). Tapi, jadi berbeda-beda karena diakses oleh para nabi dan rasul kemudian diterjemahkan sesuai kemampuan umatnya masing-masing.
  5. Jody H Bayuaji: Isinya berbeda menyesuaikan dengan penerimanya. Al-Qur’an atau Bahasa AL’A itu sendiri hanya satu, yaitu yang ada di Lauh Mahfudz.
  6. Dedi Misbah (P-BDG): Jadi, untuk bisa mengakses Al-Qur’an dan dibimbing oleh Sang Maha Pencipta, kita harus berusaha dulu. Di antara usahanya seperti yang diuraikan oleh Kang Gun.

11-28. Definisi Quran versi DZA, Ingkar Hadits

  1. Al-Qur’an adalah ayat yang nyata di dada orang yang diberi ilmu, bukan ayat hapalan. Ayang yang dijawantahkan dalam kehidupan, bukan dihafal oleh umat.
  2. Ada semacam aturan yang mengharuskan marah kalau mempertanyakan Al-Qur’an dan Hadits.
  3. Kalau hadits itu begitu penting, mengapa baru dicatat 200 tahun kemudian setelah Rasulullah SAW wafat?
  4. Kalau begitu penting, mengapa tidak dicatat langsung ketika Rasulullah SAW masih hidup?
  5. Apakah jaminan di hadapan Allah bahwa hadits itu benar?
  6. Kalau mereka sudah berani menjamin, berarti sudah ujub, sombong dan takabur. Tidak boleh kita ikuti. Kalau jawabannya Wallahu’alam, berarti pilihan terserah kita dan mereka tidak boleh protes.
  7. Tanya lagi pada yang ngotot, apa jaminan bahwa mereka benar di hadapan Allah sampai berani bersikap seperti itu?
  8. Jauh sebelum Rasulullah SAW lahir sudah ada banyak catatan. Ada juga huruf sansakerta yang banyak bergeletakan di arab.
  9. Ada kisah Waraqah bin Naufal yang mengajarkan banyak agama di dunia pada Nabi kita.

11-29. Penentang Paham DZA dan Pembersihan LSBD HI

  1. Yang menentang pemahaman kita sudah berani mensejajarkan diri dengan Allah SWT.
  2. Kita juga akan menjadi syirik jika menuhankan mereka. Sangat bertentangan dengan ikrar syahadat.
  3. Kita harus berani membuat perubahan. Jangan sampai umat selamanya rusak seperti ini.
  4. Untuk itu, kita akan segera membersihkan segala anasir yang ada di dalam diri dan organisasi. Sudah waktunya kita melesat. Teknologi dan keilmuan baru sudah disiapkan. Penguasaan energi adalah kunci, baik energi diri dan energi alam. Dunia sudah siap bersatu dengan kita. Mereka yang masih berpikir kerdil harus segera menyingkir.
  5. Terlalu banyak pengkhianat di dalam organisasi dan itu harus segera dibersihkan. Keilmuan baru nanti tidak akan bisa sejalan dengan pemikiran Radikalisme, Anti Toleransi, Anti Tabayyun, dan juga pemikiran ajaran yang menyimpang secara Rahmatan lil ‘Alamin.
Iklan

One thought on “Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 11”

  1. 😮 Semua pemahaman dan Tafsir alQuran dan Hadits punya dasar periwayatan. Apakah masyarakat (dan HIW) tidak berhak mempertanyakan dasar semua pemahaman baru dari DZA?? :mrgreen:

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s