Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 7


Kami sajikan dokumen Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Dokumen ini telah kami serahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat sebagai bahan kajian paham diduga menyimpang Dicky Zainal Arifin (DZA) yang disebarkan di lembaganya, Lanterha the Lemurian Meditation (d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman [LSBD HI]). Untuk mempermudah pengkajian, kami membaginya menjadi sebelas bagian.

diskusi-grup-whatsapp-lsbd-hikmatul-iman
Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman
  1. Diskusi Grup WhatsApp LSBD H — Bagian 7 (80 halaman)
  2. Transkrip Asli Diskusi Grup WhatsApp LSBD HI (870 halaman)
  3. Grup WhatsApp LSBD HI + Media (110 MB)

Dokumen-dokumen ini disebarkan di kalangan terbatas untuk pengkajian paham diduga menyimpang DZA, tidak untuk diperjualbelikan atau disebarkan ajarannya.

Daftar Isi Bagian 7

Download

7-1. Berkomunikasi dengan RUH

  1. Gunadi (W-BDG): Jika kita mampu merasakan tubuh kita sampai tingkatan partikel, artinya kesadaran kita yang ada di jiwa sudah mampu berkomunikasi langsung dengan partikel-partikel yang menyusun tubuh kita.
  2. Gunadi (W-BDG): Ketika mampu mengendalikan partikel-partikel penyusun tubuh, kita akan bisa merekayasa wujud kita menjadi energi atau wujud-wujud lain yang belum bisa kita bayangkan, seperti Bangsa URLNA.
  3. Gunadi (W-BDG): Jika bisa berkomunikasi dengan penyusun materi yang mendekati RUBH saja, kemampuan kita sebagai manusia sudah sangaat luar biasa. Apalagi jika sudah terkoneksi langsung, bergidik memikirinnya juga.

7-2. Zat Tidak Dikenal dan RUH

  1. Zat Tidak Dikenal (ZTD) masuk ke makhluk hidup dan benda mati. Semua itu disebut RUBH atau RUH dan merupakan unsur yang menghidupkan. Benda mati pun sesungguhnya molekularnya tidak diam.
  2. Sebetulnya, semua bersujud pada Sang Maha Pencipta, sadar atau tidak sadar. Makhluk lain lebih sadar karena tidak punya ego. Hanya manusia tidak sadar karena tertutup ego.

7-3. Kloning Nabi Adam dan RUH

  1. Ketika Sang Maha Pencipta meniupkan ZAT-nya, ZAT itu akan menyesuaikan dengan tempat atau kondisinya berada.
  2. Jika kapasitasnya hanya 2,5%, maka dibutuhkan makanan untuk diolah menjadi gizi dan membantu RUBH menggerakan casing.
  3. Manusia 100% sudah tidak butuh makanan karena tubuhnya sudah bisa melebur dengan semua zat di alam dan RUBH sudah sepenuhnya mengakselerasi dengan full.
  4. Ketika RUBH bersatu dengan casing 100%, sistem sel di tubuh manusia bisa bermutasi secara bebas, bisa berubah jadi apa pun, dan bisa disusun ulang.
  5. ADHAMA (Nabi Adam) melihat ini memberbahayakan karena bisa menimbulkan kerusakan dengan energi sedemikian besar. Makhluk cahaya (malaikat) memiliki analisa yang sama, sehingga mereka bertanya Sang Maha Pencipta melalui bahasa frekwensi. Sang Maha Pencipta menjawab “Aku Lebih Tahu.” ADHAMA pun tahu persis soal itu.
  6. Awalnya, ADHAMA tidak akan memperbanyak diri. Selama Milyaran tahun, dia terus memanfaatkan sel tubuhnya untuk mengembangkan mahluk lain seperti binatang, tumbuhan, dan semua yang diperlukan untuk membuat planet-planet itu hidup.
  7. Milyaran tahun kemudian, ADHAMA melihat ada yang belum lengkap, yaitu manusia bangsanya sendiri. Maka, beliau meminta izin pada Sang Maha Pencipta untuk melengkapi ARDH (planet bumi) dengan mahluk dari bangsanya, namun dengan akselerasi sel terbatas. Setelah diizinkan, ADHAMA mengkloning dirinya.
  8. Klon manusia pertama dibatasi 70%, perempuan, dan memiliki alat reproduksi, yaitu HAWRA (Siti Hawa). Ia dibesarkan langsung oleh ADHAMA.
  9. KLAD adalah bakteri buatan ADHAMA untuk membatasi akselerasi sel mythocondria yang diturunkan melalui proses Ber-KLAD atau KHULDI. Akar kata KHULDI itu dari KLAD, yaitu proses persetubuhan.
  10. Sang Maha Pencipta memerintahkan untuk mengisi ARDH. Mulailah Adhama membuat klon lain dengan kemampuan akselerasi sel mythocondria disesuaikan dengan planet tempat tinggalnya.
  11. Keturunan langsung ADHAMA pun mulai menghasil keturunan.
  12. RUBH adalah hak prerogatif Sang Maha Pencipta. Zat Tidak Dikenal bermutasi untuk menyesuaikan dengan casing, namun tetap masih terkonek dengan sumbernya. Makanya Sang Maha Pencipta dikatakan lebih dekat dari urat nadi.
  13. RUBH tidak mungkin meninggalkan casing (jasad) yang masih bagus. Jika mati, berarti casing itu ada kerusakan.
  14. Ada mayat yang utuh karena tidak dimakan bakteri. Casingnya menghasilkan zat LOKOID yang tidak disukai bakteri. Bagi kaum 2,5%, zat LOKOID ini tertriger bila WARKHA-nya ngalir terus.
  15. Surat Al-Anbiya – 21:35 tidak membahas kematian manusia, tapi kematian jiwa yang berupa putus asa, stress, kehilangan harapan, atau sedih. Jiwa bisa hidup kembali ketika semangatnya kembali.
  16. Sesuai tafsiran QS Az-Zumar – 39:42, Allah swt memegang jiwa selama casing masih hidup, belum diurus Ijrail. Manusia yang paham akan memegang dan mempertahankan jiwa yang mati itu selama casing masih hidup. Jiwa yang sudah sembuh akan dilepaskan lagi untuk kembali berfungsi normal. Tapi, kalau casing sudah mati Ijrail akan diutus untuk mengambilnya.

7-4. Islam Sesungguhnya dengan Istilah Baru

  1. RUH memiliki istilah dan sebutan yang berbeda di tiap mahluk atau benda. Kita pakai bahasa umum dulu, yaitu RUH atau RUBH. Misalnya, RUH di dalam batu dan menggerakan molekular batu disebut HIJ.
  2. Bahasan ini kalau dibawa keluar akan seperti ketika Islam pertama kali diperkenalkan di Arab. Semua istilah lama dihilangkan dan menjadi istilah baru.
  3. Kita bukan hendak mendiskreditkan Islam, tapi kita akan menggali Islam yang sesungguhnya. Terbukti, selama ini distorsi membuat kita jadi seperti ini. Kita bongkar mereka yang merusak Islam dengan menyatakan hal-hal yang selama ini tidak diketahui oleh publik. Bayangkan ketika Rasulullah SAW pertama kali memperkenalkan Islam dengan bahasa dan istilah baru. Pasti bangsa yang status quo kebakaran jenggot.
  4. Seperti Rasulullah SAW dulu, kita akan berjuang dengan perubahan dan action, bukan dengan ceramah.

7-5. Sejarah Bahasa Arab

  1. Bahasa Arab hampir sama dengan bahasa sansakerta. Bahasa sansakerta berasal dari Bahasa Lemurian. Bahasa Lemurian asalnya bahasa inter Galaktika, tapi sekarang menjadi bahasa Ethephaka.
  2. Penghuni Arab itu awalnya dari India. Nama Arab berasal dari bahasa sansakerta, yaitu ARV. Akhirnya menjadi Arvasthan yang berarti tanah berkuda.

7-6. Bukti Keberadaan Akhirat

  1. Banyak pengetahuan umum yang harus direvisi karena mengandung kebohongan.
  2. Sejak awal, tidak ada bukti soal akhirat. Semua hanya doktrin agar manusia yakin tentang kehidupan akhirat. Padahal, ada banyak misteri di balik itu. Sebetulnya alam bawah sadar kita, yaitu yang masih normal, pasti mempertanyakan apa itu akhirat, surga, neraka, tuhan, dan keadaan setelah mati.

7-7. Kloning Nabi Adam

  1. Adhama (Nabi Adam) bisa mengkloning manusia yang sudah mati dan dikembalikan lagi seperti aslinya tanpa KLAD. Itu bisa dilakukan kapan pun oleh teknologi tinggi.
  2. Setelah badan aslinya muncul, paket Arwatha (arwah) secara otomatis bisa balik lagi. Karena pasti tersedot ke casing (jasad) lamanya.
  3. Jika kita membuat dua atau tiga casing (jasad) dari bahan yang sama, akan ada Ruh lain namun masih tersambung dengan casing awal. Ini sebabnya anak kembar selalu terhubung, bisa merasakan kembarannya.
  4. Kloning terbagi banyak tahapan dan bisa dibuat berbeda. Jika ingin hasil kloning tidak terlihat kembar dan beda DNA, campurkan DNA lain.
  5. Sayyidinaa Ali: Manusia yang sudah ‘dianggap’ tiada masih bisa dihidupkan karena ruhnya masih ada. Hanya saja kita belum tahu teknologi untuk mengembalikan jasad yang sudah dianggap terpisah dengan ruhnya.

7-8. Adakah Rukun Iman Pada Hari Akhirat?

  1. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Rukun iman pada hari akhirat jika merujuk uraian DZA berarti tidak ada?
  2. Faishal Hermawan: Kalau tidak ada bukti soal akhirat, kenapa harus diimani lagi kang Habibi?

7-9. Inikah Surga Versi DZA?

  1. Planet VRUR yang ada di Gugusan ZIVETA, Galaksi LAGRAVEN telah dimusnahkan. Tapi DNA, RNA, dan semua kebutuhan setiap orang sudah direkam. Planet ini sudah terlalu penuh dan penghuninya rusak tanpa ada utusan untuk memperbaikinya.
  2. ETHEPHAKA menjanjikan pada semua penduduk planet tersebut bahwa jika berperilaku baik selama 100 ORIGOM, mereka akan dikloning ke casing (jasad) baru dan dipindahkan planet baru. Itulah surga untuk mereka.
  3. Planet baru mereka di Galaxy NEUZA, bernama VRURAR. Umur mereka rata rata 21 tahun menurut hitungan planet bumi, dan tetap begitu, tidak bertambah atau berkurang
  4. Mereka juga diberi fasilitas untuk membuat apa saja yang mereka mau, termasuk time travel, perjalanan antar galaxy, membuat dan memiliki planet baru, dan sebagainya. Besar Planet VRURAR 1000 kali planet asal mereka.
  5. Nah…. Apakah itu juga termasuk surga? Soalnya mau bikin bidadari atau bidadara juga di fasilitasi.
  6. Amir Santoso Hi: Apakah Adhama (Nabi Adam) diberi untuk menentukan dihancurkan atau tidaknya alam semesta?

7-10. Alam Barzkh

  1. Ijrail tidak pernah akan mampu mencabut RUH, karena tugasnya mencabut Jiwa atau Nyawa. Kekuatan RUH jauh lebih tinggi dari Malaikat.
  2. RUH akan mengikuti Jiwa ketika mulai dicabut dari tubuh atau casing.
  3. Makhluk cahaya (malaikat) adalah energi. Ijrail diberi satu unsur khas untuk menarik jiwa yang bernama JRAB atau pembawa/pemegang.
  4. Selanjutnya, RUH akan bersatu dengan Jiwa —dalam istilah Lemurian disebut ARWATHA (Arwah)— kemudian memasuki dimensi BARZKH (Barzah). Di sana, semua ARWATHA hidup tanpa memiliki casing.
  5. Jika di masa hidupnya sering berbuat baik, ARWATHA akan memiliki banyak zat WARKHA sehingga bisa menembus dimensi tirai BARZKH walau sebatas visual dan audio saja. Zat WARKHA juga akan membuat mereka memiliki akselerasi ARWATHA yang baik dan nyaman.
  6. Tapi, apabila di masa hidupnya banyak melakukan amal buruk, maka zat MANAKARA akan muncul dan membuat ARWATHA merasa sakit dan tidak nyaman selama di alam BARZKH.
  7. Manusia harus melakukan segala sesuatu demi Sang Maha Pencipta saja, karena itulah sumber RUBH atau RUH. Jadi jelas, TAURI (Tauhid) itu nomer satu. Setelah menjadi ARWATHA semua baru terasa.

7-11. Dimanakah Rasulullah Berada?

  1. Hadi Prasetyo (D4): Rasulullah saat ini melayang-layang seperti kaum URLNA.
  2. Aulia Pradipta (Yoli): Menurut saya, Rasulullah sudah berjasad lagi karena beliau harus menjadi rahmatan lil alamin, mmpunyai amanah lagi, menjadi khalifah di seluruh lapisan alam dimensi di mana pun Rabb berada. Casing (jasad) yang bisa menembus ke mana-mana.
  3. Wilman Ramdhani (Bogor): Masa HAMMADZ (Muhammad) meninggal?
  4. Hadi Prasetyo (D4): Bukan mati casing tapi melepaskan casing, Kang Wilman.
  5. Dedi Misbah (P-BDG): Rasulullah saw bisa time travel ke masa lalu, masa depan, bahkan ke masa kini. Saya pernah bertanya ke DZA: “Mbap, mungkinkah dengan kemampuan Rasulullah saw, beliau time travel hingga ke masa sekarang dan masa depan? Artinya, saat ini beliau masih ada?” Jawab DZA: “Mungkin saja”
  6. Hadi Prasetyo (D4): Rasulullah Saw melepaskan casingnya seperti kaum URLNA. Terasa sakit karena DNA beliau bukan seperti URLNA. Sakitnya spt ditusuk ribuan pedang.
  7. Dedi Misbah (P-BDG): Secara kemampuan, DNA Bangsa URL’NA versinya jauh di bawah Rasulullah saw. Bahkan Kaum URL’NA-pun ditaklukkan beliau.
  8. Wilman Ramdhani (Bogor): Mati itu berlaku untuk mereka yang akselerasi selnya di bawah 10%.
  9. Dedi Misbah (P-BDG): Nabi Isa dengan akselerasi sel 70% pun meninggalkan alam dunia.
  10. Dedi Misbah (P-BDG): Mungkinkah para nabi itu sudah meninggal dunia, masuk ke alam BARZKH (Barzakh) lalu dibangkitkan lagi dan hidup di suatu planet?

7-12. Surga Versi Hikmatul Iman

  1. Surga itu dikenal sebagai ZUGA dalam bahasa Lemurian, yang berarti “Suka”.
  2. Segala macam kesenangan dan rasa suka cita ada disana.
  3. Di tempat transit tersebut memang ada tempat yang diistilahkan ZUGA untuk rehat dan sangat menyenangkan.
  4. Dedi Misbah (P-BDG): SWARAGA bisa dilakukan oleh Bangsa VRUR di Planet VRURAR.
  5. Planet baru Bangsa VRUR di Galaxy NEUZA dengan nama VRURAR.
  6. Umur mereka rata rata 21 tahun mmenurut hitungan planet bumi dan terus begitu.
  7. Tersedia semua fasilitas untuk membuat apa saja yang mereka mau termasuk time travel, perjalanan antar galaxy, membuat dan memiliki planet baru, dan sebagainya.
  8. Dedi Misbah (P-BDG): ZUGA di Dimensi Transit dan Planet Surga adalah dua hal yang berbeda.
  9. Dedi Misbah (P-BDG): Setelah sebagian manusia rehat di ZUGA pada Dimensi Transit, terminal akhirnya di Planet Surga.

7-13. Makhluk Cahaya Munkar Nakir Bertanya MANAKARA, Zarkh dan Siksa Kubur di Dimensi BARZKH

  1. Kita sering tidak sadar bahwa kedekatan Sang Maha Pencipta itu sangat penting karena RUBH ingin selalu sangat dekat pada sumbernya.
  2. Jauh dari RABB membuat RUBH menghasilkan zat bernama MANAKARA.
  3. Ada jenis mahluk cahaya yang bertugas untuk mengecek zat MANAKARA, yaitu Munkar Nakir atau kepanjangan dari MANAKARA.
  4. Pertanyaannya pun MANRABBUKA atau MANAKARA-nya masih nyambung dengan RABB atau tidak?
  5. Kedua mahluk cahaya itu hanya memantau saja. Begitu ketahuan jauh dari RABB, mereka akan menghitung ZARKH yang lepas dan memberi memory kesakitan pada ARWATHA (arwah).
  6. MANAKARA tidak akan Aktif kalau tidak dipicu oleh keduanya. Ketika ZARKH muncul, ARWATHA akan merasakan rasa sakit luar biasa seperti dihajar oleh gendir besar ke kepala, bagaikan dicambuk oleh lidah api, dan sebagainya. Itulah yang dikenal dengan nama siksa kubur.
  7. Berbeda apabila kita memproduksi Zat WARKHA. Zat ini akan memproduksi memory kesenangan luar biasa, rasa nikmat pada ARWATHA dengan berbagai macam fasilitas, dan kemampuan sangat kuat untuk mampu kembali melihat keadaan di luar dimensi BARZKH (Barzakh).
  8. Anak saleh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat adalah jejak yang akan terus dipicu oleh Zat MALGRETHA RUH lain dan terus mengaktifkan Zat WARKHA pada ARWATHA yang bersangkutan.

7-14. THLAZ Penanda Keikhlasan

  1. Zat THLAZ di dalam RUH menyambungkan dan menyimpan jejak yang akan menyebar ke mana pun tanpa ada yang mampu mencegah.
  2. Dengan catatan, akselerasinya harus memenuhi syarat, yaitu bersih seperti kertas putih.
  3. Jika bersih, THLAZ akan berakselerasi dengan cepat.
  4. Kalau banyak hambatan, misalnya niat lain selain RABB, maka THLAZ tidak akan memancar.
  5. THLAZ adalah zat yang menempelkan jejak tanda apabila kita melakukan kebaikan dengan ikhlas.

7-15. Pancaran Warkha (Barokah), Menembus Dimensi Penyimpanan Al-Qur’an

  1. Zat Tidak Dikenal memancarkan dan menerima gelombang warkha atau zarkh.
  2. Warkha hanya bisa kontak dengan perbuatan baik yang ikhlas. Kejahatan juga akan menimbulkan dan menghasilkan zarkh.
  3. Ini akan terjadi baik ketika objeknya tahu atau tidak tahu. Ini sudah bahasa RUH atau frekwensi gelombang RUBH yang terhubung ke seluruh manusia sejagad.
  4. Ketika berbuat kebaikan, ikhlas sangat dibutuhkan karena beban pamrih akan mengganggu jalannya warkha. Pamrih itu sumbatan terkuat.
  5. Ingin surga saja sudah dihitung sebagai pamrih yang sangat besar dan menjadi hambatan.
  6. Maksud “Karena Allah” adalah mencontoh sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, tanpa pamrih.
  7. Kalau sifat ini sudah muncul, warkha baru bisa muncul dari RUBH kita dan memancar ke seluruh RUBH di Jagad Raya.
  8. Berarti baik pada seseorang akan menghasilkan feedback warkha dari seluruh warkha yang ada di semesta.
  9. Oleh karena itu, jika berbuat baik pada seseorang, kadang ia akan membalas melebihi kebaikan kita.
  10. Zarkh juga seperti itu. Jika melakukan kejahatan pada seseorang, konsekuensinya bisa dari orang lain, bahkan banyak orang.
  11. Misalnya maling ke satu rumah lalu kepergok. Yang memukuli kan satu RT.
  12. Jadi kalau kita mau berbuat baik atau jahat, saksinya seluruh RUBH sealam semesta.
  13. Sehingga wajar ALLAH SWT itu Maha Mengetahui. Karena di dalam badan kita memang ada Zat Tidak Dikenal yang merupakan unsur Sang Maha Pencipta.
  14. Kehebatan Warkha adalah meskipun baru niat berbuat baik tanpa pamrih (spontan) sudah mengakselerasi sekitar 10%. Apalagi kalau sudah action.
  15. Action adalah mengeluarkan tenaga dari sel tubuh yang akan mengakselerasi pancaran Warkha ke seluruh jagad. Akhirnya, tenaga yang dihalangi oleh KLAD akan tersedot oleh warkha seluruh jagad.
  16. Itulah sebabnya orang suci bisa menembus dimensi AL’A tempat tersimpannya Al-Qur’an.

7-16. Makhluk Cahaya Ijrail

  1. Ijrail tidak pernah akan mampu mencabut RUH.
  2. Tugas IJRAIL adalah mencabut Jiwa atau Nyawa.
  3. Kekuatan RUH jauh lebih tinggi dari Malaikat.
  4. Tapi, RUH akan mengikuti Jiwa ketika mulai dicabut dari tubuh (casing).
  5. Makhluk cahaya adalah energy.
  6. Ijrail diberi satu unsur khas yang mampu menarik jiwa. Namanya JRAB atau pembawa/pemegang.
  7. JRAB mampu menarik semua jiwa.
  8. Ketika jiwa mulai dikejar oleh RUBH (RUH), maka Ijrail langsung bisa menyatukan jiwa RUH.

7-17. Arwatha (Arwah) di Dimensi BARZKH (Barzakh), TAURI (Tauhid)

  1. Dalam istilah Lemurian, RUH yang sudah bersatu dengan Jiwa disebut ARWATHA (arwah).
  2. Secara otomatis, ARWATHA memasuki dimensi BARZKH. Di sana, semua ARWATHA berkumpul tanpa casing dan tidak mampu menembus tirai dimensi BARZKH.
  3. Tapi, jika suka berbuat baik kepada sesama ketika masih hidup, ARWATHA akan memiliki cukup akselerator zat WARKHA.
  4. WARKHA hanya bisa terakselerasi oleh Zat MALGRETHA yang ada di RUH lain.
  5. Zat MALGRETHA akan terakselerasi oleh Zat BODHY yang muncul apabila kita melakukan amal ikhlas membantu sesama, baik itu terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
  6. Zat BODHY akan berakselerasi kuat apabila tidak ada hambatan berupa nafsu-nafsu lain, seperti nafsu Riya, dan sebagainya.
  7. Zat WARKHA akan membantu ARWATHA menembus dimensi tirai BARZKH. Tapi, sebatas visual dan audio saja.
  8. WARKHA akan membuat akselerasi ARWATHA baik dan nyaman.
  9. Tapi, jika semasa hidupnya manusia melakukan amal buruk, maka zat MANAKARA akan muncul dan membuat ARWATHA merasa sakit dan tidak nyaman selama di alam BARZKH.
  10. Akselerasi zat dan keseimbangannya hanya muncul apabila manusia selalu fokus pada Sang Maha Pencipta.
  11. Dengan kata lain, manusia harus melakukan segala sesuatu untuk Sang Maha Pencipta saja karena merupakan sumber RUBH atau RUH berasal.
  12. Jadi, harus benar-benar fokus pada sumber RUH atau kehidupan.
  13. Maka jelas, TAURI atau TAUHID adalah nomor satu karena berhubungan dengan RUH.

7-18. Neraka Versi DZA, Menghidupkan Manusia

  1. ZTD itu akan menyesuaikan dengan kapasitas tempat atau apapun yang ditempatinya.
  2. Di kaum dengan akselerasi sel tinggi, Warkha cepat habis dan Zarkh lama habisnya. Sebailknya, di kaum 2,5% Zarkah cepat habis tapi Warkha lama habisnya. Oleh karena itu, semakin tinggi kemampuan akan semakin besar tanggung jawabnya. red: Bagi manusia super, pahalanya cepat habis dan dosanya tetap bertahan. Bagi manusia biasa, sebaliknya.
  3. Kaum ZERVO dijanjikan pimpinannya akan selamat dari segala macam konsekuensi dengan cara menghidupkan mereka kembali jika mati. Tapi, kaum Zervo tidak tahu, bahwa nanti Adhama (Nabi Adam) akan menghancurkan semua teknologi mereka pada waktunya.
  4. Akan ada perhitungan (hisab) setelah makhluk berakal diberi casing (jasad). Hisab kaum berakselerasi tinggi jauh lebih sulit dari kaum 2,5%, karena energinya yang besar sulit beradaptasi dengan casing baru. Hisab kaum 2,5% lebih gampang, karena energinya kecil sehingga otomatis lebih tenang. Semakin kecil akselerasi sel, akan semakin kecil resistansi ketika memasuki casing baru, kecuali kalau Zarkh-nya banyak.
  5. Yang disebut neraka adalah kondisi ketika casing baru terus menerus menolak dan rusak kemudian meregenerasi lagi secara cepat. Karena 100%, maka kepekaan syarafnya juga luar biasa, sehingga sakitnya juga jauh lebih luar biasa lagi.
  6. Semua yang ada di jagad raya ini, termasuk iblis, mengandung Zat Tidak Dikenal. Jadi berbuat kebaikan itu jangan hanya ke sesama manusia saja, tapi berbuat baiklah dengan tulus dan ikhlas kepada semuanya.
  7. Di dalam diri manusia ada zat yang mampu membuat segala sesuatu. Jadi, kalau sebuah planet dihancurkan lalu manusianya semua terbunuh, dengan teknologi cukup bisa diberi lagi casing baru dan diberi kehidupan lebih baik. Seperti halnya ADHAMA (Nabi Adam) mengkloning HAWRA (Siti Hawa).
  8. Adapun jika membuat ulang casing lama dengan modifikasi dan DNA yang sama, Arwatha (arwah) lama akan menempati casing itu.

7-19. DZA Diundang Untuk Membina Gafatar

  1. Dinas Sosial Cimahi mengundang DZA untuk membina mantan Gafatar pada kamis sore, 11 Februari 2016. Karena DZA di Bali, ditunjuk Gunadi sebagai koordinator utusan.
  2. Gafatar bukan organisasi keagamaan, tapi kelompok masyarakat yang bekerja tanpa pamrih untuk membangun msyarakat. Ketua Gafatar, yaitu Pak Mahful, dan para petinggi Gafatar pernah belajar pembuatan pupuk dan bahan bakar air di Padepokan Hikmatul Iman.
  3. Gafatar menuruti anjuran DZA untuk melakukan karya nyata. Anak-anak mereka tidak sekolah, langsung dididik orang tuanya, tidak divaksin, bertani, dan berusaha mengubah nasibnya sendiri dengan perjuangan.
  4. Gafatar mirip dengan Hikmatul Iman jika ditambah karya nyata (action).
  5. Karena masih sedikit, mereka dimusuhi banyak partai dan pihak. Kalau terhadap Hikmatul Iman, mereka tidak berani.
  6. Semua petinggi Gafatar percaya pada DZA.
  7. Penghubung HI dan Dinas Sosial adalah Pak Ilyas yang pernah bergabung dengan HI STKS. Nomor teleponnya +6281320563381.
  8. Setiabudi Hi: Lahan-lahan yang tadinya dikelola Gafatar sekarang jadi milik ormas tertentu.
  9. Bintang Yalasena: Dinsos berinisiatif meminta DZA turut membimbing eks gafatar karena mereka sudah mengenal DZA dan tidak memiliki cara untuk mengatasinya. Menurut mereka itu kasus baru dan dimungkinkan akan muncul masalah serupa di kemudian hari.
  10. Bintang Yalasena: Selama sistem arabisasi kuat, kasus serupa pasti muncul kembali.
  11. Bintang Yalasena: Metode DZA dalam menjelaskan kebenaran tida k menyinggung dan tidak menganggu kehidupan masyarakat beragama arab, sehingga kita tidak bersentuhan dengan hal sensitif. Eks gafatar perlu kamuflase untuk menghindari fitnah seperti halnya DZA yang tetap ikut jumatan dan terus action.
  12. +62 859‑7490‑XXXX: Sarankan agar Gafatar berbaur dengan masyarakat luas dan menjadi pelopor perubahan. Untuk sementara, buktikan dengan karya nyata mereka di masyarakat. Bila perlu hasil-hasil produk pemikiran mereka diekspos media sebagai counter attack terhadap stigma sesat yang disematkan pada mereka.
  13. Gafatar harus membaur dengan masyarakat, sama seperti Hikmatul Iman.
  14. Aulia Pradipta (Yoli): Jumlah mantan gafatar yang akan dibina sekita 80-120 orang.
  15. Bintang Yalasena: Catatan Dinsos bahwa MUI ditolak Gafatar karena memerintahkan sholat.
  16. Setiabudi Hi: Mentoring Gafatar cukup dengan nafas perut selama dua jam plus pembekalan Tauri (Tauhid) ala DZA.

7-20. Sholat Gunadi, MUI, Gafatar

  1. Gunadi: Akan menang jika adu lama sholat dengan MUI.
  2. Gunadi: Akan menang jika adu tidak sholat dengan MUI.
  3. Gunadi: Satu rakaat tiga jam.
  4. Gunadi: Dikafirkan rekan seperguruan karena tidak sholat juga kuat.

7-21. Taktik Bahasa Kaum Gafatar

  1. Bahas semua kesamaan dengan Gafatar.
  2. Bilang ke Dinsos ini taktik bahasa kaum.

7-22. Zarkh dan Warkha

  1. Bagi kaum 2,5%, Zarkh lebih cepat habis dibandingkan Warkha.
  2. Akselerasi sel manusia dibatasi 2,5% oleh ADHAMA (Nabi Adam) dengan memberinya KLAD, yaitu membran luar pda sel Mythocondria).
  3. KLAD juga merupakan nama dari bakteri purba penahan akselerasi sel Mythocondria.
  4. Kuncinya harus betul betul tanpa pamrih. Jangan karena Warkha, jangan takut Zarkh.
  5. Lakukanlah secara spontan dasar bawaan Rubh secara naluriah. Dalam bahasa umumnya Karena Allah.
  6. Allah ada di dalam diri kita.

7-23. Menggugat MUI

  1. Terbukti umat sakit memakan makanan yang katanya halal menurut MUI.
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Yang pertama kali mempermasalahkan Gafatar adalah MUI dan Pemerintah.
  3. Setiabudi Hi: Sekali-sekali MUI memang harus disomasi supaya paham konsekwensi hukum dari ucapan dan tindakan mereka. Selama ini selalu aman-aman saja menghujat orang
  4. Ade Supiandi (Cianjur): Mereka sudah berhasil mendokrin masyarakat bahwa MUI berdasarkan agama islam, sehingga banyak yang mentah-mentah menerima ucapan mereka tanpa berfikir.
  5. Wilman Ramdhani (Bogor): Sekarang MUI tersandung penggelapan dana sertifikasi halal 450 T dalam 5 tahun terakhir. Momen tepat jika MUI dibubarkan.
  6. Dedi Misbah (P-BDG): Jika terbukti menggelapkan dana sertifikasi halal 450 T, maka MUI = Majelis Uang Indonesia.
  7. Bintang Yalasena: Hukum kita tidak kuat menuntut MUI. Secara de fakto, MUI kebal hukum.
  8. Ade Supiandi (Cianjur): Hebat MUI, bisa kebal. Majelis para dewa.
  9. Faishal Hermawan: MUI sudah berubah jadi lembaga ketuhanan sehingga tidak bisa dibubarkan apalagi dituntut.
  10. Jody H Bayuaji: Ekspose terus kebobrokan MUI di media sosial. Kita buat masyarakat tidak lagi percaya pada MUI. Mari kita gulingkan MUI.
  11. Jody H Bayuaji: Sekali-kali MUI mesti disomasi oleh banyak pihak. Tidak apa-apa kalah juga, yang penting masyarakat jadi terbuka dan tahu bagaimana MUI itu.
  12. Wilman Ramdhani (Bogor): Parah memang MUI.

7-24. Perbandingan Mushaf Utsman dan Ibn Mas’ud

  1. Ada riwayat Quran yang hilang.Versi Quran yang langsung dari Rasulullah SAW disingkirkan dan dibakar oleh Khalifah ketiga yaitu Usman bin Affan.
  2. Mushaf Utsmani yang dibentuk oleh Usman bin Affan didasarkan pada para penghafal Al-Qur’an dan tidak berdasarkan urutan kronologi ayat-ayat tersebut diturunkan atau diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab.
  3. Padahal, sebelumnya sudah ada Mushaf yang utuh milik Ubay bin Ka’ab, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ali bin Abi Thalib, dan Hafsah Istri Muhammad SAW. Mushaf itu memiliki jumlah dan susunan ayat yg berbeda. Misalnya, mushaf Ubay memiliki 115 surat, Mushaf Ibnu Mas’ud memiliki 108 surat, dan Mushaf Ibnu Abbas memiliki 116 surat.
  4. Setelah Mushaf Usmani diresmikan, semua versi Al Quran original yang berasal langsung dari orang terdekat Rasulullah SAW dibakar dan dimusnahkan. Semua terpaksa menyetujui karena takut pada tekanan kekuasaan Utsman.
  5. Walaupun begitu, versi mushaf Hafsah, istri Nabi, yang berhasil disembunyikan dan akhirnya berhasil dibakar pada era Khalifah Marwan Ibnu Hakam 65 Hijriah. Tapi, sudah terlanjur terhapalkan oleh banyak orang.

7-25. Hasil Pertemuan dengan Gafatar

  1. Tanah milik Gafatar dirampok dengan modus menuduh aliran sesat.
  2. Gunadi (W-BDG): Secara umum, pertemuan berjalan lancar. Mantan Gafatar tertarik dan antusias untuk mengenal Hikmatul Iman lebih jauh.
  3. Bintang Yalasena: Saya sampaikan bahwa kami mempercayai bahwa Gafatar tidak bersalah.
  4. Bintang Yalasena: Saya sampaikan bahwa kami tidak mempercayai info kesesatan Gafatar karena dalam An-Najm:30 dijelaskan bahwa hanya Tuhan yang berhak menyatakan sesat.
  5. Bintang Yalasena: Saya sampaikan bahwa saya masih sama dengan anggota Gafatar, mendirikan sholat dan bukan melaksanakan sholat alias komat kamit. Tapi, saya masih melakukan ritual kalau ada yang usil dan ingin melihat ritual saya. Hal ini dilakukan untuk menghormati dan menghargai mereka karena ritual masih membutuhkan saksi manusia. Berbeda dengan spiritual yang cukup antara pribadi dan Tuhan.
  6. Bintang Yalasena: Saya sampaikan bahwa di quran dan hadist tidak ada penjelasan mengenai kapan Tuhan membuat agama. Maka, saya katakan bahwa agama itu buatan manusia. Anggota Gafatar tersenyum senang.
  7. Bintang Yalasena: Saya sampaikan bahwa kehidupan yang saya terapkan adalah kehidupan islami. Jadi, Islam bukan agama. Anggota Gafatar semakin antusias.
  8. Bintang Yalasena: Anggota Gafatar bertanya “Kalau Dinsos meminta kami bersyahadat, apa harus kami lakukan?” Saya jawab “Kalau kita toleran dan menghargai mereka, ya lakukanlah kesaksian palsu tersebut.”
  9. Bintang Yalasena: Anggota Gafatar bertanya “Kalau mereka meminta kami melakukan ritual sholat juga, apa harus dilakukan?” Saya jawab “Ya.” Dengan alasan sama, saya juga masih sholat jumat untuk menghindari terganggunya umat beragama arab. Ada anggota Gafatar yang nyeletuk : Arab kurang ajar, tukang tipu.
  10. Aulia Pradipta (Yoli): Menurut intel yang semalaman tidur di mesjid, tidak ada anggota Gafatar yang shalat berjamaah ke sana.
  11. Aulia Pradipta (Yoli): Besok (13/Feb/16) jam 7 pagi, mantan Gafatar dan Pak Ilyas semangat untuk melanjutkan pembahasan yang terpotong.
  12. Gunadi: Pak Ilyas berpesan agar minimal mereka mau bersyahadat ulang. Ini tidak nyaman.
  13. Bintang Yalasena: Kelompok saya ada yang setuju bersahadat, dianggapnya lips service (asal bicara) untuk menanamkan prinsip toleransi.
  14. Bintang Yalasena: Saya sempat menjelaskan syahadat yang diajarkan DZA di Open Dialog kuningan.
  15. Aulia Pradipta (Yoli): Memang sudah menjadi kewajiban kita untuk meluruskan kerasulan Muhammad saw.
  16. Gunadi (W-BDG): Misi yang diperintahkan DZA dalam 2 jam tadi sebetulnya sudah tercapai. Mereka sudah melihat bahwa mereka tidak sendirian dan mereka tertarik dengan kita.
  17. Pembinaan kelompok Hikmatul Iman terhadap Gafatar harus terus berlanjut, tidak hanya di Dinsos saja. Sepertinya mereka akan menjadi tanggung jawab Hikmatul Iman.
  18. Tidak ada pemaksaan dalam agama. Kalau KTP para anggota Gafatar beragama Islam, ganti saja dulu agamanya jadi Hindu atau Budha. Jangan Kristen atau Islam.
  19. Penjelasan Kang Bintang tadi sudah benar.
  20. Kalau perlu justru yang dituntun syahadat itu yang dari Dinsos, bukan dari pihak Gafatar. Agar mereka semua tahu bahwa selama ini merekalah yang membohongi Allah.
  21. brainwash saja orang-orang Dinsos agar mereka sadar.
  22. Bintang Yalasena: Anggota Gafatar ingin bergabung dengan komunitas kita di manapun.
  23. Aulia Pradipta (Yoli): Saya arahkan ke Pak Ilyas dari Dinsos agar melepaskan anggota Gafatar seperti Cisarua melepas orang gila. Menuntut pernyataan mereka hanya akan menghasilkan persaksian palsu.
  24. Aulia Pradipta (Yoli): Kepada mantan anggota Gafatar agar untuk saat ini berdamai dengan keadaan. Mengucapkan syahadat juga tidak ada ruginya buat kita. Itu hanya mainan anak kecil. Kita sudah beda pemikirannya.
  25. Aulia Pradipta (Yoli): Ada ayat yang menyebutkan bahwa Isa dan Muhammad adalah penganut Millah Abraham. Adam dan Nuh mempunyai kesalahan, nuh punya, sedangkan Ibrahim tidak. Dari sana anggota Gafatar menarik kesimpulan untuk menjadi Millah Abraham saja.
  26. Wilman Ramdhani (Bogor): Memang aneh ulama yang bukan ahli ulama. Millah itu kan diakui di QUR’AN. Jadi, biarkan saja sebagai sebuah pilihan. Seperti halnya membiarkan memilih jalan Musa, Isa, atau Muhammad. Bukannya berpikir kenapa umat kabur dari islam? Parah ya. Ulama, MUI, dan pemerintah tidak bercermin

7-26. Rangkuman WARKHA, ZARKH, THLAZ dan KLAD

  1. Zat WARKHA adalah zat yang muncul di RUBH manusia, ketika manusia tersebut melakukan ‘kebaikan’ kepada segala zat yang ada di alam semesta.
  2. ‘kebaikan’ itu akan memicu munculnya zat BODHY di RUBH manusia tersebut yang kemudian memicu munculnya zat MALGRETHA di RUBH zat yang menerima ‘kebaikan’ manusia tersebut.
  3. Zat MALGRETHA yang muncul di RUBH zat yang menerima ‘kebaikan’ ini kemudian akan memicu munculnya zat WARKHA di RUBH manusia yang melakukan ‘kebaikan’ tadi.
  4. ketika kita melakukan sebuah ‘kebaikan’ RUBH-RUBH lain pun akan ikut tertrigger untuk menghasilkan zat MALGRETHA yang memicu RUBH kita untuk menghasilkan zat WARKHA.
  5. Zat THLAZ ini fungsinya adalah sebagai pemancar dan penyambung (connection) antara RUBH kita dengan RUBH-RUBH lain di seluruh alam semesta.
  6. Kekuatan pancaran yang dihasilkan zat THLAZ sangat tergantung pada keikhlasan yang terkandung dalam perbuatan atau ‘kebaikan’ yang kita lakukan.
  7. untuk memancarkan zat THLAZ tersebut, RUBH membutuhkan energi, dan pada manusia energi ini diambil dari mythocondria yang ada di JASAD.
  8. WARKHA yang dihasilkan manusia yang akselerasi selnya 2.5% akan lebih banyak dibandingkan manusia yang akselerasi selnya 70%.
  9. pemaksaan’ oleh RUBH ini jugalah yang membuat KLAD pada mythocondria orang-orang yang ikhlas cepat menipis, dan membuat mereka memiliki kemampuan-kemampuan fisik yang luar biasa.
  10. ‘kebaikan’ yang dilakukan masih dalam bentuk niat (tidak dilakukan) dengan syarat ikhlas, zat WARKHA yang dihasilkan sudah mampu berakselerasi sekitar 10% an.
  11. wajar jika lama kelamaan KLAD akan rusak dan membuat orang-orang yang selalu melakukan ‘kebaikan’ dengan penuh keikhlasan akan mengalami peningkatan akselerasi sel di JASAD nya.
  12. KLAD sebenarnya adalah bakteri buatan ADHAMA yang berfungsi sebagai pembatas akselerasi sel mythocondria, atau dalam ilmu biologi saat ini di kenal sebagai membran luar (outer membrane) dalam struktur sel mythocondria.
  13. klad Ini bisa diturunkan melalui proses Ber-KLAD atau lebih dikenal dengan istilah KHULDI.
  14. Jadi, akar kata KHULDI itu dari KLAD, dan itu melalui proses persetubuhan.
  15. Zat ZARKH adalah zat yang muncul di RUBH manusia, ketika manusia tersebut melakukan ‘keburukan’ kepada segala zat yang ada di alam semesta.
  16. Ketika manusia ‘jauh’ dari Sang Maha Pencipta atau tidak TAURI, maka pada RUBH manusia akan muncul zat MANAKARA yang akan memicu munculnya zat ZARKH.
  17. WARKHA yang dihasilkan manusia dengan akselerasi sel 2.5% lebih banyak dibandingkan manusia dengan akselerasi sel 70%. Sebaliknya ZARKH yang dihasilkan manusia 2.5% lebih sedikit dibandingkan manusia dengan akselerasi sel 70%.
  18. Di saat manusia diberi casing 100% kembali (hari pembalasan) nanti, ZARKH pada ARWATHA dari manusia 2.5% akan lebih cepat habis dibandingkan ZARKH pada ARWATHA dari manusia 70%, karena ZARKH nya jauh lebih sedikit.
  19. WARKHA pada ARWATHA manusia 70% akan lebih cepat habis dibandingkan WARKHA pada ARWATHA manusia 2.5%, karena WARKHA nya jauh lebih sedikit.
  20. Ketika ARWATHA memasuki dimensi BARZKH banyak sedikitnya zat WARKHA dan zat ZARKH yang dimiliki ARWATHA tersebut juga memberikan dampak yang berbeda.
  21. ARWATHA yang memiliki banyak zat WARKHA, akan memiliki akselerasi yang baik dan mendatangkan kenyamanan. Zat WARKHA ini juga akan membantu para ARWATHA untuk menembus dimensi tirai BARZKH tetapi hanya sebatas visual dan audio saja.
  22. Sebaliknya, ARWATHA yang memiliki banyak zat ZARKH, akan memiliki akselerasi yang buruk dan menimbulkan ketidaknyamanan pada ARWATHA selama berada di dimensi BARZKH.
Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s