Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 6


Kami sajikan dokumen Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Dokumen ini telah kami serahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat sebagai bahan kajian paham diduga menyimpang Dicky Zainal Arifin (DZA) yang disebarkan di lembaganya, Lanterha the Lemurian Meditation (d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman [LSBD HI]). Untuk mempermudah pengkajian, kami membaginya menjadi sebelas bagian.

diskusi-grup-whatsapp-lsbd-hikmatul-iman
Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman
  1. Diskusi Grup WhatsApp LSBD H — Bagian 6 (64 halaman)
  2. Transkrip Asli Diskusi Grup WhatsApp LSBD HI (870 halaman)
  3. Grup WhatsApp LSBD HI + Media (110 MB)

Dokumen-dokumen ini disebarkan di kalangan terbatas untuk pengkajian paham diduga menyimpang DZA, tidak untuk diperjualbelikan atau disebarkan ajarannya.

Daftar Isi Bagian 6

Download

6-1. Draft Surat Keputusan Grup WhatsApp LSBD HI

  1. Untuk mengantisipasi kebocoran data seperti yang terjadi sebelumnya, Bintang Yalasena membuat draft Surat Keputusan (SK) Grup WhatsApp LSBD HI.
  2. SK ini akan menetapkan Grup WhatsApp LSBD HI sebagai grup legal yang berada di bawah Yayasan Hikmatul Iman.
  3. SK ini juga akan melepaskan Yayasan Hikmatul Iman dari akibat hukum yang diterima oleh anggota grup dan menjadikannya tanggung jawab pribadi.
  4. Bintang Yalasena: Supaya tersangka kasus UUITE dan atau penistaan agama tidak bisa terhubung secara hukum dengan anggota di sini. Jadi, masalah hukumnya urusan pribadi. Untuk menghindari kejadian seperti Lia Eden yang juga membawa pengikutnya ke penjara. Termasuk sebagian anggota Gafatar.
  5. Gunadi (W-BDG): Teman-teman di sumatra sampai gerilya ke pasien dan orang tua murid untuk meluruskan info yang bocor.

6-2. Gunadi Zolthaz Bareng DZA

  1. Gunadi: Kemaren sore kami melakukan zolthaz bareng DZA, istri, anak-anak, dan sebagian panitia. Selesai zolthaz, semua wajah memerah dan memang berbeda efeknya.
  2. Gunadi: Teknis yang dilakukan masih sama dengan zolthaz umum hanya tanpa bacaan. Posisi ruku dan sujud lebih lama.
  3. Gunadi: Kemarin kami diajari teknis posisi ruku yang benar. Saat ruku, tumpuan badan bukan di telapak kaki seluruhnya tapi agak jinjit dengan bertumpu hanya pada ujung depan telapak kaki dan badan agak condong ke depan.
  4. Aulia Pradipta (Yoli): Bisa jadi posisi itu bertujuan untuk lebih merasakan tekanan elektromagnetik dari dorphal.
  5. Dedi Misbah (P-BDG): Posisi ini berkaitan dengan titik reflexology yang berhubungan dengan organ paru-paru, kepala, otak, dan bahu untuk membantu oksigen mengalir dengan lancar ke area kepala. Dukungan energi DORPHALL mengakibatkan wajah memerah.
  6. DZA menyatakannya seperti shalat berjamaah biasa.

6-3. Inti ZOLTHAZ

  1. ZOLTHAZ adalah cara paling dasar untuk berakselerasi dan merasakan keberadaan Zat Tidak Dikenal (ZTD)/Sang Rabb/Sang Penggerak Alam. ZOLTHAZ merupakan sarana pembuktian ikrar “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah“.
  2. Ketika akselerasi sel kaum 2,5% terbantu oleh teknologi kaum leluhur yang berupa Dorphall, diharapkan kita bisa merasakan secara perlahan tapi pasti keberadaan Sang Maha Pencipta di dalam diri yang lebih dekat dari urat nadi.
  3. Biasanya, setiap individu memiliki rasa yang berbeda pada ZTD dan akan muncul pemahaman terhadap tugasnya di planet tempat tinggalnya.
  4. Jadi, jangan anggap remeh ZOLTHAZ. ZOLTHAZ direndahkan oleh konspirasi panjang melalui sistem yang sangat hebat.
  5. Konsentrasi memperhatikan pergerakan sel di dalam tubuh diganti dengan konsentrasi pada bacaan yang tidak ada juklak dan juknisnya. Sehingga orang akan konsentrasi pada bacaan dan melupakan substansi introspeksi diri untuk mencari ZTD yang merupakan inti dari ZOLTHAZ.
  6. Awalnya, orang-orang akan konsentrasi pada bacaan, lalu setelah terbiasa dan otomatis dengan bacaan tersebut, mereka akan melamun dan mengkhayal.
  7. Tugas kita adalah mengembalikan fitrah manusia menjadi wakil Sang Maha Pencipta untuk planet tempat tinggalnya.
  8. Mengetahui, merasakan, dan bersatu dengan Zat Sang Maha Pencipta adalah dasar untuk bersaksi kepada-Nya. Karena sebelum bersaksi ,kita seharusnya mengetahui terlebih dahulu. Sekarang dibalik, disuruh menjadi “SAKSI PALSU” untuk menuhankan Zat Rabb tersebut.

6-4. Awas Penghancuran Dunia

  1. Dunia sudah menyoroti komunitas DZA, harus waspada.
  2. Mudah-mudahan dunia segera sadar agar tidak dihancurkan dalam waktu dekat.

6-5. Akselerasi Manusia Bumi 1%, Bumi Dimusnahkan ETHEPHAKA

  1. Gunadi (W-BDG): Di bumi, manusia dengan akselerasi 2,5% sudah sangat langka. Program Bhallamin berhasil menurunkan akselerasi sel manusia dan sudah berlangsung puluhan ribu tahun.
  2. Gunadi (W-BDG): Rata-rata akselerasi manusia sekitar 1%. Makanya wajar kalau ETHEPHAKA membiarkan bumi hancur atau musnah. Karena isinya hanya manusia dengan kecerdasan mendekati binatang ternak.
  3. Dedi Misbah (P-BDG): Apakah kesadaran yang sedang kita upayakan sebelum tahun 2037 itu dengan meng-upgrade kecerdasan dan akselerasi sel manusia di ARDH GRUMMA dari 1% ke 2.5% ataukah dengan menyadarkan meski kecerdasan dan akselerasi sel mereka tetap di level 1%?
  4. Pavo Purnama: Kita ketahui bahwa dengan kemampuan 2,5% saja sudah cukup untuk bisa memelihara bumi ini. Jadi, jika manusia saat sudah mampu menyeimbangkan dan memelihara bumi dengan benar, mungkin kehancuran Yg diniatkan ETHEPHAKA tidak perlu terjadi karena bumi sudah berada di tangan yang benar.
  5. Setiabudi Hi: Dewan Galaxy memutuskan reset suatu generasi karena alasan keseimbangan dan harmonisasi.
  6. Setiabudi Hi: Kalau para manusia di generasi tersebut sudah tidak dapat dikembalikan kepada fitrahnya, lebih baik direset saja.
  7. Setiabudi Hi: Toh hanya masalah waktu saja sebelum mereka saling menghancurkan dirinya sendiri. Dewan Galaxy hanya mengakselerasi proses penghancuran nya saja.
  8. Setiabudi Hi: Manusia itu cuma satu elemen semesta yang harus harmonis dengan elemen-elemen lainnya.
  9. Setiabudi Hi: Jadi begitu ada elemen pengacau harmonisasi, wajar saja oleh sistem dieliminasi supaya tidak mengganggu elemen yang lain.

6-6. Mendeteksi Kiblat ZOLTHAZ

  1. Dani Ramdhani: Saya tadi shubuh melakukan ZOLTHAZ. Ketika posisi berdiri, tiba-tiba saya berputar ke arah kiri seolah mencari arah kiblat yang tepat. Terus saya pejamkan mata dan mengikutinya. Akhirnya, saya menghadap ke arah lebih serong ke kanan daripada biasanya, dan terasa lebih pas.
  2. Dani Ramdhani: Ketika posisi Satya (i’tidal), posisi tangan saya angkat lebih lama dengan menghadap kiblat. Saya merasakan tolakan energi seperti ketikaa latihan di Palutungan.
  3. Dani Ramdhani: Ketika ruku dengan posisi jinjit masih kewalahan untuk stabil.

6-7. DORPHALL dan Hologram Orang Meninggal

  1. Pavo Purnama: Saya meliat sosok Alm Kang Aam waktu Latihan Gabungan Nasional. Menurut DZA kemungkinan itu holograph.
  2. Aulia Pradipta (Yoli): Saya juga melihat Alm. Kang Husen, dua kali.
  3. 02/03/16, 11:51:43: Syamsu: Sy teringat dengan penjelasan DZA di Gunung Padang bahwa Dorphall bisa merekam kejadian dan sewaktu-waktu bisa memunculkan hologram kejadian masa lalu yang melibatkan emosional manusia.

6-8. ZOLTHAZ Diabadikan Dalam Qur’an

  1. Wilman Ramdhani (Bogor): Bila sudah fokus ZOLTHAZ merasakan ZTD, akidah semakin kuat dan keimanan makin bertambah.
  2. Wilman Ramdhani (Bogor): Karena itulah ZOLTHAZ diabadikan dalam QS. Al-Anfal: 2.

6-9. WARKHA (BAROKAH) DAN ZARKH

  1. Orang-orang yang ikhlas dalam berinteraksi dengan sesama, KLAD-nya akan menipis karena sel-sel mereka terakselerasi oleh WARKHA.
  2. Kejahatan akan menimbulkan dan menghasilkan Zarkh.
  3. Ketika kita berbuat kebaikan, ikhlas sangat dibutuhkan karena semua beban pamrih itu mengganggu jalannya zat warkha.
  4. Kebaikan kita pada seseorang itu menghasilkan feedback dari seluruh warkha yang ada di semesta.
  5. Kehebatan unsur Warkha adalah meskipun baru niat memberikan kebaikan tanpa pamrih (spontan) sudah mengakselerasi sekitar 10%. Apalagi kalau sudah action.
  6. Action akan mengeluarkan tenaga dari sel tubuh yang mengakselerasi pancaran Warkha ke seluruh jagad.
  7. Itulah sebbaabnya orang suci bisa menembus dimensi AL’A tempat Al-Qur’an tersimpan.
  8. Istilah Wakha berubah secara perlahan. Padahal, ini sudah disebutkan sejak zaman Rasulullah SAW adan menjadi topik pembahasan.
  9. Lidah pendengar mengucapkannya dengan BARKAH dan Rasul tidak protes. Bahkan, ketika diucapkan menjadi BARAKAH juga tidak protes.

6-10. Tingkatan Pertama ZOLTHAZ

  1. Tingkatan pertama ZOLTHAZ bagi kaum 2,5% adalah mengarahkan kepala ke arah Dorphall atau radiasi BA’KAH (Mekah).
  2. BA’KAH lebih kuat karena adalah asteroid yang membawa logam seperti batuan yang lebih kuat dari uranium.
  3. Dengan mengaragkan kepala ke arah radiasi tersebut, tanpa bacaan-bacaan, akselerasi terbantu
  4. Pertama dengan membungkuk, lalu digrounding dengan menempelkan jidat ke tanah.
  5. Itu baru tahapan awal atau dasar dari ZOLTHAZ.

6-11. RSTB = ZOLTHAZ = Latihan TD

  1. Habibi Velo (Rawamangun JKT): RSTB, ZOLTHAZ, dan latihan Tenaga Dalam sama-sama berurusan dengan fokus pada pengenalan diri sampai ke tingkatan sel. Hanya pendekatannya saja yang berbeda. Satu olah nafas dan yang lainnya merasakan.
  2. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Sarana Latihan TD, RSTB, dan ZOLTHAZ bertujuan sama, untuk merasakan Zat Tidak D.

6-12. Ada Upaya Memecah Belah, ZOLTHAZ yang sesungguhnya

  1. Saat ini ada proses memecahbelah dan memundurkan umat dengan alasan fikih.
  2. Ada kesadaran bahwa arabi berbeda dengan islami
  3. Ada kesadaran bahwa negara ini dalam kondisi darurat karena proses Arabisasi.
  4. Rata rata orang yang sudah sadar kebingungan, tidak tahu bagaimana seterusnya.
  5. Kita sudah termasuk jauh dengan upaya mengenal Zat Sang Maha Pencipta. Malahan mengajarkan RSTB di luar umat yang mengaku Islam itu jauh lebih mudah karena pikiran mereka tidak dipenuhi oleh hapalan-hapalan doktrin.
  6. Di Kuningan sudah diajarkan dasar ZOLTHAZ. Pada dasarnya, ZOLTHAZ adalah sarana mengakselerasi sel tubuh agar kita semua mampu mengenal apa yang ada di dalam diri dengan baik. Itu sebabnya dulu para Nabi mampu melakukan banyak keluarbiasaan yang biasa disebut Mu’jizat. Manusia seperti kita pun yang 2,5%, akan mampu mengakselerasi kemampuan tubuhnya dengan cara yang benar.
  7. Selama ini DZA mengajarkan dasar ZOLTHAZ, yaitu latihan pernapasan ala HI. Maksudnya, apabila kita minimal sudah bisa merasakan hawa panas dan sudah bisa mengalirkannya dengan baik, diharapkan nanti ketika ZOLTHAZ akan lebih mudah. Kalau di tempat yang ada anomali magnetik, maka prosesnya akan sangat terbantu.
  8. Sebetulnya sekarang waktunya untuk memunculkan ajaran para Nabi sebelum kita yang sebenarnya. Ajaran yang selama ini coba dihilangkan dan ditutupi dengan berbagai macam hapalan-hapalan yang akan menutupi kemampuan otak sebenarnya.
  9. Keyakinan soal surga dan neraka yang sangat disederhanakan menjadi hal yang sangat sakral dan cukup untuk membuat manusia saling serang satu sama lain.
  10. Fungsi otak orang-orang sekarang sudah diturunkan oleh BHALLAMIN. Makanya, kalau kita debat dengan orang yang atheis pasti dijamin kalah. Padahal itu karena kita belum bisa menyentuh Zat Tak Dikenal di dalam diri manusia.

6-13. Al-Quran Kita di Lauh Mahfudz, Tidak Tercemar Politik

  1. Kalau kita ditanya “Kitab kita apa?” Bilang kitab kita Al-Qur’an Lauh Mahfuz, bukan sekedar Mushaf yang sudah tercemar berbagai kepentingan politik.
  2. Tanyakan juga, apa jaminan bahwa yang mereka baca itu benar datangnya dari Allah?

6-14. DZA Menyelamatkan Pesawat

  1. Pesawat DZA mau menabrak landasan karena cuaca buruk.
  2. DZA terpaksa menyingkirkan awan tebal dan hujan lebat hingga landasan terlihat dan hujan berhenti.
  3. Berakhir jadi misi penyelamatan pesawat.
  4. Kenalilah Rabb yang ada di dalam diri dengan nama Rubh. Jadi, kita bisa dibantu oleh Sang Maha Pencipta untuk menjadi alat di dalam menyelamatkan satu pesawat.

6-15. Grounding Ruku Terganggu Bacaan

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Saat ini, terutamanya yang di area Tanah Haram, banyak yang ruku’ ke arah DORPHALL BA’KAH. Tapi, teknis groundingnya terganggu oleh bacaan-bacaan.
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Jadi banyak yang korslet kesadaran karena agresifitasnya saja yang terpicu, bukan kesadaran.
  3. Dedi Misbah (P-BDG): Nabi lebih banyak nge-grounding (red: maksudnya sujud) di Madinah, kalau di Mekkah tawaf dan menyepi.

6-16. Kiblat Masing-Masing Menghadap DORPHALL

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Ada satu juta DORPHALL tersebar di bumi yang dipasang dengan pola tertentu.
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Misalnya di Pulau Bali tempat berdirinya PYRAMIDA ULU RHA atau PURA, satu DORPHALL di tengah dan delapan di sekelilingnya.
  3. Dedi Misbah (P-BDG): Sesuai QS Al-Baqarah 115, ke manapun kita menghadap, di sanalah “wajah” Allah. Artinya ke mana pun kita menghadap, di sana ada DORPHALL yang bisa mengakselerasi sel kita dan diharapkan kita bisa mengetahui, merasakan, melihat, dan bersaksi akan Zat Tidak Dikenal.
  4. Aulia Pradipta (Yoli): Dan bagi Kang Wilman di Bogor, Kang Adi di Kuningan, dan Kang Ade di Cianjur ada kiblatnya (sendiri) yang mereka menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah melakukan sebaik-baiknya. Di mana saja mereka berada, pasti Allah akan mengumpulkan mereka sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

6-17. Tafsir An-Nisa: 103

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Jika sudah merasa “aman” dalam bersaksi akan ZTD, maka mendirikan shalat bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. Jika belum merasa “aman”, maka sujud, ruku, dan duduklah berulang-ulang dalam mengingat, merasakan, bersatu, melihat-Nya.
  2. Sayyidinaa Ali: Kalau belum bisa mendirikan sholat dalam setiap saat atau setiap aktifitas maka sujud, ruku, dan duduklah dalam mengingat-Nya, karena fokus merasakan Zat Tidak Dikenal pada waktu tertentu dengan gerakan tertentu lebih ringan dibandingkan tetap fokus setiap saat.
Iklan

3 thoughts on “Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 6”

  1. Buat Admin Transkrip asli chat grupWA yg di download disediakan jg versi .DOC /.Docx nya (MSword), biasanya ukuran file lbh kcl tapi isinya tetap Lengkap,original,tdk berkurang

    1. Data mentah dalam format file word sudah kami sediakan di halaman Download, silakan dilihat. Kami juga mempersilakan pembaca untuk meminta data asli ke sumber utama, yaitu Kang Dedi Misbah (Sekretaris Umum Yayasan Lantera dan mantan Pelatih Hikmatul Iman).

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s