Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 5


Kami sajikan dokumen Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Dokumen ini telah kami serahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat sebagai bahan kajian paham diduga menyimpang Dicky Zainal Arifin (DZA) yang disebarkan di lembaganya, Lanterha the Lemurian Meditation (d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman [LSBD HI]). Untuk mempermudah pengkajian, kami membaginya menjadi sebelas bagian.

diskusi-grup-whatsapp-lsbd-hikmatul-iman
Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman
  1. Diskusi Grup WhatsApp LSBD H — Bagian 5 (82 halaman)
  2. Transkrip Asli Diskusi Grup WhatsApp LSBD HI (870 halaman)
  3. Grup WhatsApp LSBD HI + Media (110 MB)

Dokumen-dokumen ini disebarkan di kalangan terbatas untuk pengkajian paham diduga menyimpang DZA, tidak untuk diperjualbelikan atau disebarkan ajarannya.

Daftar Isi Bagian 5

Download

5-1. Anomali Magnetik DORPHALL

  1. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Teknologi DHORPALL memperkuat molekular tanah dengan gelombang ERSELNA yg dikeluarkannya.
  2. Sandi Nugroho: Anomali magnetik DORPHALL yang lebih tinggi daripada magnetik bumi berpengaruh ke tubuh lewat Zat Besi dalam darah.
  3. Jody H Bayuaji: Molekular DORPHAL dibuat satu baris dan searah sehingga bisa menimbulkan gelombang magnetik tinggi bila terkena stimulus dari gelombang lain.

5-2. Mushaf KDZA Grazdavoda Drentaga

  1. Dedi Misbah mengumumkan bahwa kumpulan catatan diskusi sudah rampung 99%. Tinggal menunggu verifikasi.
  2. Kumpulan catatan dari Dedi Misbah ini telah editor serahkan ke MUI sebagai bahan pengkajian paham DZA.

5-3. Tingkatan ARKHA dan LAGRHA

  1. Awalnya, peserta ORIGOM akan ditransfer tingkatan ARKHA tapi dianggap terlalu besar dan berbahaya. Jadi, ditransfer tingkatan LAGRHA.

5-4. Mushaf KDZA Grazdavoda Drentaga

  1. Dedi Misbah mengumumkan bahwa kumpulan catatan diskusi sudah selesai
  2. Catatan tersebut tidak boleh disebarluaskan.
  3. Catatan tersebut sudah kami sampaikan ke MUI Jabar sebagai bahan pengkajian.

5-5. Agenda Pemusnahan Bumi dan Misi Penyelamatan DZA

  1. Tanggal 21 Desember 2012 atau memasuki 435 ORIGOM, seluruh dunia terutama di kalangan para cenayang dan petinggi negara di seluruh dunia sudah tahu bahwa lidah matahari (solar flare) akan menjiat permukan planet ini dan tidak akan ada yang selamat.
  2. Bahkan para cenayang yang terkumpul di Study Club Metafisika (SCM) yakin sekali bahwa planet ini akan hancur, dan mereka akan diselamatkan. Berita ini disebarkan Bangsa URLNA ke seluruh dunia.
  3. Bahkan suku Mayan sudah menggambarkan dalam bentuk prasasti dan gambaran ukiran menyeramkan tentang kehancuran rutin planet kita ini.
  4. Terjadi perdebatan panjang di Dewan ETHEPHAKA. Sampai akhirnya DZA, sang GRAZDAVODA, mengucapkan INTIRA ULDAPHATERA KORDA PHAREGA yang artinya “Seluruh urusan umat manusia saya serahkan pada kalian saja, jangan jadi urusan GRAZDAVODA, kalau mau dimusnahkan.”
  5. Tugas DZA sebagai utusan adalah membenahi semua hal di ARDH GRUMMA (Planet Bumi). Untuk apa mengutus seseorang yang dilatih memiliki banyak keahlian dan kemampuan kalau tetap saja dihancurkan.
  6. Akhirnya mereka sepakat untuk membenahi Matahari pada bulan Maret 2012. Berhubung DZA lahir pada 22 Maret 1968, DZA menganggap ini sebagai hadiah ulang tahunnya. Tapi, jika di hari H masih ada kekuatan radiasi, maka harus dikendalikan dan menjadi tanggung jawab DZA yang telah bernegosiasi dengan Dewan ETHEPAKA.
  7. Di hari H, banyak sekali radiasi kotor yang sangat mempengaruhi penyerapan tingkat ARKRHA akibat energy sisa dari residu pembenahan matahari. Semua energy yang seharusnya menyebar ke seluruh Dunia, harus bisa diserap habis di tempat acara ORIGOM, yaitu Garuda Wishnu Kencana (GWK).
  8. Untuk membersihkan energi kotor, DZA terpaksa menarik semua awan, hujan, dan angin dengan menyingkirkan petir sejauh mungkin untuk membersihkan semua energi di sekitar area acara ORIGOM. Energy radiasi jahat itu memang sengaja disisipkan oleh kaum ZERVO, turunan Qabil putra Nabi Adam, ke ARDH GRUMMA (Planet Bumi). Sebagian besar dari energi radiasi jahat tadi sudah diblokir oleh ETHEPHAKA, namun sekitar 20% masih bisa lolos merembes ke planet ini. Karena banyaknya energi murni tadi, bayi, anak-anak, tua, dan muda yang hujan-hujanan di GWK waktu itu tidak sakit, malah sehat.
  9. Tapi, tingkatan ARKRHA tidak bisa dicapai karena sudah terkontaminsi energy jahat, sehingga diturunkan sedikit menjadi tingkatan LAGRHA. Bedanya hanya 10%. Masih cukup besar untuk merekayasa alam, seperti mendatangkan atau menghentikan hujan. Energy yang dibersihkan itu sebagian digunakan untuk memulihkan Dorphall di seluruh dunia yang masih bisa ditolong. Jadi, tingkatan ARKRHA tidak bisa ditransferkan karena sudah terkontaminasi.
  10. Acara saat itu disaksikan oleh seluruh galaxy dan didatangi berbagai utusan seperti ARGEZTAR, yaitu pucuk pimpinan dari ETHEPHAKA, dan kaum AVERANTZ yang menyamar jadi anggota dan membaur dengan para peserta.

5-6. Reset Mundur 25 Tahun, HI Jadi Agen Perubahan

  1. Dedi Misbah (P-BDG): “Reset” ARDH GRUMMA (Pnaet Bumi) telah diundur 2012 + 25 tahun, yaitu 2037. Sekarang tinggal mengusahakan semaksimal mungkin untuk melakukan tindakan “pencegahan” berikutnya.
  2. Hadi Prasetyo (D4): Anggota HI san simpatisannya menjadi agen perubahan.
  3. Dedi Misbah (P-BDG): Dampak momen ORIGOM di GWK adalah mayoritas dari kita diamanati energi LAGRHA. Konsekuensinya, kita menjadi agen-agen perubahan, ujung tombak.

5-7. DZA Memundurkan Pemusnahan Bumi

  1. Jody H Bayuaji: Apakah DZA adalah GRAZDAVODA pertama yang berani dan berhasil membuat Dewan Galaxy mengubah keputusan yang selama ini mereka jalani?
  2. Pertama kalinya dalam sejarah ORIGOM, pemusnahan diundurkan. Tapi, pimpinan ETHEPHAKA yang baru hanya memberi kesempatan 25 tahun.

5-8. Strategi Menyadarkan Umat Agar Berfikir dan Bertindak Mandiri

  1. Wilman Ramdhani (Bogor): Mendongeng sesuai dengan audiens. Pertama meredefinisi IMAN sebagai landasan TAURI (tauhid) kepada RABB. Mengenalkan BODI sebagai fasilitas untuk mencari RABB.
  2. Adi Permana (Kuningan): Tingkatin kapasitas diri kita dalam segala aspek. Lakukan dari area yang kita mampu contohnya di HI dengan menyebarkan pemahaman. Ke depannya, masuk ke komunitas. Biasanya yang paling mudah adalah komunitas budaya seperti kesundaan.
  3. Sayyidinaa Ali: Setiap orang yang sudah memiliki komunitas atau pasien bisa memulai dari mereka. Dari pasien atau komunitas ini, nanti akan tersebar dari mulut ke mulut sehingga semakin banyak yg terbuka pikirannya.
  4. Faishal Hermawan: Mulai dari diri sendiri. Setelah itu baru diskusi dengan orang yg terdekat, yaitu istri. Untuk ke keluarga dan masyarakat, mengalir saja.

5-9. Virus Perusak Tauhid

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Kaum ABRASS atau ABRASSUR yang berkemampuan 70% membuat virus agar penduduk ARDH GRUMMA (Planet Bumi) tidak fokus pada TAURI (tauhid).
  2. Dedi Misbah (P-BDG): Pencegahan dan antisipasinya sudah diberi tahu oleh DZA, yaitu mengejawantahkan ajaran HAMMADZ (Muhammad).
  3. Faishal Hermawan: Virus buatan ABRASS dan ABRASSUR adalah ELLEDZ, TOLV, UDRABH, KLANDAZ, UDUGHA, GAGEREZI, ELTZA, dan PHARKON.
  4. Dedi Misbah (P-BDG): ABRASS ini membuat software anti Allah SWT. Sang Maha Pencipta membiarkan mereka agar kita membuat sendiri anti virus tandingannya. Bagi yang mau berpikir, modal 2,5% sebetulnya sudah cukup

5-10. ZOLTHAZ 24 Jam

  1. Tahap ZOLTHAZ 24 jam adalah action dari hasil tahap permulaan.
  2. ZOLTHAZ tahap permulaan dilaksanakan dalam waktu-waktu transisi, yaitu tengah siang, tengah malam, maghrib/subuh (pilih salah satu).
  3. Jika didirikan tidak dalam 3 waktu transisi tersebut, maka tidak efektif.
  4. Jika tahap permulaan didirikan dengan benar, energi yang dihasilkan cukup untuk action selama 24 jam.
  5. Batasan ritual pemula ZOLTHAZ itu benar, misalnya ada DORPHALL, radiasinya benar, kenapa hammadz di Jabbal Nur, akselerasinya terasa.

5-11. Makna Gerakan Shalat

  1. Shalat memiliki gerak yang sangat luar biasa apabila kita tahu makna nya secara mendalam. Misalnya jika otak diberi oksigen dengan cara ruku dan sujud, maka akselerasi selnya menjadi lebih baik.
  2. Kita harus tahu setiap makna di dalam simbol ritual shalat secara mendalam. Shalat tahajud misalnya. Di dua per tiga malam jam kimia otak yang bernama serotonin menumpuk banyak, sehingga apabila di aliri oksigen ke kepala maka akselerasi sel otak menjadi jauh lebih baik dan kuat.
  3. Ketika ritual shalat, pasrah saja, tidak perlu mengatur napas. Setelah selesai, coba nungging sambil atur napas. Pakai napas perut dan rasakan hawa panas.
  4. Tepat waktu dalam Sholat itu bukan soal jam, tapi soal fluktuasi tubuh dengan alam. Makanya Ritual Shalat itu bisa disatukan. Tapi Spiritual Shalat itulah yang harus diketahui secara benar.

5-12. Sholat Tiga Waktu

  1. Edo Asban: Jadi 3 waktu atau 5 waktu?
  2. Edo Asban: Ada dua hadis dari perawi yang berbeda soalnya nih.
  3. Setiabudi Hi: Kalau penjelasan Mbap ada tiga waktu. Mewakili plus, minus dan nol.
  4. Acung M Mansur (P): Makna bisa di satukan itu, apakah sholat satu hari dalam satu waktu atau bagaimana?
  5. Dedi Misbah (P-BDG): Sebagaimana sudah diketahui dan disepakati secara umum dalam kaidah PHYK (fikih) bahwa ritual sholat Dluhur dan ashar, Maghrib dan isya bisa disatukan.
  6. Edo Asban: Kalo riwayat dari KSB yang optional itu waktu maghrib dan subuh.

5-13. Efektivitas ZOLTHAZ

  1. Ade SUpiandi (Cianjur): Apakah ZOLTHAZ di rumah sangat tidak efektif?
  2. Setiabudi Hi: Tidak efektif bukan berarti tidak memberikan dampak.
  3. Setiabudi Hi: Makanya pilihan lain adalah meningkatkan level akselerasi energy tubuh. Karena “ritual” ZOLTHAZ di DORPHALL itu dirancang untuk kaum 2,5% Bangsa MOSRAM 20% saja masih sulit, apalagi yang cuma 2,5%
  4. Setiabudi Hi: HAMMADZ (Muhammad) saja awalnya kebingungan mengajarkan ZOLTHAZ kepada kaum 2,5%.
  5. Acung M Mansur (P): Ketika ZHOLTHAZ di DORPHALL, bolehkah menghadap ke mana saja? Seperti di depan Ka’bah.
  6. Setiabudi Hi: Yang diperlukan adalah medan gelombang yang bisa mengakselerasi sel tubuh manusia seperti radiasinya DORPHALL, MAKRHA, dsb. Menghadapnya ke arah pancaran ke atas radiasinya.
  7. Setiabudi Hi: Kalau tidak mau harus selalu ritual permulaan ZOLTHAZ, level akselerasi mythocondrianya harus di atas 20% biar lebih gampang.
  8. Ade Supiandi (Cianjur): Tadi terpikir. Apakah solusinya memasang DHORPAL di mesjid-mesjid?

5-14. Jumatan = Konsolidasi

  1. Wilman Ramdhani (Bogor) mau menjelaskan teknis jum’atan seperti penjelasan DZA waktu latgab di astra. Tapi, tidak jadi.
  2. Habibi Velo (Rawamangun JKT): sudah siapkah mereka menerima konsep jumatan kemarin yang kita dengarkan di astra?
  3. Wilman Ramdhani (Bogor): Membahas teknisnya saja, bahwa jum’atan sejatinya tidak begini, tapi buat konsolidasi.

5-15. Majelis Tebet

  1. Nusantara dulu tidak animisme atau dinamisme, tapi memanfaatkan teknologi nanotech untuk kesehatan tubuh. Salah satu caranya dengan mendekatkan kepala ke Dorphal seperti ruku atau sujud, sehingga seperti menyembah batu.
  2. Ikrar “Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah” sudah lama ada dan diucapkan kaum pagan, jauh sblum Hammadz datang.
  3. Nama “Allah” dulu adalah sebutan untuk Dewi Bulan.
  4. Bersaksi Tiada tuhan selain Allah itu harus benar-benar merasakan dan tahu keberadaan-Nya. Ini dari dulu sudah diajarkan oleh ADHAMA sampai Rasulullah SAW. Yaitu, cara merasakan Zat Allah Sang Maha pencipta. Caranya yaitu ZOLTHAZ.
  5. ZOLTHAZ adalah sebutan dari THRELL, yaitu dimensi yang merekam semua kejadian masa lalu dan masa depan.Jadi, time travel itu mungkin.
  6. DZA tidak pernah membahas untuk menghilangkan ritual sholat malah lebih detail lagi tentang makna sholat. Tidak menghilangkan fungsi agama, tapi lebih detail tentang agama itu apa. Apalagi tidak percaya ttg Tuhan, bahkan lebih mengenalkan kalau Tuhan itu dekat.
  7. Tentang Muhammad yang berarti Hammadz dari benua MU. Hammadz adalah sebutan, bukan nama orang.

5-16. Wanita Haid Boleh Zolthaz

  1. Dahulu, wanita haid sangat wajib melakukan Zolthaz untuk menyeimbangkan hormonal. Jika hormon berimbang, wanita bisa lebih cerdas.
  2. Tapi, supremasi laki laki yang terlalu kuat membuat Zolthaz diharamkan. Mereka takut karena Zolthaz bisa menyeimbangkan hormonal ketika haid dan membantu akselerasi sel otak lebih aktif.
  3. Akibatnya, wanita zaman sekarang cenderung ceroboh.

5-17. Ritual Zolthaz

  1. Setiabudi: Ritual ZOLTHAZ itu untuk kaum pemula di level 2,5%.

5-18. Ritual Shalat

  1. Ritual shalat setiap Nabi-Nabi mah beda-beda. Nabi mana? Adhama beda. Musa juga beda. Tiap Nabi menyesuaikan dengan perilaku ritual dan simbol zamannya.
  2. Arti shalat adalah doa. Tidak disebutkan soal ritual. Sekarang disempitkan artinya jadi hanya sekedar ritual tanpa hal lain.
  3. Wusthaa kesepakatannya adalah pertengahan yang diartikan juga tengah-tengah. Mereka juga sepakat itu katanya shalat Ashar.
  4. Padahal, arti Wusthaa itu sangat dalam, yaitu INTI atau CENTRE.
  5. Padahal, arti Wusthaa itu bukan dari bahasa Arab, tapi dari bahasa frekwensi AL’A dan diartikan secara universal dengan kata WAZTHA atau INTI, MAKNA, PUSAT, DIRI.
  6. Makna dan inti Shalat adalah action dan merubah nasib kaum dengan segala kemampuan dan fasilitas yang diberikan Allah SWT
  7. Ketika sudah mengetahuinya, kita akan paham bahwa shalat itu tidak hanya sekedar ritual lima waktu saja.
  8. Alasan tidak ada teknis ritual shalat dan tidak tercantum secara step by step di dalam Al-Qur’an Mushaf Utsman adalah karena kalau semua umat sudah action, maka kerajaan tidak akan bisa menguasai mereka lagi. Jadi, dibuat sedemikian rupa agar semua menjadi serba ritual. Karena apabila orang-orang sudah terjebak di dalam ritual, maka tidak akan ada bantahan. Semua harus nurut dan ikut aturan tanpa tanya. Semua adalah bagian dari politik penguasaan manusia.

5-19. Ayat Berfikir Dihilangkan

  1. Semua ajaran tentang berpikir di mushaf sebelum Utsman, berikut cara dan teknisnya, dibuang dan dihilangkan.
  2. Makanya Ibnu Mas’ud dulu selalu memprotes Utsman karena keberaniannya menghilangkan ayat-ayat yang justru akan memajukan umat.
  3. Perintah pada Tuhan dibungkus oleh sebuah kata sakral yang disebut DOA.
  4. Padahal DOA adalah bersatu dengan Tuhan untuk membuat segala sesuatu lebih baik di mana pun kita berada, karena kita adalah Gaphida Hyangga atau gerbang Sang Maha Pencipta.
  5. Selama ini ritual karangan penguasa sengaja dibuat untuk menghambat bersatunya manusia dengan Tuhannya.
  6. Lihat dan perhatikan ritual kita. Pasti ada satu, dua kata, atau lebih yang pasti menyuruh Tuhan. Coba perhatikan, apa yang kita baca ketika duduk di antara dua sujud?
  7. Sebetulnya pelatihan shalat khusu yang pernah diadakan DZA itu hanya membahas kulit saja.
  8. Lanjutannya sesudah pelatih adalah shalat khusu manunggaling kawula gusti.
  9. Doa duduk di antara dua sujud: ROBB AMPUNKAN AKU, RAHMATILAH AKU, .CUKUPKAN  KEBUTUHANKU, ANGKATLAH DERAJATKU, BERIKAN  AKU RIZKI, BERIKAN HIDAYAH KEPADAKU, BERIKAN AKU SEGALA YG BAIK, DAN MAAFKANLAH AKU.
  10. Edun pan. Kita menyuruh-nyuruh Nu Kawaza.

5-20. Tidak Ada Pejelasan Teknis Sholat

  1. Apakah ritual shalat kita ada juklak juknisnya? Semua hanya warisan tanpa jelas ujung pangkalnya. Kitab tulisan Al-Qur’an saja bisa di karang, apalagi hadits.
  2. Ruku itu menghormati semua perintah Tuhan dan berusaha menjalankannya dengan maksimal.
  3. Ritual shalat yang dilakukan adalah secara perlahan-lahan memberikan contoh dan harus berbahasa dengan bahasa kaumnya.
  4. Sujud adalah sampai pada tingkatan tidak berjarak dengan Sang Rabb.
  5. Jadi, mereka yang sujud adalah yang sudah mampu mengatur semua perjalanan di dalam alur waktu.
  6. Mampu melihat berbagai macam prediksi kejadian karena semua terbaca ketika bersatu dengan Rabb. Termasuk memanipulasi waktu dengan merubah setiap kejadian menghancurkan menjadi kejadian yang membaik bagi manusia itu sendiri. Contohnya 21 Desember 2012 yang dimundurkan hingga 25 tahun ke depan.
  7. Ritual yang disepakati para penceramah dan para pendahulu merupakan warisan turun temurun selam 13 abad lebih.
  8. Semua hanya warisan yang dipaksakan tanpa jaminan kebenaran dan keabsahan informasinya.
  9. Ritual shalat memang untuk kaum pemula yang belajar memahami arti dan simbol dari ibadah itu sendiri.
  10. Ketika berada di lingkungan kaum pemula, kita harus beradaptasi dengan mereka. Caranya dengan mengikuti kebiasaan ritual mereka dan menjelaskan makna spiritual dari semua yang dilakukannya.
  11. Jum’atan juga masih dijalankan, meskipun malah ceramah sendiri di group ini.

5-21. Umat Dikuasai Kaum Pemula (Ulama)

  1. Sekarang umat dikuasai oleh kaum pemula (red: ulama berpaham umum), yang sangat gentur di dalam ritual tanpa mengenal spiritual.
  2. Mereka mengajak memakmurkan mesjid dengan memberikan sumbangan jariyah, bukan amal jariyah, dengan janji pahala, surga, dan menghapuskan dosa. Padahal itu untuk gaji penceramah, pembangunan mesjid, dan memegahkan bangunan untuk ritual,
  3. Kaum pemula di MUI berani mengeluarkan fatwa sesat yang notabene hak prerogatif RABB. Mereka tahu ayat yang menyatakan itu, tapi tidak peduli karena periuk nasi mereka terganggu.
  4. Terbukti, walaupun banyak pesantren dibuat kaum pemula, umat tidak pernah maju. Malah bermunculan kaum radikal didikan mereka.
  5. Kunci gerakan penyelamatan adalah dengan ledakan kesadaran umat. Biar semua berpikir dan memahami makna agama yang mereka anut, jangan hanya manut.

5-22. Rasul Berbahasa Kaum

  1. Waktu itu, Rasulullah SAW berbahasa dengan bahasa kaumnya dan menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Arab yang penuh dengan cara-cara ritual.
  2. Rasulullah SAW tidak mencontohkan itu semua.

5-23. Rasul Menyepi ke Gunung, Kebenaran Ucapan Rasul, Kekuatan Rasul

  1. Rasulullah SAW memiliki kekuatan luar biasa sejak kecil. Beliau tidak memperlihatkannya. Tapi, kalau terpaksa beradu kekuatan, Hammadz selalu menang denganmudah.
  2. Sejak kecil, apa pun yang Hammadz katakan selalu berkesan dan mampu mempengaruhi siapapun, termasuk pemuka dan tokoh.
  3. Pernah ada, bahkan sering, yang mencoba untuk menghilangkan beliau, tapi semua gagal.
  4. Setiap perkataan Hammadz selalu terbukti sesuai kenyataan, sehingga beliau dijuluki Yang Terpercaya.
  5. Hammadz prihatin melihat perkembangan rakyat Arab yang didominasi perang antar suku.
  6. Rasulullah SAW sering menyepi ke Gunung Cahaya (Jabal Nur) dan menyusun batu-batu untuk berteduh. Rasulullah SAW memilih gunung itu karena di sana suka muncul cahaya-cahaya aneh dan batuannya mengandung banyak unsur logam.

5-24. Rasul Bertemu Maakhluk cahay dan Arkhytirema, Wahyu dalam Bahasa AL’A

  1. Karena ingin merubah kondisi bangsanya, Hammadz sering merenung sambil mengumpulkan dan melatih kekuatan di Jabal Nur. Batuan di sana menjadi sarana latihannya.
  2. Hammadz sejak lahir memiliki kemampuan luar biasa dan sudah tersambung ke AL’A.
  3. Setiap hari frekuensi AL’A selalu terdownloadd ke otaknya. Meskipun tidak mengerti, ia tidak bisa melawan.
  4. Ketika proses download frekuensi AL’A tuntas, mahluk cahaya menyuruhnya untuk membaca bahasa AL’A tersebut.
  5. Karuan saja beliau tidak bisa membacanya, baik secara lisan bahkan tulisan. Tapi karena bahasa AL’A dimengerti oleh jiwanya serta harus dijabarkan pada masyarakat yang terkenal kebodohannya, maka Hammadz dengan mantap dan penuh keyakinan berkata “Aku mendengar dan Aku melaksanakan”.
  6. Kalimat “Aku mendengar dan aku mentaati lalu menjalankan” bukanlah gambaran ketidaktahuan Hammadz akan bahasa AL’A. Tapi, itu adalah kalimat kepercayaan diri karena mampu menjalankannya setelah mendengar frekwensinya.
  7. Makanya kalimat yang digunakan adalah “Aku mendengar”. Kalau membaca, beliau pasti bilang “Aku Melihat” atau “Aku membaca”.
  8. Hammadz pun membuat gerakan ritual yang mempermudah masyarakat pada waktu itu untuk memahami maksud dari bahasa AL’A yang diterjemahkan ke bahasa Arab. Gerakan awalnya seperti gerakan WISHNU hasil dari diskusi dengan ARKHYTIREMA.
  9. Semua tanpa bacaan. Hanya merasakan pergerakan sirkulasi dan harmonisasi energi tubuh dan alam untuk mencapai keselarasan dan merasakan Zat Tidak Dikenal (ZTD).

5-25. Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB)

  1. Ini sangat penting sebelum memasuki tahap berikutnya.
  2. Tahap di mana kita mampu melihat bagaimana “Zat tidak dikenal” bergerak dan menggerakkan.
  3. Bisa juga dipadukan dengan gerakan ritual shalat.
  4. Melakukannya tanpa bacaan apapun.
  5. Lakukan dulu saja…Mangga !!!

5-26. Mengerjakan Shalat Bagi Pemula, Mendirikaan Shalat Bagi Tingkat Lanjutan

  1. Mengerjakan shalat itu untuk pemula yang sedang belajar dan mempelajari simbol-simbol ritual.
  2. Sedangkan mendirikan shalat itu untuk mereka yang sudah berada di tingkat lanjutan dan dengan karya nyata memakmurkan umat.

5-27. Strategi Menghadapi Kaum Pemula

  1. Tolong hati-hati di dalam membagikan semua pengetahuan dari grup ini karena dianggap aneh oleh kaum pemula.
  2. Kalau kita masih belum paham betul, jangan dulu membagikannya. Nanti terlihat seperti aliran baru yang hendak mengacaukan ajaran Islam.
  3. Ini akan menimbulkan fitnah besar lagi dari kaum pemula. Soal shalat dengan merasakan Zat Tidak Dikenal, jangan dulu dibagikan di luar forum ini.
  4. Tolong diwaspadai. Banyak anggota HI sendiri yang mempertanyakan soal kenapa banyak yang tidak shalat. Mereka masih terdoktrin oleh kaum pemula.
  5. Menjelaskan makna shalat yang sebenarnya harus pelan dan mengayun. Jangan sekaligus.
  6. Terlalu gegar bagi mereka yang sudah sangat meyakini bahwa tulisan Al Qur’an itu dijaga oleh Allah SWT.
  7. Jangan terlalu demonstratif untuk tidak melakukan ritual shalat di hadapan anggota lain yang belum siap.
  8. Apalagi untuk tidak puasa di depan mereka.
  9. Jangan pula membuat hal-hal yang mengundang fitnah, misalnya membuat pernyataan shalat bahwa saya (DZA) sudah shalat tanpa bacaan di depan mereka dan mengubah bacaannya menjadi anjana gaphida hyangga.
  10. Bukan berarti kita takut. Tapi, harus memakai strategi. Jangan buru-buru.
  11. Saya juga masih melakukan ritual shalat, shalat berjamaah, dan masih puasa juga.
  12. Kita menghormati mereka yang masih di tingkat pemula.

5-28. Menyaksikan Zat Allah

  1. Setelah Hammadz selesai berkelana menunaikan tugas sebagai Rahmat untuk seluruh alam, tugas terberatnya justru di kaum 2,5%.
  2. Menurut hitungan kita, perjalanan Rasul lebih kurang 63 tahun.
  3. Tapi, kalau sudah berjalan menggunakan wormhole, waktu menjadi sangat relatif. Maka, kita tidak tahu persis umur Hammadz berapa.
  4. Yang jelas, tugas terakhirnya di Planet Bumi adalah yang paling berat.
  5. Jatah waktunya hanya 25 tahun, sesuai standar. Tapi, dalam waktu kurang dari 25 tahun, Rasul sudah harus meninggalkan casing (jasad) karena dirinya mulai disembah oleh umat.
  6. Ini berbahaya karena akan membiaskan Tauhid.
  7. Oleh karena itu, ketika akan melepas casingnya beliau memberi amanat pada Ali, di depan para sahabat lain, terkait umat.
  8. Sebelum lepas casing beliau berpesan untuk bersaksi.
  9. Jadi, kita harus berusaha meyakinkan diri dengan mata kepala sendiri untuk mengetahui semua ajaran Rasulullah SAW dan mencari Sang Zat Maha Kuasa.
  10. Kita harus menelusuri sejarah dan keadaan sebenarnya perjalanan Hammadz. Harus betul-betul mencari dan merasakan Zat Tak Dikenal tersebut.
  11. Jadi, sudah menyaksikan belum bahwa Tuhan itu adalah Allah dan zatnya sendiri bagaimana?
  12. Ngaku-ngaku jadi saksi. Berani sekali. Merasakan saja tidak bisa, apalagi menyaksikan.
  13. Coba sekarang rasakan Zat Tak Dikenal ketika menggerakkan jantung.

5-29. Mempraktekkan ZOLTHAZ dan Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB)

  1. Setiabudi Hi: Materi-materi syahadat, shalat, dan ZOLTHAZ memerlukan praktek langsung.
  2. Adi Permana (Kuningan): Ketika mulai melakukan RSTB, panduannya saya baca berulang-ulang kemudian praktek. Ketika praktek sering ada yang terasa kurang paham lalu membaca lagi. Terus begitu sampai sekarang.
  3. Wilman Ramdhani (Bogor): Kalau sudah paham silakan praktekkan. Ada juga yang sekali baca langsung mempraktekkan.

5-30. Dulu Wanita Haid Wajib ZOLTHAZ, Ibnu Mas’ud Diabaikan di Masanya

  1. Indra Bayu: Dulu, wanita haid wajib melakukan Zolthaz untuk menyeimbangkan hormonal.
  2. Gunadi (W-BDG): Larangan sholat bagi wanita haid disebarkan agar wanita tidak setara dengan lelaki.
  3. Jody H Bayuaji: Justru ZOLTHAZ saat haid membuat sel otak lebih aktif.
  4. Gunadi (W-BDG): Perhatikan penulisan kata-kata dalam bahasa LEMURIAN jangan sampai salah. Satu huruf beda bisa salah arti.
  5. Jody H Bayuaji: Apakah ritual sholat zaman sekarang juga menyeimbangkan hormon wanita di saat Haid?
  6. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Salah arti berarti salah memahami. Mengaplikasikannya pun akan keliru. Apabila tersebar, akan bertambah lagi masalah baru.Semua karena Ibnu Mas’ud dan pencatat lainnya diabaikan oleh orang-orang yang ada di zaman itu.
  7. Jody H Bayuaji: Ritual sholat sekarang sangat jauh dari ZOLTHAZ.
  8. Indra Bayu: ZOLTHAZ yang wajib dilakukan wanita haid tentu bukan sekedar ritual yang tidak memiliki makna.
  9. Jody H Bayuaji: Apakah bisa disimpulkan bahwa apapun bentuk sholatnya —ZOLTHAZ atau ritual sholat konvensional— tidak menjadi halangan bagi wanita haid?
  10. Jody H Bayuaji: Apakah ayat di Mushaf Ustman yang mengharamkan wanita haid melaksanakan sholat adalah ayat gadungan?
  11. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Memang tidak ada ayat Al-Qur’an yang menyatakan wanita haid tidak boleh mengerjakan ritual shalat.
  12. Setiabudi Hi: DZA menjelaskan salah satu indikator kalau ritual ZOLTHAZ kita benar adalah energinya cukup untuk action selama 24 jam. Kalau ritual ZOLTHAZ kurang efektif, biasanya kekurangan energi seperti ngantuk, malas gerak, dsb.
  13. Jody H Bayuaji: Saya juga tidak menemukan ayat yang melarang secara khusus.
  14. Edo Asban: Mungkin pendekatan larangan itu mereka qiyaskan dengan najis, jadi pendekatannya dengan hukum larangan lainnya.

5-31. Neraka Versi DZA

  1. Setelah dibangkitkan lagi, tubuh akan diberi casing baru tanpa KLAD alias casing 100%.
  2. Zat ZARKH membuat RUBH dan casing baru mengalami ketidakcocokan karena kekurangan Zat WARKHA yang berfungsi sebagai akselerator.
  3. Casing baru otomatis meregenerasi jasad bila terjadi kerusakan. Proses ini menimbulkan rasa sakit.
  4. Rasa sakit kaum berkemampuan 100% akan 40 × lipat rasa sakit kaum 2,5% (2,5% x 40 = 100%).

5-32. Syahadat versi DZA

5-33. Bocoran Obrolan dengan DZA

  1. Asep Budi memperoleh informasi catatan obrolan dengan DZA menyebar ke Grup WhatsApp HI Bukit Tinggi.
  2. Catatan obrolan mulai menimbulkan kontroversi di kalangan murid HI.
  3. Pencatat obrolan adalah Teguh Supriyanto (https://www.facebook.com/teguh.supriyanto.7140), bukan anggota diskusi grup ini. Awalnya Teguh menyebar ini di Grup WhatsApp Phoenix miliknya.
  4. Akhirnya, DZA meminta agar data ini dihilangkan. Grup Phoenix milik Teguh akhirnya ditutup.

5-34. Tidak Ada Sholat 5 Waktu, Merasakan Dzat Allah

  1. Tanda orang yang dekat dengan Allah adalah mampu merasakan Dzat Allah dengan keseluruhan indera dan kemampuannya.
  2. Mendirikan sholat adalah memaksimalkan kemampuan manusia sehingga mampu memperbaiki lingkungan menjadi baik.
  3. Ritual Sholat Dhuha dan Sholat Lima Waktu tidak ada dan tidak pernah dicontohkan Rasulullah.
  4. Rasulullah pun tidak pernah melakukan tawar-menawar jumlah rakaat ritual sholat ketika Mi’raj.

5-35. Berbuat Baik

  1. Jangan merendahkan keyakinan aliran lain. Bandingkan dengan kehidupan orang-orang yang mengaku Islam dan melakukan ritual tiap hari namun hidupnya penuh kebencian dan sering mencaci-maki umat yang lain.
  2. Berbuat baik itu harus tanpa mengharap pahala, surga, atau keuntungan, hanya lillahi ta’ala.
  3. Bandingkan dengan kehidupan orang-orang yang mengaku Islam dan melakukan ritual tiap hari namun hidupnya penuh kebencian dan sering mencaci-maki umat yang lain.

5-36. Quran Asli

  1. Quran yang dijaga Allah Swt berada di dimensi Lauh Mahfuzh.
  2. Utsman bin Affan asli tidak pernah mencatat Al-Quran yang disampaikan Rasulullah karena sudah terbunuh saat perjanjian Hudaibiyah.
  3. Saat Utsman bin Bhallamin (Utsman Palsu) berkuasa, seluruh mushaf dikumpulkan dan dibakar lalu diubah sesuai seleranya untuk kepentingan Kerajaan Arab.
  4. Meski dimusnahkan, Mushaf Ibnu Mas’ud yang mencerminkan Quran Asli masih bisa diselamatkan hingga saat ini.
  5. DZA menyimpan Mushaf Ibnu Mas’ud.

5-37. Sesat, Lalai Sholat, Definisi Iman

  1. Tidak ada yang mampu menilai orang lain itu baik atau buruk (red: sesat atau tidak sesat), kecuali Sang Pencipta.
  2. Lalai dalam sholat itu adalah tidak mampu menggunakan kemampuan kemanusiaannya dalam memahami Perintah Allah dan segala hal di jagad raya.
  3. Iman itu bukan sekedar percaya namun membuktikan.

5-38. Semua Orang Mampu Membuat Mukjizat

  1. Mukjizat bisa diturunkan dan disimpan sendiri tanpa dimintai pertanggungjawaban.
  2. Dengan kata lain, mukjizat bukan monopoli para Nabi dan Rasul.
  3. Mukjizat bisa dipelajari dan dipraktekkan siapa saja.

5-39. Mendirikan Shalat, Qalbu, Wali Songo

  1. Umat harus mendirikan sholat bukan sekedar melakukan ritual sholat.
  2. Qalbu adalah manifestasi terdalam otak yang bisa membedakan perbuatan baik dan perbuatan buruk.
  3. Wali Songo ulama suruhan kerajaan yang bertujuan memuluskan jalan hegemoni kerajaan dengan doktrin-doktrin keagamaan.
  4. Wali yang sebenarnya memajukan umat adalah Syeikh Siti Jenar.
  5. Rasulullah tidak pernah melakukan shalawat ataupun mengajarkan shalawat kepada umatnya.
  6. Kaum agamawan umumnya membodohi umat dengan doktrin-doktrin dan larangan menggunakan akal dalam memahami Perintah Sang Pencipta.

5-40. Mushaf Utsmani dengan Kebenaran 40%

  1. Tidak ada satupun ayat dalam Mushaf Utsmani —dengan kebenaran 40% sekalipun— yang menyatakan malaikat sebagai makhluk sempurna.
  2. Kita harus mengamalkan Quran bukan menghapalkan Quran.

5-41. Definisi Kafir

  1. Kafir adalah orang-orang yang tidak memahami substansi perintah Allah Swt.

5-42. Haji Adalah Ritual Penyembah Berhala, Ayat Palsu Tentang Kiblat

  1. Haji adalah ritual kaum penyembah berhala (pagan).
  2. Kiblat bisa kemana pun sesuai perintah Allah. Ayat tentang Kiblat kepada Ka’bah di Mekkah adalah ayat palsu buatan Utsman bin Bhallamin.

5-43. Murid HI Heboh dan Proses Netralisasi

  1. Anggota grup ini membahas langkah menghadapi kebocoran data yang bbersumber dari Teguh Supriyanto.
  2. Indra Bayu: Orang awam bakal heboh.
  3. Indra Bayu: Pemahaman di atas perlu nyicil pemahaman sebelumnya.
  4. Rohimat: Barusan Kang Wonk dari Bukit Tinggi menelpon hampir setengah jam. Beliau bingung menjelaskan ke kawan-kawan anggota Bukit Tinggi.
  5. Indra Bayu: Kang Teguh memang suka membantu mencatat obrolan di Rajamantri Kulon.
  6. Jeffry FH: Catatan tersebut memang catatan yang disusun Kang Teguh Supriyanto. Kang Teguh juga merangkap admin Grup WhatsApp Phoenix. Bisa jadi ada yang membocorkan dari sana.
  7. Dedi Misbah (P-BDG): Hal inilah yang berulang kali dimaksud oleh DZA “UNTUK LINGKUNGAN TERBATAS SAJA DULU.”
  8. Aulia Pradipta (Yoli): Sudah ditelusuri ke yang bersangkutan. Sedang proses netralisasi.
  9. Wilman Ramdhani (Bogor): Di bogor, banyak anggota pindahan HI dari mana-mana. Mereka bertanya seperti yang tertera di atas. Benarkah QUR’AN itu asli tapi palsu, dan semacamnya? Benarkah sejarah nabi yang sekarang?
  10. Wilman Ramdhani (Bogor): Waktu ditanya asal infonya, mereka jawab dari Facebook, WhatsApp, dan sebagainya.
  11. Wilman Ramdhani (Bogor): Sekarang tinggal bagaimana mengemasnya agar terlihat baik, sebab info itu sudah sampai HI Sumbar.
  12. Kang Tedi (HI Purwasuka): Lebih baik diskusi satu~satu dengan intens. Banyak juga di daerah dan ranting yang lain melalui diskusi pelan-pelan bisa terbuka.
  13. Tolong jangan dulu disebar pada pihak yang belum siap untuk menerima, meskipun itu anggota HI sendiri, karena penyampaiannya pada umum akan berbeda.
  14. Yang paling berbahaya adalah point ketiga, yaitu shalat itu sendiri, tanpa penjelasan. Seharusnya ada penjelasan mendalam soal itu.
  15. Tolong tulisan di atas dicabut dulu dari peredaran, karena itu catatan pribadi, bukan catatan resmi dari LSBD Hikmatul Iman.
  16. Kalau tersebar ke masyarakat yang terbiasa didoktrin akan panik dan marah.
  17. Bukan berarti kita takut. Tapi, nanti pesannya tidak akan sampai karena sudah ribut duluan.
  18. Gunadi (W-BDG): Tampar saja Teguh. Suruh dia menghadapi dampak yg dia buat. Apakah dia mempunyai solusi?
  19. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Apalagi sekarang GAFATAR sudah babak belur karena dituduh sesat. Hati-hati komunitas kita jadi sasaran kesekian kalinya gara-gara memgatasnamakan syiar yang tidak memahami cara.
  20. Gunadi (W-BDG): Dampaknya rumah saya dan seluruh anggota HI bisa dibakar orang yg salah paham. Saya dan keluarga bisa terancam.
  21. Ashari: Sebelum dihapus, lacak dulu siapa yang like/share. Pengalihan perhatian bisa dipertimbangkan.
  22. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Ada trend bangga disebut sesat, aneh, gila, dan sebagainya pada anggota Hiers karena berhasil menyebarkan cerita dari DZA.
  23. Sandi Nugroho: Semalam, satu per satu member di grup WA Phoenix diminta menghapus semua chat dan menunjukkan screenshot buktinya. Diputuskan untuk membubarkan grup dan dibatasi untuk keluarga saja.
  24. Jody H Bayuaji: Padahal, DZA sudah membeeri contoh cara menyampaikan info secara perlahan-lahan sambil membangun pemahaman dengan mengajak berfikir dan melontarkan pertanyaan yang mengalir dan berayun. Tidak langsung menyampaikan info.
  25. Sayyidinaa Ali: Mari ramaikan kegiatan cabang dan ranting utk action di masyarakat agar jika ada tudingan miring ke HI akan otomatis terbantah karena mereka melihat bahwa kita berbaur dengan masyarakat melalui bakti sosial.

5-44. Dampak Hukum Posting Info Sensitif di Media Sosial

  1. Setelah ada kebocoran data, anggota grup berdiskusi dengan Bintang Yalasena, kuasa hukum DZA, tentang dampak hukum yang terjadi dan antisipasinya.
  2. Bintang Yalasena: Kesembronoan menyebarkan informasi sensitif memungkinkan pembenci HI untuk memiliki barang bukti yang cukup kuat untuk menjerat DZA sebagai penyebar doktrin beraliran sesat.
  3. Bintang Yalasena: Dalam KUHP jo UUITE mudah saja melengkapi barang bukti dengan tambahan dua saksi yang dapat direkayasa.
  4. Bintang Yalasena: Buat DZA sangat mudah menghadapi tuntutan hukum tersebut, tapi bagaimana dengan anggota HI?
  5. Bintang Yalasena: Mereka dapat terjerat hukum pidana karena secara legal adalah anggota HI dan menulis serta dianggap mengetahui, memahami, dan mengikuti paham DZA.
  6. Bintang Yalasena: Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE, yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).
  7. Bintang Yalasena: Tulisan/rangkuman yg dikirim via elektronik, khususnya media sosial, mamang membahayakan.
  8. Bintang Yalasena: Karena awalnya terlihat seperti aliran yang bisa menimbulkan keresahan dan kepanikan sehingga berujung kericuhan dan kerusuhan.
  9. Bintang Yalasena: Dalam hukum, MUI tidak punya kewenangan menyatakan sesat pada aliran tertentu karena AD/ART MUI berdasarkan Quran. Jadi, bertentangan dengan An-Najm:30 itu sendiri. Dalam hal ini, Ketua MUI dan atau yang menyatakan sebuah aliran sebagai aliran sesat bisa terkena pidana. Contoh kasus MUI cianjur, di hadapan kapolres saya sampaikan bahwa Ketua MUI telah memfitnah dan Kapolres tidak membantah. Disaksikan dan direkam Kang Syamsu.
  10. Bintang Yalasena: Tidak ada kasus serupa. Jadi, fatwa sesat MUI cianjur pun tidak memiliki kekuatan hukum. Terbukti HI masih legal. Beda dengan Gafatar yang legalitasnya segera dicabut.
  11. Bintang Yalasena: Jika ada anggota HI yang dinyatakan sesat oleh MUI, secara hukum MUI bisa disomasi dan ketuanya diseret ke pengadilan.
  12. Bintang Yalasena: Sebagai langkah mengantisipasi kebocoran data, Wasdal harus mengawasi dan mengendalikan seluruh anggota grup diskusi WhatsApp dan info sensitif tidak boleh diberikan secara keseluruhan, harus bertahap, dan ada pertemuan langsung.
  13. Wilman Ramdhani (Bogor): Mungkinkah kita balik mengancam pihak yang menyatakan HI sesat dengan alasan mereka mengajarkan, memaksakan, dan memalsukan faham yang sebenarnya berdasarkan bukti-bukti tertulis? Misalnya sholat yang tertera 3 waktu dijadikan 5 waktu?
  14. Bintang Yalasena: Sebaiknya tidak perlu mengancam sebagaimana yang dilakukan DZA terhadap Ketua MUI Cianjur.
  15. Setiabudi Hi: Oleh karena itu, DZA di medsos melepaskan semua atribut kelembagaan dan selalu posting sebagai opini pribadi.
  16. Bintang Yalasena akan membantu melegalkan group WhatsApp ini.

5-45. Pendataan Anggota Grup Diskusi WhatsApp LSBD HI

  1. Dedi Misbah mengumpulkan foto KTP setiap anggota untuk keperluan legal keanggotaan grup WhatsApp.

5-46. Definisi Akselerasi Sel

  1. Akselerasi Sel adalah kemampuan sel mythocondria dalam menghasilkan energi yang dibutuhkan seluruh jaringan di dalam JASAD manusia untuk dapat bekerja atau berfungsi sebagaimana mestinya.
  2. Akselerasi sel 100% artinya sel-sel mythocondria di JASADnya sudah mampu menghasilkan energi dengan kemampuan penuh (Full Capacity). Manusia dengan akselerasi sel 100% tidak lagi membutuhkan energi tambahan makanan. Dengan kata lain, mereka tidak perlu makanan.
  3. Akselerasi sel 2,5% artinya sel-sel mythocondria di JASAD nya hanya mampu menghasilkan energi dengan kemampuan 2,5% dari kapasitas penuhnya karena terhambat oleh KLAD. Ini menyebabkan manusia berakselerasi 2,5% masih membutuhkan asupan makanan.
Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s