Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 4


Kami sajikan dokumen Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Dokumen ini telah kami serahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat sebagai bahan kajian paham diduga menyimpang Dicky Zainal Arifin (DZA) yang disebarkan di lembaganya, Lanterha the Lemurian Meditation (d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman [LSBD HI]). Untuk mempermudah pengkajian, kami membaginya menjadi sebelas bagian.

diskusi-grup-whatsapp-lsbd-hikmatul-iman
Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman
  1. Diskusi Grup WhatsApp LSBD H — Bagian 4 (70 halaman)
  2. Transkrip Asli Diskusi Grup WhatsApp LSBD HI (870 halaman)
  3. Grup WhatsApp LSBD HI + Media (110 MB)

Dokumen-dokumen ini disebarkan di kalangan terbatas untuk pengkajian paham diduga menyimpang DZA, tidak untuk diperjualbelikan atau disebarkan ajarannya.

Daftar Isi Bagian 4

Download

4-1. Jumlah Rakaat Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB)

  1. Gunadi, admin grup, menyimpulkan bahwa mayoritas tidak terikat jumlah rakaat. Tetapi, ada yang masih melaksanakannya sesuai rakaat shalat 5 waktu yang umum dilakukan.

4-2. Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) dengan Gerakan Wishnu

  1. Faishal Hermawan: Rasul saw RSTB 40 tahun WISHNU. Apakah kita boleh mecontoh rasul melakukan RSTB dengan gerakan WISHNU?
  2. Dedi Misbah, admin grup, menyimpulkan ada tiga pendapat, yaitu harus, boleh, dan tidak harus.
  3. Adi Permana (Kuningan): Makna-makna yang disebarkan pemahamannya ketika RSTB justru diambil dari WISHNU di novel ARKHYTIREMA.
  4. Adi Permana (Kuningan): Gerakan-gerakan salat mendekati metode gerakan WISHNU mungkin karena rasul ketika membuat ini untuk kaumnya, terinspirasi oleh ARKHYTIREMA ketika sama-sama membahas codec Al’a.

4-3. Mengubah Waskita dan Hambala di Sholat

  1. Gunadi, admin diskusi, menyimpulkan bahwa mengubah posisi Waskita dan Hambala dalam gerakan shalat diperbolehkan atau bisa mengikuti yang standar dulu.
  2. Dari penjelasan DZA, gerakan shalat atau Ritual Sholat Tanpa Bacaan (RSTB) ini sebenarnya hanya cara untuk mempercepat merasakan keberadaan RUBH (ZTD) di diri kita.
  3. Gerakan-gerakan shalat atau WISHNU adalah gerakan yang sudah dirancang sedemikian rupa, disesuaikan dengan anatomi JASAD manusia untuk membantu mempercepat tercapainya tujuan tersebut.
  4. Gerakan WISHNU pertama kali dirancang oleh ADHAMA untuk bangsa LEMURIA 40% dan selanjutnya bisa digunakan oleh bangsa manusia dengan tingkat akselerasi sel lebih rendah.
  5. HAMMADZ juga mengaplikasikan gerakan-gerakan WISHNU ini untuk dirinya dan ummatnya setelah berdiskusi dengan ARKHYTIREMA.

4-4. Merasakan Detak Jantung dan Merasakan RUBH

  1. Gunadi, admin diskusi, menyimpulkan bahwa melatih kepekaan atau kesadaran atas seluruh bagian JASAD adalah tahapan awal untuk merasakan RUBH atau Zat Tidak Dikenal (ZTD) pada manusia.
  2. RUBH atau ZTD pada manusia terletak di bagian terdalam partikel penyusun JASAD manusia. Jadi, untuk mampu merasakan RUBH atau ZTD maka harus mampu merasakan jasadnya terlebih dahulu hingga ke bagian terkecil.
  3. Merasakan detak jantung di seluruh bagian tubuh memudahkan kita untuk mampu merasakan JASAD secara menyeluruh.

4-5. Dasar Ritual Sholat Tanpa Bacaan (RSTB)

  1. Acara Basic Mastering Potensi Metafisik (BMPM) yang diadakan di BPPT adalah dasar dari RSTB, yaitu merasakan keberadaan diri dan Zat Tidak Dikenal.
  2. BMPM Level 2 dibutuhkan untuk tingkat lanjutan sekaligus evaluasi.

4-6. Apakah Rasul Mi’raj Berkali-kali? (1)

  1. Sayyidinaa Ali: Rasul diutus sebagai rahmatan lil ’alamin, untuk semua alam semesta maka seharusnya tidak sekali, dua kali, dst.
  2. Setiabudi Hi: Mi’raj mungkin saja berulang kali. Tapi, peristiwa HAMMADZ tawar-menawar dengan Rabb sepertinya tidak mungkin.
  3. Dedi Misbah (P-BDG): Kejadian Isro’ Mi’raj yang diabadikan Mushaf Utsman adalah simbol bahwa Rasulullah SAW bisa melakukan hal tersebut. Peristiwa Isro’ dan atau Mi’roj Rasulullah SAW sendiri sering sekali dilakukan karena beliau mempunyai implan PRAGLAXIRTA untuk membuka portal ruang dan waktu, kapan saja dan di/ke mana saja. Tapi, tidak dalam rangka tawar menawar rakaat dalam ritual shalat karena Rasulullah SAW adalah manusia yang sami’na wa atho’na pada Sang RABB.
  4. Adi Permana (Kuningan): Menurut riwayat, rasul bolak balik dalam urusan shalat, malah konsul sama Musa segala. Seolah Rasulullah ini bodoh banget ya sampaik harus kayak gitu. Sepertinya ini riwayat buatan BHALAMIN juga.

4-7. Rasul Bertukar Pikiran Dengan Arkhytirema

  1. Adi Permana (Kuningan): Rasul melakukan RSTB selama puluhan tahun dengan gerakan-gerakan yang hampir sama dengan WISHNU karena ada pertukaran pikiran entah apa dengan ARKHYTIREMA ketika mereka sama-sama mempelajari Codec A’LA.

4-8. WISHNU bukan Sekadar Ritual Shalat

  1. Setiabudi Hi: Saya memahami bahwa sebetulnya ritual itu nggak ada.
  2. Setiabudi Hi: WISHNU bukan sekedar ritual shalat, sembahyang, dan peribadatan ritual lainnya. WISHNU adalah latihan untuk mengakses Zat Tidak Dikenal yang menjadi pondasi dari Syahadat/Ikrar kita dalam ber-TAURI (Tauhid).

4-9. Apakah Rasul Mi’raj Berkali-kali? (2)

  1. Kang Tedi (HI Purwasuka): Mi’raj Rasulullah untuk umatnya mungkin sekali itu saja, tapi tanpa tawar menawar rakaat. Sebagai rahmatan lil alamin, materi mi’rajnya juga ada untuk kaum/bangsa lainnya di alam semesta.
  2. Hadi Prasetyo (D4): Kisah Isra Mi’raj Rasulullah Saw menawar shalat 5 waktu adalah hoax karena merendahkan derajat Rasul. Bahkan, juklak jukdis shalat itu 5 waktu pun sebenarnya tidak ada.
  3. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Dari cerita DZA, Isra’ Mi’raj Rasulullah dilakukan berkali-Kali. Beliau dijuluki rahmat bagi alam semesta, maka wajar wilayah kerja dakwah beliau tdk hanya di planet bumi ini saja. Beliau sibuk ke berbagai alam dan dimensi yg ada di alam semesta raya ini. Jadi, inilah alasan beliau melakukan perjalanan lebih dari sekali.
  4. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Saya meragukan riwayat tawar menawar Ritual shalat karena ada kesan seolah-olah beliau mengeluh dan tidak menuruti Sang Maha Pencipta.

4-10. Tidak Ada Penjelasan Ritual Shalat, DZA Mencari Rahasia Langit

  1. Ritual Shalat itu tidak pernah ada juklak dan juknisnya. Tidak ada satu pun. Apalagi di mushaf.
  2. Cerita pertemuan dengan Musa itu banyak sekali versinya dan saling tumpang tindih.
  3. Apakah ruku Rasulullah SAW seperti itu? Apakah sujudnya seperti yang kita lakukan? Tidak ada itu, baik di mushaf maupun riwayat yang ditulis 200 tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Jadi, apakah yang kita lakukan ini benar? Hanya RABB yang tahu itu mah.
  4. Akang selalu berusaha mencari tahu “rahasia langit”, termasuk mushaf juga, dan itu sulitnya minta ampun. Terutama, sulit untuk menyampaikannya.
  5. Shalatnya kaum Islami itu bukan hanya sekedar ritual saja.
  6. Misi Bhallamin berhasil sukses, bisa membuat umat mempertuhankan Agama, bukan Sang Maha Pencipta.

4-11. Apakah Rasul Mi’raj Berkali-kali? (3)

  1. Gunadi, admin diskusi, menyimpulkan bahwa jika merujuk referensi umum, Mi’raj hanya dilakukan HAMMADZ sekali. Tapi, bisa saja Mi’raj dilakukan berkali-kali oleh HAMMADZ.
  2. Peristiwa tawar-menawar jumlah shalat bagi ummat HAMMADZ tidak masuk akal atau hoax.

4-12. Apa Mi’raj Khusus Rasul?, Apakah Rasul Bertemu Pencipta Ketika Mi’raj? (1)

  1. Sayyidinaa Ali: Dilihat dari makna Isro Mi’roj itu sendiri, maka bukan hanya beliau saja yg melakukannya. Ada Hammadz-hammadz lainnya yang mungkin.
  2. Hammadz itu sendiri bermakna seseorang yang senantiasa menghambakan diri dan taat kepada Sang Maha Pencipta.
  3. Dani Ramdhani: Di umum, Mi’raj adalah perjalanan HAMMADZ dari masjidil Aqsho menuju Sidratul Muntaha. Tapi, jika dipahami sebagai perjalanan langit, antar planet, dan antar galaksi, maka perjalanan ini bukan hanya untuk HAMMADZ. Ada bangsa-bangsa lain yang punya kemampuan dan teknologi jauh lebih dari kita sering melakukannya.
  4. Dani Ramdhani: Untuk bertemu Rabb, HAMMADZ tidak perlu pergi Mi’raj ke sidratul muntaha. Cukup berkomunikasi via Rubh-nya. Jadi, cerita ini menggiring opini bahwa Rabb itu makhluk yang berada di atas langit.
  5. Faishal Hermawan: Jika Mi’raj diartikan perjalanan antara dimensi, antar planet, atau antar galaksi, maka bukan HAMMADZ saja yg mi’raj. ADHAMA, ARKHYTIREMA, dan Kaum AVVERANTZ pun sudah duluan Mi’raj kemana mana.
  6. Faishal Hermawan: Selama ini sidratul muntaha diartikan tempat pertemuan HAMMADZ dengan RABB. Apakah untuk bertemu RABB harus ada tempat khusus? Musa saja bisa bertemu RABB di bukit Sinai. Apalagi HAMMADZ yang sudah mampu merasakan Zat Tidak Dikenal. Kenapa harus jauh jauh ke sidratul muntaha bertemu RABB? Bukankah RABB tidak bertempat ruang dan waktu?
  7. Dedi Misbah (P-BDG): Gambaran masyarakat bahwa ketika Isra’ Mi’raj HAMMADZ naik bouraq, menerima perintah shalat, dan tawar menawar jumlah rakaat shalat patut ditolak.
  8. Dedi Misbah (P-BDG): Apabila mi’raj diartikan naik ke langit, maka banyak manusia yang bisa melakukannya. Namun, jika yang dimaksud adalah naik hingga ke Sidratul Muntaha Mustawa, bisa jadi hanya HAMMADZ yang bisa melakukannya.
  9. Dedi Misbah (P-BDG): Perlu dikaji apakah Sidratul Muntaha Mustawa itu? Sebagaimana hanya HAMMADZ, dengan seijin RABB, mampu membuat shield di Lauhul Mahfudz bagi makhluk api hingga hari kiamat.
  10. Dedi Misbah: Bagi HAMMADZ, bertemu Sang Maha Pencipta tidak harus melalui Isro’ Mi’raj karena sudah melebur dengan-Nya, sudah wihdatul wujud. Dalam artian bahwa HAMMADZ sudah terkoneksi dengan RABB-nya setiap saat.
  11. Dedi Misbah (P-BDG): Jika sudah bisa berkomunikasi secara bebas dengan RABB mengapa harus datang menghadap? Jika ada kata bertemu di satu tempat, artinya Sang Maha Pencipta masih memerlukan tempat, padahal tidak.
  12. Adi Permana (Kuningan): Sepertinya Mi’raj memang cerita HAMMADZ melakukan perjalanan ke suatu tempat atau ke beberapa tempat. Tapi, ceritanya diarahkan ke mistis atau semacam dongeng dengan buraq dan lain lain.
  13. Adi Permana (Kuningan): Di cerita Mi’raj ini, HAMMADZ jelas tidak pergi ke ruang angkasa karena bumi sendiri ada di ruang angkasa. Ini masalah persepsi saja. Tetapi, HAMMADZ melakukan perjalanan untuk mendapatkan pengetahuan. Salah satu sumber pengetahuan adalah ADHAMA.
  14. Adi Permana (Kuningan): Bisa jadi beliau berkunjung ke OLLYMPH dan tempat2 lainnya. Karena ada cerita diskusi dengan ADHAMA juga dengan yg lainnya. Termasuk ke dimensi tempat para ARWATHA berkumpul.
  15. Adi Permana (Kuningan): HAMMADZ tidak bertemu RABB karena RABB bisa di mana pun. Tidak harus ke suatu tempat di luar bumi. Inti mi’raj sendiri mungkin semacam kuliah bagi HAMMADZ dalam melengkapi pengetahuannya.

4-13. Diskusi Isra Mi’raj

  1. Gunadi: DZA pernah menyatakan Sidratul Muntaha adalah sebuah tempat di luar alam semesta yang tidak terikat ruang dan waktu. Sidratul Muntaha bukan tempat Sang Maha Pencipta.

4-14. Apa Mi’raj Khusus Rasul?, Apakah Rasul Bertemu Pencipta Ketika Mi’raj? (2)

  1. Wilman Ramdhani (Bogor): Secara etimologis, siapapun bisa Mi’raj jika memiliki kemampuan. HMMADZ dapat tersambung dengan Sang Maha Pencipta kapan saja, di mana saja, dan ke mana saja.
  2. Wawan Gunawan (PU-BDG): Mi’raj antar galaksi, dimensi jin, atau dimensi makaikat mungkin dilakukan oleh siapa pun asalkan mampu. Tapi, kalau Mi’raj ke Sidrotul Muntaha hanya HAMMDZ. HAMMADZ tdk bertemu langsung degnan Sang Maha pencipta dalam bentuk wujud tapi dalam bentuk simulasi, misal surga dan neraka.
  3. Peri Parwoto: Setiap manusia memiliki potensi untuk Mi’raj. Rasul bertemu dengan Sang Pencipta.

4-15. DZA Membahas Sidratul Muntaha

  1. Masjidil Aqsa masih dipergunakan oleh UFO untuk melompat ke sebuah tempat, yang menjadi transit lontaran probe.
  2. Israel ingin menguasai masjidil Aqsa karena mereka tahu bahwa di bawah mesjid itu ada dorphall khusus untuk melontar. Kalau di masjidil haram ada Barqha (menurut bahasa Al-Qur’an Ba’kah) yang merupakan baitullah, salah satu tempat untuk melontar juga.
  3. Rasulullah SAW dilontarkan ke Masjidil Aqsa dulu untuk membiasakan dengan kecepatan horizontal sebelum vertikal.
  4. Bangsa Lemurian menyebut Sidrathul Muntaha dengan sebutan ZADRAMUNHA yang berarti “Sambungan pelontar”.
  5. Rasulullah SAW memiliki PRAGLAXIRTA, yaitu implan untuk teleportasi (berpindah tempat).
  6. Surga disebut ZUGA dalam bahasa Lemurian yang berarti “Suka”. Segala macam kesenangan dan rasa suka cita ada disana. Di tempat transit perjalan isra mi’raj memang ada tempat bernama ZUGA untuk rehat.

4-16. Apa Mi’raj Khusus Rasul?, Apakah Rasul Bertemu Pencipta Ketika Mi’raj? (3)

  1. Gunadi, admin diskusi, menyimpulkan tiga poin.
  2. Mi’raj tidak dikhususkan untuk HAMMADZ saja jika pengertian Mi’raj adalah naik ke langit atau ke luar planet Bumi.
  3. Mi’raj mungkin saja dikhususkan untuk HAMMADZ jika pengertian Mi’raj adalah naik ke Sidratul Muntaha.
  4. Setiap makhluk dapat bertemu Sang Maha Pencipta di mana saja karena Dia tidak terikat ruang dan waktu.

4-17. VERDHA dan Kitab Weda

  1. Setiabudi Hi: Saya pernah membaca Kitab Werdha yang ditulis dalam Bahasa Sunda Buhun. Isinya lebih lengkap.
  2. Setiabudi Hi: Saya curiga, Mushaf Qur’an asli sebenarnya jauh lebih lengkap.

4-18. Definisi Tuhan (1)

  1. Habibi Velo (Rawamangun JKT): Saya sebagai mahluk ciptaannya tak sanggup mendefinisikan semua ke-MAHA-an Sang Maha Pencipta. Semua yang ada di makhluk tidak bisa disamakan dan diandaikan untuk Sang Maha Pencipta. Jika itu dilakukan, maka bukan lagi sebagai Sang Maha Pencipta melainkan sesuatu yang sejajar dengan ciptaan-Nya. MAHA untuk segala hal..
  2. Gunadi (W-BDG): ‘Sang Maha Pencipta’ adalah definisi yang saya berikan untuk Tuhan karena saya tidak tahu mesti menyebutnya dengan sebutan apa.

4-19. Petualangan Rasul di Sidratul Muntaha

  1. ZADRAMUNHA adalah dimensi untuk melanjutkan lompatan ke tempat manapun.
  2. ZADRAMUNHA adalah titik utama semua dimensi. Seperti ruangan dengan pilihan ribuan pintu ke mana saja.
  3. ZADRAMUNHA bukan tempat tinggal Allah SWT, karena RABB itu lebih dekat dari urat nadi. Jadi, tidak perlu perjalanan ke ZADRAMUNHA untuk bertemu dengan RABB.
  4. Lalu kenapa rasul harus pergi ke ZADRAMUNHA? Karena di sana kemampuan manusia terpilih akan diuji. Mampukah dia mempergunakan kemampuan untuk menjadi Rahmat seluruh Alam semesta? Berarti, rasul yang terpilih harus mampu melakukan perjalanan melalui “lorong penyingkat” tanpa mempengaruhi fisiologi tubuhnya.
  5. Di ZADRAMUNHA terdapat banyak pilihan, mulai dari penyingkat jarak, penembus waktu, pembuka dimensi, data pengetahuan di THRELL, rahasia alur energy, dan sebagainya. Yang paling menarik adalah pembuka rahasia alur energy yang bernama ZOLTHAZ.
  6. Sang Utusan Istimewa ini mempelajari ZOLTHAZ dengan seksama untuk diajarkan pada umat secara mendalam.
  7. Sang Utusan Istimewa memerlukan waktu hampir satu tahun perhitungan planet bumi untuk mengetahui rahasia membuka gerbang dengan Sang Maha Pencipta.
  8. ZOLTHAZ adalah sebuah cara untuk menyatukan diri dengan semua jenis energy di alam semesta dan semua ciptaan Sang Maha Pencipta. Kuncinya ternyata harus bersatu dengan sumber kehidupan itu sendiri.
  9. Inti dari ZOLTHAZ adalah mengetahui setiap unsur dan sel yang ada di setiap makhluk, termasuk manusia, dengan “merasakan” dan “penyatuan” diri secara penuh.
  10. Setelah memahami ZHOLTAZ, timbul masalah bagaimana cara mudah mengajarkannya pada kaum yang sudah terbukti super duper tidak mau mikir,
  11. Energi besar rasul merusak keseimbangan dimensi karena terlalu lama di Sidratul Muntaha. Maka, pulanglah beliau melalui jalur awal. Di perjalanan, rasul sempat tersesat dan bertemu Bangsa Mosram.

4-20. Definisi Tuhan (2)

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Definisi tuhan secara lengkap baru ditemukan dari DZA, yaitu sesuatu yang patut disembah, ditakuti, diprioritaskan, dan bisa membuat kita melakukan hal yang tidak disukai.
  2. Ade Supiandi (Cianjur): Sang maha pencipta belum dapat diketahui, baru cerita dari orang tua dan lingkungan, tapi akan terus dicari. Yang jadi pertanyaan bukan apa atau siapa Sang Pencipta, tapi kenapa saya dan untuk apa diciptakan. Pencariannya berawal dari situ.
  3. Jody H Bayuaji: Tuhan masih bisa didefinisikan sebagai sesuatu yg kita sembah, takuti, prioritaskan, dan mampu membuat kita melakukan sesuatu yg tdk kita sukai.
  4. Jody H Bayuaji: Sang Maha Pencipta menurut saya adalah sesuatu yang menciptakan segala yang ada di alam semesta ini dengan fungsi dan tugas masing-masing yang sudah ditentukan oleh-Nya.
  5. Peri Parwoto: Tuhan merupakan sumber dari segala sumber kehidupan, sumber dari segala sumber apapun, dan sumber dari segala sumber energi yang menghidupkan dan menggerakkan apa pun yang ada di jagat raya, dimensi alam semesta dan seisinya.

4-21. Definisi Tuhan, Allah, dan RABB

  1. Bedakan antara TUHAN, ALLAH, dan RABB.
  2. Mungkin yang tidak terdefinisikan adalah RABB. Tuhan itu didefinisikan sebagai objek yang kita sembah, takuti, memaksa, prioritas,
  3. Zat RABB itulah yang mungkin tidak bisa di definisikan.

4-22. Pembahasan Zolthaz Rasul

  1. Ketika HAMMADZ (Muhammad) sudah memahami ZOLTHAZ, beliau mulai mengkaji satu persatu pemahamannya.
  2. Tapi, pengkajian itu tidak mungkin dilakukan terus menerus di ZADRAMUNHA. Maka, rasul kembali ke arah awal dengan kecepatan sama seperti berangkat.
  3. Di perjalanan, ada sedikit distorsi di lubang cacing atau wormhole. Membuatnya melenceng dari tujuan, masuk ke tempat yang dihuni kaum MOSRAM dan mengejutkan mereka.
  4. Kaum MOSRAM berada di satu tempat di dimensi transisi planet bumi. Mereka dibuang oleh kaum penguasa zaman mesir kuno. Mereka adalah MOSRAM yang baik.
  5. Singkat cerita, terjadi dialog antara Sang Utusan dengan Kaum MOSRAM membahas bagaimana Sang Utusan bisa mencapai tempat tersebut. Kaum MOSRAM tersebut memiliki kemampuan yang jauh di atas kaum 2,5% namun tidak mampu keluar dari dimensi tersebut.
  6. Sang Utusan menolong Kaum MOSRAM keluar. Karena masih di zaman Musa, kaum MOSRAM membantu Musa melawan kaum yang melemparkan mereka ke dimensi transisi.
  7. Kaum MOSRAM akhirnya mengetahui bahwa Sang Utusan berasal dari ZADRAMUNHA dan mempelajari ZOLTHAZ. Kaum MOSRAM ternyata pernah diberi pelajaran ZOLTHAZ oleh leluhur mereka. Kaum MOSRAM itu berakselerasi 20%, dan melakukan ZOLTHAZ dengan cara khas mereka.
  8. Setelah membantu Kaum MOSRAM keluar, Sang Utusan kembali ke masanya. Di sana, dia mulai memikirkan cara mengajarkan ZOLTHAZ pada kaum 2,5%.
  9. Sebetulnya, ZOLTHAZ sudah dilakukan oleh para Utusan sebelumnya. Mereka mendapatkannya secara turun temurun dari para Utusan sebelumnya. Kecuali ADHAMA, para utusan lainnya tidak ke ZADRAMUNHA.
  10. Kaum 20% mampu mencapai tingkat bersatu dengan Zat Tak Dikenal melalui hentakan hentakan energi di bagian dalam tubuh. Cara seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh kaum 2,5%. Kemampuan mereka terlalu rendah untuk bisa mengakselerasi setiap sel tubuh untuk bersatu dengan energy penggerak “asli” nya.
  11. Selagi merenung, tiba tiba muncullah cahaya dari dalam tanah, di tempat dorphall berada. Cahaya terkuat berasal dari BARQHA atau BA’KAH.
  12. Dorphall pertama dan terkuat waktu itu adalah AKAZHA atau Langit atau dikenal pula dengan nama AQSHA karena perbedaan dialek. Ternyata Dorphall bisa membantu akselerasi dengan cara mengarahkan kepala ke titik radiasi pancaran ke atas.Radiasi tersebut bisa membantu “Akselerasi tahap permulaan” bagi kaum 2,5%.
  13. Akhirnya, diajarkanlah cara memanfaatkan Dorphall untuk mengakselerasi sel di tubuh dalam rangka tahap permulaan atau tahap awal ZOLTHAZ. Tingkatan pertama ZOLTHAZ bagi kaum 2,5% adalah dengan mengarahkan kepala ke arah dorphall atau radiasi BA’KAH.
  14. Dengan mengarahkan kepala ke arah radiasi tersebut, tanpa bacaan, akselerasi menjadi terbantu. Pertama dengan membungkuk, lalu digrounding dengan menempelkan jidat ke tanah. Ini baru tahapan awal dari ZOLTHAZ. Tahap selanjutnya adalah berakselerasi menyatu dengan ZTD selama 24 jam. Caranya beda lagi.

4-23. Definisi Tuhan (3)

  1. Gunadi, admin grup diskusi, menyimpulkan bahwa Sang Maha Pencipta bukanlah makhluk dan tidak dapat disetarakan atau dideskripsikan wujud dan segala kemampuan-Nya ibarat makhluk. Pemahaman ini tentu saja menggugurkan banyak hal yang selama ini kita yakini seperti Arsy, Sidratul Muntaha, Isra Mi’raj, 99 Nama dan lain sebagainya.

4-24. Tidak Wajib Wudhu Sebelum Sholat

  1. Dani Ramdhani: Sebelum melakukan sholat atau ZOLTHAZ tidak wajib bersuci dengan air karena yang penting adalah membersihkan jiwa. Apalagi, melakukan sholat atau ZOLTHAZ itu hendaknya 24 jam.

4-25. Waktu ZOLTHAZ, ZOLTHAZ di DORPHALL

  1. ZOLTHAZ permulaan harus di DORPHALL untuk membantu akselerasi sel.
  2. ZOLTHAZ bisa di DORPHALL mana saja, tidak harus ke Mekah. Lagian di Mekah sudah dibeton lantainya, jadi nggak ada manfaatnya.
  3. Bentuk sujud bisa yang HAMBAALA, tapi berarti tidak pakai ruku. Sujud HI juga boleh, sekalian latihan hawa panas.
  4. Akselerasi sel rasanya seperti dirambati banyak semut di badan.
  5. Latihan ZOLTHAZ pemula kira-kira lima kali seperti shalat 5 waktu. Tapi, ada juga yang 6 atau 7.

4-26. Letak DORPHALL

  1. Gunadi (W-BDG): DORPHALL di Makkah tidak lagi begitu terasa. Lebih bagus DORPHALL di Masjid Nabawi atau Masjid QUBA yang lebih besar.
  2. Syamsu: Di Bandung ada banyak DORPHALL. Di Shadu, Soreang ada tiga spot Dorphall.
  3. Syamsu: Shadu adalah piramida yang dibangun lemurian 10% 225.000 tahun lalu saat penduduk bumi masih sedikit. Di sekitar shadu adalah komplek piramida.
  4. Syamsu: Di bukit Cula, Ciparay ada Dorphall dengan kedalaman lumayan, lebih kuat dan 1.000 tahun lebih tua dari Shadu.
  5. Syamsu: Di gunung Padang, Ciwidey ada juga tapi kecil-kecil.

4-27. Tujuan Penciptaan Manusia (1)

  1. Ade Supiandi (Cianjur): Saya diciptakan agar berguna bagi sesama dan alam. Ibadah saya anggap sebagai pegembangan potensi diri.

4-28. Sujud Untuk Menetralisir Radiasi

  1. Teknik sujud adalah mengarahkan kepala ke dorphall dengan cara membungkukkan badan, lalu menetralisir dengan menempelkan jidat ke tanah.
  2. Sujud sebetulnya untuk menetralisir beban radiasi yang masuk.

4-29. Tujuan Penciptaan Manusia (2)

  1. Gunadi, admin grup diskusi, menyimpulkan secara pasti kita tidak tahu apa tujuan Sang Maha Pencipta menciptakan manusia karena kita tidak mengenal-Nya. Kita hanya sebatas menyadari dan merasakan keberadaan-Nya. Dari group ini, kita tahu bahwa kapasitas akselerasi sel manusia itu bermacam-macam. Luasnya tanggung-jawab manusia di alam semesta ini dibatasi oleh kapasitasnya. Semakin besar kapasitasnya, semakin luas bagian alam semesta yang menjadi tanggung-jawabnya.
  2. Contohnya seorang GRAZDAVODA dengan kapasitas akselerasi sel minimal 60% bertanggung-jawab minimal seukuran satu galaksi. Kita yang memiliki kapasitas 2,5% ini bertanggung-jawab untuk menjaga dan memelihara planet bumi.
  3. Tugas manusia jelas yaitu menjaga dan memelihara alam semesta

4-30. Menjaga Kesadaran Sebagai Khalifah fil Ardh

  1. Kang Tedi (HI Purwasuka): Ritual Shalat Tanpa Baqcaan adalah sarana untuk mengingatkan tugas manusia.
  2. Gunadi (W-BDG): Untuk menjaga kesadaran akan tugas kita, gunakan AKAL untuk mempertimbangkan apakah tugas tersebut layak dan sepantasnya kita lakukan atau tidak.
  3. Fakhri Amrullah H (Bekasi): Menjaga kesadaran adalah ketika kita telah mampu merasakan ruh atau Zat Tidak Dikenal.
  4. Indra Bayu: Menjaga kesadaran dengan merekamkan semua kesadaran pada seluruh tubuh hingga bagian terkecil dan mempraktekkan sehingga menjadi hal yang otomatis.

4-31. Sujud Akselerasi Sel

  1. Dedi Misbah (P-BDG): Sujud akselrasi sel paling bagus ngeground langsung ke tanah. Lebih bagus terhalang tembok/ubin di lantai bawah. Bagus di lantai atas. Semuanya bagus, hanya beda derajat. Yang terpenting adalah sujud.

4-32. Pengarsipan Diskusi

  1. Gunadi menyarankan agar mendokumentasikan penjelasan DZA di grup.
  2. Dedi Misbah mengirimkan tiga jilid file berupa arsip catatan diskusi terdahulu.
  3. Dedi Misbah sedang menyusun jilid ke-4 yang merupakan kumpulan diskusi dari September 2012 hingga yang terbaru. File ini sudah editor serahkan ke MUI dengan judul “Mushaf KDZA Grazdavoda Drentaga”.
  4. Gunadi yang merupakan admin diskusi grup ini membagi materi dari DZA menjadi empat, yaitu Proses Penciptaan Alam Semesta (membahas proses terbentuknya alam semesta dan segala unsur pembentuknya), Tujuan dan Proses Penciptaan Manusia (tujuan diciptakannya manusia, proses penciptaan manusia, dan segala unsur pembentuknya), Sejarah dan Perkembangan Peradaban Manusia (sejarah peradaban manusia khususnya di planet Bumi dan secara general diceritakan juga kehidupan dan peradaban bangsa-bangsa lainnya), Manusia (3 penyusun utama manusia [RUBH, JIWA dan JASAD], segala proses yang terjadi padanya, dan korelasinya terhadap perilaku manusia).
  5. Gunadi (W-BDG): DZA memberi informasi baru yang mayoritas bertentangan dengan umum agar kita memiliki informasi pembanding.
  6. Gunadi (W-BDG): DZA tidak memaksakan pemahaman beliau dan menginginkan kita untuk memilahnya.
  7. Gunadi (W-BDG): Tips untuk yang baru bergabung agar bersikaplah netral dulu ketika ada dua informasi berbeda.

4-33. Ruku ZOLTHAZ Bagi Pemula

  1. Gunadi, admin grup, menyimpulkan bahwa secara fisilogis posisi ruku akan membuat sel-sel di jaringan otak dan seluruh bagiannya (Pituitary, Pineal Glands dsb) berada dalam kondisi optimal. Jika posisi ruku ini dilakukan tepat di atas DORPHALL, akselerasi sel akan meningkat secara optimal karena sel-sel juga berada dalam kondisi optimal. Peningkatan akselerasi sel-sel otak diutamakan di sana tertanam JIWA kita saat masih berada dalam kandungan. Di JIWA, AKAL kita berada. Dan di JIWA jugalah, seluruh program original (default) dari Sang Maha Pencipta berada. AKAL kita akan berfungsi optimal jika sel-sel otak kita yang terakselerasi jumlahnya semakin banyak.
Iklan

2 thoughts on “Download Diskusi Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman — Bagian 4”

  1. 🙄 😯 Seperti muslihat Snouck Hurgronye, Ngakunya syiar ajran islam tapi ternyata dari dalam mengACAK-ACAK ajaran islam,Tatacara dan Rukun shalat merasa dirinya setara Hammadz (nb Muhamad) 😳

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s