Dicky Zainal Arifin Membahas ZOLTHAZ (Inti Sholat)


Dalam diskusi WhatsApp LSBD Hikmatul Iman, pengacara Dicky Zainal Arifin (Guru Utama Lanterha the Lemurian Meditation [d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman]) menampilkan catatan materi Zolthaz atau Inti Sholat. Berikut ringkasannya:

  1. Setelah HAMMADZ (Muhammad) memahami ZOLTHAZ (inti sholat), maka ia kembali lagi ke arah semula dengan kecepatan yang sama.
  2. Di perjalanan, ada distorsi di lubang cacing (wormhole) sehingga melenceng dari arah tujuan dan masuk ke tempat yang dihuni kaum MOSRAM. Kejadian ini sangat mengejutkan mereka.
  3. Kaum MOSRAM berada di satu tempat di dimensi transisi planet bumi. Mereka adalah MOSRAM baik yang dibuang oleh kaum penguasa zaman mesir kuno.
    Walaupun Kaum MOSRAM tersebut memiliki kemampuan yang jauh di atas kaum 2,5%, mereka tidak sanggup keluar dari dimensi tersebut. Akhirnya, mereka ditolong keluar oleh Sang Utusan.
  4. Karena mereka berasal dari zaman Musa, maka kaum MOSRAM membantu Musa untuk melawan kaum yang melemparkannya ke dimensi transisi tadi.
  5. Kaum MOSRAM mengetahui bahwa Sang Utusan datang dari ZADRAMUNHA dan mempelajari ZOLTHAZ, sebagaimana kaum tersebut diberi pelajaran ZOLTHAZ oleh leluhur mereka.
  6. Kaum MOSRAM terkurung itu berakselerasi 20%, dan melakukan ZOLTHAZ dengan cara khas mereka.
  7. Sebetulnya ZOLTHAZ sudah dilakukan dan didapatkan para utusan secara turun temurun. Tapi, mereka tidak datang ke ZADRAMUNHA.
  8. Setelah membantu Kaum MOSRAM keluar, Sang Utusan kembali ke zamannya. Di sana. ia mulai memikirkan cara mengajarkan ZOLTHAZ bagi kaum 2,5%.
  9. Selagi merenung, tiba-tiba munculah berbagai macam cahaya dari dalam tanah tempat dorphall berada. Cahaya terkuat datang dari BARQHA atau BA’KAH.
  10. Dorphall pertama dan terkuat waktu adalah AKAZHA atau Langit atau dikenal pula dengan nama AQSHA karena perbedaan dialek dan lidah.
  11. Tingkatan pertama ZOLTHAZ bagi kaum 2,5% adalah dengan mengarahkan kepala ke arah dorphall atau radiasi BA’KAH.
  12. BA’KAH lebih kuat karena ia adalah asteroid yang membawa logam seperti batuan yang lebih kuat dari uranium. Dengan mengarahkan kepala ke arah radiasi tersebut, tanpa bacaan, akselerasi menjadi terbantu. Pertama dengan membungkuk lalu digrounding dengan menempelkan jidat ke tanah.
  13. Tahap selanjutnya adalah akselerasi bersatu dengan Zat Tidak Dikenal selama 24 jam.

Transkrip Catatan ZOLTHAZ di Grup WhatsApp

Berikut adalah kutipan transkrip asli catatan ZOLTHAZ (inti sholat) yang dibagikan oleh Bintang Yalasena, pengacara Dicky Zainal Arifin. Anda bisa menemukan catatan ini di transkrip diskusi grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman, halaman 73.

bintang-yalasena-pengacara-dicky-zainal-arifin
Bintang Yalasena, Pengacara Dicky Zainal Arifin.

 

02/19/16, 06:06:32: Bintang Yalasena: Sareng iyeu mbab:

ZOLTHAZ

Ketika HAMMADZ sudah memahami soal ZOLTHAZ, maka beliau mulai mengkaji satu persatu pemahamannya.

Mulai dari anatomi badan, dan ternyata itu adalah miniatur dari alam semesta. Badan ada denyutan atau vibrasi, ternyata alam besarpun memiliki denyutan ZANUURA yang selalu ber-vibrasi.

Tapi pengkajian itu tidak mungkin dilakukan terus menerus di ZADRAMUNHA, maka akhirnya balik lagi ke arah awal dengan kecepatan sama seperti berangkat.

Hanya ketika perjalanan itu berjalan, ada sedikit distorsi di lubang cacing atau wormhole, sehingga melenceng dari arah tujuan, dan masuk ke sebuah tempat yang dihuni oleh kaum MOSRAM, dan itu sangat mengejutkan mereka.

Mereka berada di satu tempat di dimensi transisi planet bumi. Mereka adalah kaum MOSRAM tersingkirkan yang memang dibuang oleh kaum penguasa zaman mesir kuno. Mereka adalah MOSRAM yang baik, bukan jahat.

Singkat cerita, terjadilah dialog antara Sang Utusan dengan Kaum MOSRAM itu. Di dalam dialog tersebut dibahas tentang bagaimana Sang Utusan bisa mencapai tempat tersebut, sedangkan kaum MOSRAM buangan tersebut memiliki kemampuan yang jauh di atas kaum 2,5%.

Kaum MOSRAM itu berusaha untuk keluar dari Dimensi tersebut tapi tidak bisa, akhirnya ditolong oleh Sang Utusan untuk keluar.

Ini cerita di singkat saja, kalau detail itu bisa satu novel lagi.

Akhirnya ditolong lah mereka keluar dari dimensi tersebut, karena itu masih di zaman Musa, maka kaum MOSRAM membantu Musa untuk melawan kaum yang melemparkannya ke dimensi Transisi tersebut.

Namun dialog mereka menghasilkan sebuah kesimpulan, karena setelah berdialog, kaum MOSRAM itu akhirnya tahu kalau Sang Utusan dari ZADRAMUNHA, dan mempelajari ZOLTHAZ, sebagaimana kaum tersebut diberi pula pelajaran ZOLTHAZ oleh leluhur mereka.

Kaum MOSRAM terkurung itu berakselerasi 20%, dan melakukan ZOLTHAZ dengan cara khas mereka.

Nanti diceritakan khusus.

Setelah membantu Kaum MOSRAM keluar, maka Sang Utusan kembali ke masa nya. Disana mulai berpikir dan mencari solusi, bagaimana mengajarkan ZOLTHAZ bagi kaum 2,5%.

Kaum 20% saja sangat sulit, dan itu butuh waktu untuk mampu ketingkat bersatu dengan Zat Tak Dikenal. Cara yang ditempuh dengan hentakan hentakan energy di bagian dalam tubuh, dan itu tidak mungkin dilakukan oleh kaum 2,5%. Kemampuan mereka sangat rendah untuk bisa meng-akselerasi setiap sel tubuh untuk bersatu dengan energy penggerak “asli” nya.

Selagi merenung itu, tiba tiba munculah berbagai macam cahaya dari dalam tanah, di tempat tempat yang ada dorphall, dan cahaya terkuat dari BARQHA atau BA’KAH.
Sebetulnya ZOLTHAZ sudah dilakukan oleh para Utusan sebelumnya, dan mereka mendapatkannya secara turun temurun dari para Utusan sebelumnya. Tapi kecuali ADHAMA, para utusan lainnya tidak ke ZADRAMUNHA.

Dorphall pertama dan terkuat waktu itu adalah di yang terkenal dengan AKAZHA atau Langit atau dikenal pula dengan nama AQSHA karena dialek dan lidah berbeda.

Ternyata Dorphall bisa membantu untuk berakselerasi, dengan mengarahkan kepala ke titik radiasi pancaran ke atas.Radiasi tersebut bisa membantu “Akselerasi tahap permulaan” bagi kaum 2,5%.

Akhirnya singkat cerita, diajarkanlah bagaimana cara memanfaatkan dorphall untuk mengakselerasi sel di tubuh dalam rangka tahap permulaan atau tahap awal ZOLTHAZ.
Tingkatan pertama ZOLTHAZ bagi kaum 2,5% adalah dengan mengarahkan kepala ke arah dorphall atau radiasi BA’KAH.

Ternyata memang BA’KAH lebih kuat, karena itu adalah asteroid yang membawa logam seperti batuan yang lebih kuat dari uranium. Dengan mengaragkan kepala ke arah radiasi tersebut, tanpa bacaan bacaan sih, akselerasi menjadi terbantu, pertama dengan membungkuk, lalu digrounding dengan menempelkan jidat ke tanah. Itu sangat membantu sekali.

Dan ingat, itu adalah tahapan awal atau hanya dasar saja dari ZOLTHAZ.
Selanjutnya mah 24 jam akan menjadi akselerasi bersatu dengan ZTD, lain lagi caranya. Nanti dilanjut lagi.

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s