Tuduhan Lanterha Kepada HIW dan Perdana Akhmad: ISIS dan Radikalisme


Ternyata, diam-diam pihak Dicky Zainal Arifin menyebarkan informasi bahwa admin HIW, Perdana Akhmad, dan Akhmad Lakoni (bapak dari Perdana Akhmad) adalah ISIS dan bagian dari kaum radikal. Admin HIW tidak berminat membantah dan juga tidak ingin mengemis agar para pembaca tabayun pada kami. Silakan Anda download dokumen PDF yang ditulis tanpa tabayun ini. Mau percaya atau tidak, itu urusan Anda.

Ajakan menyebarkan dokumen ISIS dan Radikalisme.
Ajakan menyebarkan dokumen ISIS dan Radikalisme.

Download PDF: ISIS dan radikalisme

ISIS dan radikalisme

Sejak awal kaum ISIS memang sudah membidik kami dengan membuat Metafisis.net melalui admin nya yang bernama Perdana Akhmad yang selalu menyerang dan mendiskreditkan apapun hal baik yang kami lakukan. Alasan mereka menyerang kita adalah karena kita selalu membuat kegiatan kegiatan positif dan mengedepankan toleransi juga terjaganya NKRI. Mungkin karena kita menggunakan nama Hikmatul Iman disangka mereka mengikuti pola Radikal yang selama ini mereka
jalankan. Bahkan banyak pula yang bergabung di Hikmatul Iman karena mengira kami adalah kelompok Radikal yang hendak makar dengan mengatasnamakan agama. Semua kegiatan positif yang kami lakukan dianggap ancaman bagi mereka yang ingin membuat kekacauan di Indonesia. Inilah Perdana Akhmad, yang merupakan admin dari Metafisis.net.

Orang ini sejak awal selalu menyerang kesana kemari dengan opini opini provokatif dan sangat mendiskreditkan. Dia merekrut orang dan menebarkan pengaruh dengan menyebarkan Metoda Ruqyah dan lalu menggantinya dengan nama Qur’anic healing, dan apakah ada hubungannya dengan Al-Qur’an atau tidak, kami tidak tahu persis. Selain Hikmatul Iman , banyak yang diserang oleh Perdana Akhmad. Salah satunya adalah Pak Syaiful M Maghsri. Bahkan Perdana Akhmad pernah di vonis tiga bulan penjara karena fitnahannya itu. ini adalah cuplikan beritanya :

Seorang aktifis ruqyah yang bernama Perdana Ahmad (24) dijatuhi hukuman penjara selama dua bulan dengan masa percobaan lima bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta yang diketuai oleh Zubaidah S.H. Hukuman ini diberikan kepadanya lantaran terdakwa terbukti secara meyakinkan melanggar Pasal 310 KUHP jo Pasal 335 KUHP dengan tulisannya dalam buku yang berjudul “Membongkar Kesesatan Praktik Sihir pada Reiki, Tenaga Dalam dan Ilmu Kesesatan”.

Dalam bukunya itu, Perdana Ahmad menyebut praktik pengobatan bio energi yang dilakukan pelapor, Syaiful M. Maghsri, dianggap menggunakan ilmu sihir jin dan setan. Padahal, menurut pelapor, dirinya dalam praktik pengobatan tersebut tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan Perdana Ahmad. Dalam sidang terpisah, Syaiful M. Maghsri juga dinyatakan sebagai terdakwa karena telah melakukan penganiayaan terhadap Perdana Ahmad.

Apa yang terjadi kemudian? Kantor pengobatan alternatif bio energi di Yogyakarta pada hari Kamis (09/03) didatangi oleh sekitar 200 orang massa bersenjata tajam, bersorban dan bercadar, serta mengatasnamakan dirinya sebagai Laskar Jihad dan berbagai ormas lainnya. Massa langsung masuk dan mencari Syaiful M. Maghsri, bahkan sempat meneror karyawannya. Berbagai properti di tempat tersebut juga sempat dirusak. Aksi baru berhenti setelah kedatangan satu peleton Poltabes Yogyakarta.

Di Bantul, rumah Syaiful M. Maghsri pun tidak luput dari serangan. Rumahnya dilempari oleh bom molotov oleh orang-orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan mobil. Akibatnya, mobil sedan Syaiful rusak, kaca-kaca jendela pecah, dan atapnya terbakar. Seseorang yang menyebut dirinya sebagai ‘simpatisan Perdana Ahmad’ menyatakan dirinya bangga telah terlibat dalam aksi demikian. Pengakuan itu disampaikannya pada milis terapi ruqyah yang memang Perdana Ahmad aktif di dalamnya.”

Namun karena ayahnya Perdana Akhmad juga seorang Hakim, maka dia tidak ditahan di dalam sel. Ada lagi yang lain, yang diserang oleh Perdana Akhmad pula. Dibawah ini salah satunya lagi.

Perdana Akhmad Dikecam Pengguna Facebook Karena Hina Tayangan Mahadewa

Jakarta, Dewata News. Com

“Mulutmu, Harimaumu” mungkin pepatah tersebut pantas diterima oleh pemilik akun facebook Perdana Akhmad . Bagaimana tidak, dalam postingan yang diunggahnya pada tanggal 20 Juli tersebut mengatakan bahwa “Mahadewa merupakan salah satu nama suci Tuhan dalam agama Hindu, Mahadewa artinya Tuhan Yang Maha Besar, nama lainnya adalah Shiwa. Keyakinan ini bertentangan dengan konsep Tauhid dalam Islam. Berbeda sekali dengan Tuhannya umat Islam, kita beriman bahwa Allah beristiwa’ di Arsy dilangit ketujuh. Dan yang suka bersemayam di gunung itu sesungguhnya malah
bangsa jin yang disembah manusia hehehe” tulis Akhmad dalam postingannya tersebut.

Hal inilah yang memunculkan rekasi keras dari pengguna facebook karena telah dianggap melecehkan Dewa Siwa dan Agama Hindu. Tak hanya mengatakan tayangan Sirik Mahadewa , Perdana Akhmad juga mengatakan pernah bertemu langsung dengan Dewa Siwa disaat dirinya sedang melakukan meditasi. “Saya punya hubungan emosi yang khusus pada Dewa Syiwa ini, dewa syiwa pernah mendatangi saya dalam meditasi dan saya sudah disesatkannya. Dewa syiwa ini bukan Tuhan melainkan Jin yang memang memiliki kesaktian yang tinggi yang bertugas menyesatkan manusia.” tulisnya. hal tersebut semakin menambah emosi masyarakat pengguna facebook seperti halnya yang disampaikan oleh pemilik akun Arry Bhaskara.

https://infoqrak.wordpress.com/author/infoqrak/page/3/

Ayahnya Perdana Akhmad yang bernama Akhmad Lakoni dan dia adalah seorang hakim pula, ternyata terbukti adalah ISIS.

Ayah dan anak ini sudah jelas ISIS dan mereka PNS. ISIS merekrut pengikut dimana mana, termasuk di sekolah sekolah dan organisasi organisasi yang bisa mereka susupi secara ideologi. Termasuk di Organisasi Hikmatul Iman. Ada beberapa gelintir anggota yang terpengaruh oleh gerakan Radikalisme ini, salah satunya bernama Muhammad Jeprie yang akhirnya dikeluarkan dari keanggotaan Hikmatul Iman. Semenjak itu, dia selalu menjelek-jelekkan Hikmatul Iman karena dendamnya, dengan berbagai macam pembenaran dia memelintirkan setiap apapun bahasan Guru Utama agar terlihat buruk.

Inilah Muhammad Jeprie admin Hikmatul Iman watch.

selama bertahun – tahun baik itu Metafisis.net dan Hikmatul Iman Watch ber-Ghibah dan Fitnah agar Hikmatul Iman, terutama Guru Utamanya terlihat buruk di mata umum. Dibawah ini adalah salah satu pelintirannya, bagaimana dia merekayasa sebuah brosur agar orang yang membaca menjadi salah persepsi :

Rekayasa Info Kegiatan Umroh
Text Asli : UMROH
Makna Spiritual Dibalik Ritual
Text Rekayasa : UMROH
+ Sujud Akselerasi Sel

Sebetulnya masih banyak lagi rekayasa rekayasa Muhammad Jeprie di dalam memelintirkan semua kegiatan Hikmatul Iman agar terlihat buruk di mata masyarakat, diatas itu hanya salah satunya saja. Salah satu keahlian Muhammad Jeprie adalah design digital, jadi sangat mudah merekayasa semacam begini.

Muhammad Jeprie juga akhirnya mencari wadah yang sama Radikalnya, dan bekerja sama dengan Ormas yang bernama GARIS atau Gerakan Reformis Islam yang dipimpin oleh Chep Hernawan di Cianjur. Bahkan mereka sudah berhasil membekukan kegiatan Hikmatul Iman di berbagai sekolah yang Guru nya terindikasi Radikalisme. Muhammad Jeprie juga memanfaatkan barisan sakit hati karena gagal memperkaya diri di Hikmatul Iman sebagai informan nya. Beberapa ex Wasdal dan anggota anggota senior yang tadinya ingin memanfaatkan teknologi Hikmatul Iman untuk memperkaya diri namun gagal, akhirnya muncul dan mengungkapkan dirinya. Ini terlihat dari daftar presensi dibawah ini.

Terlihat yang nomor satu menulis adalah anggota dari Ormas GARIS, berarti semua yang terdaftar disana mengetahui dan bekerja sama dengan Ormas GARIS untuk berbuat sesuatu yang bisa saja mengancam keutuhan NKRI. Tujuan utama adalah dengan membuat kekacauan agar masyarakat dan umat menjadi selalu berbenturan satu sama lain.

Daftar presensi dibawah ini adalah bukti bersatunya mereka di dalam mengadu domba umat, ini hanya satu contoh mengadu domba Hikmatul Iman dengan Organisasi Besar lain.

Semua yang tertulis disana sebagai ” mantan HI ” memiliki track record yang buruk di HI. Makanya mereka bersatu dan keluar dari HI untuk berusaha menghancurkan Lembaga yang selama ini sudah “berusaha” membesarkan mereka, meskipun akhirnya mereka gagal paham. Bisa saja kami beberkan semua keburukan mereka dari A sampai Z, namun kami tidak mau meniru apa yang dilakukan oleh mereka. Bekerja sama atau bersatunya mereka dengan Ormas GARIS membuktikan sudah
jelas jelas mereka terpengaruh oleh ISIS, karena Ormas GARIS sudah terbukti adalah ISIS. Inilah sekilas mengnai Ormas GARIS.

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk (QS Al-An’am ayat 117)

Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk (QS AnNajm ayat 30)

Sebetulnya Manusia tidak berhak mengatakan orang lain tersesat, kecuali mereka yang ingin mengambil HAK nya RABB. Gerakan Radikalisme untuk “MAKAR MENGATASNAMAKAN AGAMA” sudah melebar kemana – mana. Hal ini harus sangat diwaspadai oleh semua lapisan masyarakat yang masih mencintai dan yang masih ingin mempertahankan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORIS di dalam mengatasi Radikalisme dan Terorisme.

Kami akan terus berupaya, agar NKRI ini selalu terjaga dan terpelihara dari tangan tangan kaum Radikal dan teroris. Mudah mudahan keterangan singkat ini berguna dan membantu masyarakat di dalam mewaspadai gerakan radikal yang hendak mengadu domba umat, agar umat menjadi lemah lalu mereka bisa makar.

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s