Mushaf KDZA Grazdavoda Drentaga – Bagian 2


Mushaf KDZA Grazdavoda Drentaga adalah kumpulan diskusi dan catatan Guru Utama, yaitu Dicky Zainal Arifin (DZA), para petinggi dan anggota Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) yang memuat banyak pemahaman dan pemikiran nyeleneh. Diskusi dan catatan ini dikumpulkan oleh Dedi Misbah, Pelatih LSBD HI, di LEMURIAN Prapanca & Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 12 Januari 2016 dan disebutnya sebagai kumpulan catatan atau note atau “mushaf ” yang bersumber dari KDZA grazdavoda drentaga. Materi diskusi dimulai sejak 2012 hingga awal 2016.

Mushaf KDZA GRAZDAVODA DRENTAGA
Mushaf KDZA GRAZDAVODA DRENTAGA

Mushaf-KDZA-bagian-2

Daftar Isi Bagian 2

2-1. Virus Iblis

1. Virus dasar buatan Iblis adalah ELLEDZ.
2. Luqman pertama kali mengajarkan pada anaknya Siapa Tuhannya untuk menguatkan software awal penangkal virus ELLEDZ.
3. Tujuan virus ELLEDZ pada bayi agar JIWA lupa terhadap seluruh kejadian ketika berada di dalam kandungan karena banyak berhubungan dengan TUHAN.
4. Anti virus ELLEDZ adalah ajaran HAMMADZ (Nabi Muhammad) yang dijawantahkan secara benar.
5. MORTAPHRABÉÉNA mem-plug in-kan semua pengetahuan seluruh alam semesta dalam bentuk RAR atau dalam bentuk ZIP. Cara mengaksesnya dengan sering menyalurkan hawa panas ke kepala, kalau tidak bisa lakukan ritual shalat dengan baik dan benar, karena ketika Ruku dan Sujud, maka oksigen akan ke kepala dan men-triger blue print ini secara perlahan-lahan.
6. Iblis = ABRASS dalam Bahasa Lemurian.

2-2. Malaikat

1. GABRELLA = Jibril
2. Malaikat terbuat dari energy
3. IJRA’ILL itu malaikat semi dimensi, dia bisa ke dimensi mana saja yang dia mau untuk mencabut nyawa, maka golongan malaikat ini menjadi aman, tidak mati, malahan sibuk kesana kemari untuk mencabut nyawa. IJRA’ILL jenis malaikat terbanyak, dan dia malaikat antar dimensi jadi sementara mereka aman-aman saja, diserang bagaimanapun tenang-tenang saja. IJRA’ILL itu lebih gaib dari golongan malaikat yang lainnya, bahkan bisa mencabut nyawa malaikat yang lain.

2-3. Ruh, Jiwa, Raqim, Raqib, dan Atid

1. Ruh terjaga kemurniannya karena merupakan bagian Dzat Alloh SWT. Didalamnya terdapat RAQIM.
2. Yang ditanya di akhirat adalah Ruh, bukan Jiwa.
3. RAQIM merekam perjalanan hidup manusia.
4. Jika rekaman kebaikan disimpan di folder RAQIB dan rekaman kejahatan disimpan folder ATID.

2-4. RUH

1. Unsur RUH hanya bisa dirasakan setelah kita bisa mengenal semua akselerasi sel di dalam tubuh kita secara utuh, baru kita bisa merasakan dan mengenal apa itu yang menjadi unsur Sang Maha Pencipta yang sudah disimpan di dalam diri kita.
2. RUH akan membawa kita pada sumbernya yaitu Dzat AL’A yang sekarang kita sebut dengan ALLAH SWT.
3. Izrail tidak mencabut RUH, tapi mencabut JIWA.
4. Yoli: Praktek hisab yaumil kiamah dengan scanning RAQIM, bukan tanya jawab. Jika Tapi Alloh SWT langsung melakukan scanning terhadap RAQIM setiap manusia.Discan kondisi defragment-nya, kalau folder RAQIB berantakan maka dipastikan tauhidnya kacau.

2-5. Masih tentang Ruh

1. RUH manusia adalah bagian dari AL’A (wahyu).
2. RUH dilengkapi RAQIM untuk merekam perjalanan hidup manusia.
3. RUH abadi dan tidak bisa mati.
4. JIWA semacam software berisi program-program.
5. ABRASS (Iblis) dan Manusia ABRASSUR (pengikut Iblis) menyebarkan virus ELLEDZ yang disesuaikan dengan usia manusia melalui udara untuk memblokir ingatan tentang TUHAN ketika di kandungan.
6. Ajaran HAMMADZ (Nabi Muhammad) yang benar menjadi anti virus untuk semua virus dari ABRASS dan Manusia ABRASSUR.

2-6. Al-Qur’an dan Ka’bah

1. AlQur’an adalah Firman Allah SWT yang disampaikan oleh mahluk cahaya bernama GABRELLA atau Jibril, dengan menggunakan bahasa AL’A atau bahasa yang harus encode lagi.
2. Rasulullah SAW mengatakan “Aku mendengarkan dan Aku melaksanakan”, karena belum bisa membaca bahasa AL’A lalu secara perlahan mulai membacanya.
3. Ka’bah awalnya berbentuk piramid lalu diubah oleh Nabi Ibrahim menjadi kubus supaya ada tandanya.
4. Tempat kabah sekarang sama seperti “BAKAH” di jaman Nabi Adam.
5. Dulu thawaf dilakukan dengan mengelilingi “BAKAH” untuk menyerap energinya.
6. Tujuan thawaf 7 kali putaran maksudnya supaya menghindari desak-desakan antar jamaah.
7. Batu hajar aswad asli ditanam di bawah Ka’bah.

2-7. BARZKH (Alam Barzakh), ARWATHA (Arwah)

1. ARWATHA, secara otomatis memasuki sebuah dimensi bernama BARZKH.
2. Jika berbuat buruk semasa hidup, zat MANAKARA akan muncul dan membuat ARWATHA merasa sakit dan tidak nyaman selama di alam BARZKH. MANAKARA adalah Munkar Nakir.

2-8. Nabi Adam

1. Nabi Adam diturunkan di Bumi secara kebetulan karena Bumi waktu itu ada di hadapan portal.

2-9. Ikhlas dan KLAD

1. Dedi Misbah: Dengan “tidak ada beban”, maka energi RUH akan “membimbing kita”, secara otomatis, sedikit demi sedikit KLAD akan berkurang.

2-10. Doa Kematian dan Siksa Kubur

1. Doa kematian versi DZA: NARATINA KAWAZA GALLUR NA KAWAZA. Semoga ARWATHA tidak mengeluarkan ZARKH dan memiliki WARKHA yang baik.
2. RUBH harus dekat dengan sumbernya, Sang Maha Pencipta.
3. Jika jauh dari RABB, RUBH akan menghasilkan Zat MANAKARA.
4. Mahluk cahaya Munkar Nakir bertugas memeriksa Zat MANAKARA. Makanya pertanyaannya pun MANRABBUKA atau MANAKARA nya masih nyambung dengan RABB atau tidak. Kedua mahluk cahaya itu hanya checking saja, begitu ketahuan sangat jauh dari RABB, maka mereka akan menyaksikan berapa banyak ZARKH lepas dan memberikan memory kesakitan pada ARWATHA seperti dihajar oleh gendir yang besar ke kepala, bagaikan dicambuk oleh lidah api, dan sebagainya. Itulah yang dikenal dengan nama siksa kubur.
5. Berbeda jika kita memproduksi Zat WARKHA. Zat ini akan memproduksi atau mengeluarkan Memory kesenangan luar biasa, rasa nikmat pada ARWATHA dengan berbagai macam fasilitas dan kemampuan sangat kuat untuk mampu kembali melihat keadaan diluar BARZKH.

2-11. DZA Benahi Matahari

1. DZA bilang ke ETHEPHAKA, Pasukan penjaga galaksi, “Intira Uldaphatera korda varega” untuk menyuruh mereka membenahi matahari. Artinya “Semua urusan diserahkan kepada warga ETHEPHAKA, kalo matahari gak dibenerin.”

2-12. Ruhul Qudus

1. RUHUL QUDUS itu bukan Jibril tetapi sebuah bentuk energi yang fungsinya untuk mengakselerasi hubungan antara manusia dan RABB. Disebut Jibril jika sudah dalam bentuk fisik.

2-13. DZA seorang GRAZDAVODA

1. GRAZDAVODA adalah utusan yang memiliki berbagai kemampuan, akan muncul setiap pergantian ORIGOM untuk mengendalikan energy LAGRAVEN. Mampu membaca berbagai macam rahasia alam dan galaxy, berbahasa antar galaxy (telepathy maupun secara langsung), menyerap berbagai pengetahuan dan keterampilan secara cepat, dan mampu menjadi apa saja yang dia mau. Tugas utama mereka adalah menyelaraskan pergantian ORIGOM dan membina umat di seluruh Dunia, untuk memiliki kesadaran TAURI (tauhid).
2. GRAZDAVODA dilarang untuk sembarangan menunjukkan kemampuannya, harus disimpan untuk membenahi Planet Bumi dan membenahi segala peralatan pengaman Planet Bumi. Salah satu jaring pengaman itu adalah semua DORPHALL yang ada di planet tempatnya tinggal. Memiliki wewenang untuk memerintah Pasukan ETHEPHAKA.
3. GRAZDAVODA adalah penghuni planet di mana dia tinggal, hanya memiliki mutasi sel, sehingga mampu mengakselerasi energy sesuai kebutuhan. Wujudnya tidak aneh dan tidak menunjukkan kelebihan apapun. Biasanya, mereka bekerja sendiri tanpa melibatkan orang lain, apalagi punya murid.
4. Tiap ORIGOM, diutus seorang GRAZDAVODA. Untuk ORIGOM 434 ke 435, GRAZDAVODA adalah DZA. Untuk ORIGOM sekarang, sebagian penduduk planet harus dipersiapkan untuk jaga-jaga menghadapi serangan ZERVO.
5. GRAZDAVODA 433 ke 434, sebelum DZA, menjadi ARWATHA ssetelah 100 tahun terjadi pergantian ORIGOM. Namanya ERDEVA berjuluk QALKHY atau Energy yang Kekal.

2-14. Energi di Masjid Nabawi dan Masjid Haram

1. Ada DORPHALL di bawah rumah Nabi, sekarang namanya Raudhah. Dibuat oleh ADHAMA (Nabi Adam).
2. Ketika mau buat rumah, rasul sudah tahu keberadaan DORPHALL.
3. Untuk menyenangkan kaumnya, lokasi rumah diundi dengan membiarkan unta berjalan. Rasul “membisiki” untanya agar berhenti tepat di atas DORPHALL.
4. Rasulullah betah shalat (sujud) lama di situ karena pengaruh Dorphall bisa meningkatkan akselerasi sel.Ngobrol, taklim, dan memutuskan segala sesuatu selalu di Raudlah.
5. Di Masjidil Aqsa ada Dorphall besar juga dan bisa juga berfungsi sebagai portal seperti di Bakkah (Mekkah).
6. Khusus, pada saat shalat di Raudhah usahakan sujudnya lebih lama, rasakan dan resapi (30 det – 1 menit), pada saat salam tutup mata, cubit bgian hidung atas di bawah antara dua alis lalu buka matanya.
7. Rasulullah SAW mengatakan ada DORPHALL besar disana. Di atas DORPHALL itulah Rasulullah SAW tinggal.
8. Di Mesjid Quba ada radiasi Dorphall. Dorphall nya terletak tepat di bawah tempat sujud Dicky, di area shaff shalat. Dorphal di sini lebih besar dari Dorphal yang di Nabawi.
9. Ketika DZA umrah, awan selalu mengikuti dan menutupi Ka’bah. Kembali ke Lobby Hotel, awan kembali membuyar. Begitu keluar hotel, kembali awan menggumpal mengikutinya.
10. Awan ini terjadi karena pengkondisian dari radiasi MAKRHA dengan sel tubuh yang mampu menyesuaikan akselerasi, maka akan menarik uap air di udara yang mengapung pada jarak tertentu, dan akan mengikuti sumber tenaga (DZA).
11. Ka’bah sudah ditinggalkan para Mahluk Cahaya (malaikat). Ketika prosesi Umrah dilakukan, DZA coba memohon pada Sang Maha Pencipta untuk memberi petunjuk. Mulai di atas Ka’bah muncul gumpalan-gumpalan awan dan diam di sana selama prosesi Umrah selesai.
12. Mahluk Cahaya meninggalkan Ka’bah karena terusir oleh manusia yang datang dengan sarat kepentingan dan unjuk tingkat egoisme sangat tinggi. Egoisme mereka mengeluarkan energy buruk menguar ke angkasa, dan berhasil mengusir para Mahluk Cahaya. Makanya semua yang mengikuti prosesi di Ka’bah merasakan hambar, tidak seperti di Masjid Nabawi, tepatnya di Raudhah. Semua mengalami pengalaman spiritual yang berbeda.
13. Masjid itu adalah tempat beribadah, dan mesjid kita ini adalah Planet Bumi.
14. Di Masjidil Haram, DZA shalat di hotel karena tidak mau menyerap energi buruk dari manusia yang hadir disana, yang terserap oleh MAKRHA. Sekarang energy radiasi MAKRHA sudah terlalu besar tercemar oleh mereka yang senang Kurafat, egois, penyuruh Allah SWT.
15. Energy MAKRHA di Masjidil Haram sendiri memang harus di reparasi secara perlahan.
16. DZA sendiri jarang shalat di Mesjidil Haram karena terlalu besar energy buruknya.

2-15. Sa’i dan Kisah Nabi Ismail

1. Prosesi Sa’i yang sebenarnya adalah merasakan secara emphaty apa yang dirasakan oleh Siti Hajar ketika dengan tidak putus asa mencari air.
2. Ismail dengan akselarasi sel 40% bisa menyedot air Zam-Zam dari dalam tanah.
3. Waktu sa’i, Seharusnya kita membayangkan energy Ismail menyedot energy dari dalam tanah, lalu melekatkan semua perasaan yang terpancar atau dipancarkan oleh Siti Hajar ke dalam batu secara lengkap mencapai dua bukit safa dan marwah.
4. Sekarang sa’i yang kita lakukan dijauhkan dari proses membuka diri pada rekaman alam seperti itu, diganti oleh berbagai macam doa yang hanya sebatas mulut dan tenggorokan saja.

2-16. DORPHAL dan MAKRHA

1. Di masjid nabawi ada DORPHAL buatan ADHAMA yang sangat membantu proses aktifasi sel-sel otak jika kita melakukan sujud dimana darah dan oksigen banyak terkonsentrasi di otak.
2. Di Ka’bah ada asteroid MAKRHA yang memancarkan radiasi dimana radiasi ini dapat membantu mengakselerasi mythocondria jika saat Thawaf kita melakukannya dengan benar, yaitu dengan menggesekkan telapak kaki ke lantai selama melakukan thawaf.
3. Dua manfaat ini mendukung penjelasan bahwa “sel otak yang aktif berbanding lurus dengan Tenaga Dalam”.

2-17. Energi Gua HIRO (KHIRHA)

1. DZA ngos-ngosan naik ke Gua Khirha karena ada aliran energi dari Jabal Nur.
2. Energi itu adalah energi yang terpendam selama 1400 ketika Rasulullah berlatih di sana selama belasan tahun dan diserap oleh batuan di Jabal Nur.

2-18. Sholat

1. Bacaan shalat kita selama ini hanya sampai sebatas tenggorokan saja, padahal seharusnya dilakukan sampai tingkatan molekular tubuh kita.

2-19. Kisah Gua KHIRHA Lagi

1. DZA merasakan kekuatan Rasulullah SAW jauh lebih kuat dari kekuatan ORIGOM.
2. Wajar kalau kita ber-shalawat pada manusia dengan kekuatan sehebat ini.
3. Energy metafisika Jabal Nur itu merupakan fondasi dari energy metafisika yang ada di Planet Bumi. Tapi tanpa itu pun semua energy metafisika bisa jalan, hanya akan semakin kokoh apabila mampu memiliki energy Jabal Nur.

2-20. Agar Doa Sampai Molekular

1. Berdoa itu seharusnya sampai tingkatan molekular tubuh kita, jangan hanya sampai sebatas tenggorokkan
2. Semua manusia dan segala yg ada di alam semesta ini saling terhubung dalam perspektif molekular
3. Dua pernyataan diatas adalah clue yg DZA berikan untuk menjawab pertanyaan mengapa do’a itu ada yg dikabulkan dan ada yang tidak.
4. Ketika shalat, DZA menganjurkan untuk bersatu dengan alam semesta lalu menghadap Allah SWT.

2-21. Energi Rasul saw di Makam

1. Jasad Nabi SAW masih utuh dan memancarkan radiasi energi.
2. Kata DZA latihan di Raudhah sama berkali lipat latihan di rumah bertahun-tahun. Perbanyak sujud di sana.
3. Areal Masjidil Haram itu tidak cocok utk dipakai shalat. Energi yang dipancarkan Makrha terlalu kuat sehingga kalau kebanyakan shalat akan pusing. Shalat di sini hanya yang wajib saja dan beberapa sunat. Selebihnya thawaf sebanyak-banyaknya.
4. Keutamaan shalat itu di Nabawi.

2-22. Memahami Shalat

1. Gerakan Nabi saw pada shalat karena merasakan seluruh vitalitas energinya dapat disirkulasikan. Apalagi dibantu dgn adanya dorphall. Yang mana ketika semua menjadi lebih baik energinya, maka akses kepada nilai-nilai shalat itu menjadi lebih gamblang.
2. Shalat dilakukan pada 3 waktu (sesuai AQ: terbit matahari- tergelincir matahari-tenggelam matahari) karena pada waktu-waktu tersebut manusia terkena pengaruh kondisi alam yg jika tidak “diwaspadakan” maka akan kabur dari nilai-nilai tersebut.
3. Spiritual Shalat harus diketahui secara benar. Kuncinya mengenal tubuh dan alam secara benar, baru kita akan bisa mendirikan Shalat.

2-23. Tafsir Khataman Nabiyin

1. Di Surat Al Ahzab-40, arti Khatam bukan penutup, tapi cincin stempel atau Nabi yang sangat istimewa dan merupakan stempelnya semua para Nabi.
2. Jadi, Muhammad saw adalah patokan semua Nabi, nabinya para nabi.
3. Secara bahasa pun arti Khatam itu bukan penutup, tapi memang cincin stempel.

2-24. ZALZHOLI

1. ZALZOLI adalah cairan kental berwarna berubah-ubah yang merupakan inti zat dari pembentukan sebuah Planet.
2. ZALZOLI belum pernah dibahas oleh siapapun, karena unsur ini adalah inti dari ARDHRANK. Sebetulnya kalau hadits tentang ini tidak dihilangkan, manusia akan mengetahui sejak dulu.
3. Kata ZALZOLI ini di dalam Al Qur’an terdapat di dalam surat Al. Hijr ayat 28. Disana dikatakan SHALSHALI.

2-25. BHALLAMIN dan Nabi Ayyub

1. Di zaman Nabi Ayyub as, BHALLAMIN (Raja Atlantis) menyebarkan virus penyakit.
2. Untuk menyelamatkan umat, Nabi Ayyub berkorban dengan menyerap semua penyakit yang disebarkan.

2-26. Kisah Nabi Nuh

1. NUH atau NEHWA atau NOAH atau ENOCH atau NAHFA atau apapun sebutannya itu adalah julukan untuk Sang Pembuat Bahtera.
2. Ada beberapa pembuat Bahtera sebelum yang diceritakan di dalam Al-Qur’an.
3. Yang diceritakan di Al-Qur’an itu kejadian bencana tenggelamnya sebuah pulau besar sisa Benua Lemurian di sekitar Pacific yang bernama Pulau DELOZ, yang berarti “Benua yang hilang terakhir”.

Proses Editing

Kami merapikan catatan ini ke dalam 10 jilid dan membaginya ke dalam bab-bab untuk mempermudah pengkajian paham Dicky Zainal Arifin, Guru Utama LSBD HI, yang dilakukan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s