Pertemuan Mantan Anggota dan Wasdal LSBD HI


Usaha mengungkap paham diduga menyimpang Dicky Zainal Arifin (DZA) di lembaganya, Lanterha the Lemurian Meditation (LTLM) yang dahulu dikenal sebagai Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), bergulir bagaikan bola salju, semakin besar dan luas. Momen ini bisa dilacak kembali pada acara pertemuan para mantan Pengawas dan Pengendali (Wasdal) LSBD HI, mantan anggota LSBD HI, dan admin Hikmatul Iman Watch (HIW) pada tanggal 23 April 2016 di kediaman Kang Jajat Sudrajat, mantan wasdal yang juga masih sepupu DZA.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pertemuan ini dihadiri oleh 8 orang mantan wasdal LSBD dan sisanya merupakan orang-orang dekat DZA dan juga murid pertamanya.

Daftar hadir silaturahim mantan hi
Daftar hadir silaturahim mantan hi

Dalam pertemuan ini, ada banyak kisah yang diangkat. Kang Yudi Wahyudin, yang merupakan salah satu mantan wasdal paling vokal dalam menyikapi paham diduga menyimpang DZA, dengan tegas menyatakan bahwa para pendiri LSBD HI yang sesungguhnya adalah para wasdal. Merekalah yang bergerak di lapangan membentuk cabang dan ranting. Kang Cucu Suherdiana, wasdal yang juga rekan kuliah DZA di STKS, menceritakan bagaimana dahulu DZA memiliki kebiasaan membeli ilmu, yaitu memperoleh ilmu kesaktian dengan melakukan wirid-wirid dan puasa. Masih banyak kisah-kisah tentang DZA dari para wasdal yang masih perlu kami ungkap secara khusus.

Foto bersama para mantan anggota dan wasdal LSBD HI.
Foto bersama para mantan anggota dan wasdal LSBD HI.

Melalui perbincangan antara HIW dengan para mantan wasdal dan para murid pertama LSBD HI, kami sepakat akan keberadaan paham menyimpang DZA di lembaga tersebut. Melalui investigasi mandiri para mantan wasdal, kecurigaan admin HIW tentang keberadaan keyakinan akan ketidakmurniaan mushaf saat ini di antara para murid LSBD HI akhirnya terbukti. Kang Jehan Hidayat, mantan wasdal dan juga ketua umum LSBD HI, memberikan tambahan data berupa salinan dokumen WhatsApp LSBD HI yang memuat diskusi agama antara DZA dan para murid dekatnya. Secara umum, para mantan wasdal merasa bertanggung jawab, sebagai orang yang telah membesarkan LSBD HI, untuk mencegah penyebaran paham menyimpang tersebut.

Wa Darto, wasdal paling sepuh pun menghadiri acara ini.
Wa Darto, wasdal paling sepuh pun menghadiri acara ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak jam 1 siang hingga 7 malam ini, admin HIW mencatat kisahkisah para mantan wasdal berkaitan dengan LSBD HI dan DZA, guru utama mereka. Kami juga mempersiapkan langkah-langkah praktis yang akan kami lakukan dalam waktu dekat, termasuk di antaranya bersama-sama melaporkan paham ini ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.

Koordinator Mantan Wasdal yang juga mantan Ketua LSBD HI, Jehan Hidayat, memberikan berkas permintaan fatwa pada MUI.
Koordinator Mantan Wasdal yang juga mantan Ketua LSBD HI, Jehan Hidayat, memberikan berkas permintaan fatwa pada MUI.

Sebelumnya, kami, mantan wasdal dan admin HIW, tidak saling mengenal. Tidak terbersit sedikitpun dalam rencana admin HIW untuk menghubungi mereka, apalagi untuk memprovokasi mereka sebagaimana tuduhan pihak LSBD HI. Begitu juga para mantan wasdal tidak memiliki sedikit pun niat untuk menyetir HIW sebagai bentuk pelampiasan karena merasa tidak disejahterakan oleh pihak LSBD HI, sebagaimana tuduhan DZA.

Kami bergerak atas dasar keresahan kami karena mengetahui adanya paham diduga penyimpangan aqidah Islam yang disebarkan ke para murid. Murid LSBD HI yang merupakan rekan kami, teman akrab kami, bahkan sebagian merupakan saudara kami. Apapun tuduhan mereka, bahwa kami ini gagal paham, tukang fitnah, tukang adu domba, anti Pancasila, anti NKRI, kaum radikal, tidak mau berpikir, …., dan seterusnya, boleh Anda tambahkan sendiri. Silakan saja. Kami tidak berminat membahasnya. Biarlah mereka sibuk dengan khayalannya. 🙂

Iklan

10 thoughts on “Pertemuan Mantan Anggota dan Wasdal LSBD HI”

  1. 😎 shrsnya identitas data pribadinya diLINDUNGI, krn diekspos mrk sekarang jd sasaran serangan,kecurigaan dan kebencian oleh DZA dan konco2nya, malah makin sulit memberikan data dan Dokumen2 tambahan lebih banyak yg mungkin cukup penting utk Bukti2 kongkrit di MUI atau Polda 😮

    1. Semua ada resikonya. Bagi yang takut menjadi sasaran serangan DZA dan konco-konconya, kami persilakan untuk mundur.

      Kami tidak menerima data anonim yang tidak jelas sumbernya dan tidak mau bertanggungjawab.

    2. Akhirilah konflik dan perang antar sesama, supaya hidup ini menjadi lebih indah.

      Sebenarnya kita semua adalah saudara…

  2. 🙄 Kalau sy Tdk setuju Identitas data pribadi pelatih yg sdh berbaik hati memberikan Dokumen2 dan Data utk bahan analisis penulisan artikel diekspose ke publik, simpan sj utk pemred atau utk pembuktian ke MUI,Polda atau utk penyelidikan d pengadilan bhw Data dan Dokumen di HIW valid,sah dan kongkrit 8)

  3. “Qur’an = furqon = pembeda (Maksud Allah
    menurunkan qur’an ialah untuk memaklumi/
    menerima perbedaan di dlm ayat2Nya maupun
    pada setiap makhluk2Nya atau ciptaan2Nya) jika
    Allah tidak menerima perbedaan, tidak akan ada
    yg haq dan yg bathil, tidak akan ada yg positif
    dan negatif, tidak akan ada panas dan dingin,
    tidak akan ada terang dan gelap, tidak akan ada
    siang dan malam, Dan tidak akan ada Matahari
    dan Bulan..”

  4. Tim hiw n mantan wasdal sudah lapor pihak berwajib blm ??? Alhamdulillah banyak rekan2 hi skrg yg berpikir kritis yang mempertanyakan tentang kebenaran keilmuan hi, n tentang td katanya kd punya td 40 % bnr ya ga itu ? Katanya klo blajar td bakal awet muda, tp klo liat para wasdal yg tahun2 lthn td ko malah ( maav ) tetep menua n tidak keren yah hehehe … trmsuk kd jga ko tidak gagah seperti akhytrema yah hehehe, maav lho saya cuma lagi berpikir ini … kan kita harus berpikir katanya … hehe silahkan rekan2 hi kita berpikir lagi …. mdh2n allah menjadikan kita semua sebagai orang2 yang pandai berpikir … aminnn

    1. saya kelihatan lebih muda kalau pegang duit. apalagi kalau dapet persenan 40 sampai 100 persen bisa tambah kinclong.

      1. 😛 mns mmg butuh uang, tapi jangan jadi Mata Duitan atau Gila harta(Matre) yg diperbudak harta.
        kang duit cocoknya bernama Mata Duitan, atau Hamba Duit 😛

    2. klo sama kaum 2.5% memang kelihatan menua… tapi klo yg melihatnya ber-TD tinggi: pendekar HI kelihatan malah makin muda…. halaaaah?

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s