Reaksi Dicky Zainal Arifin, Guru Utama LSBD Hikmatul Iman, Atas Pelaporan MUI Jawa Barat


Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) yang kini sudah berubah nama menjadi Lanterha the Lemurian Meditation (LTLM), langsung bereaksi setelah memperoleh informasi berupa sikap tegas pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat terhadap pahamnya yang diduga menyimpang. Berikut adalah tulisan Dicky yang kami ambil pada 8 Juni 2016 jam 6:11 dari akun facebooknya.

Inti tulisan ini:

  1. LSBD HI pernah dibenturkan dengan MUI Kab Cianjur.
  2. MUI Kab Cianjur terhasut dan terprovokasi, tanpa tabayun mengeluarkan Surat Rekomendasi nomor 113/R/MUI.Kab/VII/1434. menyatakan kejanggalan pemikiran Dicky.
  3. Ketua MUI Kab Cianjur terpaksa membuat Surat Rekomendasi itu atas tekanan kaum radikal. Bukti katanya tersedia, namun kami belum pernah menemukan keberadaannya
  4. Sudah lama diketahui bahwa di internal LSBD HI, terdapat kelompok radikal penghasut, anti Pancasila, tukang mengkafirkan, dll. (Salah satunya mereka jadikan ketua umum? Aneh sekali….) Sesuai prediksi, akhirnya mereka keluar.
  5. Dengan keluarnya kaum radikal, LSBD HI bermetamorfosa menjadi LTLM
  6. Ada pihak ketiga yang ingin memanaskan situasi.

Hingga saat ini, tulisan tersebut telah dibagi sebanyak 66 kali dengan jumlah like 461 dan 40 komentar. Sebagaimana biasa, kami mendukung para pembaca untuk menyikapi berita secara seimbang dengan mengklarifikasi fakta ke kedua belah pihak. Untuk referensi, baca juga reaksi pihak Lanterha tentang pelaporan ini.

Reaksi Dicky Zainal Arifin, Guru Utama LSBD HI, di Facebook Menyikapi Sikap Tegas Sekum MUI Jabar

Dicky Zainal
17 hrs
Kami tahu sedang di adu domba
Ketika Organisasi kami dibenturkan dengan MUI Cianjur , yang dengan mudahnya terhasut dan terprovokasi tanpa bertabayyun lalu mengeluarkan surat rekomendasi bahwa Dicky Zainal Arifin berpikiran janggal , kami sebagai umat Islam yang berpikir segera tahu , bahwa terjadi upaya mengadu domba umat Islam agar menjadi lemah dan selalu berbenturan satu sama lain. Hal itu terbukti setelah kami konfirmasi pada Ketua MUI Cianjur pada waktu , bahwa beliau TERPAKSA membuat rekomendasi tersebut agar kaum radikal itu diam ( ngarah jempling ) , berarti kami tahu bahwa beliau membuat surat rekomendasi itu dibawah TEKANAN ( rekaman pembicaraan dan video antara Dicky Zainal Arifin dan Ustdaz Lim yang waktu itu menandatangi sebagai Ketua MUI Cianjur ada dan lengkap sebagai bukti ) . Kami juga tahu , bahwa di dalam Organisasi kami , ada sekelompok radikal yang diam diam masih menghasut untuk menjadi anti toleransi , mengkafir-kafirkan mereka yang berbeda pendapat ( Kaum Takfiri ) , masih anti Pancasila dan UUD 45 , tidak menghargai budaya dan kearifan lokal dimana Islam mengajarkan sebagai Rahmat untuk seluruh alam , mereka yang tidak memperbolehkan seseorang mempelajari agama secara mendalam beserta urutan sejarah secara objektif karena itu adalah wilayah “Ulama” , mencari profit keuntungan pribadi dari Organisasi , dan masih banyak lagi hal hal yang akan menghambat kemajuan umat . Dikarenakan Organisasi kami semakin lama semakin besar , dan simpatisan semakin lama semakin banyak , baik itu Perorangan maupun Organisasi lain , maka kami mulai harus ber-metamorphosa menjadi bentuk Organisasi yang lebih bisa diterima secara Internasional. Sejak Tahun 2012 akhir , kami membuat Yayasan bernama LANTERA atau singkatan dari LANTUNAN NURANI BAHTERA , sebagai payung dan landasan hukum pergerakan di dalam membantu memakmurkan umat , nama YAYASAN HIKMATUL IMAN berubah menjadi YAYASAN LANTERA .
Kami juga tahu sejak lama , bahwa di dalam Organisasi sudah ada “api dalam sekam” dari mereka yang “gagal paham”. Oleh sebab itu , harus ada upaya “pembersihan dan pembenahan diri” Organisasi sebelum lebih melangkah jauh . Namun kami harus membersihkan Organisasi ini secara cantik , tidak boleh “main usir” begitu saja , dan kami memprediksi dalam beberapa waktu ke depan , akan ada orang “gagal paham” yang tidak kuat lagi , dan pasti akan mengajak-ajak untuk keluar dari Organisasi .
Sesuai “PREDIKSI” , dan seiring dengan mengundurkan dirinya mereka yang gagal paham di Organisasi kami , maka inilah saat tepat untuk memulai lompatan pergerakan . Secepatnya kami membuat “surat resmi” untuk “meresmikan” pengunduran diri mereka secara simbolik, sesuai dengan rencana awal sebagai sarana pembersihan diri tersebut . Kami juga sudah memprediksi bahwa mereka yang gagal paham dan mengundurkan diri tersebut akan mengadu domba pihak kami dangan pihak lain , dengan cara melaporkan hal hal yang tidak sesuai kenyataan , dan hal hal yang mereka gagal pahami sebagai sesuatu yang dianggap “sesat” dengan memanfaatkan pihak “ketiga” yang sudah lama membenci Organisasi kami . Pihak ketiga inilah yang jauh lebih bersemangat untuk memanas-manasi Organisasi lain agar berbenturan dengan pihak kami . Cara mereka adalah meng-croping sebagian pembicaraan dan tulisan bocoran dari kaum gagal paham , yang dianggap bisa dipergunakan untuk membuat situasi menjadi panas .
Untuk membentuk insan yang Islami dan menjadi Rahmat untuk Alam Semesta , maka diperlukan manusia yang mengikuti perintah Sang Maha Pencipta untuk berpikir dan berkarya nyata . Semoga semua yang kami upayakan untuk kebaikan Planet ini , diberi kelancaran oleh Sang Maha Pencipta dengan bergabungnya semua kaum yang berpikir dan mau memikirkan .
Semoga Waspada dan jangan mau di adu domba . Bangunan kokoh dibentuk oleh unsur yang berbeda .

Reaksi Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lanterha the Lemurian Meditation.
Reaksi Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lanterha the Lemurian Meditation.
Iklan

4 thoughts on “Reaksi Dicky Zainal Arifin, Guru Utama LSBD Hikmatul Iman, Atas Pelaporan MUI Jawa Barat”

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s