Kisah Wasdal #4: Kang Dicky, Sambaran Petir, dan Demam Berdarah


Apa hubungan antara Kang Dicky, sambaran petir, dan demam berdarah? Mungkin hanya Kang Jajat Sudrajat yang bisa menjawabnya secara rinci.

Tidak berlebihan jika para mantan wasdal (Pengawas dan Pengendali) Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) menyatakan bahwa semua rahasia Kang Dicky ada di Kang Jajat. Keduanya masih berkaitan keluarga, Kang Jajat adalah sepupu Kang Dicky. Sejak kecil, mereka berdua adalah teman bermain sebagaimana layaknya sepasang saudara. Melalui ajakan Kang Cucu Suherman, juga mantan wasdal, Kang Jajat direkrut menjadi anggota terakhir dewan pelatih Hi, #16 DP. Menyandang nomor terakhir, enam belas, membuatnya dijuluki Si Bungsu oleh para wasdal lain. Tugas utama Kang Jajat adalah membantu administrasi LSBD HI yang baru saja lahir. Sehingga total keterlibatan beliau berawal sejak pendirian LSBD HI di tahun 1989 hingga tahun 1996.

Kang Jajat mengisahkan rahasia di balik mitos Kang Dicky disambar petir.
Kang Jajat mengisahkan rahasia di balik mitos Kang Dicky disambar petir.

Perlu diketahui bahwa Kang Jajat juga merupakan salah satu dari 4 orang pendiri yayasan Alhikmatul Iman, yang kemudian berubah nama menjadi Yayasan Hikmatul Iman saat ini. Tiga orang pendiri lainnya adalah almarhum bapaknya Kang Dicky, adik bapaknya Kang Dicky, dan almarhum kakak bapaknya Kang Dicky. Untuk mengakomodir Dicky muda yang maniak dongeng-dongeng silat ditambahkanlah ke dalam yayasan ini lembaga seni bela diri. Nah, sekarang Anda tahu sejarah di balik pendirian LSBD HI.

Anggaran Rumah Tangga LSBD HI
Anggaran Rumah Tangga LSBD HI
Sejarah pendirian LSBD HI bisa dilacak kembali ke Kang Jajat.
Sejarah pendirian LSBD HI bisa dilacak kembali ke Kang Jajat.

Kembali ke permasalahan awal, apa hubungan Kang Dicky, sambaran petir, dan demam berdarah?

Tahun 1994 akhir bulan desember, Kang Dicky dibawa ke Rumah Sakit Kebon Jati. Darahnya menggumpal disertai muntah-muntah. Kang Yudi Wahyudin, salah satu mantan wasdal juga, termasuk yang sibuk menjaga Kang Dicky di rumah sakit. Perawat yang akan mengambil darah Kang Dicky sempat kesulitan mengambil darah beliau karena suntikannya tidak kena urat. Entah bagaimana, tersebar kabar di kalangan murid HI bahwa Kang Dicky kebal disuntik. Padahal, akhirnya bisa juga. Darah bisa diambil sebagaimana pasien pasien normal lainnya.

Di ruangan isolasi rumah sakit, Kang Dicky memegang erat tangan Kang Jajat. Dengan mimic muka serius, dia berkata ingin menyedot energi Kang Jajat. Kang jajat hanya diam sambil memikirkan jenis khayalan apa yang ada dalam pikiran saudaranya yang sakit parah ini.

Di ruangan, Kang Yudi Wahyudin pun sibuk menerapi Kang Dicky. Kang Dicky memintanya untuk menempelkan telapak tangan ke telapak kaki Kang Dicky. Kang Dicky berujar bahwa dirinya akan menyedot energi Kang Yudi. Kang Yudi berkata ke penulis, “Kalau benar waktu itu energi saya disedot, seharusnya saya kan merasa lemas, kehabisan tenaga. Tapi, ini tidak. Ditipu urang nya!

Kang Jajat bersama para mantan wasdal dan murid angkatan pertama LSBD HI dalam pertemuan mantan anggota HI yang dihadiri penulis.
Kang Jajat bersama para mantan wasdal dan murid angkatan pertama LSBD HI dalam pertemuan mantan anggota HI yang dihadiri penulis.

Khayalan-khayalan ini masih berlanjut. Kang Dicky juga berkata ke Kang Yudi bahwa saat itu beliau menyedot energi pasien-pasien lain di UGD. Akibatnya, banyak yang meninggal karena kehabisan energinya. “Tapi, kenapa saya dan Kang Jajat tidak terpengaruh sama sekali? Tidak lemas apalagi mati. Ditipu deui urang nya!,” komentar Kang Yudi.

Setelah Kang Dicky sembuh, entah bagaimana awalnya, beberapa bulan kemudian beredar cerita bahwa sakit Kang Dicky waktu itu adalah muntah darah karena tersambar petir ketika latihan di Punclut. Dari gigitan nyamuk menjadi sambaran petir, distorsi informasi yang luar biasa! Seiring berjalannya waktu, cerita itu tidak terdengar lagi. Apalagi kalangan murid HI generasi berikutnya, mungkin mereka banyak yang tidak tahu.

Nah, sekarang Anda tahu hubungan antara petir, Kang Dicky, dan demam berdarah. Ternyata, Kang Dicky juga manusia biasa seperti kita. Bisa menyedot energi orang hingga mati. Ooppss!

Jajat Sudrajat, mantan-wasdal LSBD HI, memakai baju takwa.
Jajat Sudrajat, mantan-wasdal LSBD HI, memakai baju takwa.
Iklan

3 thoughts on “Kisah Wasdal #4: Kang Dicky, Sambaran Petir, dan Demam Berdarah”

  1. wkwkwk….hebat.. dsaat sakit parah hmpir skarat mungkin. msih bisa ngibul.dgn mimik muka serius. haha.. wktu itu muridny itu sdh sdr ga klo mreka dikibulin.. dgn mimik muka serius..haha

    tpi anehnya knp pnelitian KD tntang dorphal itu bisa trbukti ya. kan itu pkai alat2 elektronik. dan trbukti trdeteksi ada dragonball(dorphalny).pkai android pun katanya bisa tuk mlacak anomalinya. dan wktu ke arab sana juga. ktny benar2 trdeteksi ada dorphalny. kenapa jadi itu ada dsitu. dan apa pnjelasan yg tepat untuk kbradaan benda bulat itu.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s