Kisah Wasdal #3: Ketika Kang Dicky Dituduh Tidak Sholat


Pertemuan silaturahmi mantan anggota Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI, sekarang berubah nama menjadi Lanterha The Lemurian Meditation) pada tanggal 23 April 2016 memberikan banyak informasi menarik tentang sejarah lembaga tersebut. Wajar saja, yang datang adalah murid HI angkatan pertama, merekalah yang kemudian dikenal sebagai wasdal (pengawas dan pengendali), satu tingkat di bawah Guru Utama, Kang Dicky.

Dede-Hadian-Anwar-hikmatul-iman
Dede Hadian Anwar, murid LSBD Hikmatul Iman generasi pertama.

Dede Hadian Anwar adalah salah satu murid angkatan pertama di LSBD HI, mulai latihan pada tahun 1990 di ranting Sikikurma, singkatan dari Silaturahmi Keluarga Masjid, di Srimahi Baru. Walaupun murid angkatan pertama, seangkatan dengan para wasdal, Kang Dede tidak pernah secara formal menjadi anggota HI. Beliau tidak pernah mengikuti ujian atau pengukuhan. Namun, beliau aktif terlibat di kegiatan LSBD HI. Beliau juga yang membuat stiker produk HI, minuman Ragani dan Pupuk DZA.

Pernah ada obrolan menarik antara Kang Dede dan Kang Dicky di sekretariat HI di Jalan Rajamantri Kulon. Ketika itu, dua jumat berturut-turut Kang Dede tidak melihat Kang Dicky pergi sholat Jumat. Ketika waktu sholat Jumat, Kang Dicky malah masuk kamar. Kang Dede heran, bahkan mengamatinya hingga selesai waktu sholat jumat. Akhirnya dia mempertanyakan keganjilan ini kepada Kang Dicky. Sambil tertawa, Kang Dicky mengaku dia sholat di masjidnya sendiri yang ada di langit. Semakin bingung, Kang Dede terus bertanya, “Apakah sholat jumatnya dengan raga ataukah jasad saja?” Kang Dicky menjawab “Kalau mau, akang bisa sholat jumat di Masjidil Haram, Makkah.” Mendengar ini, Kang Dede semakin yakin bahwa orang yang dia hadapi ini terlalu banyak berhalusinasi.

Ini bukan tuduhan “tidak sholat” pertama kali pada Kang Dicky. Bahkan, Kang Dicky pernah mengadakan secara khusus acara tabayun, yang di antaranya membahas selentingan bahwa Kang Dicky meninggalkan sholat. Nah, bagaimana jawaban beliau? Silakan dengarkan rekamannya pada menit ke 7:14.

Beliau katakan bahwa saat ini kondisinya darurat. Saat itu, musuh-musuh Kang Dicky sedang mencari kelengahan Kang Dicky. Dalam keadaan darurat, shalat bisa dengan isyarat. Kang Dicky menjelaskan “Akang ketika sholat, tidak ingat apa pun sehingga gampang dibokong oleh musuh.” Tapi, ini bukan berarti Kang Dicky takut mati. Mati sekarang atau besok tidak jadi masalah bagi Kang Dicky. Tapi, dalam keadaan genting kita harus waspada. Tidak ada salahnya kita menjaga nyawa kita demi menghidupi yang lain. Kang Dicky juga menyatakan “Jika akang mati, siapa yang akan menghidupi istri dan anak? Kalau bisa dihidupi, ya…. Tapi, bagaimana pun juga, mereka kan masih membutuhkan akang.” Jadi, sebetulnya saat itu Kang Dicky sedang memperhitungkan situasi keamanan dirinya.

Dulu Kang Dicky memang tidak sholat di depan umum. Kalau Kang Dicky sholat, pasti banyak serangan musuh. Jadi, Kang Dicky sholat itu harus kucing-kucingan, mencuri-curi waktu. Terpaksa, tidak di depan Anda. Misalnya, waktu di dalam mobil jika ada kesempatan untuk diam, maka diam dulu. Dalam kondisi darurat bisa saja kan, sholat dengan isyarat, sholat di dalam mobil.

Adapun sekarang kondisinya sudah aman. Sekarang Kang Dicky bisa sholat berjamaah lagi, sholat bareng-bareng, bisa belok dulu kalau di perjalanan.

Tapi, Kang Dicky memang mengakui ini sebagai kesalahannya. Kesalahannya karena Kang Dicky tidak mengkomunikasikan keadaan berbahaya yang mengancam dirinya. Kang Dicky ingin berperang sendiri, tidak ingin mengajak yang lain. Kang Dicky tidak ingin merepotkan dan membahayakan yang lain.

Melalui pemberitaan ini, kami berharap kita semua tidak berprasangka buruk pada Kang Dicky. Apalagi sampai menuduh pencipta Ritual Sholat Tanpa Bacaan (RSTB) ini tidak pernah sholat. Jawabannya di antara dua, mungkin beliau shalat di masjid di langit atau beliau sedang dalam kondisi darurat perang.

Iklan

3 thoughts on “Kisah Wasdal #3: Ketika Kang Dicky Dituduh Tidak Sholat”

  1. menjelaskan“Akang ketika sholat, tidak ingat apapun sehingga gampang dibokong oleh musuh.” Tapi,ini..
    Jadi bacaan dan gerakan sholat ny jg tdk ingat?
    Apa sj bacaan dan gerakan yg dgunakan klw tdk ingat, dg bacaan yg dikarang sendiri (Sakainget)?

  2. Para mantan pasien di Mengger dan pasirwangi yg sdh mengantri sjk jm 4 subuh smp jm 8 ,dn yg antri jm 11 siang smp 4sore pasti sdh mngetahui klw kang dicky trnyta Tdk sholat subuh,lohor dan ashar krn pd jam2 tsb selalu terlihat berada bersama antrian.
    Namun setelah sekitar thn 2000-an awal, jadwal penerimaanpasien diubah spy ”TDK TERLIHAT bersamaan” dg jam sholat.
    Bahkan Mendadak membuka pelatihan sholat khusuk dadakan yg pd tahun2 tsb sdg ngetrend, pdhal sblm Ust.Abu Sangkan memperkenalkan training sholat khusuk, kang dicky tdk terlihat tertarik bcra ttg praktek sholat,sehari2 hnya bcra ttg persilatan dan pengobatan Alternatif.
    Mantan pasien thn’90-an yg pernah mengantri pengobatan sblm thn 2000 boleh Curhat dan Kompirmasi pengalamannya di sini

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s