Kisah Wasdal #1: Keluar Karena Paham Sesat Ritual Sholat Tanpa Bacaan (RSTB) di LSBD HI


Kang Cucu adalah rekan kuliah seangkatan Kang Dicky, Guru Utama LSBD HI, di STKS. Beliau diminta oleh Kang Dicky untuk bergabung dan mengembangkan LSBD HI (Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman). Beliaulah yang menjadi pelopor berdirinya LSBD HI di STKS, SMA 3, SMP 5, Industri, UNINUS, dan APT (sekarang Unwim Tanjung Sari). Di deretan Dewan Pelatih, beliau memegang nomor 2, dikenal sebagai DP #2.

Kang Cucu Suhardiana, Mantan Wasdal LSBD Hikmatul Iman.
Kang Cucu Suhardiana, Mantan Wasdal LSBD Hikmatul Iman.

Masalah muncul setelah ada kabar tentang Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) yang beredar di kalangan murid LSBD HI. Beliau pertama mendengar paham ini dari murid HI Banjar. Awalnya, beliau masih berprasangka baik. Menjawab pertanyaan para murid HI Banjar, beliau hanya menjawab “Mungkin para sufi bisa seperti itu, tapi kita tidak. Kita lakukan shalat saja yang seperti biasa.”

Paham ini terus berkembang. Suatu hari beliau ditelpon oleh Kang Amir Santoso, Pelatih HI. Kang Amir berkonsultasi pada beliau tentang paham RSTB yang didapatnya dari Kang Gunadi (Pelatih HI) dari Kang Dicky. Kang Cucu balik bertanya , “Mana yang lebih kamu yakini, sholat versi Kang Dicky atau sholat yang biasa?” Kang Amir memilih sholat yang biasa. “Maka, lakukanlah yang itu.” Demikian jawaban Kang Cucu pada Kang Amir.

Seiring waktu, paham RSTB di lingkungan HI Banjar semakin berkembang. Bahkan, di akhir 2015 ada beberapa murid yang menyatakan diri dari keluar dari keanggotaan HI.

Paham meresahkan ini membuat Kang Cucu menghubungi langsung Kang Dicky. Kang Cucu mencoba menelpon Kang Dicky meminta klarifikasi tentang paham RSTB, namun Kang Dicky menolak menerimanya. Telpon Kang Cucu hanya diterima oleh istri Kang Dicky.

Seiring waktu, muncul paham lebih gila dari Kang Dicky. Yaitu, bahwa 60% Qur’an saat ini palsu. Ini juga dikonfirmasi oleh Kang Yudi Wahyudin, mantan Wasdal.

Keresahan terhadap paham menyimpang dari aqidah dan tidak adanya inisiatif dari Kang Dicky untuk mengklarifikasi membuat 13 wasdal (Kang Cucu termasuk salah satunya) berinisiatif untuk berkumpul dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Hikmatul Iman.

Saat ini, para wasdal sudah siap untuk mengungkapkan data yang ada dan membendung penyebaran paham menyesatkan yang sudah meracuni para murid HI.

Semoga Allah mempermudah perjuangan mereka. Amin….

Iklan

9 thoughts on “Kisah Wasdal #1: Keluar Karena Paham Sesat Ritual Sholat Tanpa Bacaan (RSTB) di LSBD HI”

  1. ujung2nya nanti ngaku utusan terakhir yg diberi wahyu dr malaikat,sudah bs ditebak dr hayalan2nya.

    novelnya jd rujukan para muridnya seperti penyimpangan kitab talmuzd setelah taurat.

  2. Dari pada RSTB hanyak gerakan saja tanpa bacaan ya sekalian aja ngga usah sholat, kan sama aja hasil nya, lah wong sholat yang bener2 sholat sesuai syariat islam, saja belum tentu keterima ibadah kitanya terus ini tanpa bacaan ?

    Kalo emang bener seperti itu jadi ngga berani ngedekati HI untuk bergabung kembali latihan

    Shalat itu komunikasi hamba nya ke pada allah, pengaduan seorang hamba kepada sang pencipta, curhatan hamba kepada sang rohman rohim, keluh kesah hamba kepada sang wahaab, permintaan hamba kepada kholiq, nah kalo ngga ada jawaban, gimana allah mau ngejawab permintaan kita ?

  3. alhamdulilah perjuangan selama bertahun tahun nggak sia sia.. akhirnya pentolan HI padsa sadar juga. semoga semakin terkuak kebohongan2 dan kesombongan dicky.

  4. wkwkkwkw… 😀 lalay.. punya mata tpi tdk meliat, punya tlinga tpi tdak mendengar, punya AKAL tpi g’ di pake. hahahhaha.. tabyun lah dulu. 😀 jgn mau kta di adudomba. dtngi dulu yg bersangkutan. klu sya kaya gtu.

  5. untung rstb bkn rtual solat tnpa busana.haha.

    tpi tu rstb di hi apkh benar mnjadi pngganti ritual shalat lima wktu diislam.(klo benar bgitu,psti mnyimpang itu) atau kh rstb itu cuma smacam latihan yg diambil dri gerakan sholat. kan bnyk tuh org2 yg mmakai gerakn sholat untuk smacam ltihan prnafasan.. sy tau itu

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s