Ajaran Wishnu dan Sholat Rasul SAW menurut Novel Arkhytirema


Novel Arkhytirema yang diklaim oleh Dicky Zainal Arifin (penulis) dan para pengikutnya sebagai fiksi, ternyata tetap saja dikait-kaitkan dengan agama. Seperti yang disebutkan dalam salah satu blog penggemar novel ini bahwa Sholat awalnya ajaran Wishnu yang kemudian disempurnakan oleh Nabi Muhammad saw.

Ajaran WISHNU adalah ajaran leluhur dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW yang sekarang disebut SHOLAT

Apakah novel ini harus tetap dianggap sebagai fiksi dan tidak ada hubungannya dengan agama? Anda bisa menilai sendiri dari faktafakta yang ada.

Di novel ini, definisi istilah Wishnu dibahas dalam Glosarium Arkhytirema 1 halaman 73.

Glosarium Novel I, halaman  73, definisi Wishnu.
Glosarium Novel I, halaman 73, definisi Wishnu.

Di sana, Wishnu tidak secara spesifik dikaitkan dengan sholat, tapi dalam Arkhytirema Novel 1 sendiri dikatakan bahwa setiap singkatannya dikaitkan dengan gerakan shalat seperti ruku, sujud, dst.

Artikel Lengkap

Blog Zanuuragha-Membahas Ajaran Whisnu dan Syariat Sholat
Blog Zanuuragha-Membahas Ajaran Whisnu dan Syariat Sholat

W H I S N U

Apa itu WISHNU ?

WISHNU itu singkatan dari WASKITA, IRAADA, SATYA, HAMBAALA, NAARITHA & UMADITHA

  • WASKITA adalah sebuah prinsip dimana kita mewaspadai nafsu-nafsu yang ada di dalam diri kita. Bagaimana nafsu tersebut secara cerdas membuat semua hal yang buruk tentang diri kita menjadi indah dan terlihat baik, dalam artian kita selalu membuat pembenaran-pembenaran terhadap kesalahan yang kita buat. WASKITA ini berlaku ke dalam diri kita dan juga keluar diri kita. Kewaspadaan ini adalah kewaspadaan universal. WASKITA (kewaspadaan) akan membuat nafsu menjadi alat untuk kemajuan, bukan nafsu menjadi alat untuk mencari kesenangan dimana kita selalu ingin mencari enaknya sendiri. Sering tanpa memikirkan akibatnya bagi orang lain. WASKITA ini hanya bisa dicapai apabila kita benar-benar berfikir dengan tanpa beban untung dan rugi serta tanpa melibatkan enak atau tidak enak ketika melakukan sesuatu. WASKITA mengajarkan kita hanya memberi, tak harap kembali.

    WASKITA, disimbolkan dengan tangan kanan menempel di dada, tangan kiri menempel di perut dengan tubuh tegak.

  • IRAADA yaitu kembali kepada Sang Maha Pencipta. Segala sesuatu tidak pernah kita miliki secara pribadi. Semua yang datang dari Sang Pencipta akan kembali lagi kepada Sang Pencipta (Innalillahi wainnailahirojiun). Semua yang dimiliki oleh manusia hanyalah ujian.Tidak ada kepentingan lain, kecuali kita bekerja untuk Sang Maha Pencipta. Karena kita diciptakan adalah untuk mengabdi kepada Sang Maha Pencipta. IRAADA disimbolkan dengan RUKU
  • • SATYA artinya konsisten pada satu jalan, yaitu jalan Sang Maha Pencipta. Posisi SATYA disimbolkan tangan di samping badan berdiri tegak (I’ITIDAL). Posisi tersebut dimaksudkan agar kita benar-benar tidak melenceng dari jalan Sang Maha Pencipta dan kita tidak akan berpindah kepada ajaran yang menyesatkan.

  • HAMBAALA adalah penyerahan total kepada Sang Maha Pencipta tanpa syarat, dengan posisi SUJUD tetapi tangan lurus ke depan. Itu adalah simbol kepasrahan yang sangat total. Tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi tawar-menawar didalam memasrahkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
  • NAARITHA adalah satu sikap dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan bersimpuh di hadapan Sang Maha Pencipta dengan posisi seperti duduk di antara dua sujud (IFTIROSY). Itu adalah simbol dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Sang Maha Kuasa dan kita akan dihadapkan kepada pengadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada hakim yang Maha Adil selain Sang Maha Pencipta.
  • UMADITHA adalah sikap menerima dari semua keputusan Sang Maha Pencipta tanpa protes. Jadi, semua keputusan akhir, apapun yang kita lakukan, terkembali lagi kepada Sang Pencipta, baik di dunia maupun di akhirat (TAWARRUK).

Ajaran WISHNU adalah ajaran leluhur dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW yang sekarang disebut SHOLAT.

Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa mendirikan sholat bukan hanya menjalankan sholat atau sekedar ritual.

Sumber: http://zanuuragha.blogspot.com/2015/01/w-h-i-s-n-u.html

Arsip: http://web.archive.org/web/20150310051231/http://zanuuragha.blogspot.com/2015/01/w-h-i-s-n-u.html

Iklan

9 thoughts on “Ajaran Wishnu dan Sholat Rasul SAW menurut Novel Arkhytirema”

  1. Bisa ngaji tapi gak mau mengkaji
    Bisanya menjelek2kan orang (berJihat tidak sebecanda itu sodara2ku)
    Seorang ahli tafsir Al Qur’an juga cuma menafsirkan bukan dia yg hidup di jawan itu, semua yg orang mengkaji menuju jalan kebaikan sepertinya udah anda SANGKAL semua meski mengrujuk dengan tuntutan dan syariat Islam, Biarkan orang berdakwah dengan jalan orang masing-masing
    Tunjukkan Bahwa anda pemilik Web ini Seorang Khalifatullah, biarkan Allah SWT menjadi Hakimnya bukan anda
    Orang yang isinya menjelek2kan orang disebut apa ya hemmmm…..
    Jujur saya bukan murid HI
    HAKIM SEBENARNYA ALLAH SWT bukan saya apalagi anda isi Webnya isinya menjelek2kan hal ini lah itu lah manfaatnya apa? Bercermin dari diri sendiri saja kenapa, paling entar saya juga di telusuri di jelek2kan juga di cari kesalahannya di mana Kabeh Kue Menungsa Ndue Luput lan salahe ngertos?

  2. Temanku punya kawan, akibat belajar ilmu bergenre seperti ajaran KD ini, akhirnya pindah aqidah. Padahal kuliahnya pun di perguruan tinggi Islam.
    Na’udzubillah..
    Pak Abu Gosok jawab dong pertanyaan Pak Widjojo..

  3. Bisa jadi diki belajar sholat dari praktisi wishnu, bisa jadi pula belajar praktek wishnu dari praktisi sholat. Heuheu

  4. salahnya dimana sih..dari segi arti penjelasnya bukannya pokok2 ajaran islam adalah wishnu tadi?saya g paham apa yg dipermasalahkan..apa krna namanta kayak dewa2 hindu?masih terperangkap sama sampul saja berarti pemahamnya tanpa mau menggali dan memahami

  5. ini salah satu cara pemurtadan kaum muslimin. Baginda Nabi besar Muhammad SAW menerima sholat melalui perjalanan isra miraj sampai kelangit 7 disidrathil muntaha. Rasulullah langsung menerima ibadah sholat dri Allah (sangt jelas dlm Alquran & hadits). jdi salah jika sholat itu berasal dri keyakinan umat hindu apalgi dri dewa whisnu.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s