Khayalan Gunung Padang versi Hikmatul Iman


Luar biasa cuci otak yang dilakukan Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), pada murid-muridnya. Segala sesuatu mereka kaitkan dengan dongeng Lemurian karangannya. Termasuk Situs Gunung Padang di Cianjur yang saat ini simpang siur beritanya, apalagi ditambahi khayalan yang disebarkan komunitas HI.

Teknologi Canggih Gunung Padang

HI menyebut Gunung Padang sebagai Gunung PADRANG, dari Bahasa Lemurian. Mereka meyakini bahwa Gunung PADRANG merupakan situs peninggalan kebudayaan Bangsa LEMURIA. Dikatakan bahwa di sana terdapat beberapa teknologi canggih, yaitu:

  1. Teknologi ELLEMANPHATERA: susunan bebatuan yang ada di Situs Gunung PADRANG (batu SADA) merupakan bebatuan hasil dari “teknologi metalurgi purba” yang dinamakan ELLEMANPHATERA. Ini katanya adalah bukti bahwa leluhur kita sudah lama mengenal teknologi nuklir.
  2. Teknologi TRALLTHA: teknologi pemotongan dengan menggunakan lima unsur alam seperti air, angin, api, kayu, logam.
  3. Teknologi RHABAQALTRA: penyeimbang khusus untuk atmosfir ketika ada tentakel matahari supaya awet. RHABAQALTRA berfungsi sebagai radiator alam, menormalkan suhu bumi.

Anomali Magnetik dan Keutamaan Sujud di Gunung Padang

Diyakini bahwa di bawah Gunung PADRANG terdapat pasir ORIGOM yang dapat menyerap air dan dapat merasakan getaran-geteran di dalam bumi, sehingga dapat mendeteksi datangnya bencana. Itulah sebabnya di Gunung PADRANG terdapat anomali magnetik yang sangat besar.

Di radio, Dicky Zainal Arifin membahas bahwa sujud di tempat beranomali tinggi dapat meningkatkan akselerasi sel. Apakah kemudian berarti sujud di Gunung Padang juga memiliki keutamaan sebagai tempat sholat sebagaimana Masjid Nabawi dan Masjid Haram?

Referensi Ayat dan Ilmuwan

Seperti bualan mereka lainnya, tidak pernah ada sedikit pun pernyataan ahli yang mendukung kecuali sekadar kutipan-kutipan acak yang sifatnya umum untuk kemudian ditafsirkan agar mendukung klaim mereka. Tentu saja, selalu ada ayat Qur’an yang bahasannya umum sebagai pendukung kehebatan klaim mereka. Misalnya di sini adalah:

“Gunung Padang ini akan menjadi tonggak dan moment penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang kebudayaan” – Prof. Dr. Bambang Wibawarta, Dekan FIB UI

dan

“ . . . Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR.” (QS. Al-A’raf : 176)

Sejarah Bangsa Lemurian dan Atlantis

Diyakini bahwa NUSANTARA dulunya merupakan dataran tinggi Benua LEMURIA, leluhur dan awal peradaban dari seluruh bangsa-bangsa yang ada di dunia. Bangsa LEMURIA sangat maju dan canggih. Dibantu bangsa ATHLANT, mereka mengajarkan dan menyebarkan ilmunya ke seluruh dunia.

Bangsa ATHLANT lalu memisahkan diri dari Bangsa LEMURIA ke sebuah benua di tengah lautan Atlantik yang dinamai Benua ATLANTIS. Sejak itu pula Bangsa ATHLANT bermusuhan dengan Bangsa LEMURIA, sehingga terjadi peperangan besar. Benua ATLANTIS dan Benua LEMURIA akhirnya tenggelam karena ledakan ROD yang menghancurkan kaki-kaki benua. Bangsa LEMURIA pun “hijrah” ke planet LEMURIA di gugusan ORKANDAR. Sementara itu sisa Benua LEMURIA yang sekarang dinamakan NUSANTARA diklaim oleh Bangsa ATHLANT sebagai miliknya. Gunung PADRANG adalah salah satu hasil kebudayaan Bangsa LEMURIA yang telah dirusak dan disembunyikan oleh Bangsa ATHLANT.

Transkrip Lengkap Tulisan Gunung Padang versi Hikmatul Iman

Berikut adalah tulisan lengkap salah satu murid HI dari Ranting Sumedang, Suryadi. Diambil dari Grup Sumedang Tandang yang ia copy paste dari Halaman Facebook Salakanagara dan situs Arkhytirema. Ya, itulah penelitian ilmiah mereka, copy paste. 🙂

Khayalan kisah Gunung Padang versi Hikmatul Iman
Khayalan kisah Gunung Padang versi Hikmatul Iman

Suryadi Pinustanjungsari > Sumedang Tandang
Kemarin pukul 17:49
Gunung PADRANG (Dok.Salakanagara)

Gunung PADRANG merupakan situs peninggalan kebudayaan Bangsa LEMURIA. Bangsa LEMURIA adalah nenek moyang dari NUSANTARA bahkan merupakan awal dari peradaban yang ada di ARDH GRUMMA (Planet Bumi). PADRANG diambil dari bahasa ZHUNNDA (bahasa LEMURIA) yang artinya adalah JELAS, tidak ada hal yang tersembunyi.

Lokasinya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Pada Gunung PADRANG terdapat jalan untuk naik. Yang pertama adalah INOHONG (jalan menak, priyayi), biasanya jalan pintas, memotong. Yang kedua adalah ONTOHOD (jalan rakyat jelata), jalannya memutar dulu sebelum ke tujuan.

Secara Geologi umur Gunung PADRANG sekitar 10.900 tahun SM, namun secara Arkeologis usianya bisa jadi luar biasa jauh lebih tua. Tinggnya minimal 3 kali Candi Borobudur dan luasnya 10 kali luas Candi Borobudur. Gunung PADRANG bukan berfungsi sebagai tempat persembahan para dewa, melainkan sebuah bangunan Piramida yang ditimbun (disembunyikan) yang dahulunya berfungsi sebagai menara pusat informasi perhitungan ORIGOM dan prediksi bencana alam yang usianya lebih tua dari Kalender Suku Maya.

Disekitar situs Gunung PADRANG terdapat 4 piramida berbentuk segi empat dengan Gunung PADRANG berada di tengah sebagai pusatnya. Kempat buah piramid tersebut sebenarnya merupakan sebuah pemancar yang mengirimkan sinyal yang terletak ditengahnya sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah piramida, untuk kemudian sinyal itu ditembakkan ditembakkan keatas menuju ke Bintang ORIGOM.

Selain itu dibawah Gunung PADRANG terdapat pasir ORIGOM yang dapat menyerap air, dan dapat merasakan getaran-geteran di dalam bumi, sehingga dapat mendeteksi datangnya bencana. Itulah sebabnya di Gunung PADRANG terdapat anomali magnetik yang sangat besar. Mekanisme untuk pendeteksi bencana adalah air yang mengalir dalam generator yang berada di dalam piramida tersebut ditarik ke atas oleh pasir ORIGOM lalu diolah datanya. Sifat air yang mengalir tidak terputus dan akan terkoneksi dengan seluruh aliran air di ARDH GRUMMA (Planet Bumi). Fungsi air adalah media merambatnya informasi dari seluruh bagian dunia, melalui jaringan aliran sungai bawah tanah. Informasi yang terdapat di air ini kemudian ditransfer ke piramida PADRANG dengan mekanisme pasir ORIGOM. Pasir ORIGOM dikelilingi oleh batuan khusus. Jadi batuan inilah yang dimaksud sebagai generatornya lalu batu yang tersusun seperti bola berfungsi sebagai pemancarnya. Sehingga, bebatuan di kompleks Gunung PADRANG “menyambungkan” badan bumi dengan ‘sinyal angkasa” ORIGOM. Gelombangnya seperti tulisan LEMURIAN, yaitu perpaduan antara transversal dan longitudinal yang merupakan pola umum se-jagadraya, yang juga seperti untaian DNA dan karenanya, selaras dengan tubuh manusia.

Teknologi ELLEMANPHATERA

Kemudian salah satu yang menarik adalah bahwa susunan bebatuan yang ada di Situs Gunung PADRANG (batu SADA) merupakan bebatuan hasil dari “teknologi metalurgi purba” yang dinamakan ELLEMANPHATERA. ELLEMANPHATERA adalah teknologi peluruh elemen yang bisa melemahkan segala unsur terkeras untuk disatukan dengan unsur yang lain. Supaya elemen-elemen yang ada di Gunung PADRANG tahan lama dan tidak berkarat maka dileburlah batu dan logam Almunium menjadi satu dengan teknologi ini. Peleburan tersebut membutuhkan panas 60 ribu derajat Celcius, dan hanya teknologi nuklirlah yang mampu mencapai panas sejauh itu. Itu berarti bahwa nenek moyang kita sudah mengenal nuklir semenjak puluhan ribu tahun silam.

Itulah sebabnya di Gunung PADRANG terdapat yang namanya batu SADA, sada artinya bunyi. Jika di pukul maka akan berbunyi karena batu itu mengandung banyak logam yang disusun seperti parabola berfungsi untuk menangkap perubahan atmosfer/alam untuk membaca kalender ORIGOM. Jadi, batu SADA bukan berfungsi sebagai alat musik.

Teknologi TRALLTHA

Selain teknologi ELLEMANPHATERA, Bangsa LEMURIA juga sudah mengenal yang namanya teknologi TRALLTHA. Teknologi TRALLTHA merupakan teknologi pemotongan dengan menggunakan lima unsur alam seperti air, angin, api, kayu, logam. Caranya adalah dengan memampatkan tekanan, sehingga mempunyai daya potong yang luar biasa ketika dikeluarkan untuk memotong besi, batu, dll. Dengan hasil yang benar-benar rapi dan simetris. Dan jika diperhatikan, bebatuan di Gunung PADRANG berbentuk sangat rapi dan simetris serta berjumlah banyak. Bahkan ada beberapa yang dilobangi dengan sangat rapi dan akurat untuk dijadikan kaitan. Walaupun sekarang banyak batu yang yang sudah rusak atau diambil oleh masyarakat.

Teknologi RHABAQALTRA

Di Gunung PADRANG terdapat teknologi RHABAQOLTRA. RHA artinya matahari, BAQO artinya awet, LTRA artinya penyeimbang (khusus) untuk atmosfir ketika ada tentakel matahari. Jadi RHABAQOLTRA adalah penyeimbang khusus untuk atmosfir ketika ada tentakel matahari supaya awet. Cara kerjanya adalah dengan memadatkan atau memperkuat atmosfer sehingga kuat ketika terkena tentakel-tentakel matahari. Suhu bumi otomatis meningkat tajam, itulah sebabnya sering terjadi angin besar dimana-mana, yang fungsinya adalah mendinginkan suhu di bumi. Jadi RHABAQALTRA berfungsi sebagai radiator alam sehingga efeknya adalah suhu bumi akan menjadi normal.

Sejarah dan Hikmah

“ . . . Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka BERFIKIR.” (QS. Al-A’raf : 176)

Jika kita “melihat” sejarah jauh ke belakang, maka akan didapati bahwa NUSANTARA yang dulunya merupakan dataran tinggi Benua LEMURIA, adalah bukan hanya leluhur Bangsa Indonesia tetapi juga merupakan leluhur dan awal peradaban dari seluruh bangsa-bangsa yang ada di dunia. Peradaban Bangsa LEMURIA dulunya adalah peradaban yang luar biasa sangat maju dan jauh lebih canggih dari masa kita sekarang. Dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya, Bangsa LEMURIA mengajarkan dan menyebarkan ilmunya tersebut ke seluruh dunia dibantu oleh yang namanya Bangsa ATHLANT (Atlantis).

Akan tetapi akhirnya Bangsa ATHLANT ini memisahkan diri dari Bangsa LEMURIA dengan membuat sempalan dan mereka pindah ke sebuah benua ditengah lautan Atlantik dan diberi nama Benua ATLANTIS. Sejak itu pula Bangsa ATHLANT bermusuhan dengan Bangsa LEMURIA. Bangsa ATHLANT tidak mau kalah dengan Bangsa LEMURIA, sehingga terjadi peperangan besar yang mengakibatkan tenggelamnya Benua ATLANTIS dan Benua LEMURIA yang diakibatkan ledakan ROD yang menghancurkan kaki-kaki benua. Benua ATLANTIS pun musnah tenggelam. Bangsa LEMURIA pun “hijrah” ke planet LEMURIA di gugusan ORKANDAR. Sementara itu sisa Benua LEMURIA yang sekarang dinamakan NUSANTARA diklaim oleh Bangsa ATHLANT sebagai miliknya. Semua peninggalan Bangsa LEMURIA dihapuskan sedemikian rupa dengan cara dirusak, dan disembunyikan sehingga sekarang kebanyakan dari kita sebagai Bangsa Indonesia tidak mengetahui siapa sebenarnya nenek moyang kita dan jati diri kita yang sebenarnya.

Mereka yang menang peranglah yang berhak menulis sejarah. Bangsa ATHLAT pun selain memusnahkan peradaban Bangsa LEMURIA, mereka juga menjejali seluruh umat dengan berbagai macam sejarah-sejarah palsu dengan memutarbalikkan sejarah ada. Contohnya dengan menanamkan doktrin selama berabad-abad bahwa nenek moyang manusia berasal dari kera yang berevolusi. Kemudian juga dipahamkan juga bahwa peradaban masa lalu adalah peradaban yang sangat primitif.

Gunung PADRANG adalah salah satu hasil kebudayaan Bangsa LEMURIA yang telah dirusak dan disembunyikan oleh Bangsa ATHLANT. Tujuannya adalah supaya kita dan masyarakat dunia menjadi bodoh dan tidak tahu bahwa peradaban masa lalu adalah peradaban yang jauh lebih canggih dari sekarang. Namun jika “misteri” Gunung PADRANG ini terkuak maka akan banyak sekali yang berubah yaitu dari sisi geologi, arkeologi dan terutama sejarah. Dari fakta arkeologi dan geologi kita akan bisa mengetahui bagaimana sejarah peradaban manusia yang sebenarnya. Terlebih lagi kita akan mengetahui siapa jati diri kita yang sebenarnya.
“Gunung Padang ini akan menjadi tonggak dan moment penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang kebudayaan” – Prof. Dr. Bambang Wibawarta, Dekan FIB UI –

Gunung PADRANG lahir dari kearifan dan keunggulan masyarakat Nusantara dan kita adalah seorang anak bangsa yang telah mendapatkan sebuah warisan budaya yang tak ternilai. Jati diri bangsa. Maka dengan demikian sebetulnya Gunung PADRANG adalah sebuah hadiah dari masa lampau dan untuk itu mari kita lestarikan keberadaannya.cag
Suka·Bagikan
Cicci Motci Sumanti menyukai ini.
Suryadi Pinustanjungsari
bilih aya nu hoyong ka lokasi gunung padrang,abdi siap jadi jasa pemandu dan wisata
· Kemarin pukul 19:10

Sumber: https://www.facebook.com/SalakanagaraFansPage/posts/696497993729011

Iklan

17 thoughts on “Khayalan Gunung Padang versi Hikmatul Iman”

  1. Mungkin waktu malaikat protes sm Tuhan,Untuk apa menciptakan manusia yg sll bikin kerusakan di muka bumi,jwb Allah..aq lebih tau…,mungkin maksudnya..orang atlantis dan lemurian itu yaks…yg sakti sprt para dewa..yg pada akhir zamannya mereka.dihancurkan Tuhan..karena dosa mereka dah melampoi batas.

  2. Hal itu yang perlu di waspadai .. SUNDALAND .. mister OPENHEIMER .. sundaland jadi suku ZHUNDA .. suku ZHUNDA = ARKHYTIREMA … wkwkwkwk .. wkwkwkwkwk #prei OPLOSAN

  3. sjk dulu warga lokal setempat sdh menyebut gunung padang slma bertahun2,
    baru skrg ini diplesetkan dg nama baru gunung padrang.
    Sptnya trjdi sentimen SARA berupa sentimen negatif (kebencian terselubung) thd suku tertentu

  4. Kapan ya SYEKH DICKY kerjasama sama LAPAN biar bisa ngirim orang ke bulan ? kan beliau ILMUWAN dari suku LEMURIA ? kalau ATLANTIS kan sudah Kirim Neil Armstrong ke bulan !! masak LEMURIA kalah sama ATLANTIS ? sekalian nengok NINI ANTEH sama kucingnya si CANDRAMAWAT ! dari mana info SYEKH DICKY tentang DARKSIDE OF MOON ? disana ada lambang NAZI ya ? tahu dari mana SYEKH DICKY ? nyontek ATLANTIS ya ? ATLANTIS itu tadi nya juga suku LEMURIA (jurus ngeles syekh dicky) wkwkwkwk … wkwkwkwk .. stop NGIMPLENG … stop OPLOSAN #prei MENDEM

  5. Hallo gedung padrang .. sudah ketemu apa nih LEMURIA ? prasasti LEMURIA sudah dapat ? masak LEMURIA kalah melulu sama ATLANTIS ? masak LEMURIA nyontek terus sama ATLANTIS ? Dorphal bagaimana kabar ? stargate bagaimana kabar ? ko mau di peties kan ? gedung padrang kan kebanggaan LEMURIA ? wkwkwkwkwk #STOP MENDEM

  6. Nu bener mah nyaeta, gunung mah pasekna bumi, lamun teu aya gunung maka bumi iyeu teh bakal goncang alias gempa, lamun geus gempa bakal loba nu rusak !? Fungsina gunung teh jang nyaimbangkeun bumi !? Mun teu saimbang maka tungguan karusakanana !? Sakitu. Hatur nuhun !?

  7. Nu bener mah nyaeta, gunung mah pasekna bumi, lamun teu aya gunung maka bumi iyeu teh bakal goncang alias gempa, lamun geus gempa bakal loba nu rusak !? Sakitu hatur nuhun !?

  8. Kang anton # Eh ada kang anton .. pa kabar ? pasti sudah jarang Ikut latihan HIKMATUL IMAN nih .. sudah jarang tebar tebar hawa panas di mastaka (bahasa LEMURIA artinya kepala) selama 8 jam ! baik lah kalau begitu. Jadi bahasa nya terbawa EMOSI yang sangat di larang oleh SYEKH DICKY ! coba deh tanya soal ABHRAZ ke SYEKH DICKY mungkin beliau lebih faham ! #prei OPLOSAN

  9. Ada yang kenal ABHRAS gk ya ? ABHRAS = ABLAS = IBLIS ? hebat yah bahasa LEMURIA ! konon kata nya TM (aura) SYEKH DICKY diatas ABHRAS = ABLAS = IBLIS ? ada yang bisa jawab ? #prei oplosan

  10. Suku sunda keturunan lemurian? Mengapa bahasa lemurian yang diajarkan dicky banyak menggunakan huruf Z? Zhunda, samprazan, naratina kawaza galur kawaza? Banyak huruf z nya. Padahal, orang sunda dan umumnya orang nusantara nggak pernah mengenal huruf z dalam bahasa baku mereka. Baru setelah pedagang arab masuk, orang nusantara kenal huruf za’ dan diserap menjadi z. Bahkan dicky sendiri sering seret dalam mengucapkan huruf z, agak mleset ke huruf j dan huruf y. Silakan dicky mengklarifikasi di sini.

    1. Dicky cuma main kata2 aja kok.. saya liat kata2 yang digunakan juga banyak berakhiran A. Kayanya kalau mau bikin cerita harus banyak nonton film dulu deh si dicky. Misal bahasa kaum navi. Bahasa efl. Bahasa kaum dwarf dan bahasa khayalan lainya. Dicky banyak menggunaan istilah daei bahasa sunda dan latin. Klo kebetulan saya yang bikin arkiterima mungkin saya akan memakai bahasa daerah saya juga sebagai acuan. Dari situ saja sudah keliatan klo semua hanya ilmu gothak gathuk. Cuma dicocok cocokin aja. Apalagi liat sumbernya cuma dsri merem.mengejang.keluar ah legaaaaaaaa… dah 3 hari nggak ke wc alias ngimpleng

      1. , emang bener tuh ndro..eh indra…kerjaan anda mah hardolin….pantes keluarnya ya kotoran persis kelakuannya……..

      2. Haha waya hanya mencoba berpikir dengan akal sehat. Dan menurut akal sehat saya dicky hanyalah pembual ulung. Dan anda hanya sebagai kotoran sandal bagi dicky 😀

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s