Mempertanyakan Klaim Dicky Zainal Arifin: Tak Ada Yang Berhak Memberi Label Sesat


Pengantar Admin

Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), mengkampanyekan bahwa hanya Allah sajalah yang mengetahui pihak yang sesat dan pihak yang diberi petunjuk. Pernyataannya ini bisa Anda dengar dalam rekaman Open Dialog HI di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Depok, pada menit 29:13. Di saat yang sama, dia juga mengklaim dirinya sebagai pihak yang benar bahkan melecehkan fatwa sesat MUI.

Dicky Zainal Arifin menggugat label sesat dari MUI atau ulama, tak ada yang berhak memberi label sesat. Hanya Allah yang berhak melabel sesat, berani melabel sesat berarti bertentangan dengan Al-Qurโ€™an. Dia mengatakan โ€œApalagi itu MUI sampai mengeluarkan fatwa sesat. Memangnya dia itu Tuhan?โ€.

Sumber: Open Dialog Hikmatul Iman di Politeknik Negeri Jakarta menit ke-29:13.

Benarkah tafsir versi Dicky bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kriteria kesesatan kecuali Allah? Pantaskah Dicky menyatakan hanya Allah yang mengetahui pihak yang sesat dan diberi petunjuk, tapi di sisi lain mengklaim dirinya sebagai pihak yang benar dan mencela pihak lain? Artikel ini akan menjawabnya.

Wallahu a’lam.

Soal Sesat, Benarkah Hanya Tuhan yang Tahu?

Tidak berdasar orang muslim yang mengatakan bahwa manusia tidak berhak mengatakan siapa manusia yang sesat dan siapa tidak sesat

Oleh: Zarnuzi Ghufron, mahasiswa Fakultas Sariah Universitas Al Ahqoff, Hadramaut, Yaman.

Sumber: Hidayatullah.com

Hidayatullah.com–“Siapa yang punya otoritas untuk menilai sesat, siapa yang yang tahu faham ini sesat atau tidak, tiada yang berhak untuk menilai sesat kecuali Tuhan”.

Kalimat-kalimat seperti ini akhir-akhir ini sering kita dengar, baik di televisi atau di media tulis, diungkapkan oleh orang yang menolak penilaian suatu faham tertentu, seperti Ahmadiyah, Lia Aminudin, dan lainnya sebagai faham yang sesat. Menurut mereka, yang mengetahui sesat atau tidak hanyalah Tuhan. Di antara mereka ada yang mencoba menukil sebuah ayat dari Al-Quran:

“Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang dapat petunjuk.” (QS An-Nahl:125)

Bisakah ayat ini dijadikan legitimasi pendapat mereka? Sepertinya kita perlu memperhatikan ayat sebelumnya dan segala hal yang terkait dengan ayat ini untuk mengetahui kejelasan pemahaman ayat ini.

Ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad saw ketika berselisih dengan kaum Yahudi dalam menetapkan hari yang diagungkan Allah swt di setiap minggunya untuk dijadikan hari raya dan hari berkumpul bersama untuk beribadah. Sebelumnya, Allah swt telah menetapkan hari Jumat kepada Nabi Ibrahim as., kepada kaum Yahudi lewat lisan Nabi Musa as., dan kepada kaum Nasrani lewat lisan Nabi Isa as. Akan tetapi kaum Yahudi menolak dan memilih hari Sabtu, serta kaum Nasrani menolak dan memilih hari Minggu.

Nabi Muhammad saw mengajak kaum Yahudi untuk kembali mengikuti petunjuk Tuhan dan mereka pun tetap menolak dan memilih dalam kesesatan. Dan Allah swt berkata kepada Nabi Muhammad bahwa Dia yang lebih mengetahui siapa yang berhak Dia beri petunjuk dan siapa yang berhak mendapat kesesatan, dan tugas Nabi hanyalah menunjukan jalan kebenaran yang telah Tuhan berikan agar terhindar dari kesesatan, adapun hidayah adalah hak absolut Tuhan. (lihat:Tafsir Ibnu Katsir, dll)

Dari keterangan ini dapat kita fahami bahwa pemahaman ayat tersebut bukan menunjukan manusia tidak bisa mengetahui siapa yang sesat dan bukan, akan tetapi siapa yang berhak Tuhan beri petunjuk dan Dia sesatkan setelah Dia mengutus para Rasul untuk memberi tahu umat manusia; mana jalan sesat dan mana jalan yang benar.

Menjadi mentahlah argumen orang yang mengatakan, “Manusia tidak berhak menilai tentang sesat atau bukan, karena hanya Tuhan yang tahu,” karena Allah swt sendiri telah memberi tahu kepada kita, siapa yang yang menurut Dia sesat atau bukan lewat Rasul yang Dia utus dan Kitab Suci yang Dia turunkan yang berisi firman-firman-Nya.

“Sesungguhnya kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka Sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri”. (QS Al-Zumar:41)

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”(QS.Al-Baqoroh:185)

Orang yang menolak adanya klaim sesat di dunia –karena menurutnya hanya Tuhan yang tahu, sebenarnya memiliki kerancuan di dalam berpikir. Mereka seolah-olah ingin mengagungkan Tuhan, akan tetapi sebenarnya malah sebaliknya. Di sini dapat kita ketahui kerancuan cara berpikir mereka:

Pertama, kita tahu Allah swt akan menempatkan orang yang sesat di dalam neraka, sebagai balasan atas perbuatannya ketika di dunia. Jika dilihat dari cara berpikir mereka, seolah Tuhan tidak bijaksana (Maha Suci Allah dari ketidakbijaksanaan), karena Tuhan menempatkan orang-orang yang menurut Dia sesat di neraka, sedangkan mereka tidak tahu kalau perbuatan mereka selama di dunia adalah sesat, karena hanya Tuhan yang tahu. Jika demikian, sama dengan mengganggap Tuhan berbuat tidak adil (Maha Suci Allah dari ketidakadilan) karena ingin menghukum manusia yang tersesat tanpa memberi tahu apa itu sesat terlebih dahulu, atau dalam bahasa kita, tidak ada sosialisai atau informasi sebelumnya.

Di dalam Al-Quran, penghuni neraka mengeluh karena menyesal tidak mengikuti petunjuk Tuhan ketika mereka hidup di dunia. Hal ini akan berbeda jika kita mengikuti asumsi tentang sesat yang tahu hanya Tuhan, maka keluhan ahli neraka akan berubah menjadi perotes:

” Ya Tuhan…! Kenapa Kau masukan aku ke neraka karena menurutmu aku sesat, kami kan tidak tahu kalau apa yang aku lakukan selama di dunia ternyata sesat, yang tahu kan hanya Engkau. Kenapa Engkau tidak memberi tahu kami, agar kami bisa menjauhinya”.

Kedua, seolah Tuhan telah melakukan kesia-siaan (Maha Suci Allah dari kesia-siaan dari apa yang Dia perbuat) di dalam mengutus para Nabi dan menurunkan Kitab Suci kepada hamba-Nya, karena manusia tetap saja tidak mendapat informasi apa itu sesat atau bukan, padahal dengan jelas Dia berfirman di dalam Al-Quran bahwa Dia mengutus para rasul dengan membawa kitab suci untuk menjadi petunjuk bagi manusia.

Ketiga, jika mereka benar-benar tetap mengatakan bahwa hanya Tuhan yang tahu, kenapa mereka tidak mencari informasi dari firman Tuhan itu sendiri (Kitab Suci: Al-Quran) atau lewat para utusan-Nya(Rasul), atau mereka memang tidak mengimani keduanya sebagai sumber dari Tuhan? Lalu dengan petunjuk apa dan siapa mereka dapat mengetahui tentang sesat, sedangkan neraka telah menanti orang-orang yang sesat di dunia, apakah mereka ingin langsung bertanya dengan Tuhan?

Maha suci Allah swt yang Maha Bijaksana, yang telah mengutus Rasul dan menurunkan Kitab Suci sebagai pemberi informasi tentang kebenaran dan kesesatan kepada manusia, sehingga mereka dapat memilih jalan mana yang harus ditempuh dengan segala konsekuensinya.

Dan Maha Adil Allah swt yang tidak akan menyiksa hamba yang tersesat karena Dia belum menurunkan informasi tentang jalan yang benar dan jalan yang sesat, dan Dia yang akan menyiksa setiap orang yang menolak untuk mengikuti petunjuk yang telah Dia berikan kepada umat manusia lewat para Rasul.

“Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah swt), maka sesungguhnya dia telah berbuat untuk (keselamatan) diri sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) diri sendiri, dan seseorang yang berdosa tidak bisa memikul dosa orang lain dan kami tidak akan mengazab sebelum kami mengutus seorang Rasul.” (QS.Al- Isro:17)

Itulah kebijaksanaan Tuhan, yang tidak akan meminta pertanggung jawaban kepada hamba-Nya kecuali bagi mereka yang telah diberi tahu tentang tanggung jawab apa yang harus dipikulnya di hadapan-Nya.

Dari sinilah pula kita mengetahui fungsi diutusnya para Rasul dengan membawa Kitab Suci, yang tidak lain adalah untuk memberi petunjuk kepada kita, mana jalan yang sesat yang harus kita jauhi dan mana jalan yang lurus yang harus kita tempuh.

“Dialah (Allah) yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (QS Al-Taubah:33)

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (QS:Al-Nisa:80)

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia ke dalam jahanam, dan jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS:Al-Nisa:115)

Saya rasa sangat tidak berdasar orang -terlebih jika orang muslim- yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa mengetahui; siapa manusia yang sesat dan bukan, karena tidak mau memahami fungsi diturunkannya Kitab Suci dan diutusnya rasul oleh Allah swt. Dan sekarang bukan saatnya lagi untuk mengatakan tidak adanya informasi tentang hal ini, karena Rasul telah diutus, firman Tuhan telah diturunkan, yang tertuang dalam kitab suci dan pewaris para nabi (ulama) sangat banyak untuk kita jadikan tempat bertanya tentang agama.

“(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah swt sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah swt Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” QS: Al-Nisa:165)

“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi ingkar/kafir, padahal ayat-ayat Allah swt dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah swt, maka sesungguhnya ia Telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”( QS: Ali Imron:101)

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya mereka para ulama adalah pewaris para nabi.” (HR.Bukhori)

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui.” (Al-Nahl : 43)

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengungkapkan apa dan siapa yang sesat, karena sangat banyaknya kriteria sesat yang tertulis di dalam Al-Quran dan As-Sunah. Tulisan ini hanya bertujuan memberi informasi bahwa informasi tentang sesat itu terdapat di dalam dua kitab tersebut. Dan bukan saatnya lagi untuk mengatakan bahwa yang tahu hanya Tuhan dan kita tidak ada yang tahu, karena Tuhan sendiri telah memberi tahu kita lewat Al-Quran dan Sunah rasul-Nya, dan kita pun bisa mengetahui. Walaupun kita tidak mengingkari bahwa Tuhan lebih mengetahui, akan tetapi informasi yang telah Tuhan berikan sudah sangat mencukupi untuk dijadikan petunjuk.

Sekarang tinggal diri kita, mau atau tidak untuk memanfaatkan kedua sumber informasi tersebut. Bagi yang belum mampu memahami isi kedua kitab tersebut dengan baik, lebih baik bertanya kepada ulama yang berkompeten di bidangnya atau mengikuti fatwa-fatwa mereka agar terhindar dari kesalahfahaman.

Iklan

22 thoughts on “Mempertanyakan Klaim Dicky Zainal Arifin: Tak Ada Yang Berhak Memberi Label Sesat”

  1. Saya sudah sering mendengar ungkapan bahwa yang tahu sesat atau tidak hanya lah Allah SWT. Ungkapan ini tidak sepenuhnya salah, sebab hanya Allah SWT yang maha tahu atas segala sesuatu.

    Tetapi, bukannya Allah sudah merinci (di dalam Qur’an maupun Hadits) dan memberi tahukan kepada kita, seperti apa kriteria-kriteria seseorang atau suatu ajaran bisa dinyatakan sesat.

    Apa gunanya manusia diberitahu yang sesat itu seperti apa? Tentu saja untuk memperbaiki diri sendiri, termasuk menasehati saudara sesama Muslim.

    Logikanya, jika yang tahu sesat atau tidak hanya Allah saja, sedangkan manusia tidak tahu, lalu dari mana manusia tahu bahwa perbuatannya benar atau salah??? Bagaimana manusia mau memperbaiki dirinya sendiri dan mendekatkan diri pada Allah SWT, kalau ia tidak bisa membedakan jalan yang lurus dan jalan yang sesat???

    Jadi, hanya Allah SWT yang maha tahu atas segala sesuatu, dan alhamdulillah, kita sudah diberi tahu oleh Allah yang sesat itu seperti apa.

  2. maap ne sy ga baca semua ulasan di atas…sy coba langsung berpendapat sj ini…(maap jika salah ato suda d bahas)…sy berpendapat mgkin kang dicky ingin sprti iblis di surat al-hijr ayat 39..(bukan berti kang dicky mau jd iblis ya…heheh) maksudnya itu yg menytakan..atau yg menyebut iblis sesat pertama x kan ya Allah…makanya yg memberi label sesat itu harusnya hanya Allah saja …(ini yg sya tangkap)…#ngelantur mode on ๐Ÿ™‚

  3. berhasil kata pak dicky
    pak dicky itu ingin membuat kita agar berpikir .dan ini buktinya yang baca ini jadi mau berpikir termasuk admin ha i we
    aah pak dicky memang cerdas

  4. Ya kalo gitu gak usah ada dokter, toh semua orang berhak mendiagnosa kesehatan seseorang…
    Apa gunanya hakim, semua orang bisa dan berhak berfatwa hukum..
    Alim ulama, MUI sebagai representasi ulama yg resmi, juga gak berguna karena tak ada yg berhak memberi label sesat..

    Kalo logika Hikmatul Iman kayak gitu, setiap orang bisa memahami dan menjalankan syariat semaunya dan seenaknya.. Logika macam apa itu?? Logika yg sesat lagi menyesatkan!!

  5. Kalau SESAT bahasa LEMURIAN nya apa ???? kalau bahasa SESAT di dalam bahasa ARAB kalau ngga salah namanya DHOLIM !!!!! sudahlah yg BIASA BIASA saja di DUNIA yg BIASA ! selama masih bernafas melalui lubang HIDUNG yg berlubang DUA ngga usah berbuat / bicara yg ANEH ANEH !!!!! #mohon pencerahan

      1. Kalau orang yang ingkar qur an dan sunah rasul apa namanya? Memilih berkonfrontasi dari pada tabayun,,, memilih ghibah dan berbagi persepsi untuk membenturkan pendapat supaya umat bercerai berai,,,saling hujat, iri dengki,,berbagi kebencian,,,, apa namanya ?????

      2. Buat apa tabayun? Apakah semua informasi yang kami miliki ini palsu? Apakah Dicky tidak pernah menyatakan Nabi Adam masih hidup? Apakah Dicky tidak pernah menyatakan Nabi Yunus ditelan kapal selam? Apakah Dicky tidak pernah menyatakan khuldi dalam kisah Nabi Adam adalah persetubuhan?

        Apa susahnya ketemu di MUI, ungkapkan semua pahamnya secara terbuka. Jangan malah ngomong pupuk. Yang dipermasalahkan adalah paham, bukan pupuk.

        Kelihatan sekali kebodohan Dicky dan para pendukungnya. Hanya bisa mengalihkan bahasan dari paham sesatnya ke pupuk atau ghibah.

      3. Anda ngeyel mewek2 anda sendiri takut ketemu kd,,,ketakutan anda melebihi ketakutan anda terhadap tuhan yang esa,,, takut widjojo???? Kd aja udah ketemu sama MUI,, masa lou ga punya ongkos ke tempat praktek kd kan rumah lou dekat dibandung…. jalan aja boss biar sehat jasmani ama rohani..,

      4. Ketemu MUI terus ngomong apa? Cerita ngalor ngidul tentang pupuk? Sebegitu takutnyakah Dicky ketika pahamnya diungkap secara terbuka? ๐Ÿ™‚

        Gampang saja, Guru Utama HI didukung ribuan muridnya ketemu satu orang Admin HIW di kantor MUI Jabar. Saling terbuka mengungkapkan data. Kapan maunya? ๐Ÿ˜‰

      5. Makanya tanya sama kd langsung,,,,, takut widjojo???????? Kalau udah ketemu mau ngmong ngaler ngidul juga,,,, takut apa??? PA aja mau ketemu kd kenapa nt TAKUT????

      6. Buat apa ngomong ngaler ngidul? Kita ngomong ilmiah saja langsung depan pihak MUI yang jelas kompeten di bidang agama. Kami tidak mau menghabiskan waktu untuk omong kosong Dicky.

        Dengar saja rekaman PA dan Dicky. Dicky hanya bisa mengulur-ngulur waktu, tidak menjawab dengan tegas. Seperti itukah jawaban cerdas guru utama yang sangat Anda banggakan?

      7. Apa perlu kami tanya “Dicky, apa benar menurut Anda khuldi adalah persetubuhan?” Lalu, yang ngomong di video ini (http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=cx1_32xYhSc&t=406) siapa?

        Apa perlu kami tanya “Dicky, apa benar menurut Anda pengetahuan Nabi Adam sudah mencapai tingkat DNA?” Lalu, ini suara siapa (http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=cx1_32xYhSc&t=406)?

        Cara pimpinan dan murid-murid Hikmatul Iman yang terus menerus menuntut tabayun hanya menunjukkan bahwa mata dan pikiran mereka sudah rusak, tidak bisa lagi melihat dan menerima fakta.

      8. Wkwkwk… Masih belum ngerti juga ya?

        Siapa yang punya otoritas dalam masalah agama? Dicky ataukah MUI?

        Buat apa ketemu Dicky? Mengkonfirmasi apakah benar makhluk dalam video itu adalah dirinya? Mengkonfirmasi bahwa rekaman Open Dialog itu adalah suara dirinya?

        Kelihatan sekali sikap pengecutnya. Murid tidak beda jauh dengan gurunya. ๐Ÿ™‚

      9. Wkwkwkw,,, emang takut widjojo ketemu kang dicky,,, bisanya cuma ngles… emang org penakut dan pengecut itu cuma bisa ngomong dibelakang karena dia itu takut ngomong didepan…. kasihan dech,,dimanfaakan kaya boneka disuruh untuk menbenturkan pendapat,,, berbagi iri,dengki, benci… kasihan banget dech lou ..

      10. Ya, betul. Memang pengecut dan penakut itu sangat memalukan. Dia bahkan tidak berani menyebut nama HIW dan adminnya secara terbuka. Dia hanya bisa koar-koar minta dikasihani telah difitnah tanpa bisa menjawab secara ilmiah. Ketika ketemu MUI, bukannya membahas pahamnya yang diungkap ke publik malah nyebar dongeng tentang pupuk.

        Kasihan sekali nasib si pengecut yang ngakunya punya kekuatan mengendalikan cuaca ala Storm X Men, sudah dikenal sama alien, bisa komunikasi sama Arkhytirema. Tragis! ๐Ÿ™‚

      11. Memang kasihan bget org pengecut itu,,, mewek2 ingin cari perhatian kd,,,bisa nya cuma koar-koar, takut ketemu kd, takut ga berani datang,, sampai mikirin tiap hari gimna caranya supaya ga takut sama kd,,badan kurus kering mikirin kd,, padahal kd ga mikirin lou,, kd memaklumi lou sampai sejauh lou mau,,, jual somay kga laku,, membenturkan pendapat,,menyebarkan iri, dengki, benci kagak laku juga,,,org udah pada cerdas memilih dan memilah mana yang guna mana yang yang dengki,,, kepompong ulat bulu,,, kasihan banget dech lou,,,

    1. @ta
      silahkan anda mau yang biasa biasa saja mau yang luar biasa saja juga silahkan hak amda gak usah ribut mikirin orang lain yag mau luar biasa….atau mai mikirin dunia yang kata mereka ini luar biasa…repot amat seh…si amat juga kagak repot tuh…. mohon penerangan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s