Saran Murid HI: Jangan Mengharapkan Lailatul Qadr


Ada salah kaprah besar dalam paham agama yang diajarkan di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI). Ajaran agama dari Guru Utama mereka, Dicky Zainal Arifin, ditelan bulat-bulat tanpa rasa rasa kritis sedikit pun bahkan ketika bertentangan dengan dalil shohih. Rasa cinta mereka terhadap gurunya sangat berlebihan, bahkan mungkin sudah mengarah pada pengkultusan.

Jangan Mengharap Lailatul Qadr

Salah satu paham aneh yang beredar di HI adalah meremehkan konsep pahala. Menurut ajaran gurunya, ibadah itu harus ikhlas dalam artian tidak mengharap pahala sama sekali. Padahal, jelas-jelas Allah memberikan iming-iming pahala, surga, dan berbagai kenikmatan lain pada orang beriman. Akibat dari konsep ganjil ini, sikap mereka terhadap Lailatul Qadr pun berlebihan. Salah satu murid HI memberi saran pada rekannya untuk tidak mengharap Lailatul Qadr

Jangan mengharap Lailatul Qadr.
Jangan mengharap Lailatul Qadr.

Kang Endang

SAMPRAZAAN,,,Maaf cm mau menyarankan. Sebaiknya kita jngn menunggu-nunggu dtng nya Lailatul Qad’r tp anggaplah setiap hari di bulan Ramadhan ini adalah Lailatul Qad’r. Manfaatkn dg sebaik-baiknya,,fokuskn diri ketika beribadah & ketika berlatih, manfaatkn waktu-waktu luang kita untk mengerjakan sesuatu yg bermanfaat untk umat karena dzikir & do’a hakikatnya adalah action bukan cm duduk megang tasbih seharian tanpa melakukan apa-apa. Sekali lg, anggaplah setiap hari adlh Lailatul Qad’r & manfaatkan setiap waktu luang di bulan Ramadhan ini….LETS ACTION!!!

Sumber: https://www.facebook.com/groups/360601457395130/permalink/379640912157851/

Bertentangan Dengan Dalil Shohih

Lailatul Qadr adalah malam yang sangat istimewa, lebih mulia daripada seribu bulan biasa.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (Al Qadr: 3)

Di Ad-Dukhan: 3, Allah menyebut malam ini sebagai malam penuh berkah. Di malam ini, turun juga para malaikat dan jibril untuk mengatur berbagai urusan besar, termasuk ajal dan rezki. Lihat tafsir Ibnu Katsir tentang ayat ini. Bukankah ini jelas-jelas menunjukkan keistimewaannya? Bukankah berarti kita pun harus mengistimewakannya?

Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah mengutip riwayat Ahmad dengan isnad shahih dari Ibnu Umar ra:

Telah bersabda Rasulullah saw “Barangsiapa mencari lailatul qadr, hendaklah dicari pada malam kedua puluh tujuh.”

Dikutip juga riwayat berikutnya dari Ubay bin Kaab oleh Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan juga oleh Tirmidzi yang menyatakan keshahihannya:

“Demi Allah yang tidak ada tuhan melainkan Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadr) terjadi di dalam bulan Ramadhan. Ia bersumpah dan menentukan kepastian tanpa mengucapkan ‘Insya Allah.’ Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui malam apa terjadinya, tiada lain dari malam ketika kita diperintahkan Nabi untuk berjaga-jaga beribadah, yakni melam kedua puluh tujuh. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih tidak bersinar-sinar.”

Dalam kedua hadits ini jelas-jelas rasul menganjurkan para shahabat untuk berjaga-jaga beribadah di malam lailatul qadr. Rasul tidak menyuruh mereka untuk mengabaikan lailatul qadr.

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda:

Barangsiapa beribadah pada malam Qadr karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadits shahih ini juga mengiming-imingi kaum muslim dengan ampunan dosa. Apa kita harus mengabaikan dalil ini juga?

Bahkan rasul saw memberikan doa khusus untuk malam lailatul qadr yaitu:

Allahumma innaka afuwwun kariim, tuhibbul afwa fa’fuannii.

Ya Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah diriku ini.

Apa kita akan mengikuti saran murid Hikmatul Iman untuk mengabaikan lailatul qadr dan beribadah seperti biasa?

Bahkan rasul memerintahkan umat muslim untuk mengintai lailatul qadr di sepuluh hari terakhir.

Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

(HR Bukhari dan Muslim)

Kang Endang

Kang Endang adalah murid Hikmatul Iman cabang Karawang, bisa dilihat dari keterangan dari halaman profilnya.

Kang Endang, murid Hikmatul Iman.
Kang Endang, murid Hikmatul Iman.
Kang Endang, murid Hikmatul Iman Karawang.
Kang Endang, murid Hikmatul Iman Karawang.

Kesimpulan

Dalil-dalil shohih baik dari Al-Qur’an dan Sunnah sudah kami sampaikan. Belum cukupkah dalil-dalil ini untuk menolak paham Hikmatul Iman? Mana yang lebih kuat bagi kalian, dalil ataukah ucapan yang keluar dari mulut guru Anda?

Iklan

10 thoughts on “Saran Murid HI: Jangan Mengharapkan Lailatul Qadr”

  1. Kata BMKG tahun 2013/2014 bumi rawan gempa bumi .. alangkah baiknya SYEKH DICKY mensosialisasikan ALAT ANTI GEMPA nya yang dapat merubah MOLEKUL tanah yang sudah di uji coba di yogyakarta (katanya) !!!!!!!! apa gempa bumi ini berhubungan dengan BHALLAMIN ???? #Mohon di cerahkan secara ILMIAH

  2. semua ibadah kita lillahitaala bukan lilpahala,lilsyurga,lill apapun…itu sudah jelas …ketika Alloh memberikan ketwrangan ibadah akan dapat pahala,dapat syurga ,dari hadist atau lainnya atau dapat ini itu biar saja jangan ambil pusing itu terserah Alloh…yang kita pusingkan adalah niatnya ,karema apa ? janagan jangan salah niat…setelah kita berusaha maksimal menyempurnakan ibadah,menyempurnakan kewajiban menyempurnakan niat hanya kepada Dia sang pencipta kita mengabdi,menjadi hambanya dan menyatakan bahwa kita adalah hambanya lalu dapat syurga atau pahala lainnya itu mah resiko..resiko sebuah amal yang ikhlas…

      1. @betul sekali kang anton,,, sesungguhnya hidupku, matiku, ibadahku, karena ALLOH taala,,,bukan karena lil pahala, ataupun lil jannah…

  3. walau bagaimanapun menurut saya tidak semuanya buruk pada kang dicky .saya malah jadi simpati sama kang dicky setelah baca di hiw .. Ada pemikiran-pemikiran kang dicky yang menurut saya sangat berkualitas. Mengesampingkan kontroversi beliau toh pada akhirnya allah lah sang pemberi hidayah 🙂

    1. @bujang koneng,,,, betul sekali argumen anda Allohlah sang pemberi hidayah,,, Alloh memberikan hidayah kepada orang2 untuk berbuat kebaikan untuk bermanfaat untuk umat sesuai dengan pengetahuannya,,, dan anda juga orang yang berbuat kerusakan dimuka bumi,,,membenturkan pendapat, adu domba, menyebarkan iri dan dengki juga kebencian,,,fitnah,, yang berkesinambungan yang dibayar dan dimanfaatkan oleh musuh2 Islam,,,Sungguh jauh dari tuntunan rasul apalagi al qur an,,,..

  4. maaf sebelumnya saya bukan dari HI taupun perguruan beladiri lain, tetapi setelah sy liat capture screen nya saya setuju dan tidak ada yang salah..mkin om yg protes di sini ada masalah pribadi kah dengan HI?? atau pemahaman dari kata2 yg sepotong melahirkan makna yg berbeda om..maaf kalo ada yg salah dari kata2 sy

    1. Kalau Anda lebih membenarkan ajakan murid HI:

      Sebaiknya kita jngn menunggu-nunggu dtng nya Lailatul Qad’r…

      dan menyalahkan perintah rasul

      Carilah lailatul qadr…

      itu urusan Anda sendiri. Kami sudah menyampaikan argumen, Anda mau menerima atau tidak bukan lagi urusan kami.

  5. Alienisme .. new age .. sama sama ruwet !! kalau mau pakai dalil ilmiah jangan bawa simbol ke agamaan mana pun !! kalau mau membawa dalil ke agamaan harus memakai dalil yg telah di sepakati oleh orang2 yang kredibel dibidangnya !!!!! #hikmatul iman watch di tunggu action nya untuk menyikapi aliran new age

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s