Bantahan Untuk Paham Hikmatul Iman: Nabi Adam Masih Hidup (Bagian 3)


Dalam acara Open Dialog Hikmatul Iman di SMAN 1 Cianjur, Dicky Zainal Arifin, Guru Utama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), menyatakan bahwa Nabi Adam masih hidup. Dia berkata di depan para peserta acara yang rata-rata masih murid SMA dan ini didengar langsung oleh Admin HIW, “Kata siapa Nabi Adam sudah meninggal? Memangnya ada ayat yang menyatakan bahwa Nabi Adam sudah meninggal?” Syubhat ini dilontarkan dengan mudahnya oleh Dicky, tanpa merasa perlu merujuk pada hadits-hadits shohih.

Sungguh malang umat ini karena dicecoki oleh paham agama dari seseorang yang bodoh dalam perkara agama namun sudah berani berfatwa bagaikan seorang ulama besar. Di artikel ini, kami menampilkan kiriman hadits-hadits dari salah satu pembaca setia Blog Hikmatul Iman Watch dan Metafisis yaitu Pak Lukman Mubarok.

Hadits Kisah Wafatnya Nabi Adam as

Hadits-hadits ini diambil dari Musnad Imam Ahmad cetakan Darul Hadits Kairo Mesir. Takhrij dan tahqiq hadits dilakukan Syaikh Ahmad Muhammad Syakir rahimahullah.

Hadits dengan sanad shahih nomor 2270 riwayat Imam Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad terbitan Darul Hadits tahun 1416 H.

Hadits kisah wafatnya nabi adam as Nomor 2270
Hadits kisah wafatnya nabi adam as Nomor 2270

Hadits kisah wafatnya nabi adam as Nomor 2270
Hadits kisah wafatnya nabi adam as Nomor 2270
Hadits kisah wafatnya nabi adam as Nomor 2270
Hadits kisah wafatnya nabi adam as Nomor 2270

Telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Yusuf bin Mihran dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat tentang hutang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya manusia yang pertama kali menyangkal adalah Adam ‘alaihis salam”. Atau beliau mengatakan: “Yang pertama kali menyangkal adalah Adam. Sesungguhnya ketika Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya lalu mengeluarkan darinya apa yang menjadi keturunan hingga hari kiamat.

Lalu ditampakkan keturunannya itu kepadanya, di antara mereka ada yang wajahnya memancar indah berseri-seri. Adam pun bertanya, “Wahai Rabbku siapa ini?” Allah menjawab, “Ini anakmu, Dawud.” Adam bertanya lagi, “Wahai Rabbku, berapa umurnya?” Allah menjawab, “Enam puluh tahun.” Adam berkata, “Wahai Rabbku, tambahkan umurnya.” Allah menjawab, “Tidak, kecuali aku menambahkan dari umurmu.” Umur Adam adalah seribu tahun, maka ditambahkan kepadanya empat puluh tahun. Maka Allah ‘Azza wa Jalla menetapkan dengan suatu ketetapan dan disaksikan oleh para malaikat.

Ketika menjelang wafatnya dan Malaikat (maut) pun telah datang untuk mencabut nyawanya, Adam berkata, “Sesungguhnya masih tersisa umurku empat puluh tahun lagi,” Maka dikatakan padanya, “Sesungguhnya engkau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud.” Adam berkata, “Aku tidak melakukannya.” Maka Allah ‘Azza wa Jalla menunjukkan catatan kepadanya dan disaksikan oleh seluruh malaikat.

Hadits dengan sanad shahih nomor 2713 riwayat Imam Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad terbitan Darul Hadits tahun 1416 H.

Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 2713
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 2713
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 2713
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 2713

Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir ia berkata telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dari Yusuf bin Mihran dari Ibnu Abbas berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia yang pertama kali menyangkal adalah Adam. (Beliau mengatakannya tiga kali). Sesungguhnya ketika Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya lalu mengeluarkan darinya apa yang menjadi keturunan hingga hari kiamat. Lalu ditampakkan keturunannya itu kepadanya.

Di antara mereka ada orang yang wajahnya memancar indah berseri-seri. Adam pun bertanya , “Wahai Rabbku siapa ini?” Allah menjawab, “Ini anakmu, Dawud.” Adam bertanya lagi, “Wahai Rabbku, berapa umurnya?” Allah menjawab, “Enam puluh tahun.” Adam berkata, “Wahai Rabbku, tambahkan umurnya.” Allah menjawab, “Tidak, kecuali aku menambahkan dari umurmu.” Maka Allah ‘Azza wa Jalla menetapkan dengan suatu ketetapan dan disaksikan oleh para malaikat.

Ketika malaikat (maut) pun telah datang untuk mencabut nyawanya, Adam berkata, “Sesungguhnya masih tersisa umurku empat puluh tahun lagi,” Maka dikatakan padanya, “Sesungguhnya engkau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maka Adam menyangkal. Maka Allah ‘Azza wa Jalla mengeluarkan catatan dan menetapkannya dengan bukti yang nyata, maka Allah menyempurnakan umur Dawud seratus tahun dan menyempurnakan umur Adam seribu tahun.

Hadits dengan sanad shahih nomor 3519 riwayat Imam Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad terbitan Darul Hadits tahun 1416 H.

Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 3519
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 3519
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 3519
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 3519
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 3519
Hadits kisah wafatnya Nabi Adam as Nomor 3519

Telah menceritakan kepada kami Rauh telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ali bin Zaid dari Yusuf bin Mihran dari Ibnu Abbas bahwa ketika turun ayat tentang hutang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya manusia yang pertama kali menyangkal adalah Adam ‘alaihishsholatu wassalam (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya tiga kali).

Sesungguhnya ketika Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya lalu mengeluarkan darinya apa yang menjadi keturunan hingga hari kiamat. Lalu ditampakkan keturunannya itu kepadanya, di antara mereka ada yang wajahnya memancar indah berseri-seri.

Adam pun bertanya , “Wahai Rabbku siapa ini?” Allah menjawab, “Ini anakmu, Dawud.” Adam bertanya lagi, “Wahai Rabbku, berapa umurnya?” Allah menjawab, “Enam puluh tahun.” Adam berkata, “Wahai Rabbku, tambahkan umurnya.” Allah menjawab, “Tidak, kecuali aku menambahkan dari umurmu.” Umur Adam adalah seribu tahun, maka ditambahkan kepadanya empat puluh tahun. Maka Allah ‘Azza wa Jalla menetapkan dengan suatu ketetapan dan disaksikan oleh para malaikat.

Ketika menjelang wafatnya dan Malaikat (maut) pun telah datang untuk mencabut nyawanya, Adam berkata, “Sesungguhnya masih tersisa umurku empat puluh tahun lagi,” Maka dikatakan padanya, “Sesungguhnya engkau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud.” Adam berkata, “Aku tidak melakukannya.” Maka Allah ‘Azza wa Jalla menunjukkan catatan kepadanya dan disaksikan oleh seluruh malaikat.

Penjelasan Admin HIW

Perlu berapa hadits lagi hingga para murid Hikmatul Iman akan mengakui kesalahan guru mereka yang sakti mandraguna? Semoga mereka masih bisa menerima hadits-hadits rasul dan menjauh dari syubhat paham ingkar sunnah. Semoga pula mereka tidak akan mencari-cari alasan hanya demi menyembunyikan kesalahan Dicky, Guru Utama LSBD HI.

Iklan

8 thoughts on “Bantahan Untuk Paham Hikmatul Iman: Nabi Adam Masih Hidup (Bagian 3)”

  1. mereka2 yg berkata telah memakai quran dan hadist , lantas mereka melupakan adanya hadist untuk menghindari debat… hihihihi

    maap, hanya kata aneh dari orang gila macam saya hihihihihi

  2. @abu
    quran hanya untuk di imani di percaya saja tidak harus dgn di akali……..
    ada dalam al quran bahwa pada perut lebah terdapat obat…karena kita harus di imani kata anda. so percwya saja….menurut saya kalau di tambah dengan di akali….maka akan timbul pertanyaan yang akan menghasilkan penelitian,ada apa seh kok dalam perut lebah terdapat obat……????? 🙂

  3. Ktika mereka mmpertanyakan apakah ada di al quran yg mnerangkan bhwa nabi adam tlah wafat maka, aq akan bertanya pula apakah ada di al quran yg mnerangkan bahwa nabi adam msh hidup… sudah jelas diterangkan dlm hadits yg shahih ttg usia Adam AS. Sungguh tdk bs terbantahkan lg kecuali oleh kekeras kepalaan dan nafsu syaitan. Ingatlah bahwa pegangan kita adalh alquran dan hadist. Quran ditafsirkan dgn hadits atw dgn ayat lain yg konten nya sama, bukan dgn akal. Quran itu untuk diimani bukan unt diakali

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s