Tanggapan Murid Senior Hikmatul Iman Terhadap Somasi Terbuka Hikmatul Iman Watch


Somasi Terbuka yang Hikmatul Iman Watch (HIW) layangkan terhadap Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) melalui kuasa hukum kami, Organisasi Advokat Indonesia, menimbulkan dukungan dan juga celaan di berbagai pihak. Tidak masalah bagi kami apa pun itu, kami hanya mengungkap fakta. Tidak lama, Hikmatul Iman pun mengeluarkan jawaban terhadap somasi kami.

Di sini, kami memuat tanggapan dari salah satu murid senior Hikmatul Iman, Mohamad Ashari, yang sepertinya mencoba meredam emosi para muqollid Dicky Zainal Arifin, Guru Utama LSBD HI. Beberapa hal kami tangkap dari tulisannya:

  1. Dia tetap berkeyakinan bahwa akan ada manipulasi yang kami lakukan dengan menumbuhkan kesan bahwa LSBD HI sesat dan kesesatan ini sudah melalui proses hukum. Bagi kami, silakan tunjukkan di mana manipulasinya jika memang ada.
  2. Ada keyakinan bahwa LSBD HI ini sudah semakin besar dengan kalimat “LSBD HI kini sudah menjadi ‘sesuatu'”. Ya, mungkin sesuatu yang menyebarkan pemahaman sesat maksudnya. 🙂
  3. Ada keyakinan para peneliti, ilmuan, negarawan, dan komunitas-komunitas merapat pada HI. Yang jelas, lembaga yang kami dekati, yaitu para ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Ormas Islam, tidak merapat ke HI.
  4. Ada kepasrahan total untuk menyerahkan nasib HI pada pengurus. Dari fakta yang kami temukan, ada indikasi mereka mencoba menyembunyikan kasus ini dari murid-muridnya sendiri.
  5. Keyakinan bahwa ini semua akan berujung pada perkara hukum dan berakhir dengan pelajaran pahit bagi HIW. Kami katakan silakan saja. Kami mendukung penuh langkah HI untuk memperkarakan HIW ke meja hijau. Bahkan, kami sangat mendukung jawaban somasi dari HI yang mendesak MUI untuk mengkaji tuduhan HIW. Saking mendukungnya, kami bahkan menunjukkannya langsung pada MUI.

Tanggapan Murid Senior HI Terhadap Somasi Terbuka HIW

Sumber: Foto Somasi Hal 1 -HIWW dan Foto Somasi Hal 2 -HIWW.

Hari ini, 17 juni 2013 kami menemukan dokumen Somasi Terbuka HIW terhadap Pendiri LSBD HI. HIW diwakili kuasa hukumnya organisasi advokat indonesia (OAI). Somasi di tandatangani juga pada hari yang sama yaitu hari ini.

Kemudian kami sedikit bertanya pada mbah google, hasilnya OAI memang ada dengan nama ketua tepat seperti yang tercantum.

Nah, apa itu somasi ? ini hasil copas :

Somasi adalah teguran terhadap pihak calon tergugat. Tujuannya memberi kesempatan kepada pihak calon tergugat untuk berbuat sesuatu atau menghentikan suatu perbuatan sebagaimana tuntutan pihak penggugat.

Cara ini efektif untuk menyelesaikan sengketa sebelum perkara diajukan ke pengadilan. Somasi bisa dilakukan individual atau kolektif baik oleh kuasa hukum maupun pihak yang dirugikan (calon penggugat). Dasar hukum somasi terdapat dalam Pasal 1238 KUHPerdata.

Pembuatan atau perumusan somasi tidak memiliki aturan baku artinya pihak pengirim bebas menentukan perumusan isi dari somasi, tetapi pengirim wajib menetukan secara tegas siapa pihak yang ditujukan, masalah yang disomasikan, dan apa yang menjadi kehendak pengirim somasi yang harus dilaksanakan oleh pihak penerima somasi. Perlu diingat bahwa pengirim somasi wajib membuat suatu berita acara penerimaan somasi kepada pihak calon tergugat, hal ini untuk membuktikan bahwa penggugat telah beritikad baik menyelesaikan perkaranya secara damai sebelum akhirnya berperkara dipengadilan (hal ini memberikan penilaian permulaan kepada hakim bahwa tergugat beritikad buruk).

Ada 2 cara menyampaikan somasi :
[1] Disampaikan tertulis, dengan langsung mengirimkan secara tertulis kepada pihak calon tergugat.

[2] Disampaikan terbuka, dengan cara publikasi di media masa.

Surat somasi dalam prakteknya dapat dipakai baik dalam perkara perdata maupun pidana, namun dalam perkara pidana somasi hanya merupakan suatu niat baik agar pihak lain dapat memahami posisi dan pandangan/analisis hukum dari si pengirim somasi.

Nah, itu definisi dari somasi.
Jadi perlu digaris bawahi bahwa somasi tentu saja bukan vonis, sama hanya dengan kasus surat rekomendasi dari MUI Cianjur yang tidak otomatis ‘menyesatkan’ HI.

TAPI
Yang menarik adalah : kita tidak bisa menjamin bahwa masyarakat awam dapat mengerti ini. Informasi yang didorong oleh tetangga kita adalah MUI Cianjur menyatakan HI sesat, tentunya hal yang sama akan juga didorong oleh para admin HIW pada somasi ini yaitu menumbuhkan kesan bahwa LSBD HI sesat dan kesesatan ini sudah melalui proses hukum padahal belum ada keputusan apa-apa dari pengadilan.

SEHINGGA
Dalam beberapa waktu kedepan kami yakin HIWW akan mencoba memblow-up berita mengenai somasi ini, tentunya kita sudah siap. Inilah saat dimana kita harus saling menguatkan dan menyatukan pola pandang dan strategi.

Kita sangat paham bahwa menjadi bahan berita dan ‘digossippin’ adalah konskuensi logis dari eksistensi HI yang makin kokoh. Bukti bahwa ada pihak yang mengosipkan adalah bukti bahwa LSBD layak untuk digossipkan, artinya LSBD HI kini sudah menjadi ‘sesuatu’. Dalam sisi pandang kita artinya ini indikator keberhasilan perkembangan HI.

bersambung ke foto selanjutnya …

Somasi Terbuka Kepada Hikmatul Iman -hal.1
Somasi Terbuka Kepada Hikmatul Iman -hal.1

Akang/Teteh Bapak/ Ibu kita tentunya sangat paham bahwa selalu ada dua sisi mata uang. IYA dan BETUL sekali HIWW berusaha eksis dengan mendompleng LSBD dengan cara yang luar biasa unik, menyegarkan, dan menghangatkan suasana.

Tapi tentunya berfokus hanya pada sisi mata uang yang berlogo HIWW tidak akan mencerdaskan kita, yang ada mungkin ego kita akan terpancing. Mari kita juga secara adil melihat sisi lain dari LSBD HI.

KD yang secara konsisten dan penuh kesabaran membimbing kita sehingga kita merasakan secara langsung manfaat dari latihan HI. Lihatlah berapa banyak orang yang sudah kita bantu dengan terapi kita dan hasilnya dibuktikan dengan bukti laboratorium. Perhatikan teladan dan ilmu yang sampai pada kita dengan perantaraan KD.

Dalam lingkup yang lebih besar,
bukankah gunung padang ada dan nyata ?
Apakah kita tidak membaca pesan yang tersirat dari merapatnya para peneliti, ilmuan, negarawan, dan komunitas-komunitas pada HI ?
Baru saja kemarin kita mengadakan latihan gabungan spesial di bandung, bukankah ribuan anggota dan simpatisan datang dan membirukan jalan merdeka ?

Ah.. saudaraku.
Dibandingkan dengan semua ini HIW bukanlah apa-apa. Memang menyebalkan mendengar gonggongan mencari sensasi dan perhatian, tapi bukankah kita diajarkan bahwa kesabaran dan permakluman tidak ada batasnya ? Inilah yang membuat kami sangat malu saat menyadari hampir saja kami berkomentar tidak etis.

Mungkin justru karena kita dapat melihat sisi positif HI ini lah yang membuat kita menjadi kesulitan untuk memahami pola pikir MJ yang pernah bersentuhan dengan HI. ” lho kok bisa sampai dasar 4 pola pikirnya seperti itu ? ” Entah pengalaman apa yang MJ pernah alami, atau kondisi psikis seperti apa yang pernah dilalui, ada baiknya kita tidak mempersalahkan toh tidak memberikan manfaat untuk kita. Disinilah ranah untuk permakluman.

Kembali pada somasi, kami sangat yakin bahwa para pengurus sudah menangapi hal ini. Mungkin tidak secara online dan mungkin tidak seluruh informasi tidak kita ketahui, namun tidak mengapa karena kita paham para pengurus sangat teliti dan HI bukanlah pencari sensasi.

Ayo kita dukung LSBD HI dan KD dengan menjalankan komando yang sudah sangat jelas bagi kita di level anggota :
” abaikan dan fokus memberikan manfaat pada masyarakat ”

Mari kita bersama-sama pegang komando ini. Saat kita berfokus berkarya nyata kita tidak akan ingat pada HIW, berikan pemahaman yang benar pada masyarakat tentang HI, bagi yang aktif di dunia maya : kabarkanlah HI pada masyarakat dengan memperbanyak artikel original (jangan puas hanya dengan copas status KD !).

Mari kita percayakan pada pengurus. Percayalah bahwa kita memiliki banyak kartu as, joker, dan truf. Dengan somasi ini maka HIW membuka jalan pada titik akhir “perjuangan” berusaha membuktikan bahwa HI sesat.

Somasi harusnya dan sepatutnya ditindaklanjuti dengan tuntutan hukum, pada saat inilah mau tidak mau HIW akan belajar dengan cara yang keras bahwa ternyata opini tidak sama dengan fakta.

Pada saat ini pulalah kita semua harus berusaha sekuat tenaga menahan diri agar tidak berkata :
puas siah ! ceuk aing ge naon, dibejaan teu ngarti wae dasar bedegong !
( rasakan akibatnya, kata saya juga apa, diberi tau baik-baik tidak mengerti, dasar bodoh dan keras kepala )

Somasi Terbuka Kepada Hikmatul Iman -hal.2
Somasi Terbuka Kepada Hikmatul Iman -hal.2
Iklan

5 thoughts on “Tanggapan Murid Senior Hikmatul Iman Terhadap Somasi Terbuka Hikmatul Iman Watch”

  1. Hikmatul iman. Mengingatkan aku akan teman teman Gg ipik kopo bihbul kab Bandung.. Pada tahun 90an (kami masih bersekolah kelas 1 smp ). Waktu itu hikmatul iman masih beranggotakan kurang lebih 20 orang. Kang asep pagarsi, kang deni, kang budi, kang arif, kang edo,kang nano, agil, dan saya sendiri kami dulu berlatih di kopo pagarsi belakang mts sirna miskin… Di rumah kang asep sebagai bascamp latihan…salam kangen HI.. Maju terus. Seni beladiri yamg mencerminkan budaya indonesia.

  2. Seharusnya Ulama (ahli agama) dan ilmuwan atau pemikir itu bersatu saling menguatkan untuk menambah keimanan tidak perlu debat kusir… karena beda background dan keilmuwan masing2. Ulama (yang hanya ahli agama saja) tidak usah berdebat science biarlah sang geologist, anthrophologist, scientist yang saling berdebat karena ini fakta ilmiah.

  3. Gunung padang dari dulu juga sudah ada. Klaimnya sebagai piramid peradaban canggih kan blm sampe pada kesimpulan final. Baru sebatas perkiraan. Menduga2 bentuk dan lain sebagainya. Proses rekontruksi blm selesai. Klaim teknologi didalamnya belum muncul. Jadi kalo sudah diklaim “benar” blm terbukti.

    1. @all
      oleh karena itu kita jangan dulu lah berkomentar ini tipuan ini salah itu bukan sebelum final…kita lihat z bersama sama tanpa rasa mencibir, menghina,menyalahkan dulu… 🙂

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s