Menyikapi HIW Dengan Cara Yang Benar


Pengantar Admin HIW: HI diminta tiarap

Tulisan ini diambil dari Hikmatul Iman Watch Watch, sebuah grup Facebook murid HI yang ceritanya ingin mengkritisi balik HIW. Inti tulisan ini adalah mereka menyikapi HIW dengan tiarap. Jangan mendiskusikan HIW dan jangan membahas HIW. Persis seperti tiga monyet bijak dengan konsep see no evil, hear no evil, speak no evil. Terus terang, kami ragu ini adalah jalan terbaik, hanya menyembunyikan masalah saja.

See no evil, hear no evil, speak no evil.
See no evil, hear no evil, speak no evil.

Artikel Asli

Menyikapi HIW Dengan Cara Yang Benar
Menyikapi HIW Dengan Cara Yang Benar. Sumber: Facebook

Menyikapi HIW Dengan Cara Yang Benar

Cara yang benar adalah ” JANGAN SEBUT SEBUT LAGI HIW”. Menghilangkan hal-hal berkenaan dengan HIW dan PA dari indeks topik yang layak dibicarakan adalah hal yang tepat dan benar untuk dilakukan.

TAPI KANG,…. MASALAHNYA TEH,….

Ok, kami ngerti gejolak hati dan gelegak darah muda yang tidak nyaman tentang pemberitaan yang bukan saja miring tapi masuk kategori pemberitaan yang salah tentang Hikmatul Iman. Pastilah akang-teteh yang berjiwa muda kesatria ini menginginkan keadilan bahkan refleks membela dirinya muncul. Ditambah melihat sikap para senior dan elit HI yang tenang dan santai saja sementara di dunia maya “HI sedang diserang”.

Akang-Teteh yang baik, senior dan elit “santai-santai” bukan berarti tidak mengetahui hal ini. Mereka sangat memahami situasi termasuk paham pola pikir dari pihak yang berseberangan. Dan “santai” adalah sikap yang mereka ambil berdasarkan pemahaman itu. Oleh karenanya sudah sepantasnya sebagai satu keluarga kita juga berusaha memahami mengapa sikap tersebut sikap terbaik dalam menghadapi situasi ini.

Bagi yang mengikuti fenomena PA-HIW dan sempat merasakan nuansa “heboh” dari tahun 2012 akhir tentunya dapat memahami pola dimana kasus ini diwacanakan, kemudian “meledak”, dan kini mulai meredup. Akang-teteh, ini bukan siklus pertama, wacana HI-PA muncul sebelum tahun 2011 saat HI Pulo Asem berdiri. Siklus wacana-heboh-redup sudah berulang berkali-kali.

Siklusnya :

  1. –> anggota baru/yang belum mengetahui wacana ini sebelumnya menemukan wacana ini
  2. –> anggota mulai ‘mengossip’ dengan anggota lain membentuk opini kelompok
  3. –> kelompok membesar
  4. –> anggota menjadi ‘resah’
  5. –> senior meredam memberi pemahaman
  6. –> anggota paham dan suasana kembali tenang
  7. –> anggota lainnya menemukan “wacana” yang sama
  8. –> siklus berulang

Analogi sederhananya seperti api dari sebuah korek kecil yang kemudian diberi kayu bakar oleh anggota HI sendiri sehingga menjadi api unggun, saat api unggun mulai kehabisan bahan bakar dan akan padam, anggota lain menambahkan kayu bakar bahkan bensin sehingga api kembali membesar.

Sudah saatnya kita belajar dan bertindak cerdas. Kita tahu polanya, kita paham tujuannya, tentunya kita juga harus mampu mengantisipasinya.

Berbicara tentang motif. Kita perlu sadari bahwa PA-HIW melakukan hal ini untuk mencari dukungan, untuk menjustifikasi tuduhan-tuduhan terhadap HI. Mereka secara ekslisit menyatakan :

— tidak akan pernah berhenti membuat wacana ini menjadi besar sehingga diketahui publik–

Dengan balutan “menyelamatkan umat dari akidah yang menyimpang” sebagai tagline mereka. Dulu tentang metafisika sekarang tentang arkhytirema. Apapun skenarionya pada intinya mereka menggalang dukungan dan justifikasi publik dengan cara mencari dan membuat pembenaran.

Disisi lain, ketika anggota disibukkan dengan isu ini, maka energi untuk berbuat karya nyata dan bermanfaat bagi umat menjadi teralihkan. Anggota menjadi sibuk melakukan counter dan berusaha memberikan penjelasan. Counter yang benar dan penjelasan yang runtun dan santun bukan tidak pernah diberikan, permasalahannya adalah vonis yang ditundingkan PA-HIW terhadap HI bagi mereka sudah final. Ribuan kata bisa diketikkan, ratusan hujjah dapat di sampaikan, namun vonis tidak akan berubah. Yang terjadi adalah dua pihak ini akan berbalas hujjah dan bergumul dalam debat-debat dunia maya yang tidak berujung. Akibatnya anggota kehilangan fokus, energi, dan waktu, ini suatu kerugian besar.

Kenapa sebuah kerugian ? Karena fokus, waktu, dan energi ini dapat dialokasikan untuk karya nyata. Memberikan pemahaman pada masyarakat bagaimana HI sebenarnya. Sehingga tuduhan PA-HIW pada akhirnya akan ditolak otomatis oleh masyarakat. HI melalui anggotanya perlu menunjukkan HI apa adanya yang jauh dari tuduhan PA-HIW.

Mengenai PA-HIW ya maklumi saja karena memang prinsip mereka seperti itu. Tidak perlu memarahi ayam kalau dia buang kotoran dimana – mana, namanya juga ayam. Bukankah aneh kalau kita sebagai manusia yang berakal marah luar biasa pada ayam yang buang kotoran sembarangan.

Himbauan ‘abaikan saja’ memang ya maksudnya 100% abaikan saja. Membaca postingan blog/fb/twit artinya memasukkan informasi ke otak kita yang nantinya informasi itu akan mempengaruhi cara berpikir kita. Cara termudah ya, abaikan saja. Dengan pengabaian ini maka PA-HIW tidak lagi mendapat bahan bakar dan dukungan dari akang-teteh.

Page ini dibuat awalnya karena situasi anggota resah jilid IV. Bagi anggota yang baru mengetahui wacana ini, santai sajalah toh kita sudah sangat paham bahwa yang dituduhkan tidak benar, bahwa mereka berbicara atas dasar pemahaman mereka. Putus mata rantai siklusnya dengan tidak lagi mewacanakan hal ini. Bagi akang-teteh yang sekarang sudah paham situasinya, segera redam saudara yang lain. Pahami bahwa dengan mewacanakan PA-HIW maka kita sudah mendukung mereka. Cara yang benar menyikapinya adalah membuktikan dengan karya nyata di masyarakat.

Selama 3 bulan menjadi admin halaman ini, kami merasa berjalan di garis tipis antara memberikan informasi yang benar dan membicarakan keburukan orang lain. Sangat besar godaan untuk melakukan hal yang sama yaitu membicarakan PA-HIW yang akhirnya membuat kami sama saja dengan mereka. Dan kami pikir dalam beberapa post kami gagal dann melakukan hal yang sama dengan mereka sehingga membuktikan bahwa HIWW dan PA-HIW tidak berbeda, kami tidak lebih bijak dan tidak lebih baik.

Mari kita putus siklusnya cukup sampai disini, mari kita kembali ke dunia nyata dan bermanfaat bagi umat.

-april 2013, admin HIWW-

Iklan

2 thoughts on “Menyikapi HIW Dengan Cara Yang Benar”

  1. Tuh kan di larang komentar di sini sama SYEKH DICKY .. dilarang pula mengeluarkan HADITS & perkataan ULAMA sebelum di selidiki SYEKH DICKY #pencerahan ILMIAH

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s