SAMPRAZAAN RHAMPIAZA dan LEMURIAN


SAMPRAZAAN RHAMPIAZA dan LEMURIAN
SAMPRAZAAN RHAMPIAZA dan LEMURIAN

Sumber: http://chintrumma.blogspot.com/2011/12/samprazaan-rhampiaza-dan-lemurian.html

SAMPRAZAAN berarti selamat sejahtera semoga keselamatan dan keberkahan dilimpahkan kepada anda. Karena penyebutannya yang susah, kata ini kemudian berubah menjadi sampurasun dalam bahasa sunda masa kini. Kenapa memakai kata “selamat sejahtera” dan bukan “salam sejahtera”? Dari awal, ucapan selamat diberikan pada semua manusia di segala dimensi. Sedari awal, manusia mengharapkan keselamatan, baik keselamatan di dunia, dan di segala dimensi. Mengapa juga mencakup keselamatan di dimensi? Bisa saja kita secara fisik celaka di dimensi dunia saat ini, tapi kita “selamat” di dimensi lain. Misalnya saja, ketika seseorang mengalami tabrakan, ia secara fisik bisa saja hancur, namun sebenarnya diselamatkan oleh Allah. Bila tidak, ia akan hidup dan menghabiskan hidupanya sebagai penjahat. Contoh lain, anak yang meninggal karena sakit cacar, sebenarnya ia diselamatkan oleh Allah agar tidak tumbuh menjadi koruptor.

Kata itu dijawab RHAMPIAZA, yang artinya dan anda semua di seluruh dimensi. Tidak ada manusia yang mati. Mereka hanya pindah dimensi, dan tetap didoakan. SAMPRAZAAN dan RHAMPIAZA mengandung makna yang sangat dalam. Keduanya adalah do’a yang disampaikan sesama manusia, untuk semua ummat manusia, di dimensi manapun dia berada. Sayangnya, banyak yang tidak mengerti maknanya yang dalam. Saat ini, salam menjadi sebuah tradisi sapaan basa-basi.

Salam yang bermakna dalam ini merupakan bahasa Bangsa Lemurian. Bangsa LEMURIAN seringkali disebut sebagai bagian dari kebudayaan sunda besar. Bangsa LEMURIAN dahulu kala berbahasa ZHUNNDA. Bangsa LEMURIAN tidak punah, namun pindah ke planet LEMURIAN yang terletak di Gugusan ORKADAR. Zaman dahulu kala, benua LEMURIA luas sekali. Wilayahnya merupakan daratan luas yang kemudian tenggelam. Wilayah benua LEMURIA yang tertinggal sekarang ini, salah satunya adalah Indonesia, dulunya merupakan dataran tinggi benua LEMURIA. Mereka menggunakan bangunan kristal KRAIMAN, logam transparan yang sangat kuat. Logam ini dibuat oleh bangsa KRAIRON yang merupakan keturunan bangsa TARX. KRAIMAN bisa berubah-ubah, tergantung mau dibuat apa. Logam KRAIMAN, piramida, MORTAPHRABEENA, semuanya itu dibuat, karena teknologi zaman dahulu sangat maju. Namun, distigmakan bahwa teknologi zaman dahulu sangat terbelakang. Padahal, bukti-bukti yang ditemukan saat ini menunjukkan sebaliknya. Sebagai contoh, tahun 1972 ditemukan reaktor nuklir pada zaman pra-sejarah di Gabon. Sampai saat ini masih berjalan, dan digarap oleh kelompok-kelompok tertentu yang membutuhkan uranium.

Bangsa LEMURIAN juga mempunyai huruf sendiri yang disebut huruf LEMURIAN. Huruf LEMURIAN merupakan akar dari semua huruf, namun kemudian sengaja dimusnahkan. Huruf LEMURIAN ini terefleksi di setiap bahasa di seluruh dunia dan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, sehingga berubah-ubah dan diadaptasi sesuai tempatnya. Tujuan huruf ini dimusnahkan adalah agar otak manusia tidak berkembang dengan baik dan benar sehingga mudah dikuasai. Kalau saja manusia membaca dari kanan ke kiri, dan otak manusia berkembang dengan baik, maka manusia akan berpikir dengan maksimal sesuai kemampuan otak yang sesungguhnya dan tidak dapat dikuasai. Mengapa dampaknya bisa sebesar itu? Pergerakan dari kanan ke kiri ini adalah pergerakan yang alamiah. Molekular alam semesta bergerak dari kanan ke kiri (anti-clock wise). Kalau dari kiri ke kanan, maka akan terjebak dalam pola pendidikan yang pada akhirnya cuma bertujuan untuk menghasilkan pegawai atau buruh.

Proses melahirkan bangsa LEMURIAN dengan menggunakan MORTAPHRABEENA. Dokternya adalah suaminya sendiri. Mereka memiliki teknologi yang mengimplankan pengetahuan kepada otak manusia yang digunakan dalam MORTAPHRABEENA. Mengapa teknologi implan ini mungkin? Meskipun saat ini kemampuan kita jauh di bawah bangsa LEMURIAN, namun manusia secara tidak sadar menurunkan pengetahuan. Contoh kecil, pengetahuan menangis seketika setelah dilahirkan sebenarnya diturunkan dari kepala ke kepala. Kondisi ibu sangat mempengaruhi si jabang bayi. Kalau ibu stress, bayinya pun bingung dan jadi sungsang.

Manusia punya berbagai macam nama untuk Tuhan. Umat Islam menyebutnya Allah. Bangsa LEMURIAN dahulu kala menyebutnya dengan “Sang Pencipta”. Bangsa LEMURIAN adalah bangsa yang luar biasa, dengan budaya yang luar biasa pula. Prinsip mereka ada dalam ajaran WISHNU. WISHNU adalah singkatan dari enam kunci dasar filosofi budaya Bangsa Lemuria. Ke enam hal tersebut adalah Waskita Iraada Satya Hambaala Naaritha Umaditha. Ajaran WISHNU memiliki peran yang vital dalam kehidupan bangsa LEMURIAN. Ia lebih dari sekedar simbol dan ritual. Prinsip bangsa LEMURIAN seperti air, mengalir. Air bisa masuk ke gelas dan membentuk seperti gelas. Bila wadahnya botol, maka ia pun menjadi seperti botol. Ketika air disumbat, maka ia akan mencari jalan. Ketika panas, air akan menguap. Sebagian besar diri kita adalah air, sehingga kenapa kita tidak belajar dari air? Air tidak pernah hilang, cuma berubah bentuk. Itulah air. Dia tidak protes dikenai kotoran, tapi memisahkan kotoran itu, dan menjadi uap. Bela diri mereka pun mengikuti sifat air. Tidak pernah membentur, tapi memanfaatkan tenaganya dengan enak.

Filosofi Bangsa LEMURIAN yang terangkum dalam WISHNU juga soal membetulkan diri sendiri terlebih dahulu. Diri kita dulu yang dibetulkan, sebelum membetulkan orang lain. Juga soal pasrah dan menghormati segala keputusan Sang Pencipta. Kalau segala sesuatunya dikembalikan ke Sang Pencipta, maka tidak ada lagi kekhawatiran dan sedih hati. Kita akan dilatih untuk mengasihi. Kasih yang tidak memiliki unsur rugi. Hanya memberi. Tidak ada lagi berpikir untung-rugi. Segala yang dari pencipta akan kembali lagi ke Sang Pencipta.

Bangsa LEMURIAN adalah bangsa yang sangat produktif. Selalu berbuat untuk kepentingan umat. Di bangsa mereka, persoalan sudah beres, namun di luar mereka, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan. Oleh karena itu, ajaran mereka, WISHNU, adalah soal memaksimalkan waktu. Buat mereka hidup adalah hari ini dan detik ini. Sementara zaman sekarang, seringkali rencana kita dibuat kejauhan. Padahal, belum tentu kita masih akan hidup pada esok hari.

Sumber : Dicky Zainal Arifin & http://www.arkhytirema.com

Iklan

2 thoughts on “SAMPRAZAAN RHAMPIAZA dan LEMURIAN”

  1. NAIRUMEL uti apa his ??? (acab id milan irad nanak) !!!! penemu LEMURIAN siapa siihh ???? #mohon di cerahkan secara ILMIAH

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s