Membandingkan Kemampuan Super Ilmiah dan Hoax


Bagi banyak muridnya, Dicky Zainal Arifin (Guru Utama LSBD Hikmatul Iman) diyakini sebagai manusia super dengan kemampuan luar biasa. Bagaimana tidak? Hikmatul Iman memiliki target keilmuan yang sangat tinggi. Dikutip dari diktat HI, ada lima tingkatan di Hikmatul Iman yaitu angin, air, bumi, logam, dan api yang masing-masing memiliki standar sangat tinggi.

Tanya: Bagaimana jenis tingkatan di LSBD HI ?

Jawab: Ada 5 tingkatan besar dengan target masing-masing:

  1. Tingkatan angin yang terdiri dari 8 tingkatan dasar dengan target batu cadas sebesar kerbau
  2. Tingkatan Air dengan target akhir yaitu menghancurkan batu cadas tapi hancur / lebur bagian dalamnya
  3. Tingkatan Bumi dengan target membelah batu hanya dengan angin pukulan nya saja
  4. Tingkatan Logam / Kayu targetnya yaitun harus dapat melumerkan besi atau baja hanya dengan penyaluran hawa
  5. Tingkatan Api dengan target yaitu melumerkan besi atau membuat besi menjadi bara dari jarak jauh atau pandangan mata saja.

Sumber: Diktat HI Bagian 2 — Tanya Jawab


Secara logika, jika muridnya dituntut untuk sehebat itu tentu saja gurunya sudah mampu melampaui tahap itu. Benarkah? Adakah bukti nyata yang menunjukkan kesaktian Kang Dicky? Kita simpan dulu pertanyaan ini dan melihat beberapa manusia super yang kemampuannya terbukti secara ilmiah.

Human Ecolocation

Sejak kecil kita sudah terkesima oleh kemampuan super kelelawar yang mampu mengenali lingkungan sekitarnya dalam keadaan gelap gulita. Kelelawar menggunakan sistem ecolocation, yaitu mengenali area sekitarnya melalui pantualan suara. Teknik ecolocation digunakan juga oleh lumba-lumba. Dengan teknik ecolocation, lumba-lumba dan kelewar praktis bisa melihat tanpa mata.

Ternyata, manusia pun bisa melakukan hal yang sama. Daniel Kish adalah orang buta pertama yang secara intensif mengembangkan sistem ecolocation. Dia mempelajari teknik ini secara otodidak sejak kecil. Walaupun buta, Daniel tidak menyukai penggunaan tongkat bantu. Bahkan Daniel mampu menaiki sepeda, mengenali posisi parkir mobil, mengenali pohon di jalanan, hingga mengenali keberadaan gedung dari jarak 1000 kaki. Ini semua dilakukannya dengan membuat suara decakan dengan lidah dan membandingkan pantulan yang diterimanya. Persis seperti kelelawar!

Daniel Kish memimpin orang buta dalam perjalanan di gunung

Dirinya saat ini bahkan membuat yayasan World Access For The Blind yang mengajarkan orang-orang buta untuk “melihat” dengan metode ecolocation. Daniel Kish juga bekerja sama dengan para ilmuwan untuk membuat alat yang akan mempermudah orang buta untuk menghitung jarak pantulan dari suara decakan. Dalam sebuah acara dokumenter, kemampuan Daniel bahkan sempat diadukan dengan seekor lumba-lumba.

Klaim Kehebatan Tenaga Dalam

Di atas, kita baru saja membaca kemampuan super seorang manusia biasa. Melihat dengan telinga. Kemampuan ini sudah diverifikasi para ilmuwan. Tidak ada yang disembunyikan. Bahkan otak Daniel Kish telah discan dengan MRI untuk dipelajari. Kemampuan ini super tapi juga nyata!

Bagaimana dengan kemampuan para praktisi Tenaga Dalam. Hikmatul Iman meyakini mereka memiliki ilmu ngimpleng yang memungkinkan mereka untuk melihat benda tersembunyi dan juga makhluk ghaib. Katanya, mereka juga memiliki ilmu time travel yang memungkinkan mereka melihat kejadian masa lalu. Murid-murid Hikmatul Iman meyakini Kang Dicky memiliki penglihatan luar biasa melebihi mata biasa. Bahkan diyakini bisa mengetahui kisah Arkhytirema yang kemudian bertemu Nabi Adam melalui metode Astral Projection (AP).

Berbagai teori pun dikeluarkan untuk mendukung klaim ini. Mereka katakan alam ini memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang telah terjadi dan ilmu time travel mampu mengambil informasi itu. Mereka gunakan istilah-istilah rumit untuk membuatnya terdengar ilmiah semacam berfikir holografik, pengetahuan molekular, dan semacamnya. Tapi, tetap saja tidak ada bukti nyata!

Bukti Yang Tidak Terukur

Bukti yang bisa mereka tunjukkan hanyalah pengalaman yang sifatnya insidental. Bung Sang Pencari –salah satu pembaca kami– misalnya menyatakan bahwa dirinya pernah melihat Kang Dicky memecahkan beberapa gravel dengan mudah. Pembaca lain menyatakan Kang Dicky membakar kertas basah dengan tangan kosong. Apakah kesaksian ini bisa dikatakan ilmiah dan dapat diterima?

Perlu diketahui bahwa ada banyak variabel yang berperan dalam setiap kondisi. Variabel-variabel ini perlu dihilangkan agar hasil yang diperoleh objektif. Untuk itu, dibutuhkan pengujian yang terkontrol.

Misalnya dalam kasus Kang Dicky membakar kertas dengan tangan kosong. Ada banyak variabel yang berperan. Apakah kertas yang digunakan benar-benar kertas biasa? Bisa jadi kertas itu telah dimanipulasi. Ada kemungkinan juga pihak yang mempersiapkan kertas telah bersekongkol untuk mengadakan penipuan pada para penonton. Seberapa jauh jarak penonton dengan Kang Dicky? Apakah cukup dekat untuk mengamati penipuan yang mungkin terjadi?

Contoh lain dalam kasus pemecahan gravel. Bagaimanakah kualitas gravel yang digunakan saat itu? Mungkinkah gravel itu sebelumnya telah dipukul oleh murid-muridnya sehingga kekuatannya berkurang?

Seperti dicontohkan di atas, ada terlalu banyak variabel yang berperan sehingga kesaktian Kang Dicky tidak mungkin bisa terukur. Jika memang kesaktian ini nyata, haruslah dibuktikan dalam kondisi yang terkontrol sehingga diperoleh hasil yang objektif. Misalnya dalam membakar kertas, kertas dipersiapkan oleh panitia yang netral, tidak memiliki kecenderungan pada penonton atau pun Kang Dicky. Sebelum memukul gravel, kekuatan gravel harus diuji terlebih dahulu agar sesuai standar.

Perbedaan Kedua Contoh di Atas

Dari sini kita juga bisa melihat betapa terbukanya sains terhadap fenomena ajaib ini. Para pengikut Kang Dicky mengatakan bahwa kemampuan melihat lebih (ngimpleng) mereka tidak akan diterima para ilmuwan. Tapi, faktanya kemampuan melihat lebih dengan metode ecolocation bisa diterima para ilmuwan. Bukankah keduanya sama-sama berkaitan dengan cara melihat? Kenapa yang satu diterima ilmuwan sementara satu lagi dianggap hoax?

Jelas, keduanya memiliki klaim kemampuan super, sama-sama mampu melihat bukan dengan mata. Hanya bedanya, kemampuan Daniel jelas telah terbukti secara ilmiah. Kemampuannya telah diuji secara ilmiah dalam kondisi terukur. Sementara itu, kemampuan Kang Dicky baru berkisar pada pengakuannya sendiri atau kisah dari para pelatih.

Kesimpulan

Bagi ilmu saat ini, tenaga dalam Hikmatul Iman akan selalu dianggap hoax. Bukan karena sains tidak mau menerimanya, tapi karena tidak ada faktanya. Sains butuh bukti untuk diukur dan diteliti. Selama tidak ada bukti, maka selamanya akan menjadi hoax.

Jadi, selamat berkhayal….

Iklan

4 thoughts on “Membandingkan Kemampuan Super Ilmiah dan Hoax”

  1. Menurut aku, HI ga suka pamer, ga harus pamer, kalau mau blajar ayo.. kalo ga it’s fine. Ga ada yg maksa untuk percaya, ga percaya juga gapapa, bilang HOAX juga it’s fine. But they know the truth . Life is choices

    Kalau pers bilang itu ga ilmiah = karena ga ada bukti
    Kalau pers bilang HOAX = apakah sudah ada bukti???

    Mulut pers memang terkadang suka yg panas.

  2. Berarti harus jadi “se-gila” KD dulu untuk bisa nulis novel se-detail n se-ilmiah ‘ARKHYTIREMA”. gue bingung aja pas gue cek terminologi2 di novel kok semua ilmiah dan detail banget. KD browsing dulu or baca2 banyak artikel dulu, tafsir ayat2 qur’an dulu apa gimana yah? tapi logikanya dengan informasi se-detail itu, penulis sekelas asma nadia, andrea hirata, dan penulis besar lainnya aja kayaknya gak akan sepuluh tahun beres nulis gituan. itu aja sih y janggal buat ane suhu2 HI-watch.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s