Ketakutan Pihak Hikmatul Iman Terhadap Data yang Diungkap HIW


Banyak informasi yang telah kami ungkap tentang Hikmatul Iman. Informasi ini pun sulit dibantah keberadaannya karena kami selalu menyertakan data lengkap baik berupa screenshot diskusi ataupun link artikel asli. Pihak Hikmatul Iman mulai gerah atas aksi-aksi intel HIW.

Diskusi BHALLAMIN dihapus

Info terakhir adalah tentang BHALLAMIN, raja jahat Atlantis khayalan Kang Dicky, yang diklaim pernah menyamar jadi Musailamah al-Kadzdzab, shahabat rasul, Mirza Gulam Ahmad, bahkan Kang Dicky sendiri. Sekarang, diskusi itu telah mereka hapus. Di bawah adalah thread dari admin grup yang menyatakan bahwa info sensitif itu telah dihapus.

Mohon maaf Status yg brsifat sensitif dan dirasa blm bsa d konsumsi publik sya hapus. Sumber: Facebook.

Kang Imam Shidiqi

Mohon maaf Status yg brsifat sensitif dan dirasa blm bsa d konsumsi publik sya hapus.Mari kta diskusi tntang kmanusiaan,alam,Ibadah,teknologi yg brsifat global. Hingga bsa d terima masyarakat luas.Trimakasih

Sumber: Facebook.

Diskusi BHALLAMIN dihapus

Pihak Hikmatul Iman Mulai Waspada

Pihak Hikmatul Iman sudah mulai waspada. Salah satu anggota Hikmatul Iman meminta agar anggota dan diskusi grup diawasi.

mohon disharing lg anggotanya dan diawasi diskusinya… Sumber: Facebook.

Teh Eli Kang Tedi

Maaf, ini grup siapa adminnya ya? mohon disharing lg anggotanya dan diawasi diskusinya…

Sumber: Facebook.

Diminta Hanya Membahas Materi Umum Saja

Dedi Misbah, pelatih dan editor Novel ARKHYTIREMA, meminta agar murid HI hanya membahas materi yang umum saja. Dedi sama sekali tidak menyatakan bahwa info BHALLAMIN itu salah, hanya menegaskan bahwa itu bukan konsumsi untuk publik.

Jadi sebaiknya membahas materi yang UMUM-UMUM saja, agar tidak ada fitnah pada HI. Sumber: Facebook.

Dedi Misbah

Sharing dari HI untuk publik.

(Digarisbawahi)

Jadi sebaiknya membahas materi yang UMUM-UMUM saja, agar tidak ada fitnah pada HI.

Silahkan admin bersikap TEGAS, jika ada materi khusus atau sensitif, diremove saja.

Sumber: Facebook.

Pernah kami ungkap di artikel lain bahwa Dedi Misbah adalah salah satu pelatih di Hikmatul Iman dan juga editor Novel ARKHYTIREMA.

Dedi Misbah (Pelatih Hikmatul Iman)

Dedi Misbah, Editor Novel ARKHYTIREMA

Posting Harus atas Izin Dicky

Kasus bocornya informasi BHALLAMIN juga mengangkat diskusi lama yang meminta agar berita tentang HI harus menunggu izin Kang Dicky.

maaf ya, buat semuanya terutama yang anggota HI di mohon jangan dulu memposting sesuatu yang berhubungan dengan HI kalo belum ada izin dari kang Dicky (guru utama HI) karena di di generasi lemuria ini tidak semua membernya anggota HI. Sumber: Facebook.

Rachmat Hendra

maaf ya, buat semuanya terutama yang anggota HI di mohon jangan dulu memposting sesuatu yang berhubungan dengan HI kalo belum ada izin dari kang Dicky (guru utama HI) karena di di generasi lemuria ini tidak semua membernya anggota HI….maksih sebelumnya….

Sumber: Facebook.

Hikmah dari Kasus Ini

Ada dua hal yang bisa kita simpulkan dari diskusi-diskusi di atas:

  1. Data yang kami sampaikan valid.
  2. Kenapa harus menyembunyikan kebenaran?

Validitas Data

Tidak satu pun yang menyanggah info BHALLAMIN yang kami ungkap, termasuk pelatih dan editor Novel ARKHYTIREMA yang tentu lebih tahu dibanding anggota biasa. Ini menunjukkan bahwa data yang kami ungkap ini benar.

Kenapa Menyembunyikan Kebenaran?

Jika memang meyakini paham Hikmatul Iman sebagai sebuah kebenaran, apa yang perlu disembunyikan? Bukankah lebih fair jika sejarah, konsep, dan tafsir versi ini diteliti oleh para ulama yang jauh lebih jelas ilmu agamanya daripada Kang Dicky dan murid-murid HI? Jika terus ditutup-tutupi dengan alasan pihak selain HI tidak akan paham karena daya pikirnya masih rendah, artinya mereka sudah menutupi diri dari kebenaran dengan membatasi diri pada referensi HI.

Di satu sisi Hikmatul Iman mengajak murid-muridnya untuk berfikir kritis terhadap tafsir para ulama. Di sisi lain, Hikmatul Iman meminta muridnya untuk tidak mengkonfirmasikan kebenaran tafsir Kang Dicky dengan menyembunyikannya dari pandangan umum dan para ulama. Bukankah ini sebuah keganjilan?

Jika sejarah BHALLAMIN memang nyata, artinya selama lebih dari 1000 tahun umat Islam (awam bahkan para ulamanya) telah berpegang pada sejarah yang salah. Bukankah sudah waktunya umat ini tahu sejarah yang sesungguhnya?

Wahai murid-murid Hikmatul Iman. Gunakanlah akal kalian! Berfikirlah secara kritis!

Diskusi Lengkap

Berikut adalah tampilan mereka secara lengkap. Silakan baca langsung di Facebook.

Diskusi Lengkap. Sumber: Facebook.

Iklan

5 thoughts on “Ketakutan Pihak Hikmatul Iman Terhadap Data yang Diungkap HIW”

  1. jangan langsung men-Judge orang itu takut, bisa jadi pihak Hikmatul Iman ga mau apa yang sedang didiskusikan dibaca oleh pihak luar, karena ga semua yang didiskusikan oleh HIers dpat dimengerti oleh pihak uar yang dapat menimbulkan fitnah, dan fitnah itu dapat menjadi awal dari perpecahan!
    yang bikin blog ini udah gede kan?
    kalau mau tabayun, debat, atau apalah, jangan mendukung keinginan hati sendiri, atau sepihak, bisa jadi yang anda kira benar, ternyata salah, dan yang anda kira slah ternyata benar! ingatlah ALLAH LAH YANG MAHA MENGETAHUI SEDANG ENGKAU TIDAK TAHU!

    1. Fakta yang ada, paham Hikmatul Iman ini sudah disebarkan ke umum. Jika sudah berani menyebarluaskan, maka harus berani mempertanggungjawabkan isinya. Wajar jika muncul kritik.

      Jika tidak berani menjawab, wajar jika akhirnya dianggap bermasalah.

  2. Soalnya kebenaran itu tak semuanya langsung bisa dipahami dengan akal manusia walaupun dia itu mengaku seorang jenius sekalipun,itu sebabnya tak semua “produk” tersebut bisa dikonsumsi publik secara umum, karena semuanya harus dengan “Mujahadah”dulu bukan langsung memberikan kesimpulan apalagi penilaian yang bersifat main hakim sendiri, umat bisa kacau nanti, apalagi jika opinion leadernya hanya orang yang digambarkan seperti keledai yang memikul kitab-kitab yang keahliannya tak lebih hanya membuat Ghibah dan fitnah yang dikemas demikian rupa dengan dalil-dalil agama persis seperti kaum orientalis.Kita berlindung kepada Allah dari sifat-sifat demikian.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s