Materi Open Dialog


Materi Open Dialog

Tulisan dari Facebook ini berisi sedikit materi Open Dialog dari Kang Dicky. Biasanya, Open Dialog ini membahas secara umum berbagai materi. Sering kali materi yang dibahas dikait-kaitkan dengan filsafat agama. Ketika berbicara tentang agama, misalnya tafsir qur’an atau hadits, Kang Dicky akan membahasnya langsung tanpa merujuk pada referensi dari ulama mana pun.

Sumber: Materi Open Dialog


Mana yang lebih baik antara mengaji hanya dengan membaca al_quran saja atau mengaji dengan mengkaji isi,makna dan arti dari isi al-quran tersebut?

Yang paling baik adalah mengkaji isi, makna dan arti dari al-quran tersebut walaupun hanya satu ayat.Jika kita hanya membaca al-quran tanpa memahami apa isi, arti dan makna daripada ayat-ayat tersebut alangkah percuma, karena dengan hanya membacanya saja kita tidak akan pernah maju, karena kita tidak pernah mengerti maksud dari ayat-ayat tersebut… Tapi dengan kita mengkaji isi makna dan arti dari ayat-ayat al-quran tersebut maka nantinya kita akan berfikir, dan nantinya kita akan mengaplikasikan isi,makna dan arti ayat tersebut kedalam kehidupan kita sehari-hari….

Wudlu?? Apa itu wudlu??

Wudlu itu adalah bersuci (thaharrah),bersuci dari semua perbuatan buruk yang kita lakukan… Tapi terkadang kita mengartikan wudlu itu sebagai bersih atau membersihkan,hanya membersihkan bagian anggota tubuh tertentu agar bersih…!!!!!!

Wudlu itu merupakan simbol-simbol, jadi setiap ketika kita membersihkan salah satu anggota tubuh kita, itu terdapat makna–makna dari kenapa kita harus melakukan gerakan itu.

Wudlu yang baik adalah di saat kita melakukan gerakan –gerakan membersihkan bagian-bagian tertentu dari anggota tubuh kita, kita betul-betul memahami maksud dan tujuan dari gerakan-gerakan tersebut :

Ketika kita mencuci kedua telapak tangan hendaklah kita membaca “bismillahirrahmannirrahim”, di situ hati dan fikiran kita menuju kepada Allah, kita harus berfikir dan memahaminya apa maksud dari arti kata-kata tersebut

Ketika kita berkumur kumur,maksudnya adalah kita senantiasa bersuci dari kata-kata kotor dan dari kata-kata yang yang tidak berguna ,kata-kata yang sering menyakitkan hati orang lain….

Ketika kita membersihkan hidung kita, maksudnya adalah kita senantiasa bersuci dari penciuman-penciuman kita terhadap keburukan –keburukan orang lain….

Ketika kita membasuh muka kita,maksudnya adalah senantiasa kita bersuci dari segala hal yang ditimbulkan dari raut muka kita yang menyebabkan orang lain jadi marah, benci, kesel. Sama kita….

Ketika membasuh kedua tangan kita,senantiasa kita bersuci dari segala perbuatan /tindakan yang buruk atau tidak baik yang diperbuat oleh kedua tangan kita….

Ketika kita membasuh kepala,senantiasa kita bersuci dari segala fikiran – fikiran kita yang kotor,fikiran yang jelek yang tidak baik….

Ketika kita membasuh kedua telinga, senantiasa kita bersuci dari segala pendengaran –pendengaran yang tidak baik,pendengaran dari kata –kata yang tidak bermanfaat….

Ketika kita membasuh kedua kaki senantiasa kita bersuci dari segala langkah kaki kita yang slalu ke dalam jalan kemaksiatan,dan langkah kaki kita haruslah melangkah pada jalan yang baik….

Dalam pelaksanaannya setiap gerakan yang kita lakukan harus disertai dengan pemahaman dari semua gerakan –gerakan tersebut,tapi semua itu bisa kita lakukan dengan cepat sehingga dalam berwudlu tidak usah melakukannya dengan waktu yang lama,yaitu dengan cara kita men setting fikiran kita untuk setiap gerakan wudlu yang kita lakukan, kita senantiasa bersuci dari segala perbuatan yang jelek yang tidak baik dan tidak brmanfaat. Jadi kuncinya ada pada mainset otak kita….

Apakah yang selama ini kita lakukan itu shalat ataukah hanya ritual shalat ???

Orang – orang sekarang ini banyak sekali yang melakukan ibadah shalat

Di dalam ajaran islam kita bukanlah disuruh hanya untuk melaksanakan shalat, tapi kita disuruh untuk mendirikan shalat…….juga!!!!

Jadi apa perbedaan antara melaksanakan shalat dan mendirikan shalat????? Perbedaannya adalah melaksanakan shalat mempunyai arti dalam melakukan shalat kita hanya melaksanakan ritual shalat yang berupa “mantra dan jurus” yang sudah ditetapkan tata caranya. Sedangkan mendirikan shalat adalah kita melakukan ritual shalat tersebut dengan memahami isi makna , maksud dan tujuan dari setiap gerakan maupun bacaan yang ada dalam shalat tersebut, sehingga nantinya kita dapat mengaplikasikan apa yang telah kita pahami dalam melakukan shalat itu ke dalam kehidupan kita sehari–hari.

Apa yang dimaksud dengan ibadah ?

Ibadah adalah segala seuatu yang baik yang kita kerjakan hanya untuk Allah semata.

Didalam melaksanakan ibadah kita haruslah ikhlas,niat kita hanyalah untuk Allah semata (lillahi taa’lla),bukan lil pahala maupun lil jannah.

Begitupun dalam shalat, niat kita adalah lillahitalla, tapi kebanyakan dalam masyarakat kita sekarang ini, kebanyakan niat mereka sudah ganti menjadi lilpahala atau liljannah, karena mereka terlalu tergiur terhadap pahala yang nantinya akan mereka dapatkan ataupun iming imingan akan indahnya surga, hal itu yang membuat niat mereka menjadi belok, bukan lagi benar –benar untuk Allah semata.padahal segala sesuatu yang kita lakukan itu haruslah hanya untuk Allah semata (lillahi ta’ala).

Iklan

2 thoughts on “Materi Open Dialog”

  1. yah saya setuju dengan Bp.Dicky ….
    Memang kita sebagai muslim harus seperti uraian di atas,,,
    ISLAM kuat karena orang”nya benar” mengamalkan ajaran ISLAM….itulah sebabnya knp banyak org ISLAM yg tetap melaksanakan Dosa padahal dia mengerjakan sholat….
    ya itu tadi Sholat itu harus DIDIRIKAN….Bukan dikerjakan…
    Maknanya sudah amat sangat jauh……Ustadz” harusnya berdakwah seperti Bp.Dicky….

    BUKAN Berceramah….
    Saya Setuju dengan Bp.DICKY dalam Berdakwah…

    Trima kasih

  2. setiap ibadah memang ada di iringi dengan iming iming pahala syurga dan kenikmatan .menurut sayah biarkan sajah jangan terfokus pada hal tsb,tapi fokuskan apakah setiap ibadah yang kita lakukan sudah ikhlas lillahitaala atau lil pahala?.syurga dan kenikmatan-kenikmatanya itu bonus dari ibadah yang ikhlas.kadang niat kita tergelincir sedikit kearah lilpahala,coba perhatikan pada bulan bulan tertentu atau hari hari tertentu ibadahnya di banyaaaakin,di khusyuin,pokona mah pul weh tapi kadang, habis sajah bulan/hari sepecial tsb…biasa lagi ibadahnya.memang kadang ada keterangan perbanyaklah ibadah pada saat itu tapi ingat yang menjadi fokus utama bukan ibadahnya yang banyak banyak melainkan keikhlasan ibadahnya.mudah mudahan kita mulai bertanya pada hati kita sendiri.

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s