Rukyat 1 Ramadhan 1433 H Menurut Dicky Zainal Arifin


Sidang itsbat 2012 untuk menentukan mulainya bulan Ramadhan di negara Indonesia baru akan dilaksanakan beberapa jam lagi. Tapi, Kang Dicky dengan kemampuan luar biasanya sudah melihat hilal sejak Rabu pagi.

Selamat menunaikan ibadah “mengendalikan hawa nafs” di mulai pada hari Jum’at 20 Juli 2012 , yang sebetulnya “mengendalikan hawa nafs” itu seharusnya dilakukan sehari-hari , hanya pada bulan Ramadhan ada “sesuatu” yang akan “menaikan” diri kita apabila “waspada” .

Sumber: Facebook

Berita ini disebarluaskan dan akan diikuti oleh murid-murid Hikmatul Iman.

“Berdasarkan pergerakan NIRRAN , dan fluktuasi dinamika atmosfir , maka dua hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan , jadi karena sabit ( hilal ) akan muncul di hari kamis menuju malam , maka Ramadhan kali ini masuk ke hari JUM’AT tanggal 20 Juli 2012 untuk sistem penanggalan Masehi . Tolong disebarkan.” [KDZA]

Sumber: Facebook

Metode Rukyat Kang Dicky

Seperti apakah metode rukyat yang digunakan Kang Dicky? Penjelasan datang dari komentar murid HI.

Copas penjelasan teman (Kang Wilman – ahli bahasa arab):

“nah, sebenarnya konsensus yg jadi persolan adalah kriteria hilal itu sendiri… berapa derajatkan konsensus penampakan hilal… selama ini kan perbedaan antara yg tanggal 20 atau 21 (qiqiqiqiqi) kan dalam prosentase penampakan hilal… naaaah, kang ferry tadi nyebut 1,5 derajat… padahal kan dalam hadits MAN ROAA HILALAL FAL YASUM HU OUW FITRI LAHU< WALAU KANAA FASIIKON… SIAPA (PUN) yg meliaht HILAL… jd disitu definisi hilal tidak dalam ukuran 0,1 derajat, atau 1 derahat, atau 1, 5 derajat…. sebab parameter ini bisa ketemu jika disepakati penampakan hilal untuk mencapai titik temu… para fuqoha dan ahli fiqh kan pada egois masing-masing, karena membawa massa, yg ujung nya dukungan ke politik dan kekuasaan…. taruhlah penampakan hilal 0,5 derajat dengan konsensus bersama antara, NU, MUhamadiyah, Persis, DDII, LDII, HT, PKS, atau komunitas lain, maka perbedaan pelaksanaan SYIAM atau FUTUR bisa berjalan bersama….

ROAA disini dlm pengertian yg sebenarnya bs digunakan dlm berbagai kondisi, lebih dalam, dan menembus batas fisik dan non fisik. ROAA itu bisa berarti melihat, mimpi, melihat pake alat, termasuk ngimpleng juga bahasanya sepertinya ROAA, kal0 BASYARO melihat dng batin kalo NAZHORO melihat dng mata telanjang… Jd kl dari definisinya, pake apapun melihat maka ROAA bisa diperranggungjawabkan secara hukum… Masalah yg akan diambil jln keluar plus benang merah kan perbedaan NELEU kana HILAL… sop mrk kan patoan proaentase hilal… Nah sepakati aja proaentasinya jng 1,5 derajat sbb suka debatable…. Turunkan jd 0,5 derajat…. Pasti akur geura…. Heuheuheu”

Sumber: Facebook

Dari tafsir di atas yang diklaim dari seorang ahli bahasa Arab. Dikatakan bahwa kata melihat yang dimaksud Rasul SAW termasuk juga ngimpleng.

ROAA itu bisa berarti melihat, mimpi, melihat pake alat, termasuk ngimpleng juga

Ngimpleng adalah salah satu ilmu Hikmatul Iman untuk melihat sesuatu dari jauh, makhluk ghaib, atau yang diluar jangkauan mata.

Ngimpleng seperti mata batin hanya dilakukan dengan mata tertutup, fungsinya adalah untuk menglihat sesuatu dari jarak jauh, makhluk gaib, atau segala sesuatu yang diluar jangkauan pandangan. Caranya: pejamkan mata dan konsentrasi pads objek yang dituju, sambil mengosongkan pikiran sampai ada gambaran / visualisai di kepala.

Sumber: HIW

Jika dengan ngimpleng Kang Dicky mampu melihat zaman Nabi Adam as kenapa tidak bisa melihat hilal?

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s