Di manakah tempat Sorga ?


Pengantar dari Redaksi Hikmatul Iman Watch

Artikel ini ditulis oleh Yoddy Hendrawan, seorang murid HI yang cukup aktif menulis di internet. Beliau juga mengumpulkan tulisan-tulisan tentang HI di yoddy (kumaraqulmi.multiply.com). Blog tempat tulisan ini berada pun diisi oleh banyak artikel terkait keilmuan HI. Walaupun begitu, kami tidak bisa memastikan apakah tulisan ini adalah sebagian dari paham HI ataukah hanya pendapat pribadi seorang murid HI.

Sumber: kumara qulmi | Di manakah tempat Sorga?


Di manakah tempat Sorga ?

Neraka yang disediakan untuk orang kafir adalah Surya yang menjadi pusat orbit sepuluh planet dalam tatasurya. Dalam pada itu kita juga menyadari bahwa hidup di Akhirat nanti adalah hidup konkrit sebagaimana keadaan hidup kini cuma nantinya lebih sempurna. Untuk kehidupan konkrit yang sempurna dalam daerah tatasurya hanyalah permukaan planet semata, tiada tempat lain dari itu. Kesimpulannya ialah sorga yang dijanjikan Allah itu adalah permukaan planet-planet sendiri. Itulah sebabnya kenapa Alquran memakai sorga dengan itilah “JANNAH” yang berarti satu “SORGA” dan pada banyak Ayat Suci dipakai istilah “JANNAAT”, artinya “SORGA-SORGA”, memang ada sepuluh sorga nantinya di Akhirat. Dalam pada itu Alquran tidak pernah menyebut neraka itu banyak, tetapi hanya satu neraka dengan istilah NAAR, JAHIIM atau JAHANNAM, yang semuanya mufrad atau singular number.

Tempat sorga yang kita sebutkan sebentar ini barulah berdasarkan kesadaran tempat neraka, tetapi kita membutuhkan dalil yang tercantum dalam Alguran. Untuk itu baiklah kita perhatikan maksud ayat :

2/212 Dihiasi kehidupan di dunia kini untuk orang-orang kafir lalu mereka mentertawakan orang-orang beriman, padahal orang-orang yang insyaf itu berada di atas mereka (above them) pada Hari kiamat. Dan Allah memberi orang yang DIA kehendaki tanpa perhitungan (tanpa kesadaran yang diberi).

29/58. Dan orang-orang beriman dan beramal shaleh itu, Kami tentukan buat rnereka dari sorga itu selaku tempat tinggi yang bergerak siang-siang di bawahnya, amat nikmat upah orang-orang yang beramal itu.

39/20. Akan tetapi orang-orang yang insyaf (para Muttaqien) pada Tuhan mereka, untuk mereka tempat tinggi yang di atasnya ada tempat tinggi lagi selaku bangunan yang bergerak siang-siang di bawahnya, sebagai janjian Allah, Allah tidak akan merobah janji itu.

Sepuluh planet yang mengorbit keliling Surya dalam keadaan bertingkat-tingkat pada jarak berbeda dari pusat orbit. Perbedaan jarak ini menimbulkan istilah BAWAH dan ATAS pada tatasurya yang kita diami. Surya berada ditempat paling bawah, itulah neraka tempat orang-orang kafir, maka yang di atas neraka itu ialah planet-planet yang dijadikan sorga untuk tempa kediaman para Muttaqien. Pada dua Ayat Suci di atas tadi dipakai istilah “GURAF” yang berarti tempat tinggi, maksudnya tidak lain daripada planet-planet sendiri. Sorga di Akhirat adalah di permukaan planet. Kemudian itu perhatikanlah pula ayat :

3/133. Dan berlombalah kepada keampunan dari Tuhanmu dan sorga yang luasnya sama dengan luas planet-planet dan Bumi ini dijanjikan untuk para Muttaqlen.

11/108. Dan adapun orang yang dibahagiakan itu berada dalam sorga kekal di dalamnya selama masih ada planet-planet dan Bumi ini dengan pemberian tak putus-putusnya, kecuali apa yang dikehendaki Allah.

14/48. Yaitu Hari waktu diganti Bumi ini dengan Bumi lain (wujudnya dan rupanya), begitu pula planet-planet itu, dan mereka menghadap untuk Allah Esa Kuasa.

50/31. Dan didekatkan sorga itu bagi para Muttaqien, dia tidak jauh.

Semua Ayat Suci ini, di tambah. lagi dengan maksud tercantum pada ayat 57/21, menerangkan sorga-sorga itu adalah di planet-planet yang didiami manusia kini tetapi diganti wujudnya dan rupanya. Kalau planet kini tersusun dari atom yang senantiasa mengeluarkan Mar’a-nya dan dibungkus oleh ionostir, maka planet nanti tersusun dari atom yang permanen hingga seluruh hidup di waktu itu berlangsung kekal dan sorga itu tidak memiliki ionosfir yang melingkupinya. Karena itulah dikatakan luas sorga-sorga itu sama dengan luas planet-planet sekarang ini.

21/105. Dan sungguh Kami tetapkan dalam kekuatan sesudah pemikiran bahwa Bumi ini mewarisinya hamba-hambaKU yang shaleh.

39/74. Dan berkatalah mereka: “Puja-puji itu kepunyaan Allah yang melaksanakan janjiNYA pada kita dan yang mewarisikan Bumi ini untuk kita hingga kita menentukan tempat dari sorga ini sebagaimana kita sukai”. Amat nikmatlah upah orang-orang yang beramal itu.

43/72. Dan itulah sorga yang diwariskan untukmu tersebab apa yang kamu kerjakan selama ini.

Dengan tiga susunan Ayat Suci ini semakin jelaslah bahwa yang jadi sorga nantinya adalah planet-planet yang mengorbit keliling Surya. Sorga itu mempunyai tingkat, dan keadaan tingkat sorga di Akhlrat itu sebanding dengan tingkat planet-planet kini. Semakin jauh dari Surya akan semakin tinggilah tingkat sorga itu, maka akhirnya benarlah bahwa Muntaha selaku planet yang tertinggi dari Surya nantinya menjadi sorga yang tertinggi di Akhirat. Jika orang menyebut sorga tempat tinggal Nabi Adam dulu adalah sorga tertingi betul juga tetapi nanti di Akhirat. Itulah Bumi-Bumi yang didiami manusia dan itulah Bumi-Bumi yang nantinya diwarisi oleh para Muttaqien, akhirnya benarlah keterangan ayat 3/139 bahwa orang Beriman itu lebih tinggi dibanding dengan kedudukan kaum kafir. Dan untuk seterusnya perhatikanlah lagi maksud ayat :

36/56. Mereka dan isterinya berada pada zilaal (planet yang melakukan transit) di atas singgasana bersenang-senang.

56/27. Dan kaum kanan. apakah kaum kanan itu ?

56/28, berada di planet (sidru) yang diorbitkan.

56/29. dan gelombang sinar yang dipancarkan (oleh jutaan bintang lain).

56/30. Dan pada zillu (planet yang melindungi waktu transit)

77/41. Bahwa para Muttaqien itu berada pada zilaal dan pada mata-mata air.

77/42. Dan pada taman-taman kesenangan dari apa yang mereka hajatkan.

Sidru kita artikan planet karena Muntaha adalah juga sidru tersebut pada 53/16. Sedangkan istilah zilaal dan zillu yang kita artikan dengan planet yang melakukan transit dan yang melakukan lindungan waktu transit bersamaaan dengan pengertian yang kita dapati dalam buku-buku tafsir lain. Kini teranglah bahwa sorga di Akhirat itu adalah planet-planet yang sudah diperbaiki wujud dan rupanya sesuai dengan maksud ayat 29/20

Iklan

4 thoughts on “Di manakah tempat Sorga ?”

  1. ” Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk ” AZ-ZUKHRUF 36-37.

  2. Yah.. Ada bahayanya juga bila orang mempelajari Qur’an tanpa ilmunya.. Langsung membaca dan menafsirkan !? Orang-orang HI ini lebih hebat dari Plato dan Aristoteles, mereka berpikir dengan logika dan mengamblil kesimpulan dengan ketat berserta hukum-hukum nalar yang dengan teratur dan proses yang lama, sementara orang-orang HI cukup dengan ngimpleng dan mengambil kesimpulan dengan cepat.. tanpa logika !? Lalu mencari ayat dalam QUR’AN dan dicarilah ANALOGINYA.. Jadilah PENAFSIRAN BARU !? Kesimpulanya ; setiap anggota HI bisa menjadi AHLI TAFSIR dengan sertifikat dari KANG DICKI.. diluar dari itu dianggap tidak kredibel, dhoif dan ilegal !

  3. Semakin terlihat pola fikir SYEKH DICKY sang maha guru yang bermotto TURUNKAN EGO MAKLUMI ORANG LAIN !! dalam hal ini saudara YODDY sangat terpengaruh oleh pola fikir SYEKH DICKY yang selalu berbicara GUNAKAN AKAL !! pada kenyataan nya tidak ada murid hikmatul iman yang berfikir kecuali membeo ucapan SYEKH DICKY !! sungguh suatu kekeliruan yang nyata .. mungkin kah murid hikmatul iman menjadi seorang PENEMU seperti SYEKH DICKY ? (timbul pertanyaan itu setelah saya berfikir) #stop OPLOSAN

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s