Seperti Inikah Akhlak Murid HI?


Secara umum, semua pihak selalu menginginkan adanya adab dan tata krama yang baik di dalam diskusi atau perdebatan. Begitu juga dalam mengkritisi pemikiran dan paham-paham Hikmatul Iman. Namun, selalu ada pihak-pihak yang mencoba merusak itu semua. Salah satunya adalah nickname Pisangrebus yang menyebarkan komentar kasar dan spam di blog ini dan Metafisis. Dibandingkan semua komentar yang pernah saya temukan, sepertinya tidak ada yang melebihi kekasarannya.

Di artikel ini, saya akan tunjukkan beberapa komentar kejinya yang luar biasa kasar dan bodoh. Semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk berhati-hati dalam menulis atau berbicara, apalagi dalam perkara agama.


Menolak Metode Penafsiran

Dia menolak semua jenis metode penafsiran. Secara terang benderang dia katakan bahwa tidak ada aturan dalam menafsirkan Al-Qur’an.

Screenshot Komentar

pisangrebus:

al-quran bkn hanya milik orang islam..,skalipun diturunkan melalui nabi muhammad saw…,al-quran milik smua manusia yg mau berfikir…kaidah2 tafsir,aturan2 bagi orang yg menafsirkan adlh aturan bullshit…!!!

aturan2 yg dibuat manusia2 padang pasir ( baca:arab) yg katanya penuh dgn ulama2 besar adalah bagian konspirasi untuk melumpuhkan daya pikir .

mereka hanya takut kehilangan eksistensi dan keberkuasaan trhdp umat

tdk ada aturan dlm menafsirkan al-quran..,smua manusia berhak dan bebas menafsirkan al-quran.

Allah SWT bukan hanya tuhan orang islam…

Sumber: Lanjutan Diskusi Perdana Akhmad (Praktisi Ruqyah) Vs Kang Dicky (Guru Utama Hikmatul Iman)

Bantahan

kaidah2 tafsir,aturan2 bagi orang yg menafsirkan adlh aturan bullshit…!!!

Dalam menafsirkan kalimat sederhana sekalipun pasti butuh aturan. Misalnya seseorang berkata "Aku mau membuang sampah." Apakah boleh langsung kita tafsirkan sebagai membunuh para preman yang mengganggu ketertiban umum? Tentu tidak, karena itu jelas-jelas melanggar aturan umum. Apalagi menafsirkan al-Quran. Tentu butuh aturan yang lebih rapi dan tertata.

aturan2 yg dibuat manusia2 padang pasir ( baca:arab) yg katanya penuh dgn ulama2 besar adalah bagian konspirasi untuk melumpuhkan daya pikir .

Apakah yang dia maksud adalah para ulama yang ikhlas? Ini jelas-jelas penghinaan. Tanpa ulama, mungkin kita tidak pernah syariat paling sederhana semacam wudhu atau adab ketika bersin.

smua manusia berhak dan bebas menafsirkan al-quran

Secara bahasa kata semua menunjuk seluruhnya secara umum tanpa kecuali. Semua manusia artinya termasuk orang kafir, orang tidur, anak kecil, bahkan orang gila berhak menafsirkan al-Quran.

Meragukan Hadits Tanpa Ilmu

Dia dengan mudahnya meragukan keshahihan hadits yang dijelaskan tanpa punya satu pun alasan. Dia juga menganggap remeh ilmu tafsir Qur’an.

Screenshot Komentar

pisangrebus:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra`: 82 )

ana tau mksd ente …,itu jg yg dijadikan dalil pembenaran menggunakan bacaan2/tulisan2 ayat al-quran sebagai jampi atau obat…,heuheu….,

menafsirkan kata pemyembuh dlm surat al-isra 82 sebagai obat secara fisik memang adlh tafsir yg plg mudah tp sekaligus semau udelnya sendiri…

bahasa al-quran adlh bahasa sastra yg sangat tinggi,bahasa al-quran jgn dipahami secara tersurat saja tp jg yg tersirat….,kata2 yg digunakan dlm al-quran itu bs bermakna simbolik….

jampi2 dgn doa itu beda bos…,

jampi2/membaca mantra itu mainannya dukun ama tukang sihir…..

menggunakan ayat al-quran sebagai jampi/mantra justru sangat merendahkan al-quran……,ada banyak makna tersirat dlm ayat2 al-quran yg hrs lbh digali untuk menguak banyak misteri kehidupan yg belum terungkap drpd sekedar menggunakan bacaan ayat al-quran sebagai jampi/mantra

“== Mereka meminta upah krn pada saat itu mereka sedang dlm perjalanan dan sangat2 membutuhkan makanan,,Bukan Uang! ”

kl mereka memang sedang kelaparan ,atau butuh makanan knp mereka tdk meminta saja,..bukankah itu jauh lbh baik…

yg diceritkan dlm hadist itu,tdk mencerminkan akhlak sahabat maupun rosulullah yg selama ini kita tau…,yg mau membantu siapapun tanpa pamrih, sekalipun mereka sendiri dlm kesulitan

jd saya meragukan hadist itu…..,siapapun yg meriwayatkannya krn jelas2 bertolak belakang dgn akhlakul karimah rosulullah..

muh4mm4d, so what…?(dgn tdk mengurangi rasa hormat saya trhdp nenek ente) ,,ente hanya mencari pembenaran atas apa yg ente & nenek ente lakukan….

Sumber: Cara Salafy Bongkar Jimat Volume 1 (Bantahan Buat Wingalusaceh “Sang Dukun Ahmaq” dan Dukun Lainnya)

Bantahan

jd saya meragukan hadist itu…..,siapapun yg meriwayatkannya krn jelas2 bertolak belakang dgn akhlakul karimah rosulullah..

Diperbolehkan seseorang menolak hadits jika merasa ada keraguan di dalamnya. Tapi, keraguan ini haruslah berdasarkan ilmu bukan hawa nafsu. Jika memang mampu, sebetulnya dia bisa meneliti sanad dan menelusuri hadits-hadits lain yang berkaitan.

Menghina Dalil dan Pendapat Ulama

Berikutnya, dia menghinakan dalil dan merendahkan pendapat ulama.

Screenshot Komentar

pisangrebus:

bullshit dgn dalil…,makan tuh dalil….
jgn kufur nikmat…,apa gunanya Allah mengkaruniakan anda superprocessor (otak) ,smua serba bebek apa katanya ulmaa A,B,C…,ustadz F,Z,X
Al-quran adlh milik Allah…,pun demikian otak adalah ciptaannya…,apakah Allah akan mempertentangkan ciptaannya….

berhenti menjadi onta2 manusia2 padang pasir..!!!

Sumber: Lanjutan Diskusi Perdana Akhmad (Praktisi Ruqyah) Vs Kang Dicky (Guru Utama Hikmatul Iman)

pisangrebus:

kapan km pake otakmu..?,kl setiap perkara berdasarkan refernsi2….

Sumber: Lanjutan Diskusi Perdana Akhmad (Praktisi Ruqyah) Vs Kang Dicky (Guru Utama Hikmatul Iman)

Bantahan

bullshit dgn dalil…,makan tuh dalil….

Dalil utama dalam Islam ada dua, yaitu al-Quran dan as-Sunnah. Lalu ditambah oleh dua perkara lagi yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu Ijma Shahabat dan Qiyas. Menghina dalil sama saja dengan menolak syariat seluruhnya karena syariat dibangun berdasarkan dalil-dalil.

apa gunanya Allah mengkaruniakan anda superprocessor (otak) ,smua serba bebek apa katanya ulmaa A,B,C…,ustadz F,Z,X

Apa bedanya dengan dirinya sendiri yang juga membebek pada perkataan Kang Dicky? Lebih baik membebek pada ulama yang jelas keilmuannya. Sudah nyata bahwa tidak semua orang sama kualitasnya. Pikiran tukang becak beda dengan professor. Keahlian tukang sayur beda dengan ahli tafsir. Apakah karena semua sama-sama ciptaan Allah maka semua berhak meneluarkan fatwa? Samakah pendapat orang bodoh dengan orang pintar?

Penutup

Benarkah pisangrebus ini murid HI yang terlampau reaktif? Saya tidak bisa memastikan. Yang jelas, sikapnya sama sekali tidak membantu posisi HI. Kicauan dan ocehannya hanya membuat posisi HI semakin buruk. Saya sungguh berharap pisangrebus hanyalah seorang provokator dan bukan murid atau pendukung HI. Saya yakin masih banyak murid HI yang berfikir logis dan mempunyai cinta yang kuat terhadap agama dan syariatnya.

Pisangrebus, jangan repot berkomentar, semua komentar Anda akan ditandai sebagai spam.

Iklan

10 thoughts on “Seperti Inikah Akhlak Murid HI?”

  1. Selama ini kita sangat terikat pada pakem bahwa yang paling benar menafsirkan al-quran adalah para ulama tempo dahulu. Yang kekal adalah aidah sedangkan fikih terbatas oleh waktu dan ruang. Bisa jadi ada hasil para penafsir tempo dahulu sudah kurang pas dengan kondisi masa sekarang. Misal kata Kholaqo yang di artikan dengan segumpal darah, padah proses penciptaan manusia tidak pernah mengalai pase segumpal darah. Dan yang lebih penting tapsir yang dikembangkan para ulam awaliyin lebih cenderung parsial, tidak konprehensip merangkum nilai-nilai integrasi al-qura. Misal tentang dua saksi yang adil. Tafsir yang paling cocok untuk saksi tersebut pada masa sekarang adalah dua orang notaris yang diangkat oleh negara yang telah bersaksi atas nama Allah akan berbuat adil. Sangat naif saksi yang adil jika hanya diterjemahkan dengan memanggil tetangga untuk menjadi saksi dari sebuah perjanjian atau wasiat.

    1. Wahaha, kholaqo itu kata kerja dalam bentuk fi’il maadhi, ini kok bisa segumpal darah ya? Itu orang ketauan bgt ga ngerti bhs arab, liat artikel, kena brainwash, ujung2nya taqlid buta sama org ga jelas, tapi nuduh org2 lain tawlid buta hahaha udah deh klo g ngerti apa apa diem aja, kan malu kalo sok tau, apalagi fi’il maadhi/mudhari’ itu basic, paaaling basic bahasa arab, jadi keliatan kan siapa yg mikir sama siapa yg taqlid?
      Ente klo mau menafsirkan Al-Qur’an kudu jago bhs arab dlu deh minimal, akar katanya, perubahan perubahannya, bahkan istilah2 di sastra arab yg erat dgn kebudayaan saat itu, klo kemampuan basic bhs arab aja payah bener, g usah ngaku2 bisa tafsir dah, bikin malu diri lu sendiri, ditertawakan para ilmuwan, serta ditolak pula pandangannya menurut ahli tafsir, jadi lu tuh mau ikut kemana si? Hahaha

  2. punteun kang si pisang rebus ini blm tentu anak HI jangan langsung menuduh tidak semua anak HI seperti pisang rebus ini jd jgn salahkan lembaganya atau wadahnya…lihat pisang rebus sbg oknum at pribadinya sendiri krn KD tdk mengajarkan seperti itu dlm bertindak … krn tdk bs manusia semua digeneralisasi….

  3. Pada awalnya seorang muslim boleh bersifat taqlid pada saudaranya yang diyakini memang lebih mengetahui dan menguasai masalah agama atau apa saja apalagi jika dia seorang muallaf/awalun.Tapi seperti seorang anak yang baru lahir ke dunia in walau masih dalam buaian ibunya hingga kanak-kanak, sejak dini, dia harus “dipersiapkan” untuk segera mandiri baik secara fisik, mental, dan emosi serta spiritualnya. Agar setelah datang hari “H”nya dia telah siap sedia untuk mengemban tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah dan Khalifah-Nya yang penuh tanggung jawab. Jangan membebek terus. Taqlid buta itu haram kalau taklid sementara sih sah-sah saja.

  4. Ulama adalah pewaris para Nabi, kalau memang Perdana itu seorang ulama, boleh saya tahu berapa persen dia mendapatkan warisan ilmunya dari para nabi tersebut.Kalau diseluruh dunia ini, sejak dahulu kala sampai kiamat Ulamanya cuma satu ya… yang bernama Perdana ….tsb, pastinya dia akan mendapatkan warisan ilmunya para Nabi seratus persen, masalahnya ulama itu buanyak sekali dan saya tidak yakin perdana itu seorang ulama apalagi seorang Mufti yang memang bertanggung jawab dan paling berhak untuk memberikan fatwa agama/vonis/keputusan hukum.Dimana salah satu ciri seorang mufti minimal selain ahli Quran, ahli Hadits, pernah mondok minimal FULL selama 24 thn kalau jadi seorang ustadz sich.. ya… cukup 14 thn saja secara FULL mondoknya.Kalau ente gimana ? gaya ente sy perhatikan modusnya tidak beda dengan mereka yg punya “hobby”gemar main “hakim sendiri” terutama terhadap individu atau kelompok muslimin yg menurut pemahaman ente tidak sama dengan ente,Menurut hemat kami ente belajar deh pada kisah Nabi Musa As. bersama Khidir.Coba cari tahu tuh mengapa Allah Swt malah memerintahkan Nabi-Nya dan Rasul-Nya berguru dulu dengan seorang Khidir yg sampai sekarang masih diperdebatakan statusnya, apakah Beliau itu seorang Nabi atau hamba Allah Swt saja.(Waliyurrohman).

  5. kalau mau membebek, membebek pd al Quran,Sunah Rasul, para Alim Ulama yg kredibel
    JANGAN memBebek pd org Gila,Kang Dicky,HI,setan,Iblis,org mabok,org Kafir dn musyrik,org Jahlun (Jahilun)
    apakah sama terang dan gelap ?
    Apakah sama org yg beriman dg org Kafir?
    Apakh sama org yg berpengetahuan (Alim Ulama) dg org yg Jahil (jahlun)?
    Apakh sama saja kondisi di Neraka dan di Surga?

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s