Pihak Hikmatul Iman Ternyata Memang Tiarap!


Dalam analisa percakapan Ustadz Perdana dan Kang Dicky saya berspekulasi bahwa pihak Hikmatul Iman memilih untuk tiarap. Mereka tidak mengeluarkan pernyataan resmi ataupun bantahan-bantahan lain. Bahkan video rekaman dialog tersebut tidak mereka edarkan ke khalayak umum. Padahal, itu lebih dari cukup untuk membuktikan kesesatan Ustadz Perdana (menurut versi mereka).

Saya memperoleh info dari dalam bahwa ternyata memang benar mereka memilih untuk tiarap. Himbauan ini disampaikan oleh Kang Gun yang sepertinya salah satu petinggi di Hikmatul Iman. Semua murid Hikmatul Iman dihimbau untuk tidak mengunjungi apalagi berkomentar di blog Ustadz Perdana.

Benarkah tiarap adalah solusi terbaik? Sudah tepatkah solusi yang diambil Hikmatul Iman? Ini tentu jadi pertanyaan bagi semua pihak.

Semua Masalah Harus Dihadapi

Hikmatul Iman menganggap bahwa Ustadz Perdana dan para pendukungnya sudah masuk dalam taraf berlebihan dan sudah tidak bisa dinasehati lagi. Tentu saja ini menurut persepsi mereka.

Dalam persepsi Ustadz Perdana, kesalahan Hikmatul Iman sudah jelas dan nyata. Dengan keyakinan dan sikap militansi Ustadz Perdana, tidak mudah untuk membiarkannya dan berharap masalah ini akan mereda dengan sendirinya. Selain itu, melalui jaringan rekan peruqyahnya yang cukup luas, bisa dipastikan bahwa persepsi beliau tentang Hikmatul Iman akan terus menyebar.

Menurut saya, cara terbaik bagi Hikmatul Iman adalah terus menghadapi masalah ini. Sangat disayangkan bahwa pertemuan Kang Dicky dan Ustadz Perdana beberapa waktu lalu tidak meredakan masalah ini. Bahkan sebaliknya, ada kemungkinan akan semakin besar.

Akan terasa sangat ilmiah jika Hikmatul Iman berani menjawab pertanyaan-pertanyaan pihak Ustadz Perdana secara jujur dan terbuka lewat tulisan.

Menghargai Pilihan Hikmatul Iman

Tentu saja, pilihan akhir tetap ada di tangan Hikmatul Iman sebagai organisasi dan murid-muridnya secara personal. Apapun itu, kita perlu menghargainya. Dan tentu saja, biarkanlah kritik terus berjalan selama tujuannya mengoreksi, memperbaiki kesalahan mereka, dan bukan mencaci maki.

Salam hangat untuk para saudara kami di Hikmatul Iman.

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s