Behind the Novel – Buku Kesatu “Kelahiran”


Sumber:

  1. Behind the Novel – Buku Kesatu “Kelahiran” | ARKHYTIREMA (http://arkhytirema.com/profil-novel/behind-the-novel-buku-kesatu-kelahiran/)
  2. Arsip

Untuk ukuran pembuatan sebuah novel, proses dari penulisan hingga percetakan novel Trilogi ARKHYTIREMA Buku Kesatu: Kelahiran ini terbilang sangat cepat. Gagasan menyebarluaskan informasi mengenai sejarah peradaban bangsa LEMURIAN sebenarnya sudah ada sejak lama. Kang Dicky sendiri sebagai sumber informasi mengenai hal ini telah membagi pengetahuannya ke komunitas Hikmatul Iman Indonesia bertahun-tahun lalu. Sehingga, materi LEMURIAN bukan hal yang baru bagi komunitas HI. Namun, novel Trilogi ARKHYTIREMA inilah yang diharapkan memberikan pengetahuan yang komplet dan gambaran yang menyeluruh mengenai warisan budaya LEMURIAN yang perlu dibangkitkan.

Kompilasi Data dan Informasi

Novel Trilogi ARKHYTIREMA ini merupakan proyek bersama para HIers yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Pada dasarnya, HIers adalah satu. Satu guru, satu ilmu, satu perguruan. Namun selama ini, tanpa sadar kita mengkotak-kotakan di antara kita sendiri. Di novel ini, semua elemen itu bersatu dan terlibat dalam proses pembuatan novel hingga peluncurannya di UNINUS, Ahad, 22 Mei 2011.

Adalah bermula dari obrolan iseng-iseng di BBG LSBD-HI mengenai Alien dan Lemurian yang kemudian mentok. Kenapa dibilang demikian? Kang Dicky mempersilakan kita untuk membahasnya, dimulai dari kelima bangsa di awal peradaban manusia yang memiliki tingkat penguasaan energi (tenaga dalam) yang tingi yaitu TARX, MOSRAM, BROPA, ZNEZNELA dan KRAIRON. Namun, karena keterbatasan pengetahuan para HIers yang berdiskusi terhadap materinya, Kang Dicky pun berbagi pengetahuannya dengan kita. Selain itu, materi pun ditambah dengan sesi individual yang dilakukan di Padepokan HI pada tanggal 25 Desember 2010 setelah latihan gabungan di UNINUS, dilanjutkan pada perjalanan ke Bali (28 Desember – 3 Januari).

Cerita-cerita kang Dicky tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk dialog apa adanya. Awalnya, tentu membingungkan karena materi kang Dicky yang terlalu banyak, dicampur dengan pertanyaan, komentar dan diskusi dari peserta diskusi di BBG. Kompilasi diskusi yang masih mentah tersebut kemudian dibuat rangkuman yang terklasifikasi berdasarkan isu-isu penting.

Kemudian, tercetus ide untuk membuatnya menjadi novel. Pilihan dalam bentuk novel diambil dengan pertimbangan lebih enak dibaca, dicerna dan masuk ke dalam subliminial otak kita. Materinya yang begitu berlimpah ruang, maklum karena menyangkut peradaban manusia, dibuatlah dalam bentuk TRILOGI. Trilogi pertama bercerita tentang kelahiran ARKHYTIREMA, tokoh sentral dalam TRILOGI ini. Buku kedua akan bercerita mengenai ARKHYTIREMA sebagai Duta Galaksi. Buku ketiga akan bercerita mengenai ARDH GRUMMA atau Planet Bumi.

Buku kesatu dan kedua mungkin akan terasa “asing” bagi mereka yang baru pertama kali membaca atau mendengar mengenai materinya. Kedua buku ini seolah-olah akan mengantarkan para pembaca ke dunia “fiksi”. Meskipun harapannya, fiksi-fiksi itu akan memberikan satu benang merah pemahaman bagi para pembacanya yang teliti dan jeli mengikuti kisah petualangan ARKHYTIREMA dan nilai-nilai yang tersirat didalamnya.

Penulisan novel Trilogi ARKHYTIREMA kemudian dilakukan dalam berbagai sesi, baik individual maupun personal. Kang Dicky berbagi cerita itu ke kalangan HIers yang lebih luas. Tercatat, beberapa kali sesi bersama atau konsinyasi dilakukan selama pembuatan novel. Dua bab pertama dilakukan di kediaman Kang Aulia Pradipta (Pelatih Utama) di Setrasari pada 16 Januari 2010, di Anyer pada 24-26 Februari 2011 dengan kang Taufiqurrohman (Pelatih) sebagai tuan rumahnya, di Padepokan pada 3 Februari dihadiri oleh Kang Gunadi (Wasdal), kang Monang (Pelatih Utama) dan HIers lainnya yang dating berkumpul serta terakhir, di Sari Ater pada bulan 4-6 April 2011 dengan kang Sodik Kohirudin sebagai tuan rumahnya. Koordinasi pembuatan novel juga dilakukan dalam acara-acara HI lain, seperti Open Dialog yang juga menghadirkan Emha Ainun Najib di Hegarmanah pada 10 Maret 2011 dan di Padepokan pada 23 Maret 2011.

Novel kemudian diedit, diberikan catatan-catatan kaki serta ilustrasi dan memasuki proses setting, lay-out dan naik cetak pada bulan April hingga Mei 2011. Beberapa komponen kemudian dibuat untuk mendukung novel. Tujuannya, agar HIers dan pembaca umum benar-benar dapat memahami dan mempelajari warisan budaya LEMURIAN.

Huruf dan Angka Lemurian

Salah satu bagian yang terpenting dari Trilogi ARKHYTIREMA adalah huruf dan angka LEMURIAN. Huruf LEMURIAN merupakan huruf yang pertama kali digunakan dan menjadi cikal bakal huruf yang dipakai kita sekarang ini, mulai dari huruf latin, arab, dan lain sebagainya. Huruf LEMURIAN bukanlah huruf biasa. Huruf ini sejalan dengan naik turunnya Gelombang Pikiran dan Kode Gen manusia. Pada dasarnya, seluruh tubuh manusia bergerak dari kanan ke kiri. Pun otak manusia. Namun, hal ini kemudian diubah dan diputarbalikkan oleh sistem sosial yang dibangun oleh bangsa ATLANTIS.

Oleh karena itu, berlatihlah MENULIS huruf LEMURIAN dengan tangan, meskipun sudah tersedia software font LEMURIAN. Software font LEMURIAN dibuat untuk memudahkan komunikasi saja. Namun, inti dari mempelajari huruf LEMURIAN bukanlah pada gerakan MENGETIK, namun MENULIS. Dengan menulis, jari-jemari kita akan merasakan pergerakan hurufnya yang memang mengikuti gerakan air. Gerakan yang selaras dengan pergerakan otak dan semua sel dalam tubuh kita. Dengan menulis huruf LEMURIAN, tubuh dikembalikan ke sunnatullahnya, kanan ke kiri seperti gerakan thawaf. Buat HIers, jangan lupa gunakan nafas perut saat belajar menulis huruf ini

Sementara angka LEMURIAN terdiri dari 0 sampai dengan 5. Angkanya mudah dipelajari. Mengapa NOL sudah ada sejak jaman LEMURIAN? Karena 0 seperti keadaan kosong & kosong harus dilambangkan. Angka itu sebetulnya dimulai dari NOL bukan dari SATU. Karena sebelum ada satu ada kosong, nah kosong diwakili NOL. Sistem angka ini juga berhibungan dengan suara alam nada pentatonic. “Penta” adalah 5, yg jelas bukan da mi na ti la da krn ini sudah buatan jaman sekarang.

Agar terbiasa dengan huruf ini, maka pada buku Kesatu: Kelahiran, mulai diperkenalkan. Bagian percakapan terpenting yang terletak di akhir novel dituliskan dengan menggunakan huruf LEMURIAN. Demikian juga epilognya. Namun, karena buku kesatu merupakan pengantar, maka kami berikan terjemahan atau huruf latinnya di bawah huruf LEMURIAN tersebut.

Untuk mendukung pembiasaan ini, maka kang Dino Safar dari HI Sumatera Barat dan kang Ilham Amir dari HI Jabodetabek membuat software font LEMURIAN. Software ini, atas permintaan kang Dicky, belum boleh dipublikasikan dalam ruang publik di media maya sebelum launching Trilogi ARKHYTIREMA dilakukan. Namun demikian, HIers mulai dianjurkan untuk membiasakan menulis dan membaca huruf LEMURIAN secara mandiri. Kang Dicky sendiri telah memperkenalkan huruf dan angka LEMURIAN ini di Latihan Gabungan Nasional di Pangandaran dan di beberapa kesempatan dalam Open Dialog. Huruf dan angka LEMURIAN ini pun sudah diperkenalkan melalui merchandise (kaos, jam dinding dan lain sebagainya) yang dijual dalam acara-acara internal Hikmatul Iman. Karena launching Trilogi ARKHYTIREMA sudah dilakukan, maka bagi HIers yang ingin memperoleh software font LEMURIAN ini dapat menghubungi kami di lemurian.production@gmail.com atau facebook LEMURIAN Production.

Editing, Data Teknis dan Ilustrasi

Novel yang sudah jadi kemudian di edit oleh dua editor, yaitu kang Aulia Pradipta dan kang Dedi Misbah (Pelatih). Data teknis termasuk penyusunan GLOSARIUM dilakukan oleh tim Data dan Teknis. Sementara ilustrasi dikerjakan oleh kang Jody Bayuaji. Setting dan lay-out dikerjakan oleh Griya46.

Percetakan dan Marketing

Untuk cetakan pertama Buku Kesatu: Kelahiran dibuat sebanyak 3000 eksemplar. Pendanaan berasal dari Kang Dicky melalui LEMURIAN Production. Hasil penjualannya akan digunakan sebagai modal untuk cetakan kedua dari Buku Kesatu dan cetak Buku Kedua dan Ketiga. Harga eceran untuk Buku Kesatu ditetapkan sebesar Rp. 75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah). Untuk pembeli yang berasal dari luar kota, dikenakan ongkos kirim sesuai tariff yang berlaku wajar. Sistem penjualan dilakukan melalui Koordinator Agen (Koperasi PP dan UP2U Pulo Asem) yang mendistribusikannya ke agen-agen yang berdomisili di berbagai kota.

Tentang LEMURIAN Production

LEMURIAN Production adalah sebuah divisi yang dibentuk di bawah Yayasan Hikmatul Iman Indonesia dimana kang Gunadi bertindak selaku ketuanya. Divisi LEMURIAN Production dikepalai oleh Kang Aulia Pradipta sebagai koordinator dan Teh Eka Yuliastuti Husein sebagai bendahara dan sekretaris. Divisi yang baru dibentuk ini bertugas mendukung publikasi Hikmatul Iman, salah satunya adalah penerbitan Trilogi ARKHYTIREMA. Label “LEMURIAN Production” diambil dari label yang sudah dibuat sebelumnya oleh Kang Dicky untuk film-film independen produksi Hikmatul Iman. Logonya dibuat oleh kang Awal. Dengan demikian, LEMURIAN Production adalah label independent untuk semua publikasi Hikmatul Iman, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai serta teknologi LEMURIAN yang coba dibangkitkan oleh dan melalui komunitas Hikmatul Iman.

Rencana Selanjutnya?

Setelah Buku Kesatu: Kelahiran akan terbit, insya Allah akan diterbitkan buku-buku selanjutnya, yaitu Buku Kedua: Duta Galaksi dan Buku Ketiga: ARDH GRUMMA. Selain itu, Trilogi ARKHYTIREMA ini akan dibuat secara bilingual, yaitu edisi bahasa Indonesia dan edisi bahasa Inggris.

Beberapa media publikasi dan marketing pun sudah dibentuk, yang dikoordinasi oleh kang Setiabudi, yaitu:

Facebook LEMURIAN Production (email: lemurian.production@gmail.com)
Grup Facebook : Novel ARKHYTIREMA
Twitter : @arkhytirema

Demi tersebarnya publikasi Trilogi ARKHYTIREMA ini, diharapkan dukungan dan bantuan seluruh HIers. Stop Pembajakan. Beli novel aslinya!

Menggali Akar Budaya LEMURIAN

Trilogi ARKHYTIREMA bukan sekedar cerita silat dan penguasaan energi (tenaga dalam) biasa. Dia juga bukan sekedar cerita fiksi mengenai bangsa-bangsa ala film-film science fiction seperti star trek, star gate, star wars, battlestar antartica, slider, quantum leap, skyliners, dan lain sebagainya. Kisah ARKHYTIREMA mengandung sejarah peradaban manusia dan penjelasan mengapa ada ras manusia yang memiliki kemampuan teknologi dan fisik yang berbeda-beda. Novel ini juga menjelaskan mengenai energi dan teknologi berbasis air yang mungkin di dunia nyata, dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin. Mungkin karena pengetahuan kita masih terbatas dan dibatasi mengenai hal itu. Sehingga, membaca novel ini, manusia seperti diayun antara dunia fiksi dan non-fiksi. Dunia khayalan dan sebuah kemungkinan terjadi di dunia nyata.

Iklan

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s