Transkrip Dialog Perdana Akhmad (Praktisi Ruqyah) dan Dicky Zainal Arifin (Guru Utama Hikmatul Iman) –Bagian 2


Perdana Akhmad dan Dicky Zainal Arifin

Artikel ini berisi transkrip bagian kedua dialog antara Ustadz Perdana Akhmad –seorang praktisi ruqyah syar’iyyah– dan Dicky Zainal Arifin –Praktisi Tenaga Dalam dan Guru Utama Hikmatul Iman. Tampilan transkrip ini diambil dari Blog Metafisis dan dirapikan tanpa mengubah isi transkrip itu sendiri. Pastikan Anda telah membaca bagian pertama transkrip diskusi ini.

Komentar subjektif dari Ustadz Perdana telah saya hilangkan agar dialog ini terkesan lebih objektif. Walaupun begitu, komentar tetap diperlukan untuk mempermudah memahami alur dialog ini. Semua komentar ditulis dalam area kutipan untuk memisahkannya dari transkrip.

Materi Dialog

Di dialog bagian kedua ini, dibahas kembali kebenaran percakapan Dicky dengan peruqyah, klaim kemampuan Dicky untuk melihat masa lalu dan masa depan (time travel), dan pernyataannya bahwa ruqyah adalah syirik.

Transkrip Dialog

Dicky Zainal Arifin:

Begini Pak, eh umur umur berapa?

Perdana Akhmad:

Ya…

Dicky Zainal Arifin:

Umur (Perdana) berapa?

Perdana Akhmad:

Saya (lahir) tahun 80.

Dicky Zainal Arifin:

Oh, jauh dari saya.

Perdana Akhmad:

Bapak (berumur) 54 (tahun) ya?

Dicky Zainal Arifin:

Bukan. (Lahir tahun) 68 saya.

Perdana Akhmad:

68

Dicky Zainal Arifin:

Em……

Gini jadi.

Sekarang dari Bismillah saja ya Pak ya. Sekarang dengan nama Allah saya itu mengajarkan pada murid-murid saya itu agar selalu dengan nama Allah. Itukan Bismillah, Bismillah.

Jadi, apapun yang kita lakukan itu harus benar-benar dengan nama Allah. Beda dengan nama yang lain.

Nah…. Kalau kita dengan nama Allah, yang pertama kali diajarkan harusnya ini dulu apa, harusnya tauhid dulu kan ya?

Perdana Akhmad:

Ya, betul.

Dicky Zainal Arifin:

Bagaimana kita mengenal pencipta kita? Bagaimana kita mengenalkan penguasa kita? Bagaimana kita mengenalkan pembuat alam semesta ini?

Perdana Akhmad:

Ya, betul.

Dicky Zainal Arifin:

Nah, mungkin karena gaya kita itu berbeda dengan gaya yang lain, itu mengundang kontroversi. Itu masalah.

Perdana Akhmad:

Ya….

Perdana merasa arah diskusi berubah dan berusaha memotong Dicky.

Dicky Zainal Arifin:

Tenang dulu. Jangan dulu dipotong, jangan dulu dipotong.

Nah jadi saya pertama kali mengajarkan kepada anak saya, pada murid-murid saya adalah bagaimana kita mengenal siapa Tuhannya.

Perdana Akhmad:

Ya, hablumminallah (hubungan antara manusia dengan Allah).

Dicky Zainal Arifin:

Ya itu dulu….

Karena bagaimanapun pula, bagaimanapun kalau kita masih ada niat-niat lain, misalnya kan inna sholati, wanuskui, wamahyaaya, wa mamaati Lillahirobbil’aalamiin (Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam [QS 6:162]), tapi itu dulu yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita. Jadi, bukan yang lain-lain dulu. Nah, itu yang saya ajarkan pada anak-anak saya.

Sedangkan untuk menarik ajaran itu, saya harus menarik dalam bentuk cerita misalnya. Inikan firobi, novel 1, novel 2, novel 3, cerita tentang bagaimana, apa yang namanya, yang ini apa namanya sejarah, masa lalu dan sebagainya.

Bagaimana ini? Bagaimana itu?

Perdana Akhmad:

Saya minum kang ya.

Perdana meminum air bermerek HMR 165 yang disediakan.

Dicky Zainal Arifin:

Oh…. Mangga, mangga (Bahasa Sunda: silakan). Itu (air produksi) buatan saya.

HMR 165 adalah produk minuman kemasan dari Hikmatul Iman.

Perdana Akhmad:

Saya beli satu tadi.

Dicky Zainal Arifin:

Ini teknologi (yang) saya bikin sendiri.

Perdana Akhmad:

Ragani saya beli tadi. Saya masuk angin. Alhamdulillah, udah minum ragani, sehat saya.

Ragani adalah minuman ekstrak jamu produk Hikmatul Iman.

Dicky Zainal Arifin:

Alhamdulillah….

Nah gini, kayak ginilah, kayak gini. Saya bilang begini, coba tela’ah Al-Qur’an dengan baik dan benar. Inikan saya cantumkan tuh (di kemasan Air HMR) Al-Waqi’ah ayat 68. Di situ saya cantumkan. Sudahlah kamu perhatikan air yang kamu minum saya bilang begitu.

Jadi, ayo kita mikir , ayo kita mikir. Kita perhatikan air ini apa sih gitu. Air itu H2O. Hidrogen dua oksigen satu. Nah bagaimana cara merubah molekul airnya…

Perdana Akhmad:

Ya….

Perdana memotong pembicaraan Dicky untuk mengembalikan arah diskusi

Masalah teknologi itu mubah Kang Dicky ya. Saya setuju kalau masalah teknologi, apalagi herbal. Saya sangat mendukung sekali masalah herbal atau teknologi Kang Dicky. Yakin saya, apalagi herbal Ragani saya sudah menyaksikan sendiri bagus.

Saya fokuskan di sini Kang Dicky masalah selain keilmuan Tenaga Dalam dan keilmuan metafisik. Saya berkeyakinan bahwa manusia itu tidak bisa melihat masa lalu atau masa mendatang (dengan metode time travel).

Dicky Zainal Arifin:

Ya gapapa….

KD tersenyum lebar.

Perdana Akhmad:

Sedangkan Kang Dicky bisa mengatakan dengan time travel bisa melihat masa lalu. Seperti apa begitu maksudnya?

Dicky Zainal Arifin:

Gini aja, gini aja.

Kan keyakinan seorang itu berbeda-beda gitu , gapapa keyakinan seseorang berbeda-beda.

Perdana Akhmad:

Berarti Kang Dicky bisa melihat masa lalu?

Dicky Zainal Arifin:

Gini, gini saya ga perlu ngebahas itulah. Ga perlu bisa ngebahas melihat masa lalu dan masa lalu. Dari foto juga bisa keliatan kan ya?

Perdana Akhmad:

Bukan. Maksud saya dengan hanya berdiam, mengaktifkan apa namanya kelenjar apa pineal pituitary.

Dicky memotong

Dicky Zainal Arifin:

Sekarang gini. Ini kan pendapat Perdana Akhmad, pendapat saya. Dua pendapat yang berbeda. Tidak ada masalah, silahkan saja. Silahkan saja kita berbeda pendapat. Ga ada masalah.

Tapi yang jelas, yang jelas kita tidak perlu berdebat. Karena kalau berdebat itu bakal selalu berbenturan. Makanya saya tidak pernah melayani berbedaan atau perdebatan. Jadi, betul-betul itu menguras tenaga saya, tenaga saya tuh habis gitu kan buat urusan ini.

Jadi, kalau berbeda pendapat itu silahkan saja. Anda mau bicara apapun pada saya ga masalah. Silahkan saja. Makanya saya ga pernah melayani, ga pernah menjawab, dan sebagainya.

Karena begini, satu tambah satu sama dengan dua adalah kesepakatan. Jadi, kalo misalnya saya tidak sepakat dengan apa yang Perdana Akhmad katakan, itu wajarkan? Jadi, misalnya Perdana Akhmad tidak sepakat dengan apa yang saya katakan itu wajar.

Dicky menolak berbicara tentang time travel

Perdana Akhmad:

Namun kami sebagai ustadz (guru) perlu meluruskan yang kami anggap menyimpang dari sisi syari’at. Contohnya saya lanjutkan Kang Dicky ya. Ini masalah Ruqyah. Kang Dicky mengatakan ruqyah itu syirik

Dicky Zainal Arifin:

He’em. Kan ada haditsnya ”Inarruqo wattama’in wattilawah syirkun” kan gitu.

Perdana Akhmad:

Dan dikatakan hadisnya gimana shahih?

Dicky Zainal Arifin:

Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud.

Perdana Akhmad:

Shahih

Dicky Zainal Arifin:

Ya iya lah karena ada padanan Al-Qur’annya ya aaa rob apa ketika “robbuna” (tidak jelas, mungkin robbuna atau robfulan) membacakan ayat Al-Qur’an itu dihadapan masyarakat jin, jadi jin itu takjub lalu beriman, tidak ada jin itu yang kepanasan. Itu tidak ada.

Nah, di situ saya dasari dari sana. Jadi, ya udah kalau kita sudah terlalu percaya pada bacaannya tidak percaya pada Allah-nya….

Perdana Akhmad:

Betul, kami juga meyakini bahwa bacaan Al-Qur’an tidak bisa berfungsi sendirinya kecuali atas izin Allah.

Dan Kang Dicky mengatakan “Apa buktinya hadits itu lemah, apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu?”

Ini adalah kutipan dari Percakapan Seorang Pe-Ruqyah dengan Kang Dicky

Kami (peruqyah) tidak pernah mengatakan hadits ini lemah pada peruqyah (lain). Jadi, Kang Dicky tidak boleh menyatakan bahwa semua peruqyah mengatakan seperti ini.

“Apakah anda bisa melakukan perjalanan antar waktu” berarti Time Travel lagi. Apa maksud Kang Dicky menyatakan hal ini?

Dicky Zainal Arifin:

Ya, saya nanya ke dia (peruqyah) kan? Bisa ga (time travel untuk mengetahui derajat hadits)? Tahunya gimana (kalau tidak dengan time travel)?

Saya nanya ke dia kan? Di sini saya nanya ke dia.

Perdana Akhmad:

Tapi, maksudnya….

Dicky memotong

Dicky Zainal Arifin:

Saya ga ngevonis semua orang begitu.

Perdana Akhmad:

Maksudnya time travel itu lho….

Maksudnya kang bisa….

Dicky memotong lagi

Dicky Zainal Arifin:

Maksudnya saya nanya ke dia kan?

Perdana Akhmad:

Jadi, bisa mengetahui hadits apakah dengan cara time travel?

Dicky Zainal Arifin:

Ya, saya tanya ke dia….

Perdana Akhmad:

Ia, bisa ga seperti itu dengan cara time travel?

Dicky Zainal Arifin:

Bisa ga seperti itu. Kalo saya mah ga pernah gitu-gituan.

Perdana Akhmad:

Tidak bisa mengetahui derajat hadits dengan time travel?

Dicky Zainal Arifin:

Kalo saya mah ga pernah gitu gituan.

Begitu kan. Saya ga pernah gitu-gituan. Saya ga pernah mencari hadits dengan time travel. Ga pernah.

Perdana Akhmad:

Bukan…. Mengetahui seperti apa klaim bisa tahu. Saya pernah mendengar….

Dicky memotong lagi

Dicky Zainal Arifin:

Sekarang begini. Sekarang begini.

Kalo misalnya untuk membuktikan hadits itu bener itu apa? Menurut anda apa, gimana?

Perdana Akhmad:

Itu dari hasil penelitian para ulama dari ilmu mustholah hadits. Mereka punya ilmu mustholah hadits, mempelajari tentang hadits….

Sekarang gini Kang Dicky. Kalau menurut Kang Dicky ruqyah itu syirik….

Perdana berdiri menghampiri Abu Haidar (Guru Besar Moslem Self-Defence System (MOSSDEF)) lalu menyentuhkan tangan ke kepalanya.

Ketika saya mengatakan….. Saya memegang kepala

Tangan kanan Perdana memegang kepala Abu Haidar lalu membaca

Bismillahi…. Bismillahi…. Bismillahi…. (lalu) saya membaca (surat) Al-Fatihah. Itu syirik tidak?

Dicky Zainal Arifin:

Ooo enggak.

Perdana Akhmad:

Atau ketika saya menepuk (dan berkata) ya ukhruj ya Aduwallah. Keluarlah hai kau musuh Allah. Itu syirik tidak kang Dicky?

Saat itu, Perdana meruqyah Abu Haidar sebagai contoh langsung bagi Dicky

Dicky Zainal Arifin:

Ooo enggak

Perdana Akhmad:

Tidak (syirik).

Dicky Zainal Arifin:

Nah, sekarang Tenaga Dalam itu syirik dari mana?

Transkrip Bagian Ketiga

Transkrip Dialog Perdana Akhmad (Praktisi Ruqyah) dan Dizky Zainal Arifin (Guru Utama Hikmatul Iman) –Bagian 3

Iklan

2 thoughts on “Transkrip Dialog Perdana Akhmad (Praktisi Ruqyah) dan Dicky Zainal Arifin (Guru Utama Hikmatul Iman) –Bagian 2”

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s