Obrolan Sabtu Pagi, 10 Oktober 2015, di Rakul bersama Kang Dicky

Sabtu pagi, 10 Oktober 2015, seperti dicatat oleh Teguh Supriyanto, salah satu murid Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), Dicky Zainal Arifin membahas beberapa pemahaman agamanya yang ganjil.

shalawat-palsu-dicky-zainal-arifin
QS Al Ahzab ayat 56 yang menyatakan bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Muhammad adalah palsu. Mana mungkin Allah dan malaikat bershalawat untuk manusia. Jika benar Sang Pencipta dan malaikat-Nya bershalawat maka bentuk shalawatnya seperti apa? Ucapan shalawat Sang Pencipta dan Malaikat-Nya seperti apa? Obrolan Sabtu Pagi, 10 Oktober 2015 di Rakul bersama KD (hadir pula Kang Ibay, Kang Ayi dan Mang Jejep) Resume dan interpretasi oleh: Teguh Supriyanto

Pemahaman agama yang kami soroti adalah:

  1. QS Al Ahzab ayat 56 yang menyatakan bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad saw adalah palsu.
  2. Rasulullah tidak mengajarkan adzan sebagai panggilan ritual shalat.
  3. Usia Isa Putera Maryam mendekati 1200 tahun.
  4. Ritual berkumpul pada hari Jumat tidak lain adalah forum berkumpul umat untuk menyelesaikan berbagai macam masalah.
  5. Ayat tentang pemindahan kiblat dari Masjidil Aqsha menjadi Masjidil Haram adalah buatan Kerajaan Arab dan bermotif politis. Kiblat kepada Sang Pencipta adalah kemana pun karena di mana pun berada maka di sanalah “wajah Allah”.
  6. Hadits menjadi alat politik untuk memaksakan kehendak kepada umat.
  7. Untuk bisa mengakses Quran di dimensi Al’A maka harus menjadi manusia yang suci, syaratnya adalah Manunggaling Kawulo Gusti.
  8. RSTB (Ritual Sholat Tanpa Bacaan) adalah salah satu metode untuk mengenal Sang Pencipta, namun metode yang efektif adalah dengan perilaku yang bermanfaat dan dilakukan dengan ikhlas.
  9. Kitab Shahih Bukhari yang beredar saat ini isinya sebagian besar adalah palsu dan karangan yang tidak jelas.

Lanjutkan membaca “Obrolan Sabtu Pagi, 10 Oktober 2015, di Rakul bersama Kang Dicky”

Hikmatul Iman Membina Aliran Sesat Gafatar

Tahukah Anda bahwa komunitas Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) ikut membina mantan anggota aliran sesat Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara)? Pembinaan ini dilakukan tidak lama setelah para anggota Gafatar diusir dari Kalimantan.

Tim Hikmatul Iman Watch telah mengumpulkan diskusi mereka di WhatsApp LSBD Hikmatul Iman membahas Gafatar dalam PDF berikut dan menyerahkannya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.

LSBD HI-Hujatan Fatwa Sesat MUI-Membina Gafatar-web

Berikut adalah foto dokumentasi pembinaan Gafatar yang mereka simpan di grup WhatsApp.

Dicky Zainal Arifin: Tidak Ada Zolthaz (Sholat) Gerhana

Rekan kami dulu di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), Gunadi Haristiwan Suparman, membahas hukum fiqih Sholat (Zolthaz) Gerhana di Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Menurutnya, bulan hanya mesin sehingga tidak akan berpengaruh pada Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) atau Zolthaz (makna shalat). Oleh karena itu, cukup menonton saja. Beliau membahas ini dua hari sebelum gerhana matahari total pada 7 Maret 2016.

3/7/16, 08:51:06: Gunadi Hi:


[21:58, 3/5/2016] Wawan PU: Tambahan pertanyaan ka Mbab & temen”, apa yg hrs dilakukan utk qt kaum pencerah bila menghadapi GMT(Gerhana Matahari Total) nanti? Nuhun ..


Nonton we lah, bulan kan mesin. Moal aya ngaruh ka RSTB atawa ZOLTHAZ mah.

Sumber: Grup WhatsApp LSBD HI, halaman 743

Lanjutkan membaca “Dicky Zainal Arifin: Tidak Ada Zolthaz (Sholat) Gerhana”

Penyebaran Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) di Lingkungan Hikmatul Iman

Penyebaran Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) di lingkungan Hikmatul Iman (HI) dibahas dalam Mushaf KDZA yang kami peroleh dari Dedi Misbah, Pelatih HI yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum Yayasan Lantera.

Dedi Misbah pada hari Rabu, 5 Agustus 2015, jam 7:52 menulis bahwa “HIers pada umumnya dan member di group ini pada khususnya telah ‘dipersiapkan’ Mbap (red: DZA) melalui obrolan, diskusi dan penjelasan yang mengarah pada RSTB.” Pernyataan ini bisa kita baca di halaman 828.

Saat itu, Dedi juga mempertanyakan tersebarnya diskusi RSTB ke seluruh anggota HI karena kondisi mereka saat itu belum dianggapnya belum paham.

Lanjutkan membaca “Penyebaran Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) di Lingkungan Hikmatul Iman”

Dicky Zainal Arifin Membahas ZOLTHAZ (Inti Sholat)

Dalam diskusi WhatsApp LSBD Hikmatul Iman, pengacara Dicky Zainal Arifin (Guru Utama Lanterha the Lemurian Meditation [d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman]) menampilkan catatan materi Zolthaz atau Inti Sholat. Berikut ringkasannya:

  1. Setelah HAMMADZ (Muhammad) memahami ZOLTHAZ (inti sholat), maka ia kembali lagi ke arah semula dengan kecepatan yang sama.
  2. Di perjalanan, ada distorsi di lubang cacing (wormhole) sehingga melenceng dari arah tujuan dan masuk ke tempat yang dihuni kaum MOSRAM. Kejadian ini sangat mengejutkan mereka.
  3. Kaum MOSRAM berada di satu tempat di dimensi transisi planet bumi. Mereka adalah MOSRAM baik yang dibuang oleh kaum penguasa zaman mesir kuno.
    Walaupun Kaum MOSRAM tersebut memiliki kemampuan yang jauh di atas kaum 2,5%, mereka tidak sanggup keluar dari dimensi tersebut. Akhirnya, mereka ditolong keluar oleh Sang Utusan.
  4. Karena mereka berasal dari zaman Musa, maka kaum MOSRAM membantu Musa untuk melawan kaum yang melemparkannya ke dimensi transisi tadi.
  5. Kaum MOSRAM mengetahui bahwa Sang Utusan datang dari ZADRAMUNHA dan mempelajari ZOLTHAZ, sebagaimana kaum tersebut diberi pelajaran ZOLTHAZ oleh leluhur mereka.
  6. Kaum MOSRAM terkurung itu berakselerasi 20%, dan melakukan ZOLTHAZ dengan cara khas mereka.
  7. Sebetulnya ZOLTHAZ sudah dilakukan dan didapatkan para utusan secara turun temurun. Tapi, mereka tidak datang ke ZADRAMUNHA.
  8. Setelah membantu Kaum MOSRAM keluar, Sang Utusan kembali ke zamannya. Di sana. ia mulai memikirkan cara mengajarkan ZOLTHAZ bagi kaum 2,5%.
  9. Selagi merenung, tiba-tiba munculah berbagai macam cahaya dari dalam tanah tempat dorphall berada. Cahaya terkuat datang dari BARQHA atau BA’KAH.
  10. Dorphall pertama dan terkuat waktu adalah AKAZHA atau Langit atau dikenal pula dengan nama AQSHA karena perbedaan dialek dan lidah.
  11. Tingkatan pertama ZOLTHAZ bagi kaum 2,5% adalah dengan mengarahkan kepala ke arah dorphall atau radiasi BA’KAH.
  12. BA’KAH lebih kuat karena ia adalah asteroid yang membawa logam seperti batuan yang lebih kuat dari uranium. Dengan mengarahkan kepala ke arah radiasi tersebut, tanpa bacaan, akselerasi menjadi terbantu. Pertama dengan membungkuk lalu digrounding dengan menempelkan jidat ke tanah.
  13. Tahap selanjutnya adalah akselerasi bersatu dengan Zat Tidak Dikenal selama 24 jam.

Lanjutkan membaca “Dicky Zainal Arifin Membahas ZOLTHAZ (Inti Sholat)”

Ketua Yayasan Lantera: Nama Asli Nabi Muhammad saw Adalah Khatan

Ketua Yayasan Lantera, Aulia Pradipta, dalam diskusi di Grup WhatsApp LSBD HI memberikan info bahwa ketika Nabi Muhammad lahir, ia diberi nama Khatan oleh ibunya yang berarti dipisahkan atau dibedakan. Nama ini muncul karena paras nabi yang berbeda dengan kebanyakan bayi.

04/08/16, 16:32:29: Aulia Pradipta (Yoli): Info: ketika Muhammad bi Abdullah itu lahir, diberi nama oleh ibunya: Khatan, artinya yg dipisahkan, dibedakan. Krn parasnya berbeda dng kebanyakan bayi. Ibunya shock, si anak dioper2.
04/08/16, 16:33:04: Habibi Velo: iya Kang sdh tau….hehehe nuhun infonya Kang 🙏
04/08/16, 16:54:42: Fikar Hi: paras nya “asgar” 🙈
04/08/16, 16:54:58: Fikar Hi: bkn askar 😁
04/08/16, 18:01:28: Aulia Pradipta (Yoli): Krn Abdul Muthalib (sblmnya nama nya bkn itu) sering “berdagang” dng pedagang dr kawasan benua MU, yg tersisa, dia menjadi terkesima dan ngefans (seolah-olah jd punya idola) dgn utusan2 dr MU tsb.
Mrk spt sedang berdagang pdhl sebetulnya barter barang. Dan barternya itu terlihat spt merugikan, abdul muthalib memberikan barang tidak seberapa dibarter dgn barang2 yg bagus. Pdhl orang2 MU itu ingin memastikan bhw abdul muthalib tidak tekor sarana prasarananya dlm membesarkan Khatan.
Krn itu pula abdul muthalib menerima saran dari para MU utk memberi nama bayi itu HAMMADZ, dgn penekanan lg tracksource-nya menjadi MU-HAMMADZ.

Sumber: Diskusi Grup WhatsApp LSBD HI, halaman 845

aulia-pradipta-ketua-yayasan-lanterha-sekum-mui-jabar
Aulia Pradipta atau Yoli (tinggi, batik coklat), Ketua Yayasan Lanterha the Lemurian Meditation bersama Ustadz Rafani Akhyar, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.