Resume Obrolan di Rakul, Sabtu Pagi 31 Oktober 2015

Pada 31 Oktober 2015, Dicky Zainal Arifin membahas beberapa pemahaman agamanya yang ganjil.

ritual-sholat-dicky-zainal-arifin
Ritual sholat yang dikenal sekarang adalah karangan. Kapan dibuatnya tidak jelas karena terus berubah sepanjang zaman. Resume Obrolan di Rakul, Sabtu Pagi 31 Oktober 2015 Resume dan Interpretasi oleh: Teguh Supriyanto

Pemahaman agama yang kami soroti adalah:

  1. “Taatlah kepada Allah dan Rasulnya..” adalah ayat palsu. Ayat asli hanya memerintahkan taat kepada Allah saja.
  2. Ritual sholat yang dikenal sekarang adalah karangan.
  3. Manusia dibekali kemampuan untuk menembus segala hal yang ghaib.
  4. Manusia mampu merasakan, melihat, mendengar, dan berkomunikasi dengan Dzat Allah Swt.

Lanjutkan membaca “Resume Obrolan di Rakul, Sabtu Pagi 31 Oktober 2015”

Obrolan Sabtu Pagi, 10 Oktober 2015, di Rakul bersama Kang Dicky

Sabtu pagi, 10 Oktober 2015, seperti dicatat oleh Teguh Supriyanto, salah satu murid Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), Dicky Zainal Arifin membahas beberapa pemahaman agamanya yang ganjil.

shalawat-palsu-dicky-zainal-arifin
QS Al Ahzab ayat 56 yang menyatakan bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Muhammad adalah palsu. Mana mungkin Allah dan malaikat bershalawat untuk manusia. Jika benar Sang Pencipta dan malaikat-Nya bershalawat maka bentuk shalawatnya seperti apa? Ucapan shalawat Sang Pencipta dan Malaikat-Nya seperti apa? Obrolan Sabtu Pagi, 10 Oktober 2015 di Rakul bersama KD (hadir pula Kang Ibay, Kang Ayi dan Mang Jejep) Resume dan interpretasi oleh: Teguh Supriyanto

Pemahaman agama yang kami soroti adalah:

  1. QS Al Ahzab ayat 56 adalah ayat palsu.
  2. Rasulullah tidak mengajarkan adzan sebagai panggilan ritual shalat.
  3. Ritual berkumpul pada hari Jumat adalah forum berkumpul umat untuk menyelesaikan berbagai macam masalah.
  4. Ayat tentang pemindahan kiblat dari Masjidil Aqsha menjadi Masjidil Haram dibuat Kerajaan Arab dan bermotif politis. Kiblat bisa ke mana saja.
  5. Jumrah adalah kebiasaan kaum pagan (penyembah berhala).
  6. Hadits menjadi alat politik untuk memaksakan kehendak kepada umat.
  7. Syarat untuk bisa mengakses Quran di dimensi Al’A adalah Manunggaling Kawulo Gusti.
  8. RSTB (Ritual Sholat Tanpa Bacaan) adalah salah satu metode untuk mengenal Sang Pencipta.
  9. Kitab Hadits Shahih Bukhari yang beredar saat ini sebagian besar palsu.

Lanjutkan membaca “Obrolan Sabtu Pagi, 10 Oktober 2015, di Rakul bersama Kang Dicky”

Hikmatul Iman Membina Aliran Sesat Gafatar

Tahukah Anda bahwa komunitas Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) ikut membina mantan anggota aliran sesat Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara)? Pembinaan ini dilakukan tidak lama setelah para anggota Gafatar diusir dari Kalimantan.

Tim Hikmatul Iman Watch telah mengumpulkan diskusi mereka di WhatsApp LSBD Hikmatul Iman membahas Gafatar dalam PDF berikut dan menyerahkannya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat.

LSBD HI-Hujatan Fatwa Sesat MUI-Membina Gafatar-web

Berikut adalah foto dokumentasi pembinaan Gafatar yang mereka simpan di grup WhatsApp.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dicky Zainal Arifin: Tidak Ada Zolthaz (Sholat) Gerhana

Rekan kami dulu di Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI), Gunadi Haristiwan Suparman, membahas hukum fiqih Sholat (Zolthaz) Gerhana di Grup WhatsApp LSBD Hikmatul Iman. Menurutnya, bulan hanya mesin sehingga tidak akan berpengaruh pada Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) atau Zolthaz (makna shalat). Oleh karena itu, cukup menonton saja. Beliau membahas ini dua hari sebelum gerhana matahari total pada 7 Maret 2016.

3/7/16, 08:51:06: Gunadi Hi:


[21:58, 3/5/2016] Wawan PU: Tambahan pertanyaan ka Mbab & temen”, apa yg hrs dilakukan utk qt kaum pencerah bila menghadapi GMT(Gerhana Matahari Total) nanti? Nuhun ..


Nonton we lah, bulan kan mesin. Moal aya ngaruh ka RSTB atawa ZOLTHAZ mah.

Sumber: Grup WhatsApp LSBD HI, halaman 743

Lanjutkan membaca “Dicky Zainal Arifin: Tidak Ada Zolthaz (Sholat) Gerhana”

Penyebaran Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) di Lingkungan Hikmatul Iman

Penyebaran Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) di lingkungan Hikmatul Iman (HI) dibahas dalam Mushaf KDZA yang kami peroleh dari Dedi Misbah, Pelatih HI yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum Yayasan Lantera.

Dedi Misbah pada hari Rabu, 5 Agustus 2015, jam 7:52 menulis bahwa “HIers pada umumnya dan member di group ini pada khususnya telah ‘dipersiapkan’ Mbap (red: DZA) melalui obrolan, diskusi dan penjelasan yang mengarah pada RSTB.” Pernyataan ini bisa kita baca di halaman 828.

Saat itu, Dedi juga mempertanyakan tersebarnya diskusi RSTB ke seluruh anggota HI karena kondisi mereka saat itu belum dianggapnya belum paham.

Lanjutkan membaca “Penyebaran Ritual Shalat Tanpa Bacaan (RSTB) di Lingkungan Hikmatul Iman”

Dicky Zainal Arifin Membahas ZOLTHAZ (Inti Sholat)

Dalam diskusi WhatsApp LSBD Hikmatul Iman, pengacara Dicky Zainal Arifin (Guru Utama Lanterha the Lemurian Meditation [d.h Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman]) menampilkan catatan materi Zolthaz atau Inti Sholat. Berikut ringkasannya:

  1. Setelah HAMMADZ (Muhammad) memahami ZOLTHAZ (inti sholat), maka ia kembali lagi ke arah semula dengan kecepatan yang sama.
  2. Di perjalanan, ada distorsi di lubang cacing (wormhole) sehingga melenceng dari arah tujuan dan masuk ke tempat yang dihuni kaum MOSRAM. Kejadian ini sangat mengejutkan mereka.
  3. Kaum MOSRAM berada di satu tempat di dimensi transisi planet bumi. Mereka adalah MOSRAM baik yang dibuang oleh kaum penguasa zaman mesir kuno.
    Walaupun Kaum MOSRAM tersebut memiliki kemampuan yang jauh di atas kaum 2,5%, mereka tidak sanggup keluar dari dimensi tersebut. Akhirnya, mereka ditolong keluar oleh Sang Utusan.
  4. Karena mereka berasal dari zaman Musa, maka kaum MOSRAM membantu Musa untuk melawan kaum yang melemparkannya ke dimensi transisi tadi.
  5. Kaum MOSRAM mengetahui bahwa Sang Utusan datang dari ZADRAMUNHA dan mempelajari ZOLTHAZ, sebagaimana kaum tersebut diberi pelajaran ZOLTHAZ oleh leluhur mereka.
  6. Kaum MOSRAM terkurung itu berakselerasi 20%, dan melakukan ZOLTHAZ dengan cara khas mereka.
  7. Sebetulnya ZOLTHAZ sudah dilakukan dan didapatkan para utusan secara turun temurun. Tapi, mereka tidak datang ke ZADRAMUNHA.
  8. Setelah membantu Kaum MOSRAM keluar, Sang Utusan kembali ke zamannya. Di sana. ia mulai memikirkan cara mengajarkan ZOLTHAZ bagi kaum 2,5%.
  9. Selagi merenung, tiba-tiba munculah berbagai macam cahaya dari dalam tanah tempat dorphall berada. Cahaya terkuat datang dari BARQHA atau BA’KAH.
  10. Dorphall pertama dan terkuat waktu adalah AKAZHA atau Langit atau dikenal pula dengan nama AQSHA karena perbedaan dialek dan lidah.
  11. Tingkatan pertama ZOLTHAZ bagi kaum 2,5% adalah dengan mengarahkan kepala ke arah dorphall atau radiasi BA’KAH.
  12. BA’KAH lebih kuat karena ia adalah asteroid yang membawa logam seperti batuan yang lebih kuat dari uranium. Dengan mengarahkan kepala ke arah radiasi tersebut, tanpa bacaan, akselerasi menjadi terbantu. Pertama dengan membungkuk lalu digrounding dengan menempelkan jidat ke tanah.
  13. Tahap selanjutnya adalah akselerasi bersatu dengan Zat Tidak Dikenal selama 24 jam.

Lanjutkan membaca “Dicky Zainal Arifin Membahas ZOLTHAZ (Inti Sholat)”