Menganalisa Debat Kang Dicky dan Ustadz Perdana


Perdebatan antara Kang Dicky Zaenal Arifin –Guru Utama Hikmatul Iman– dan Ustadz Perdana Akhmad–Praktisi Ruqyah– di blog Metafisis terus semakin menghangat.

Hingga saat ini, transkrip dialog itu masih belum seluruhnya dimuat. Namun, ada beberapa hal menarik yang bisa dicatat. Di sini, saya akan menelusurinya berdasarkan pada transkrip dialog hasil editan di blog ini. Saya menggunakannya –dan tidak menggunakan transkrip dari Ustadz Perdana– karena yang ini terasa lebih netral dan tidak ditambahi pendapat Ustadz Perdana.

Jawaban Kang Dicky Tidak Jelas

Pertanyaan Ustadz Perdana sederhana, “Apakah Novel ARKHYTIREMA cerita berdasarkan fakta ataukah sekadar fiksi?” Pertanyaan ini hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak, fakta atau fiksi. Tidak memerlukan penjelasan panjang, tapi lihatlah jawaban Kang Dicky di bawah.


Perdana Akhmad:

Apakah ini (Novel ARKHYTIREMA) merupakan fakta atau fiksi ?

Dicky Zainal Arifin:

Itu novel.

Perdana Akhmad:

Berarti?

Dicky Zainal Arifin:

Ya… Ini (seperti Novel) Harry Potter lah.

Perdana Akhmad:

Berarti apa fiksi atau fakta?

Dicky Zainal Arifin:

Ya gini aja kalo novel apa?

Perdana Akhmad:

Fiksi kan? Bapak setuju kan?

Dicky Zainal Arifin:

Ya….

Dicky mengangguk-angguk

Kalau novel itu apa?

Perdana Akhmad:

Dalam hal ini saya kritisi jika dihubungkan dengan Nabi Muhammad (HAMMADZ) dengan Nabi Adam (ADHAMA). Dikatakan ARKHYTIREMA bisa hibernasi dan bisa bangun lagi (pada zaman kekacauan).

Kalau ini benar novel berarti titik! Ini fiksi kan?

Dicky Zainal Arifin:

Tenang….

Tenang….

Jangan pake emosi. Tenang, tenang

Dicky menepuk-nepuk dan memegang bahu Perdana

Perdana Akhmad:

Saya orang Sumatera mungkin begitu. Wallahu a’lam. Saya enggak, enggak pake emosi

Dicky Zainal Arifin:

Tenang….

Tenang….

Tangan Dicky tetap menyentuh pundak kiri Perdana.

Perdana Akhmad:

Mungkin ini pembawaan saya….

Dicky Zainal Arifin:

Jadi begini, yang namanya novel ga usah diributinlah, namanya juga novel….

Perdana Akhmad:

Tapi, ini masalah akidah kang.

Banyak yang mengatakan (murid-murid HI) ADHAMA itu Nabi Adam, eee apa…. HAMMADZ itu Nabi Muhammad.

Ini suatu talbis (tipu daya) yang dapat menyesatkan masyarakat banyak.

Dicky Zainal Arifin:

Sesat itu?

Perdana Akhmad:

Menyesatkan sekali!

Dicky Zainal Arifin:

Ooo gitu?

Perdana Akhmad:

Kalau memang (Novel Arhytirema) fiksi ya sudah saya tutup buku, tidak benar seperti itu hanya menghubung-hubungkan ( kisah ADHAMA bukanlah Nabi Adam dalam keyakinan umat Islam) iya kan?

Dicky Zainal Arifin:

Gini ajalah…gini ajalah….

Gini ajalah, gini ajalah.

Sekarang begini, kalau misalnya sebuah novel itu diributkan, kita buang waktulah. Lebih baik waktu kita berguna untuk umat. Dari pada kita berdebat lebih baik kita manfaatkan waktu kita untuk umat Islam. seperti tadilah kan (Dicky sibuk menerapi pasiennya) waktu saya habis untuk umat nih, kasarnya gitukan ya. Terus waktu saya habis bagaimana bisa memakmurkan jangan hanya sekedar berdebat, berkata-kata.


Coba bandingkan seandainya jawaban Kang Dicky jelas dan tegas.


Perdana Akhmad:

Apakah ini (Novel ARKHYTIREMA) merupakan fakta atau fiksi?

Dicky Zainal Arifin:

Itu fiksi.


Bukankah ini jauh lebih sederhana? Yang bisa kita simpulkan dari transkrip dialog asli adalah Kang Dicky tidak pernah menyatakan bahwa Novel ARKHYTIREMA adalah fiksi ataupun nyata. Yang dilakukan Kang Dicky adalah berdiri di atas dua sepatu. Terhadap Ustadz Perdana, Kang Dicky mengarahkannya agar berkesimpulan bahwa Kang Dicky menyatakan novel itu fiksi. Terhadap murid-muridnya, Kang Dicky tidak mengusik keyakinan mereka bahwa novel itu adalah sebuah fakta.

Ketidakjelasan ini tidak hanya dalam status Novel ARKHYTIREMA, tapi semua pertanyaan. Misalnya dalam pertanyaan time travel. Coba lihat transkrip tentang ini di bawah.


Perdana Akhmad:

Berarti Kang Dicky bisa melihat masa lalu?

Dicky Zainal Arifin:

Gini, gini saya ga perlu ngebahas itulah. Ga perlu bisa ngebahas melihat masa lalu dan masa lalu. Dari foto juga bisa keliatan kan ya?

Perdana Akhmad:

Bukan. Maksud saya dengan hanya berdiam, mengaktifkan apa namanya kelenjar apa pineal pituitary.

Dicky memotong

Dicky Zainal Arifin:

Sekarang gini. Ini kan pendapat Perdana Akhmad, pendapat saya. Dua pendapat yang berbeda. Tidak ada masalah, silahkan saja. Silahkan saja kita berbeda pendapat. Ga ada masalah.

Tapi yang jelas, yang jelas kita tidak perlu berdebat. Karena kalau berdebat itu bakal selalu berbenturan. Makanya saya tidak pernah melayani berbedaan atau perdebatan. Jadi, betul-betul itu menguras tenaga saya, tenaga saya tuh habis gitu kan buat urusan ini.

Jadi, kalau berbeda pendapat itu silahkan saja. Anda mau bicara apapun pada saya ga masalah. Silahkan saja. Makanya saya ga pernah melayani, ga pernah menjawab, dan sebagainya.

Karena begini, satu tambah satu sama dengan dua adalah kesepakatan. Jadi, kalo misalnya saya tidak sepakat dengan apa yang Perdana Akhmad katakan, itu wajarkan? Jadi, misalnya Perdana Akhmad tidak sepakat dengan apa yang saya katakan itu wajar.


Sekali lagi, ini hanya pertanyaan sederhana yang membutuhkan jawaban ya atau tidak, bisa atau tidak bisa. Apa susahnya menjawab seperti di bawah?


Perdana Akhmad:

Berarti Kang Dicky bisa melihat masa lalu?

Dicky Zainal Arifin:

Tidak bisa.


Ketidakkonsistenan ini terlihat semakin jelas dalam Transkrip Dialog Bagian 3. Di sana, Kang Dicky tidak mengkonfirmasi keberadaan kulmi, apalagi menjelaskannya. Yang terjadi malah Kang Dicky banyak bertanya pada Ustadz Perdana. Apa susahnya untuk menjelaskan langsung?

Jawaban Kang Dicky Tidak Ilmiah

Hikmatul Iman selalu mengklaim bahwa ilmu mereka ilmiah. Tenaga dalam dan tenaga metafisika yang mereka pelajari menurutnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Tapi, dalam transkrip itu definisi Tenaga Dalam yang dijelaskan Guru Utama sungguh jauh dari kesan ilmiah.


Dicky Zainal Arifin:

Ya kalo menurut kita sih definisi Tenaga Dalam itu kan itu sel. Jadi energi sel yang difokus, jadi ga ada kelanjutan. Cuma dilatih kok, focusing energinya aja. Jadi, misal buat bela diri, buat mukul gitu kan, buat kayak tadi mengobati (pasien menggunakan Tenaga Dalam).

Jadi, kita bisa manfaatkan untuk umat. Jadi ga ada buat ngejago-jago. Nggak ada.


Tenaga Dalam itu sel? Energi dari sel yang kemudian difokuskan? Dalam sumber lain, definisi Tenaga Dalam Hikmatul Iman dikaitkan dengan Adenosin Tri Posphat (ATP).

Di dialog lainnya, Kang Dicky menyatakan bahwa satu tambah satu adalah kesepakatan.


Dicky Zainal Arifin:

Karena begini, satu tambah satu sama dengan dua adalah kesepakatan. Jadi, kalo misalnya saya tidak sepakat dengan apa yang Perdana Akhmad katakan, itu wajarkan? Jadi, misalnya Perdana Akhmad tidak sepakat dengan apa yang saya katakan itu wajar.


Ini adalah pemikiran yang luar biasa ganjil. 1+1=2 adalah aljabar dasar yang diajarkan sejak SD, bahkan TK. Tidak ada seorang pun yang akan menyatakan bahwa 1+1=2 diperoleh karena kesepakatan. Seandainya penjumlahan sederhana 1+1 diperoleh dengan kesepakatan, maka perlu ada pertanyaan lagi. Kesepakatan siapa?

Penjumlahan itu tidak terbatas. Bukankah 2+4, 3+3, 4+1 adalah penjumlahan juga? Apakah 23+2002=2025 adalah sebuah kesepakatan. Seandainya semua penjumlahan adalah hasil kesepakatan maka umur umat manusia akan dihabiskan untuk menyepakati semua hasil penjumlahan.

Kang Dicky Tidak Berniat Tabayyun

Banyak komentar murid-murid Hikmatul Iman yang terus mencela Ustadz Perdana dan menyatakan bahwa beliau sama sekali tidak bertujuan untuk tabayyun. Ustadz Perdana datang hanya untuk berdebat dan mencari kemenangan, begitulah kata mereka.

Menurut saya malah sebaliknya. Tabayyun adalah mengkonfirmasi. Sudah sewajarnya dalam hal ini kedua pihak terus terang menyampaikan faktanya, karena memang tujuannya mencari fakta. Tapi, seperti telah dijelaskan di atas, jawaban Kang Dicky sama sekali tidak jelas. Ini menunjukkan bahwa sebetulnya Kang Dicky-ah yang tidak mau tabayyun.

Kang Dicky Mencoba Mengulur Waktu

Berdasarkan informasi Ustadz Perdana dalam transkrip asli dialog ini, menurut beberapa staff di klinik pengobatan waktu Kang Dicky sempit dan beliau punya banyak kegiatan. Tapi, ternyata Kang Dicky masih sempat berbasa-basi cukup panjang tentang Bismillah, mengenalkan Allah, dst. Kenapa tidak langsung ke pokok permasalahan?

Kang Dicky Tidak Memiliki Argumen

Dibandingkan dengan dialognya dengan seorang peruqyah yang katanya bernama Kang Asep, dalam dialog ini Kang Dicky sama sekali tidak memiliki argumen. Dalam dialognya dengan peruqyah itu, Kang Asep dibuat mati kutu oleh argumen-argumen cerdas Kang Dicky (seperti pertanyaan time travel).

Tapi, di sini sebaliknya. Kang Dicky sama sekali tidak bisa menjawab. Bahkan, seperti telah dijelaskan di atas, jawabannya berputar-putar dan tidak jelas. Ada apa dengan Kang Dicky?

Pihak Hikmatul Iman Memilih Tiarap

Seperti dijelaskan oleh Ustadz Perdana, saat itu ada murid HI yang memvideokan dialog itu. Jika memang merasa dirugikan, akan sangat mudah bagi pihak HI untuk mengupload video itu ke internet. Jika memang sejak awal Ustadz Perdana diketahui tidak berniat untuk tabayyun dan hanya mencari masalah, bukankah akan terlihat juga di rekaman videonya?

Tapi, anehnya HI memilih tiarap. Sama sekali tidak ada tanggapan atau komentar. Mungkin mereka berharap agar masalah ini dilupakan publik begitu saja. Padahal, sesungguhnya sikap ini menimbulkan kecurigaan. Bukankah wajar jika kedua pihak mengeluarkan argumennya? Koran pun selalu menyediakan hak jawab terhadap pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaannya.

Pihak HI dan Kang Dicky memilih mengambil peran sebagai pihak yang didzhalimi, pihak yang difitnah oleh Ustadz Perdana dan pendukungnya. Kang Dicky dan pengikutnya tidak lagi memiliki argumen untuk membantah. Mereka hanya mengharap belas kasihan para penonton. Padahal, kita telah melihat peran semacam ini dilakukan SBY dan ternyata tidak berhasil. :P

Penutup

Transkrip dialog dari Ustadz Perdana masih belum selesai. Menunggu tanggapan resmi dari Kang Dicky atau pihak Hikmatul Iman sepertinya tidak akan pernah ada. Walaupun begitu, dari komentar-komentar yang muncul di situs Metafisis terlihat bahwa perdebatan ini masih akan terus berlangsung.

Tentang iklan-iklan ini

92 thoughts on “Menganalisa Debat Kang Dicky dan Ustadz Perdana”

  1. KD atau HI sepertinya tdk akan menanggapi..,krn ga penting.buang2 waktu buat meladeni yg beginian…,msh banyak kegiatan lain yg jauh lbh penting untuk dikerjakan.mau pro atau kontra silahkan2 aja…ini kan negara demokrasi….plg2 saya yg nanggepi krn saya lg ga ada kerjaann….hahahaha

      1. ente ini gmn sih…,yg namanya pendapat itu tdk mengenal benar atau salah….,tp lbh ke subyektifitas pemilik pendapat…,yg membaca ini sangat menghargai pendapat ente..,so jgn lebay deh… ngarep bgt dibantah…..,wkwkwk….

      2. Ente-ente kaya ga ada kerjaan aja ngebahas masalah ginian.. pantesan negara kita ga maju-maju karena para penghuninya sibuk berkutat masalah remeh temeh seperti ini…..
        untuk HIW cari kerjaan lain yang lebih bermanfaat..

  2. Saya juga tertarik menganalisa. Mungkin karena saat ini saya sedang tidak ada kerjaan seperti kata pisangrebus :)

    Diskusi hanya bisa fair kalau kita sedang mencari kebenaran. Kalau kita merasa sudah benar sendiri, maka tidak akan ada diskusi. Yang terjadi malahan saling serang, saling elak, mirip pertempuran.
    Apalagi pemahaman yang bersumber dari pengalaman batin. Pengalaman batin kadang tidak bisa diceritakan secara gamblang kepada orang lain. Orang yang tidak memiliki kearifan batin sudah barang tentu akan mengejek, mencaci maki, dan mem-vonis berdasarkan ilmu-ilmu non batin. Susah. Nggak bakalan ketemu.

    1. Yang namanya Novel ya terserah pengarang. Apakah mau fiksi ataukah realita, atau pun hanya mengambil setting realita. Tidak perlu dipertanyakan, cukup dibaca saja. Kalau dirasa bertentangan dengan FAKTA yang KITA BETUL-BETUL MENGALAMI-nya, kita bisa membuat novel bantahan. Tapi kalau kita membantahnya hanya berdasarkan cerita orang lain juga, ya sama saja dong dengan pengarang. Nggak berdasar bantahan kita.

    Rasulullah SAW bersabda “Bencana ilmu adalah lupa dan menyia-nyiakannya ialah jika engkau membicarakannya dengan orang yang bukan ahlinya.” Riwayat Ibnu Abu Syaibah.
    Ngapain KD capek-capek cerita serius tentang ilmu yang dia miliki kepada orang yang nggak punya ilmu kayak dia. Begitu juga dengan Ustadz Perdana, nggak usah bahas-bahas ilmu hadits kepada orang yang ngerti ilmu hadits. Sia-sia saja.

    Kalau masalah kematian Nabi Adam a.s. tidak ada riwayat yang shahih. Yang ada hanyalah “hadits” yang berisi cerita dari Ubay bin Ka’ab. Dan Ubay sendiri tidak sedikitpun mengatakan bahwa ceritanya itu bersumber dari Rasulullah SAW. Yang jelas, hati-hati dengan cerita Israiliyyat. Jadi, kita pun tidak bisa mendebat KD tentang Novelnya fiksi atau fakta. Karena fakta kematian Adam kita tidak tahu. Silakan sama-sama mengira-ngira :)

    2. Melihat masa lalu
    Ada beberapa orang yang memiliki kemampuan melihat masa lalu, karena memori alam semesta masih ada.

    Tuh kan, baru membaca kalimat di atas saja sudah mulai ada yang protes. hehehe… Emangnya memori alam semesta di mana?

    Sudahlah, yang tidak tahu ilmunya lebih baik diam saja. Tapi yang pasti, sebagian Nabi dan wali Allah diberi karunia untuk melihat masa lalu. Sebagian kecil juga melihat masa depan (nubuwwat). Artinya, memori alam semesta itu memang ada. Mengenai kemampuan akses ke sana, itu sudah soal lain.

    Time Travel, dari istilahnya saja sudah mirip cerita film barat. :) Nggak mesti time travel itu harus naik alat tertentu. Bisa saja dilakukan sambil duduk dalam keadaan sadar, atau mimpi, atau menyaksikan cerita orang yang membawa rekamannya.

    Jadi, kalau ada orang nanya apakah saya bisa Time Travel, saya pasti akan jawab plintat-plintut. Karena memang pertanyaannya terlalu umum.

    3. 1+1=2 adalah kesepakatan.

    BETUL!

    Hitungan setelah SATU dinamakan DUA atau dilambangkan dengan angka 2 merupakan kesepakatan. Kesepakatannya adalah MENGAKUI dan MENERIMA konsep hitungan dan angka yang ditemukan oleh penemunya tersebut.

    Hitungan dan perlambangan angka atau huruf merupakan hasil sebuah kebudayaan.

    Kenapa simbol 1 dibaca SATU?

    Karena dari dulu sejak penemunya mengajarkan itu, orang sudah menerimanya dan akhirnya diturunkan ke generasi berikutnya.
    Bisa saja hasil kebudayaan masa lampau itu kita ubah.

    Sama halnya dengan lambang-lambang lain. Misalnya, lambang negara kita adalah burung garuda. Karena sudah ditetapkan seperti itu, diajarkan turun temurun begitu. Sehingga kalau ada yang berkata bahwa lambang negara kita adalah burung bangau, pasti akan langsung dibantah beramai-ramai. Kesepakatan yang diturunkan antar generasi.

    4. Kang Dicky tidak berniat tabayyun

    Tidak ada fakta yang harus dikonfirmasi, karena semua yang ditanyakan oleh Ustadz Perdana adalah pengertian-pengertian yang bukan fakta. Dalam hal pengertian, semua orang boleh berbeda-beda pendapat. Dalam hal fakta, semuanya bisa sependapat.

    Tenaga Dalam itu pakai bantuan Jin atau bukan? Gimana cara jawabnya? Gimana cara membuktikannya sebagai bentuk konfirmasi? Toh Ustadz Perdana juga nggak bisa melihat Jin, hanya mengira-ngira juga.

    Adam sudah mati atau belum? Gimana cara membuktikannya? Toh Ustadz Perdana juga berpegang kepada cerita orang (Ubay bin Ka’ab) yang dianggap hadits. KD dan Ustadz Perdana sama-sama nggak bisa menemukan kuburan Adam. Nggak ada fakta yang bisa dikonfirmasi.

    Kang Dikcy bisa melihat masa lalu? Kalau dijawab BISA, buktikan dengan menebak kejadian tentang diri Ustadz Perdana di masa lalu. Apakah kemampuan melihat masa lalu bisa digunakan kapan saja, di mana saja dan untuk apa saja? Standar ukuran tentang “kemampuan melihat masa lalu” saja tidak ada, bagaimana pula mau konfirmasi hal ini? Bohong atau tidak, hanya yang bersangkutan yang tahu, karena tidak ada fakta yang bisa dijadikan pembanding.

    Mungkin benar kata pisangrebus, ngabisin waktu dan energi saja membahas hal-hal yang bukan fakta.

    Alkisah, ada orang sunda dan orang jawa. Orang Jawa sedang buang hajat di WC umum. Di luar, Orang sunda juga kebelet.
    Karena orang yang di dalam agak lama, si Sunda teriak “ATOS, kang?”
    Orang jawa di dalam WC balas teriak marah-marah “ATOS ndasmu! Mencret iki!”.

    ATOS (Sunda) = Sudah.
    ATOS (Jawa) = Keras.

    Perbedaan pemahaman terhadap 1 kata, bisa menimbulkan pertengkaran. Memaklumi perbedaan pemahaman dan pengertian yang dianut orang lain, akan melahirkan kedamaian.

    Mau benar sendiri? Na’udzubillahi min dzalik!

    1. 1. Yang namanya Novel ya terserah pengarang. Apakah mau fiksi ataukah realita, atau pun hanya mengambil setting realita. Tidak perlu dipertanyakan, cukup dibaca saja. Kalau dirasa bertentangan dengan FAKTA yang KITA BETUL-BETUL MENGALAMI-nya, kita bisa membuat novel bantahan. Tapi kalau kita membantahnya hanya berdasarkan cerita orang lain juga, ya sama saja dong dengan pengarang. Nggak berdasar bantahan kita.

      Perlu diketahui bahwa tidak semua cerita orang lain itu sama nilainya. Saya beri dua contoh yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.

      Al-Qur’an sampai pada kita berdasarkan kisah orang lain, yaitu lewat riwayat para shahabat. Tidak seorang pun menerimanya langsung dari Allah kecuali Rasul Muhammad SAW. Apa berarti berita dari Al-Qur’an sama nilainya dengan berita dari si fulan? Tentu tidak!

      Tidak ada satu pun hadits yang kita dengar langsung, semua diriwayatkan lewat para ahli hadits yang mengumpulkannya. Setiap hadits disertai rantai periwayatan (istilahnya sanad) sehingga keshahihannya bisa diteliti. Bisa jadi perawi A ditemukan ternyata pembohong, perawi B diketahui jujur, perawi C diketahui pelupa, dan seterusnya. Apakah sama nilai sebuah hadits yang dinilai shahih dengan berita dari si fulan? Tentu tidak!

      Kalau masalah kematian Nabi Adam a.s. tidak ada riwayat yang shahih. Yang ada hanyalah “hadits” yang berisi cerita dari Ubay bin Ka’ab. Dan Ubay sendiri tidak sedikitpun mengatakan bahwa ceritanya itu bersumber dari Rasulullah SAW. Yang jelas, hati-hati dengan cerita Israiliyyat. Jadi, kita pun tidak bisa mendebat KD tentang Novelnya fiksi atau fakta. Karena fakta kematian Adam kita tidak tahu. Silakan sama-sama mengira-ngira :)

      Apa menurut antum riwayat dari Ubay bin Ka’ab itu bukan hadits? Riwayat itu ada di kitab hadits Imam Ahmad. Jika bukan hadits, tidak mungkin muncul di kitab hadits!

      Berikut adalah redaksi lengkap hadits tersebut:

      مسند أحمد ٢٠٢٨٨: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عُتَيٍّ قَالَ
      رَأَيْتُ شَيْخًا بِالْمَدِينَةِ يَتَكَلَّمُ فَسَأَلْتُ عَنْهُ فَقَالُوا هَذَا أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَقَالَ إِنَّ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام لَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ قَالَ لِبَنِيهِ أَيْ بَنِيَّ إِنِّي أَشْتَهِي مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ فَذَهَبُوا يَطْلُبُونَ لَهُ فَاسْتَقْبَلَتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَمَعَهُمْ أَكْفَانُهُ وَحَنُوطُهُ وَمَعَهُمْ الْفُؤُوسُ وَالْمَسَاحِي وَالْمَكَاتِلُ فَقَالُوا لَهُمْ يَا بَنِي آدَمَ مَا تُرِيدُونَ وَمَا تَطْلُبُونَ أَوْ مَا تُرِيدُونَ وَأَيْنَ تَذْهَبُونَ قَالُوا أَبُونَا مَرِيضٌ فَاشْتَهَى مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ قَالُوا لَهُمْ ارْجِعُوا فَقَدْ قُضِيَ قَضَاءُ أَبِيكُمْ فَجَاءُوا فَلَمَّا رَأَتْهُمْ حَوَّاءُ عَرَفَتْهُمْ فَلَاذَتْ بِآدَمَ فَقَالَ إِلَيْكِ إِلَيْكِ عَنِّي فَإِنِّي إِنَّمَا أُوتِيتُ مِنْ قِبَلِكِ خَلِّي بَيْنِي وَبَيْنَ مَلَائِكَةِ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَقَبَضُوهُ وَغَسَّلُوهُ وَكَفَّنُوهُ وَحَنَّطُوهُ وَحَفَرُوا لَهُ وَأَلْحَدُوا لَهُ وَصَلَّوْا عَلَيْهِ ثُمَّ دَخَلُوا قَبْرَهُ فَوَضَعُوهُ فِي قَبْرِهِ وَوَضَعُوا عَلَيْهِ اللَّبِنَ ثُمَّ خَرَجُوا مِنْ الْقَبْرِ ثُمَّ حَثَوْا عَلَيْهِ التُّرَابَ ثُمَّ قَالُوا يَا بَنِي آدَمَ هَذِهِ سُنَّتُكُمْ

      Musnad Ahmad 20288: Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami Hudbah binKhalid telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Humaid dari Hasan dari Utai dia berkata, “Aku pernah melihat seorang lelaki tua di Madinah sedang berbicara, maka aku bertanya kepada orang-orang tentang siapa dia. Mereka lantas menjawab, “Ini adalah Ubay bin Ka’b.” Lalu ia berkata, “Sesungguhnya Adam ‘Alaihis Salam ketika ajalnya tiba, dia berkata kepada anak-anakya, “Wahai anakku, sesungguhnya aku menginginkan buah dari Surga.” Mereka kemudian pergi memintakan buah untuk Adam, lalu para Malaikat menyambut mereka dengan membawa kain kafannya (Adam) dan keranda, sementara mereka (anak-anak Adam) membawa kapak, sekop dan keranjang buah. Para Malaikat lantas bertanya kepada mereka, “Wahai Bani Adam apa yang kalian inginkan dan kalian minta?, Atau dalam riwayat lain, “Apa yang kalian inginkan dan hendak ke mana kalian pergi?” Mereka menjawab, “Bapak kami sakit dan menginginkan buah Surga.” Para Malaikat menjawab, “Kembalilah! Sungguh telah ditetapkan keputusan untuk bapak kalian (kematian).” Mereka pun kembali. Ketika Hawa’ melihat para malaikat dan ia tahu siapa mereka, maka ia kembali kepada Adam untuk menjaganya. Kemudian Adam berkata kepada Hawa`, “Menyingkirlah kamu dariku, hanyasannya aku telah diberi dari sisimu, maka biarkan yang berada di antara aku dan para Malaikat adalah Rabbku Tabaaraka Wa Ta’ala. Maka para Malaikat pun mencabut nyawanya, memandikan, mengkafani, membuatkannya lubang dan lahat untuknya, serta menshalatinya. Kemudian mereka masuk ke dalam makamnya dan meletakkan Adam ke dalam kuburnya, mereka letakkan batu bata di atasnya kemudian mereka keluar dari dalam makamnya. Setelah itu mereka menimbunnya dengan tanah seraya berkata, “Wahai anak Adam ini adalah sunnah kalian.”

      Apakah hanya karena Ubay bin Ka’ab tidak menggunakan redaksi “Telah berkata rasulullah….” atau “Aku mendengar rasullah berkata…. ” maka Anda katakan bahwa itu hanya pendapat pribadinya? Apa hanya karena tidak mengatakan “Aku mendengar rasullah berkata…. ” maka langsung bisa dipastikan kabar itu bukan dari rasul?

      Dalam hadits di atas, sanad periwayatan hadits tertera jelas. Jika sanggup, Anda bisa meneliti biografi setiap orang satu per satu dari kitab ulama ahli jarh wa ta’dil. Bagaimana dengan kabar Kang Dicky, sumbernya dari mana?

      Sudah menjadi kesepakatan para ulama bahwa semua shahabat itu adil, tidak perlu lagi dipertanyakan kejujurannya. Kenapa Anda begitu mudah menolak hadits itu hanya berdasarkan kecurigaan sempit tapi bisa berlapang dada terhadap berita dari Kang Dicky?

      Sudahlah, yang tidak tahu ilmunya lebih baik diam saja. Tapi yang pasti, sebagian Nabi dan wali Allah diberi karunia untuk melihat masa lalu. Sebagian kecil juga melihat masa depan (nubuwwat). Artinya, memori alam semesta itu memang ada. Mengenai kemampuan akses ke sana, itu sudah soal lain.

      Sebagian nabi memang bisa mengetahui kabar masa lalu atau masa depan. Apakah kemudian kita simpulkan bahwa memori alam semesta itu ada dan orang-orang tertentu mungkin memiliki kemampuan untuk mengaksesnya?

      Jangan dulu berfikir ke sana, buktikan dulu keberadaan memori alam semesta. Baru setelah itu bahas masalah mengaksesnya. Inilah kelemahan logika para pendukung Kang Dicky, membuat kesimpulan yang melompat-lompat.

      Jika sejak awal dikatakan tidak bisa diakses atau sulit diakses bagaimana bisa membuktikan keberadaan memori alam semesta?

      Kang Dikcy bisa melihat masa lalu? Kalau dijawab BISA, buktikan dengan menebak kejadian tentang diri Ustadz Perdana di masa lalu. Apakah kemampuan melihat masa lalu bisa digunakan kapan saja, di mana saja dan untuk apa saja? Standar ukuran tentang “kemampuan melihat masa lalu” saja tidak ada, bagaimana pula mau konfirmasi hal ini? Bohong atau tidak, hanya yang bersangkutan yang tahu, karena tidak ada fakta yang bisa dijadikan pembanding.

      Betul, karena tidak ada fakta yang bisa dijadikan pembanding maka jangan dipercaya. Yang mengherankan adalah para pendukung Hikmatul Iman bisa terus bertahan mempercayai klaim Kang Dicky walaupun tanpa fakta.

      Perbedaan pemahaman terhadap 1 kata, bisa menimbulkan pertengkaran. Memaklumi perbedaan pemahaman dan pengertian yang dianut orang lain, akan melahirkan kedamaian.

      Tidak ada jaminan memaklumi akan lahir kedamaian. Misal kasus Ahmadiyah. Ahmadiyah meyakini khataman nabiyyin adalah menyempurnakan kenabian sementara semua ulama sepanjang masa meyakini bahwa khataman nabiyyin adalah penutup para nabi. Apakah perlu kita maklumi saja? Tidak, itu adalah kesesatan yang harus dikoreksi. Selama Ahmadiyah masih mengklaim muslim dengan keyakinan tetap seperti itu, tidak akan pernah ada kedamaian.

      Banyak orang menganggap Nabi Muhammad adalah teroris. Apa akan kita maklumi saja? Tentu tidak!

      Perbedaan diperbolehkan selama itu berada dalam koridor yang diizinkan. Misalnya perbedaan qunut shubuh, membasuh kepala dalam wudhu, melafalkan niat, dst. Perbedaan dalam hal ushul (pokok) agama maka itu harus dikoreksi. Kang Dicky mengajarkan paham bahwa manusia mampu melihat masa lalu yang bisa digunakan untuk meneliti keshahihan hadits. Ini adalah perbedaan dalam hal ushul yang harus dikoreksi.

      Wallahu a’lam.

      1. bung widjojo ini banyak nge-judgenya. Manusia ga sesimpel dan sedisktrit itu. Ada yang namanya menerima dulu sebagai pengetahuan. Jika sudah mampu merasakannya…. maka bisa kemudian meyakininya.

      2. Informasi tentang HI telah ana terima sebelumnya sebagai pengetahuan. Semua bisa dilihat di halaman Data HI. Setelah memperoleh cukup data, baru kemudian ana men-judge (menilainya).

        Semua informasi pada akhirnya harus kita nilai.

      3. kalau menurut iman saya sih nabi adam sudah wafat tapi tentang kuburannya itu memang sengaja dirahasiakan.karna takut kuburan tersebut menjadi sumber pertempuran, sebab nabi adam adalah bapak atau nenek moyang semua manusia yg ada dibumi ini bayang kan aja jika hal itu terjadi umat islam,orang kafir,orang nasrani bahkan semua org yg ada didunia ini akan berbondong-bondong kesana,dan ada yang merasa menguasai ada yang ingin mengurus sendiri alhasil terjadiilah pertengkaran, bayangkan aja pasti lucu sekali jika semua ummat berkumpul menjadi satu ditempat yang sama berjiara kekuburan nabi adam. soalnya ada yang bawa sajadah ada yang bawa salip ada yang bawa patung sampai-sampai ada yang bawa obat nyamuk dari kayu yang berasap.wah…..lucu sekali jika dibayangkn.oleh karna itu allah merahasiakan kuburan nabi adam tersebut.

      1. Klu buat berdakwah..menyampaikan ayat/ajaran Islam itu ga ada ruginya. .ente itu bahlul..bodoh..ini masalah serius malah dianggap tidak serius..sesat pemikiran itu harus diluruskan..parah ente!!!

      2. Mohon berkomentar yang baik. Ana tidak ingin blog ini hanya jadi tempat mencaci maki tanpa jawaban yang logis.

        Sekali lagi membuat komentar semacam ini, antum akan ana blokir.

    2. Ngapain KD capek-capek cerita serius tentang ilmu yang dia miliki kepada orang yang nggak punya ilmu kayak dia.

      Cerita-cerita Kang Dicky tentang Nabi Adam (ADHAMA), Siti Hawa (HAWRA), atau ARKHYTIREMA tidak memiliki referensi yang shahih dan jelas. Lebih dari itu, sebagian ceritanya bahkan bertentangan dengan ilmu agama. Misalnya cerita bagaimana Kang Dicky sholat dengan memejamkan mata dan dengan yakin menganggapnya sebagai suatu kebaikan. Ana tidak yakin apakah cerita itu pantas disebut sebagai ilmu. Yang seharusnya dilakukan Kang Dicky adalah diam. Tidak pantas seseorang bicara tanpa ilmu.

      Begitu juga dengan Ustadz Perdana, nggak usah bahas-bahas ilmu hadits kepada orang yang ngerti ilmu hadits. Sia-sia saja.

      Sia-sia bagi Kang Dicky jika dia tetap bertahan dan tidak mau mengakui ketidaktahuannya. Bagi Ustadz Perdana, itu akan dinilai sebagai sebuah kebaikan atas usahanya mengoreksi Kang Dicky. Tidak ada kesia-siaan dalam berbuat kebaikan, Allah akan membalasnya walau sekecil apa pun.

      Sudah seharusnya seseorang yang tidak tahu bertanya pada yang tahu. Sebagaimana sabda Rasulullah “Obat dari kebodohan adalah bertanya.”

      سنن أبي داوود ٢٨٤: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْطَاكِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ خُرَيْقٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ
      خَرَجْنَا فِي سَفَرٍ فَأَصَابَ رَجُلًا مِنَّا حَجَرٌ فَشَجَّهُ فِي رَأْسِهِ ثُمَّ احْتَلَمَ فَسَأَلَ أَصْحَابَهُ فَقَالَ هَلْ تَجِدُونَ لِي رُخْصَةً فِي التَّيَمُّمِ فَقَالُوا مَا نَجِدُ لَكَ رُخْصَةً وَأَنْتَ تَقْدِرُ عَلَى الْمَاءِ فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُخْبِرَ بِذَلِكَ فَقَالَ قَتَلُوهُ قَتَلَهُمْ اللَّهُ أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِرَ أَوْ يَعْصِبَ شَكَّ مُوسَى عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ

      Sunan Abu Daud 284: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Abdurrahman Al-Anthaki telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Az-Zubair bin Khuraiq dari ‘Atha` dan Jabir dia berkata; Kami pernah keluar dalam sebuah perjalanan, lalu salah seorang di antara kami terkena batu pada kepalanya yang membuatnya terluka serius. Kemudian dia bermimpi junub, maka dia bertanya kepada para sahabatnya; Apakah ada keringanan untukku agar saya bertayammum saja? Mereka menjawab; Kami tidak mendapatkan keringanan untukmu sementara kamu mampu untuk menggunakan air, maka orang tersebut mandi dan langsung meninggal. Ketika kami sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau diberitahukan tentang kejadian tersebut, maka beliau bersabda: “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membunuh mereka! Tidakkah mereka bertanya apabila mereka tidak mengetahui, karena obat dari kebodohan adalah bertanya! Sesungguhnya cukuplah baginya untuk bertayammum dan meneteskan air pada lukanya -atau- mengikat lukanya- Musa ragu- kemudian mengusapnya saja dan mandi untuk selain itu pada seluruh tubuhnya yang lain.”

    3. saya cuman menanggapi 1 poin saja
      Yang namanya Novel ya terserah pengarang. Apakah mau fiksi ataukah realita, atau pun hanya mengambil setting realita. Tidak perlu dipertanyakan, cukup dibaca saja. Kalau dirasa bertentangan dengan FAKTA yang KITA BETUL-BETUL MENGALAMI-nya, kita bisa “membuat novel bantahan”. Tapi kalau kita membantahnya hanya berdasarkan cerita orang lain juga, ya sama saja dong dengan pengarang. Nggak berdasar bantahan kita.

      udah jelas-jelas apa yg ada dalam novel tersebut jauh berseberangan dengan yang dipaparkan dalam Al-Qur’an tentang Adhama= Nabi Adam, Hammadz= Nabi Muhammad, mau dibantah apalagi??…

      #tepokjidat

  3. Ralat “Begitu juga dengan Ustadz Perdana, nggak usah bahas-bahas ilmu hadits kepada orang yang ngerti ilmu hadits. Sia-sia saja.”
    Seharusnya “Begitu juga dengan Ustadz Perdana, nggak usah bahas-bahas ilmu hadits kepada orang yang NGGAK ngerti ilmu hadits. Sia-sia saja.”

    1. kpm..ente juga bahlul..membahas ilmu hadits kepada siapa saja itu bukan hal sia-sia. berarti orang tua ente, guru ente, siapapun yang pernah mengajarkan suatu ilmu yang ente tidak tahu sebelumnya juga merupakan hal sia-sia..berarti hidup ente juga suatu kesia-siaan..parah ente..bahlul stadium stagnan..

      1. Ana setuju dengan pendapat antum.

        Sekadar catatan, mohon menggunakan kata yang lebih pantas daripada bahlul stadium stagnan. Walaupun ucapan kita benar, jika disampaikan dengan bahasa yang salah bisa jadi akan membuatnya sulit diterima.

      2. Ana tidak akan membiarkan blog ini menjadi tempat untuk saling mencaci, misal dengan menyebut salah satu pihak bahlul. Jika terjadi lagi, ana akan memblokir issac.domili.

        Tujuan blog ini memang untuk mengkritisi kesalahan paham-paham Hikmatul Iman, tapi bukan berarti boleh mencaci mereka.

  4. Hmm..gw terus nyimak neh debat Krisdayanti vs Rafi Ahmad.
    Rafi Ahmad nyalinya mantep, salut gw.. klo kata mukatebel, ini muka baja badak aja penyok coy!
    krisdayanti galau slow melow, jawab sekenanya, bertele-tele pulak bikin mual!
    Kalo emang fair, dua duanya saling terbuka.. Krisdayanti bs meraga sukma ya ngaku aja, praktekin langsung. Bisa trawangan, ya tebak isi dompet Rafi ahmad.
    Satu bukti, bisa mengarahkan kepada keyakinan. Ini malah mencla-mencle, klo bs liat jin ya ngaku aja. Perlu bukti tinggal bukain tu mata ketiga si Rafi ahmad, praktekin TD, mau itu ilmu durian dibelah dua saefi angin diganti jadi kijang kencana, paku bumi jadi tahanan maut, kulmi apa kulkas tuh ya praktekin! keliatan kan ada apa nggaknya khodam disono. Kalo perlu buka mata ketiga secara massal. Habis perkara!

    Masak kalah sama orang2 supra yg diem di gunung, astral projection aja bisa dipandu, mu coba ilmu kebal suru minum aer doang segelas cukup buat gebokin preman terminal selama seminggu, ini mahaguru kaga bisa. :D

    ah jadi panjang deh.. mau adu ilmu aja musti bacot di cyberworld.
    mendingan sene ngopi sama gue, kita belajar bareng .. untuk hal2 yg lebih positif
    selam pada ngaco neh,, brrrrrr wkwkwkw…

  5. Sebelum menyimak dan berdiskusi lebih jauh… Bolehkan saya mengenal Mas Widjojo lebih jauh…. Mas Widjojo memperkenalkan terlebih dahulu….

  6. ada alasan khusus knp admin blog ini menampilkan poto2 kedua org yg tsb yg tengah berseteru..!! dmn admin blog ini menampilkan poto kang dicky yg tengah memberikan tausiah kpd umat, sementara akhmed tengah berpoto lengkap dng seragam pns nya dengan gaya nyantei di depan mobil; mewah..!!!

    tentu publik bertanya2, knp admin blog ini memilih menampilkan poto2 tersebut..diantara sekian banyak poto yg mereka miliki, knp admin blog ini lbh memilih poto2 tsb..??kesimpulan yg bs saya sampaikan atas apa yg dilakukan admin blog ini yaitu krn kedua poto2 memang menggambarkan sosok pribadi baik dr segi kehidupan dan pola pikir mereka masing2..!!

    KAng Dicky (dng poto yg tengah memberikan tausiah)
    – ini menggambarkan beliau adalah sosok yg sangat mengahargai waktu, baginya hidup itu adalah hari ini dan detik ini, baginya adalah sebaik2nya manusia adalah yg bs memberikan manfaat bg org lain..tdk ada kata berleha2 ato bersantai ria..beliau sangat menghargai waktu, itulah knp beliau sangat susah ditemui krn waktunya yg padat diisi unk melayani umat, pergi kesana kemari unk memberikan pengobatan gratis, kehadiranya selalu dinanti umat…!!selain mengobati gratis beliau juga berusaha menciptakan berbagai macam penelitian ilmiah unk kepentingan umat dan mengajarkan ilmu bela diri kepada umat..subhanalloh..semoga alloh swt. selalu memelihara beliau.sebagai mn beliau selalu peduli kpd umat..!!

    Akhmad (dng poto yg tengah bersantai ria)
    – ini menggambarkan sosok …..wakakakak..!!! silahkan rekan2 nilai ajah sendiri dan jg admin blog ini nilai..!!! seorang anak manusia yg lengkap menggunakan baju PNS nya, berfose di kala tugas dng nyanteinya…di depan mobil mewah…!!

    1. Benarkah Kang Dicky sedang memberikan tausiyah agama? Mungkin saja, saya tidak tahu. Yang jelas situs ini mengkritisi paham dan pemikirannya yang kami anggap menyimpang. Dalam setiap kritik, kami juga punya datanya.

      Terima kasih telah mengingatkan. Saya bisa saja menggunakan foto Kang Dicky sedang mengisi ilmu metafisika. Tapi, dikhawatirkan itu memberi kesan buruk karena caranya terlihat sangat ganjil, mirip seorang dukun.

      Foto Kang Dicky mengisi muridnya dengan ilmu metafisika

      Mobil yang digunakan Ustadz Perdana sama sekali bukan mobil mewah. Saya juga tidak tahu kalau ada peraturan yang melarang PNS difoto sambil bersender di mobil.

      Jika mau, saya bisa saja menggunakan foto Ustadz Perdana sedang meruqyah syar’iyyah. Tapi, tidak mungkin saya menemukan foto Kang Dicky sedang meruqyah syar’iyyah.

  7. yup’s..kita sama2 memiliki satu pemahaman yg sama akan alasan antum menampilkan kedua poto tersebut..!!! karena kedua poto tersebut cukup mewakili ato blh dibilang sangat menggambarkan kepribadian masing2 yg tumbuh dan berkembang berdasarkan ajaran dan pola pikir masing2 berangkat dr atas apa2 yg mereka yakini dan mereka lakukan..! awalnya sy berpikir apa2 yg diperbuat oleh akhmed di blognya hanyalah salah pemahaman dia tentang ajaran ruqyah yg blm dia pahami betul..tp setelah cukup lm sy bertabayun apa yg dilakukan akhmad memang mencerminkan sosok seorang peruqyah..!! memang seperti itulah ajaran peruqyah yaitu semua hasil yg dapat oleh sosok akhmad dng semua perilakunya di dunia maya dan dunia nyata..!! dan apa yg antum perbuat sangt mirip dng akhmed dan ini bukti kesekian kalinya emang inilah ajaran peruqyah..!! ada seorang bijak yg berpendapat klo ingin menilai sebuah ajaran lihat sajah org2 yg melakukan ajaran tsb..!! klo ada yg janggal jng dl berpendapat ajarannya yg salah, siapa tau orgnya yg tdk bs memahami ajaran tsb…!! dan saran org bijak tsb sdh sy lakukan dan sy sdh bs menilai hasilnya..cukup tau ajah..!! sy sdh tdk eksis di blog akhmad krn bg saya emang ga ada gunanya mempercayai ato berdiskusi dng org yg saya ragukan akhlaknya, bgmn mngkn kt bs mempercayai pendapat ato omongan seseorang jk akhlak dia ajah sangat tdk terfuji..!!

    klo anda berpendapat ga ada aturan yg melarang akhmed berpoto sambil nyeder di mobil, mk saya tanya balik APA DALILNYA YG MEMBOLEHKAN DAN MEMBENARKAN SEORANG AKHMAD PERDANA BERPOTO SAMBIL MENYENDER DI DEPAN MOBIL SAMBIL MENGGUNAKAN BAJU PNS..??? ente prnh berpendapat klo akhmad adalah sosok yg istiqomah dng dalil..!!! apa dalilnya yg membolehkan akhmed boleh pk kaca mata??? siapa yg meriwayatkan hadist tsb??? untung sy yg menulis tanggapan ini, jk yg menulisnya widodo beserta mukholidnya mngkn akhmed sdh di kataKAn sesat, inkar sunnah dan syirik ato apalah dng ALASAN TDK ADA DALIL YG MENYATAKAN SEORANG PNS BLH BERPOTO DI DEPAN MOBIL…!!!PENDAPAT KLASIK LA YAU..!!

    1. Dilihat dari aspek perlu diikuti atau tidaknya, para ulama secara rinci membagi perbuatan rasul. Ada perbuatan yang termasuk jibiliyah, yaitu perbuatan yang secara alami merupakan tabiat manusia. Misalnya duduk, berdiri, jongkok, melihat, meraba, tidur, mengantuk, termasuk bersender. Selain tidak ada dalil yang mengkhususkan maka ini tetap hukumnya mubah.

      Tidak ada dalil yang memerintahkan ataupun melarang bersender pada mobil. Jadi, hukumnya tetap mubah.

      Apa kemudian mau ditanyakan juga dalil yang memperbolehkan penggunaan akses internet untuk membuat blog gratis di wordpress.com?

      Saran ana, sebaiknya Pak Jund banyak membaca buku-buku fiqih. Bahasan ini sudah banyak dibahas. Terjemahan buku agama sudah banyak. Mudah-mudahan setelah banyak baca, komentar-komentarnya bisa lebih berkualitas.

      1. ini adalah contoh berikutnya klo antum adalah sosok yg munafik..anda bs katakan mubah unk apa2 yg anda lakukan tp anda katakan itu syirik unk yg dilakukan org lain unk suatu perbuatan yg beresensi sama..!!! akhmad katakan tenaga dalam dan tm kang dicky itu syirik dng alasan rasul tdk prnh ngajarkan tenaga dalam dan tenaga metafisik..pendapat ini sy dapt ketika awal2 debat dng akhmad di multiply..sangat simple alasan dia dan juga bodoh krnb kenyataanya bnyk yg dilakukan akhmad yg ga ada tuntunan rasul apalagi itu berkaitan dng ibadah ai’n yg kerap dia lakukan yg ktnya syariah..!! cukup tau ajah mngkn seperti itu ajaran kalian para peruqyah yg hanya bs katakan sesat, syirik dll kpd org lain sementara kesesatan dlm sendiri sajah tdk bs difahami dan tdk dirasakan..bagai memukul air di dulang terciprat wajah sendiri..!! kasihan kalian..!!

        ky kamu ajah yg manggil akhmad sbg ustadz dng perilaku dia kaya gt, buka blog dan fb di kala jam kerja sbg PNS..itukan korupsi waktu dan sering banget kaya gt..bahkan prnh pagi2..mngkn akhlak sprti itu yg km jadikan kriteria seseorang hingga layak di katakan ustadz..mgnkn seperti itu jk menjadikan ruqyah sbg profesi, mngkn seperti itu ajaran peruqyah dan mngkn seperti itu ajaran2 yg diajarkan pr guru peruqyah kpd murid2nya..!!

        KYNYA INI BLOG G BEDA JAUH DNG BLOG METAFISIS YG HANYA MENGEDEPANKAN KEBENCIAN dan JAHIL.>!! cukup disini ajah diskusi dan eksistensi sy di blog ini sebgmn sy sdh tinggalkan blog metafisis krn tdk ada satupun point yg bs didapat dr tulisan seorang yg mengaku ustadz dng akhlak yg tdk terfuji sama sekali..!!

        Ambillah yg mudah, perintahkanlah yg baik dan berpalinglah dari orag jahil..!!!

        Dan hamba2 alloh swt yg maha pengasih adalah org2 yg berjalan diatas bumi dng rendah hati dan apabila org2 JAHIL menyapa meraka menguvapkan kata2 perpisahan demi kebaikan..!!

        SAYONARA..!!!

      2. Seandainya Tenaga Dalam dan Tenaga Metafisika di HI ini hanya sekadar olah raga biasa, sama seperti lari atau lompat tali, ana akan mengatakan itu mubah. Tapi, fakta menyatakan bahwa Tenaga Dalam dan Tenaga Metafisika ini berbeda, ada hubungannya dengan agama.

        Contoh Ilmu Metafisika Hikmatul Iman:

        1. Nur Lillahi Iman untuk menambah keimanan.
        2. Melumpuhkan Segala Ilmu Turunan Iblis untuk melumpuhkan ilmu turunan-turunan iblis yang memiliki kesaktian diatas raja-raja jin. Perlu diketahui bahwa iblis memiliki banya keturunan, karma iblis tidak ikutan KB, keturunannya inilah yang diwarisi ilmu-ilmu hebat oleh iblis.
        3. Memanggil Malaikat untuk memanggil malaikat-malaikat Allah SWT untuk bertempur dijalan Allah SWT, tergantung dari izin dan ridho Allah SWT.

        Contoh Tenaga Dalam Hikmatul Iman:

        1. Meyakini mukjizat adalah hasil dari tenaga dalam.
        2. Meyakini Rasul SAW memiliki tenaga dalam tinggi.
        3. Meyakini para shahabat dilatih tenaga dalam oleh Rasul SAW, namun hadits tentang ini telah dimusnahkan.

        Jika memang merasa benar, silakan bantah juga dengan data. Menghukumi sesuatu harus didasarkan pada fakta dan data. Jangan mengalihkan bahasan dengan menyerang pribadi orang lain.

        Jika memang Ustadz Perdana menghabiskan waktu kerjanya untuk Facebook-an dan ngeblog, ana jelas katakan bahwa dia telah berdosa karena telah melanggar akad ijarah-nya. Tapi, ini tidak mengubah status kesalahan Hikmatul Iman. Ingat, ana bicara dengan data. Jika mau membantah, bantah lagi dengan data.

  8. kita kembalikan saja seluruh pendapat yang ada kepada diri kita masing-masing, apakah mau mengikuti cara pengobatannya Ustadz Perdana atau Kang Dicky. Hanya Alloh lah Yang Lebih Mengetahui Sesuatu.

    1. Yang benar bukan dikembalikan kepada diri sendiri, Pak Muhammad. Tapi, dikembalikan kepada dalil terkuat.

      Misalnya dalam perkara ruqyah, kita harus mau menyelidiki pendapat Kang Dicky dan Ustadz Perdana. Telusuri mana pendapat yang paling kuat dan itulah yang kemudian harus kita ikuti.

  9. Kalo ana sih Mendingan ngikutin Nabi Muhammad SAW melalui Al Quran dan Al Hadist (Via Guru yang mengerti Kandungan Al Quran dan Al Hadist bukan mengartikan) kalo disuruh ngikutin Kang Dicky atau Ustadz Perdana Gimaaaanaaa ya…

  10. cuma ngributin masalah persepsi otak manusia tentang suatu istilah “pemahaman” doang sampe segitunya…..
    ooh.. cape deh.. cape deh.. cape deh…
    ………………………………………………………
    delusion!

  11. sy sdh liat..videonya..
    anda katakan KD Pergi begitu saja meninggalkan anda tanpa sepatah kata..
    anda BERBOHONG wahai ustadz…apakah anda sudah pikun?
    KD mengatakan bhw beliau ada janji lagi dgn pihak lain..saya melihat dan mendengar di video tsb..KD pamit dgn menyalami teman anda trlebih dulu trus berkeliling sampai ke anda…lalu memeluk anda..saya liat tangan KD Yg menyodorkan tangan trlebih dulu..jd anda sudah memutarbalikan fakta…zn
    anda mau brtabayun tp malah debat..emang dr awal niat anda sdh jelek..trus anda meruqyah tmpt up2u dan KD praktek..trus krn takut trjadi kehebohan, anda merugyah dr jauh..trus bgmana kelanjutannya? hasilnya dr ruqyah anda yg anda tembakan dr jauh apa hasilnya? brgelimpangan kah trus muntah2,orang2 yg ada di up2u? ga trjadi apa2 kan? itu tandanya emang di HI ga pake jin! dan apakah anda kejadian stlh yg meruqyah tmpt itu dan tdk trjadi apa2 anda tulis juga diblog anda? tdk juga khan? anda ga berani menuliskannya? ente sombong duluan sih..tlh qgtvw
    trus anda bilang ke blog anda KD rujuk dgn anda ttg ruqyah..anda BOHONG JUGA.Karena anda msh menyangka TD ITU syirik maka KD jg bilang ruqyah sSYIRIK JAdi dimana ruJuk nya? anda kebingungan ketika KD minta ditunjukin JIN yg anda sangkakan ke KD tp ga bisa kan? hahahaha ..divideo itu pun sy lihat anda emosi dan ada pertanyaan dr KD yg anda diam sesaaT tampak tak bisa menjawab..za
    trus anda bilang diblog anda telah membentengi diri dgn ayat2 qur’an ..lha emang KD dan yg ada di ruangan itu mau ngapain anda? buktinya ga apa2 kan? jd anda telah brburuk sangkaa…ustadz macam apa ini…?

    1. Info dari Ustadz Perdana, Ustadz Perdana-lah yang menyalami dan memeluk Kang Dicky dan bukan sebaliknya.

      Jika memang ada rekamannya, mohon ditunjukkan misalnya dengan menguploadnya ke YouTube. Dengan adanya bukti itu, kita bisa melihat siapa sebetulnya yang berbohong.

      Allahu a’lam.

      1. jo jo lue ngotot amat sih
        percaya amat sama perdana, soal video lue minta dong sama perdana
        tar ane tinggal aksih lihat video versi ane

      2. Ustadz Perdana tidak memiliki rekaman video. Yang beliau miliki hanya rekaman suara saja. Entah kenapa rekaman itu masih belum beliau sebarkan. Mungkin beliau memiliki kesibukan lain.

        Sebaiknya HI juga memberikan hak jawabnya.

    2. Ana blum liat videonya. Yang ada hanya transkrip dari Ustadz Perdana. Silakan disebarkan videonya jika memang Ustadz Perdana berbohong. Upload ke Youtube gratis, tidak dipungut biaya.

      1. yg memiliki urgensi untuk mengupload rekaman itu adalah Ustadz Perdana bukan pihak lain krn beliau yg menulis transkrip pembicaraannya…,transkrip itu bernilai fitnah selama Ustadz Perdana blm meng-upload rekamannya..

      2. Ana setuju bahwa sudah seharusnya Ustadz Perdana mengupload rekaman itu. Mudah-mudahan beliau punya untuk itu. Tapi, hanya karena tidak ada rekaman tidak otomatis semua data ini bernilai fitnah.

        Seandainya antum disiksa seseorang lalu lapor Polisi. Tapi, tidak bisa menunjukkan buktinya, baik rekaman ataupun kesaksian orang lain. Apakah otomatis dianggap sebagai fitnah? Bagi yang tidak tahu faktanya dan tidak percaya sama antum, bisa saja dianggap fitnah. Tapi laporan antum ke Polisi itu fitnah. Tentu tidak.

        Ana kenal Ustadz Perdana dan ana percaya dengan kejujurannya. Jika memang ada bukti lain yang menunjukkan kebohongannya, maka baru akan ana katakan beliau pembohong.

        Sekadar fakta tambahan. HI tidak pernah menunjukkan pada umum bukti video rekaman yang membuktikan bahwa transkrip debat ini bohong. Dengan logika yang sama, itu juga harus dikatakan fitnah. Memfitnah orang lain sebagai tukang fitnah.

      3. ya jelas fitnah.,hanya rekaman itu yg bisa memverifikasi apa yg Bung PA tulis itu sesuai kenyataan atau tdk …,krn yg beliau tulis cenderung memberi kesan negatif terhadap KD…,apalgi di FB nya&diawal tulisannya PA udh gembar gembor akan meng-upload tp setelah sekian lama tdk jg di upload dgn berbagai alasan…( mudah2 an PA konsisten dgn ucapannya…)

        HI tdk memiliki urgensi utk meng-upload rekamannya krn secara organisasi HI tdk pernah gembar-gembor untuk meng-upload rekamannya .apalgi menulis transkrip pembicaraan yg cenderung menyudutkan.

      4. Kalau antum dipukul polisi terus lapor tanpa membawa bukti, apakah otomatis disebut fitnah?

        Kalau bohong itu fitnah, kalau beneran dipukul itu bukan fitnah. Ngerti tidak Pak Sony?

        Daripada nunggu lama rekaman audio dari Ustadz Perdana, kalau begitu kenapa tidak diupload saja rekaman dari HI? Setelah terbukti bohong, baru bisa dibilang fitnah.

      5. menurut saya HI tdk perlu meng-upload rekamannya….,dan smoga ini tdk dijadikan dalih baru oleh PA untuk tdk meng-upload rekaman itu…ya’ kita tunggu saja…,apakah PA konsisten dgn ucapannya..

      6. Ana percaya pada kejujuran Ustadz Perdana dan akan lebih percaya lagi setelah mendengar rekamannya langsung.

        Seandainya ada bukti kuat lain yang bisa menunjukkan bahwa yang disebarkan Ustadz Perdana adalah fitnah, Insya Allah ana akan percaya.

        Ana rasa kita sepakat yang kita ikuti adalah kenenaran. Bukan sosok Kang Dicky atau Ustadz Perdana.

  12. jo jo kenapa harus pihak HI yang upload videonya..

    silahkan saja buat tuan perdana untuk upload disini
    komentar sy yang sama dalam blognya langsung dihapus
    kalo emang merasa benar kenapa harus takut
    gitu aja kok repot amat
    jangan dihapus lagi bang jojo
    btw anda jadi tidak ketemu sama anak HI di ITB

  13. Assalam Mualaikum.WRWB
    Menurut Saya sulit juga melihat segala sesuatu hanya berdasarkan kehidupan Rasul SAW juga kehidupan para Nabi dan hanya mencerna apa yang ada di Kitab Suci Al-Quran hanya dengan kontekstual dan letterlex dengan segala keterbatasan akal manusia yang serba terbatas..padahal Saya yakin sekali lagi menurut Saya jika dalam dunia yang fana ini masih banyak “rahasia-rahasia” yang belum tergali oleh manusia yang sebetulnya sudah “tersirat” dalam Al-Quran,sayangnya Manusia terlalu naif dan hanya memposisikan diri pada akalnya sendiri yang notabene belum bisa mencerna “rahasia” itu sementara orang lain sudah bisa “lebih jauh” ibarat orang yang “berbeda” dengan nya tanpa tendeng aling langsung di cap sesatlah,kafirlah,ingkar sunnah lah dsb…ck ck ck..nauzubillah!

    Saya bukanlah orang yang terdidik seperti antum namun saya sangat terbuka terhadap perbedaan termasuk dalam hal TD juga metafisik khususnya yang ada di HI,saya tidak berani mengatakan dgn sepenuh hati bahwa semua ilmu-ilmu HI Pasti berasal dari Jin karena saya tidak pernah melihat sendiri buktinya oleh mata saya,hati saya, dan pikiran saya sehingga kalo memakai rujukan akal seperti antum sudah barang tentu saya tidak pada posisi sebagai penentang mereka atau mencap mereka memiliki keilmuan dari Jin,saran saya coba antum menganalisa kembali Al-Quran dan Hadits bukan hanya secara letterlex namun juga tolong juga lihat makna-makna yang tersirat,ambil saja contoh kisah pembuatan bahtera oleh Nabi Nuh AS (QS 11:37 s.d 11:48 ) seperti apakah bahtera yang dipakai oleh Nabi Nuh?mungkinkah mengangkut semua Mahkhluk hidup yang ada? bagaimana besarnya? bagaimana pembagian ruangannya? bagaimana ruangan untuk binatang yang paling kecil seperti semut?bagaimana pula ruangan untuk gajah?atau binatang-binatang lain yang bersifat carnivora seperti singa,buaya dsb?bagaimana antum mencerna itu semua?apakah dibantu juga oleh Jin? atau bagaimana Antum melihat dan memahami kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Balqis (kalo tidak salah QS 27:28 s.d 27:41);dengan cara apakah seorang pembesar Nabi Sulaiman AS memindahkan singgasana ratu dari negeri yang jauh ke kerajaan nabi sulaiman dengan waktu kejapan mata Nabi Sulaiman saja? sehingga JIN ifrit pun dikalahkannya? bagaimana antum melihat itu dan memahami yang tersirat?apakah antum langsung ‘menjudge’ beliau pun dibantu Jin??
    Maaf,saya tidak merasa lebih tahu dari antum hanya mengkritisi pemikiran antum yang telalu sempit dan naif melihat ‘sesuatu yang lebih maju’,mudah-mudahan apa yang saya sampaikan tidak menyinggung.Wallahu a’lam

    Wassalam

    1. Menurut HI, bahtera Nabi Nuh memiliki laboratorium canggih yang menyimpan semua sampel DNA makhluk hidup di bumi. Begitukah yang dimaksud dengan melihat sesuatu secara lebih maju?

  14. Kurang lebih begitu,…sebetulnya letak perbedaan antara anda dan juga Ustadz PA dalam memandang masalah TD atau TM hanya pada 2 aspek saja ana kira…
    Yang pertama,…TD,TM,pistol,bazoka,mobil,pesawat,Toa Masjid,Al_Quran Digital,ilmu fisika,biologi atau apapun itu hanya lah sarana saja untuk beribadah dan memperbanyak amal,..yang kebetulan belum ada pada jaman Rasul SAW….

    Yang kedua..TD dan TM adalah suatu yang mungkin belum ditemukan secara resmi dan dibuktikan secara ilmiah,sehingga bagi orang-orang yang kritis ( terlalu kritis ),fenomena ini hanyalah Hoax atau perbuatan Jin dan syeitan saja.

    Terkait terkaan Anda bahwa Bahtera Nabi Nuh itu menyimpan DNA seluruh makhluk hidup…buat ana sangat mungkin…karena kisah Nabi Nuh itu buat ana hanya dua alternatif, Yang Kesatu Bahtera Nabi Nuh ini amat sangat besar dan canggih karena mampu menampung seluruh aneka flora dan fauna lengkap dengan tempat habitatnya ( please tolong buka pikiran anda )

    Dan Yang Kedua jikalau Bahtera yang besar itu dirasa terlalu Utopis dan mengada-ada, maka tentu membawa DNA seluruh makhluk hidup untuk dapat dibiakan di kemudian hari menjadi sebuah keniscayaan. Wallahu A’lam.

    1. Ana tidak pernah menyimpulkan begitu tentang bahtera Nabi Nuh. Tidak boleh mereka-reka kisah Nabi tanpa informasi shahih baik dari al-Quran, hadits shahih, atau tafsiran para ulama.

      Berita keberadaan laboratorium canggih pembawa sampel DNA di bahtera Nabi Nuh ana dengar dari salah satu murid HI.

      Entah dari mana dia berani menafsirkan begitu? Mungkin hasil dari keberanian berfikir bebas yang diajarkan di HI.

  15. Kenapa tidak boleh mereka-reka kisah para nabi? Bisakah anda memberikan dalil yang tegas? Yang bisa memberi bukti jika Kita tidak boleh mereka-reka/menafsirkan sebagian atau seluruhnya?
    Buat Ana, informasi shahih baik Al-Quran dan hadits shahih tetaplah membutuhkan pendalaman lebih plus kemampuan ilmu pengetahuan dan keterbukaan pikiran,karena banyaknya makna dan definisi yang tersirat bukan hanya tersurat. Untuk hal-hal yang sifatnya ubudiyah,ibadah,fiqih,Akhlak,hukum…tafsiran para ulama yang kompeten cukup menjadi rujukan, namun untuk hal-hal yang sifatnya peradaban,ilmu pengetahuan ( biologi,fisika,astronomi,kimia,geografi dan bla bla bla ) tentu saja tafsir para ulama tidak lah cukup terkecuali anda hanya ‘mengapresiasi’ Al Quran hanya terbatas pada akhlak,fiqih,ibadah,hukum dan muamalah saja. Wallahu A’lam.

    1. Tidak boleh bicara agama tanpa ilmu, ini termasuk mereka-reka kisah para nabi tanpa dalil shahih.

      Allah Ta’ala berfirman,

      قُلْ إنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

      “Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.” (QS. Al A’rof: 33)”

      Ibnul Qayyim -rahimahullah- ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Allah mengurutkan keharaman menjadi empat tingkatan. Allah memulai dengan menyebutkan tingkatan dosa yang lebih ringan yaitu al fawaahisy (perbuatan keji). Kemudian Allah menyebutkan keharaman yang lebih dari itu, yaitu melanggar hak manusia tanpa jalan yang benar. Kemudian Allah beralih lagi menyebutkan dosa yang lebih besar lagi yaitu berbuat syirik kepada Allah. Lalu terakhir Allah menyebutkan dosa yang lebih besar dari itu semua yaitu berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Larangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu ini mencakup berbicara tentang nama dan shifat Allah, perbuatan-Nya, agama dan syari’at-Nya.”

      http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2744-berbicara-agama-tanpa-ilmu-lebih-bahaya-dari-dosa-kesyirikan.html

      Kisah para nabi tidak bisa disamakan dengan biologi, matematika, atau fisika. Ana rasa ini sudah jelas dan dapat dipahami dengan mudah.

  16. Terima kasih atas Dalil yang sudah Anda berikan,buat ana itu cukup,dan Insya Allah Ana mengerti,namun menafsirkan,mencari,mencoba untuk memahami kehidupan Nabi2 terdahulu dengan konteks kekinian apakah bisa disamakan dengan ‘…mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui’?????
    Buat ana itu beda konteks,kalo cara anda yang dipakai untuk memahami ayat diatas,bagaimana seorang dokter,fisikawan,astronom atau lawyer bisa mendapatkan ilmu dari Al-Quran yang merupakan sumber segala Ilmu ???? bagaimana seorang dokter kulit menanalisa QS 4:56???bagiaman seorang astronom mengejawantahkan QS 14:33 atau seorang fisikawan memahami QS 25:53????? Bisakah para Ulama memahami ayat2 tersebut dari sudut pandang lain??…..terkecuali sekali lagi anda hanya membatasi keagungan Al-Quran hanya sebatas ubudiyah,ibadah,hukum dan fiqih semata. Wallahu A’lam

    1. Di Al-Qur’an kadang terdapat fenomena alam (misalnya proses turunnya hujan atau peredaran benda-benda antariksa) tapi ini tidak menurunkan posisi al-Qur’an dari petunjuk (hudaan), pembeda haq dan batil (furqaan), atau obat (syifaa) menjadi buku panduan sains seperti Buku Kalkulus Varberg dan Purcell yang digunakan mahasiswa tingkat dasar. Dilihat dari struktur tulisannya, Al-Qur’an bahkan tidak mengikuti tulisan ilmiah umumnya yang dimulai dengan definisi materi bahasan, teorema-teorema, diikuti dengan rumus, contoh aplikasi nyata, dan ditutup dengan daftar pustaka.

      Inilah masalah mendasar dalam pemahaman Kang Dicky dan Hikmatul Iman terhadap Al-Qur’an. Kang Dicky mereduksi al-Qur’an dan menganggapnya sebagai kumpulan ilmu-ilmu sains. Menurutnya (atau setidaknya murid-murid HI yang ana kenal) dalam al-Qur’an terdapat pembahasan tentang teori relativitas, mekanika kuantum, dan berbagai teori sains lain. Misalnya, mukjizat diyakininya sebagai bentuk kesempurnaan Tenaga Dalam (teori ATP dan mitokondria). Akibatnya, kebenaran Al-Qur’an yang seharusnya mutlak ditinjau dari teori-teori sains yang sebetulnya masih relatif, tidak mutlak benar dan bisa salah.

      Parahnya, beliau juga mengajak murid-muridnya untuk menafsir Al-Qur’an secara bebas. Jika bicara sains, murid-murid HI bisa dengan mudahnya mengatakan bahwa itu semua dijelaskan di Al-Qur’an tapi diam ketika ditanya buktinya. Tafsir-tafsir para ulama terpercaya sering kali terabaikan karena dianggap tidak cukup ilmiah.

      Solusinya sederhana, serahkan tafsir Qur’an pada ahlinya yaitu ahli tafsir.

  17. Hm..walaupun sulit,tapi ana berterima kasih atas sharing ilmu dari anda,sampai kapanpun titik temu itu tidak akan pernah terjadi karena perbedaan cara pandang…..
    Buat ana menafsirkan Al-Quran berdasarkan ilmu pengetahuan,sains atau teknologi bukalah mereduksi Al-Quran menjadi hanya ‘sekedar buku sains’ saja seperti pernyataan Anda,namun justru membuktikan universalitas dari Al-Quran itu sendiri yang tidak terbatas oleh waktu,tempat, dan keadaan. Al-Quran bukan hanya berbicara ibadah,muamalah dan hukum saja seperti klaim anda ( justru yang seperti ini menurut saya,menurunkan derajat Al-Quran itu sendiri ). Buat ana Al-Quran itu sudah lengkap dan berlaku sepanjang masa,itu artinya didalamnya terdapat kumpulan informasi maha penting yang mencangkup seluruh aspek kehidupan yang sangat berguna untuk bekal umat manusia dalam merealisasikan QS:55:33 dalam konteks ibadah. Wallahu A’lam

    1. Memang hukum-hukum dan berbagai penjelasan yang terkandung di Al-Qur’an akan berlaku selamanya, terlepas dari kondisi yang ada. Hukum potong tangan tetap wajib berlaku bagi setiap orang yang mencuri lebih dari seperempat dinar. Hukum rajam tetap berlaku bagi pezina yang telah menikah. Sholat akan tetap wajib bagi semua muslim walaupun tidak seorang pun melakukannya.

      Berbeda halnya dengan sains. Di zaman Newton diyakini bahwa waktu itu konstan. Barulah kemudian di zaman Einstein terbukti bahwa waktu relatif, bisa berubah misalnya karena pengaruh gravitasi. Sebelumnya diyakini bahwa alam semesta telah ada begitu saja. Saat ini teori terkuat adalah penciptaan alam semesta diawali dengan ledakan besar (Teori Big Bang). Sains bisa salah dan tidak mutlak benar. Saat ini teori relativitas Einstein dianggap benar, apa ada jaminan di era berikutnya akan benar?

      Jika Al-Qur’an dibawa ke Sains, apakah kebenaran Al-Qur’an juga akan berubah. Katakanlah bahwa terbukti Al-Qur’an menyebutkan bahwa penciptaan alam semesta dimulai dengan ledakan besar. Jika di kemudian hari terbukti bahwa teori itu salah dan ada teori baru dengan bukti yang lebih kuat apa berarti kebenaran Al-Qur’an juga akan berubah?

      Akhir-akhir ini komunitas HI mengklaim bahwa bulan adalah satelit buatan manusia bahkan membawa-bawa ayat Al-Qur’an sebagai bukti. Bagaimana jika kemudian ada bukti yang sangat kuat menunjukkan bahwa bulan memang benda langit alami, bukan buatan manusia? Apakah Al-Qur’an perlu direvisi juga?

      Itulah kenapa ana katakan membawa Al-Qur’an ke dalam area sains sama saja dengan menurunkan derajat Al-Qur’an.

  18. Ana setuju dengan pendapat anda jika kebenaran sains adalah relatif selama belum ada pembuktian yang sahih yang bisa mematahkan suatu dogma sains menjadi dogma sains yang baru, namun jika sains tersebut kita comparasikan dengan Al-Quran dan telah didapapati suatu kesesuaian ilmiah,tentu Ana meyakini jika kebenaran sains itu berubah menjadi mutlak dan tidak mungkin berubah hingga kiamat,titik.

    Contoh sederhana saja ana ambil dalam Al-Quran Surah At-Taubah ayat 36 yang salah satu kalimatnya berbunyi bilangan bulan adalah dua belas, dan seperti kita ketahui bersama hingga detik ini pun dalam satu tahun ada 12 bulan dan sudah pasti hingga kapanpun tidak akan menjadi 14 atau mungkin 20.

    Jadi singkatnya kebenaran sains itu adalah relatif dan bahkan menjadi sesuatu dogma sains yang salah jika bertolak belakang dengan Al-Quran dan akan berubah menjadi mutlak jika tidak bertentangan dengan Al-Quran, ini sudah sesuai dengan Firma Allah SWT dalam QS 15:9

    Untuk Kasus klaim HI mengenai bulan adalah buatan manusia,Ana sendiripun saat ini masih meneliti dan membaca segala sumber yang kredibel dari dunia maya,silahkan buka dan pelajari beberapa link berikut :

    http://indocropcircles.wordpress.com/2012/01/07/misteri-dan-fakta-bulan-satelit-alami-bumi-yang-misterius/

    http://www.epochtimes.co.id/serbi.php?id=276

    http://duniasekitarmu.blogspot.com/…/ada-dua-bulan-yang-mengorbit-bumi.html

    Dan dalam kaitannya dengan Al-Quran,terus terang dengan keterbatasan ilmu yang ada pada ana,tolong share,dalil atau bukti dari Al-Quran yang menyebutkan bahwa bulan diciptakan secara langsung oleh Allah SWT, sebab sejauh yang ana tahu,benda luar angkasa yang sering di kupas di Kitab Suci terkait penciptaan adalah bumi dan bintang.

    Jadi menurut ana membawa Al-Quran kedalam kancah sains tidaklah mereduksi Al-Quran,justru itu membuktikan bahwa Al-Quran adalah betul-betul lengkap dan paripurna.Wallahu A’lam

  19. lalu kenapa perdana tidak upload juga videonya
    dia bilang tidak punya videonya???mustahil
    karena di websitenya dia sendiri dia bilang sudah ada videonya
    coba topiknya tidak usah melebar kemana mana\
    kalo mas jojo bisa kontak perdana suruh dia uplaod videonya besok
    jangan suruh HI dong..kan yang buat transkripnya perdana
    nanti setelah perdana upload baru kita bandingkan dengan versi HI
    tapi sepertinya sama dengan yang dikatakan mas haris
    soalnya saya sudah lihat videonya kemarin
    perdana beanr-benar hobi fitnah ..dan pengikutnya banyak juga
    hmmmm gimana nih mas jojo

  20. anda pintar jo memancing HI buat bereaksi dulu ..dengan upload videonya tapi tidak ada satupun pihak HI yang terpancing
    sebenarnya perdana sudah melakukan pembohongan publik
    tapi tidak perlu khawatir biar perdana tidak mau\
    toh nanti dia harus mempertanggung jawabkan semuanya dihadapan allah swt dihari nanti\
    apa masih bisa bohong tuh perdana??
    prihatin sy melihat kelakuan seorang ustad yang selalu saja merasa benar

    1. Ana juga prihatin melihat komentar-komentar pendukung Kang Dicky yang sama sekali tidak memiliki argumen.

      Anggaplah debat ini palsu dan hanya karangan Ustadz Perdana. Bagaimana dengan paham-paham Kang Dicky yang lainnya? Misalnya menyebut ruqyah itu syirik, mengarang-ngarang kisah Nabi, mengklaim bahwa 90% hadits yang ada saat ini palsu, menyatakan bahwa mukjizat adalah hasil dari tenaga dalam. Penyimpangan ini tidak ada hubungannya dengan isi dialog dan tidak bisa diteruma walaupun dialog di atas adalah palsu.

      Yang antum lakukan sebetulnya hanya mengalihkan pembahasan. Silakan kritisi rekaman dari Ustadz yang dirasa mencurigakan. Tapi, jelaskan juga paham-paham KD yang kami anggap menyimpang secara ilmiah.

      1. jojo…
        tahu dari mana klailm KD itu bohong ??
        anda sudah berlatih dengan benar???
        kan saya sudah bilang anda hanya tahu itu benar atau tidak kalo sudah mengalami sendiri
        kan KD selalu menyuruh untuk menyelediki semua informasi yang diberikan
        masalahnya buat menyelidiki itu mau tidak mau harus rajin latihan
        yang jadi pertanyaan pertanyaan mau tidak anda latihan dulu di HI
        ikutin HI dengan sebenar-benarnya

  21. @Mas Wid Bisa anda buktikan dan sebelah mana paham-paham KD yang menyimpang secara ‘ILMIAH’? perlukah kita debat kusir kembali?
    Hehehe..ana jadi gatal lagi walau nantinya mungkin percuma, soalnya anda begitu keukeuh mengatakan HI tidak punya argumen.
    Mas argumen kita sudah jelas,anda sendiri punya argumen berdasarkan dalil dan tafsir dari para mufasir terdahulu dan HI berdalil dengan Logika dan nalar ditambah dengan ayat-ayat Al-Quran yang tersirat.

    Jika memang seperti komentar2 anda yang lalu-lalu yang menegaskan bahwa HI menyimpang dan ngawur karena bertentangan dengan dalil anda, tolong jangan menganggap juga HI mengada-ngada dan NOL argumen.

    1. @all
      yang nur syifa ini mah ada yang hoax nya…hati hati z…saya coba cek sendiri….tentang bulan ada benarnya tapi diatau dari penelitian oranglain atau baca infprmasi dari sumber lain……ketahuan neh… saya cek pake “probe” heheuy deuh.

  22. sudah jelas dalam alqur’an dan alhadist di akhir zaman akan banyak segolongan anak muda yang pintar alqur’an dan hadist tetapi sesungguhnya mereka ga beriman malah menyesatkan…masalah perkara itu siapa wallahu alam ??? klo mengkaji kita pilah2 lah , manusia dikasih akal dan pikiran untuk dipake berfikir bukan cuma asal ikut hanya karna omongan…hati2 aja kita dalam berucap apalagi gampang keluar kata2 bid’ah…ada ijma ada qiyaz…buktinya antum2 pake barang2 yang ga ada di zaman rosululloh saw, naik mobil pula, hp mewah pula, ngenet gembor sana gembor sini pula..dibulan romadhon malah asik ghibah sana sini…..

    mana yang katanya muslim ??? ko malah saling menjatuhkan muslim lainnya….kayanya rosululloh ga pernah nyontohin kaya gini deh ??

    NEPAK TARANG SAYA MAH…….Rusak dah klo banyak orng2 kaya gini gunjang gunjing senengnya, yang ikut2 ga mikir juga !

    satu pertanyaan saya buat kalian ….

    SIAPAKAH KITA SEBENARNYA ???

    1. setuju kang Benk.. saya orang awam yang tertarik sama apa yang terjadi di HI..
      dan banyak berita miring tentang HI yang keluar dari pendapat yang kata nya Ust. ____
      lalu saya amati, dan searching sana sini, ternyata semua artikel yang dibuat itu Ust. hanya menjatuhkan ( Ghibah sana Gibah sini ) saya jelaskan Ghibah dan Fitnah malah ga masuk sama otaknya.. tapi saya dapat menyimpulkan dari sini mana yang hanya ingin menjatuhkan..
      wa’allahu a’lam..

      semoga kang dicky dan HI semakin maju dengan da’wah islam nya.. aminn
      CMIIW.

  23. assalamualaikum wr. wb. ikhwan dan akhwat. samprazan
    saya penonton yang salah parkir di situs ini, setelah mehat-lihat isinya hati saya ingin mengatakan sesuatu..
    buat ustadz PA. semoga Allah mengampuni perbuatanmu, dan semoga engkau akan menemukan ilmu dan wawasan yang lebih baru, kenapa tidak…kalau kita mau membuka hati dan pikiran untuk menerima pendapat orang lain bukankah akan menambah ilmu baru dan teman baru? janbgan selalu memaksakan ego ilmu anda lah yang merasa paling benar dan paling valid…ingat diatas otak dan nalar ustad PA masih ada banyak yang lebih baik. so turunkan egomu dan berhentilah cari pekerjaan tqambahan di internet. bukankah dakwah bil haal lebih baik ketimbang ngomongin orang dan kebiasaan orang lain, apakah hanya kebiasaan ustad PA saja yang paling diridoi Allah swt, atau malah sebaliknya? kita semua belum tahu pa ustadz mana yang benar dan mana yang salah. bukankah Allah sebaik-baiknya hakim? dan bukankah hanya kepada Allah kita semua bergantung dan mengembalikan semua urusan yang kita anggap sulit dan perlu dipecahkan. wallahu a’lam bish shawab.
    wassalamualaikum wr. wb.

  24. Indak Jale semua, propaganda berhasil. Mana nih Ustad PA ko ga pernah muncul di koment ini untuk mengklarifikasi atau untuk menengahi agar tidak saling debat sesama saudara seagama khususnya dan saudara se NKRI umumnya. Tengoklah cara Rasulullah berdakwah. Banyak mengaku ustad dan senang di sebut ustad tapi dakwahnya menyimpang dari cara dakwah Rasulullah. mana nih dakwah dengan hikmah dan cara yang baik.

    Note. saya bukan penggemar ustad Pa dan bukan pula ngefans sama KD saya sebagai penyimak.

  25. Assalamu alaikum …
    Salut saya, semuanya pinter-pinter…
    Amanat saya, hati-hati pada ana khoiru minhu – nya Iblis…
    Wassalam,
    Hamba Allah

  26. Klo begini harus ada pihak ketiga neeh. coba kedua pihak ke pesantren terdekat dan tanya ke Kyainya. Sebagai rekomendasi ada Kyai yang siap untuk diajak berdialog, di pesantren luwung ragi brebes, atau ke abah habib lutfi di pekalongan…

  27. numpang ngomentar sedikit ya bos. sekedar meluruskan bagian kecil. maaf kalo OOT.
    1 + 1 = 2, memang kesepakatan bos. karena 1 + 1 = 2; tidak bisa dibuktikan secara ilmiah atau matematis.
    kesapakatan siapa saya juga engga tahu. dari dulunya sudah begitu.
    kita menyebutnya dengan “aksioma”. sesuatu yang benar dengan sendiri nya. kenapa benar dengan sendiri, ya karena tidak bisa dibuktikan tadi. dan akan merepotkan kalo kita anggap tidak benar. istilah 1 dan 2 itu sendiri juga merupakan istilah yang disepakati bersama. bahwa 1 melambangkan satu; dst.
    kalau sulit dengan kata “disepakati” bersama mungkin lebih mudah dengan kata “diterima” bersama. kira-kira begitu.
    1 + 1 = 2 ini adl contoh paling populer utk menjelaskan aksioma.
    saya rasa hampir setiap engineer pernah mempelajari ini di tahun pertama kuliahnya, di kalkulus dasar. hanya saja karena ini pengetahuan yang begitu dasar, jadi banyak orang yg ga ngeh.
    selain perhitungan2 dasar spt 1 + 1 = 2; masih banyak aksioma2 lainnya. bos mungkin bisa nge search di google atau wiki.
    aksioma penjumlahan 1 + 1 ini sebenarnya ga perlu di “sepakati” sampai 100 + 100 atau bahkan tak hingga. cukup dari angka 0 sampai 9 saja; karena selebihnya tinggal mengikuti ulang kaidah yg berlaku dari 0 sampai 9. rasa nya begitu pak bos
    oh ya aksioma ini tidak bisa dikatakan permanen sempurna, atau bakal berlaku selamanya. hanya sampai kita masih menyepakatinya. memang kapan kita menyepakatinya? ketika kita masuk TK dan SD lalu diajarin nyanyian satu ditambah satu sama dengan duaa.. sejak saat itu -tanpa perlu menyadarinya- kita dan cucu2 kita nanti sudah ikut bersepakat kalau 1 + 1 = 2. :)
    lalu sampai kapan 1 + 1 = 2? sampai kita semua menyepakati untuk merubahnya. hanya jaman sekarang, dengan sudah begitu kompleksnya ilmu pengetahuan; tentu akan sangat meyulitkan kalau kita merubah aksioma2 dasar seperti ini. bayangkan berapa banyak definisi dan cara pandang yang harus ikut berubah nantinya. berapa banyak orang terlibat yang harus ikut bersepakat nantinya. tidak mesti seluruh manusia di muka bumi memang; cukup orang2 yg memegang peranan penting dan dapat memaksakan kekuasaannya dalam iptek. sangat sulit hanya tetap bukan mustahil utk dilakukan. cuma sepertinya tidak banyak berguna juga kalau dipaksakan utk merubah aksioma.
    bagaimana, sudah bisa menerima bos kalau 1 +1 = 2 adl kesepakatan?

    karena yg benar adalah benar; yang salah adalah salah

  28. anda ga konsisten bung admin… jawaban anda cenderung mencari pembenaran sendiri. di satu saat anda ngomong apa-apa harus ada bukti eh pas baca kalimat ini
    “Seandainya antum disiksa seseorang lalu lapor Polisi. Tapi, tidak bisa menunjukkan buktinya, baik rekaman ataupun kesaksian orang lain. Apakah otomatis dianggap sebagai fitnah? Bagi yang tidak tahu faktanya dan tidak percaya sama antum, bisa saja dianggap fitnah. Tapi laporan antum ke Polisi itu fitnah. Tentu tidak.”
    Berarti terbukti kan kalau ilmu yang dimiliki KD juga tidak bisa langsung anda anggap syirik hanya karena beliau tidak memiliki bukti..?

    1. Bukti bisa berupa saksi..saksi mata juga termasuk bisa dijadikan bukti. Nah yg dilihat adalah perkataan dari diki sendiri baru dijadiin barang bukti melalui screenshoot.anda tau Statmen dari diki yang cerita aneh kan? Bisa buat bukti keampuhan kd? Tapi klo statmen yang di screen shoot saya rasa cukup buat bukti penyimpangan kd. Dan untyk syirik atau nggak udah ada aturan jelas kok. Saya rasa kalau bner ya mui g bakal ngeluarin surat rekomendasi.

  29. Kang anton # Tanggal 8-3-2014 pesawat MALAYSIA AIRLINES di nyatakan HILANG … apa kang anton bisa membantu pemerintah malaysia dengan ilmu NGIMPLENG yang di miliki ? hebat yah kang anton tahu di mana DAJAL bersembunyi … wkwkwkwkwk … goyang jempol #prei OPLOSAN

  30. Kang anton # Bagaimana cara mengetahui keberadaan DAJJAL ? DAJJAL alias BHALLAMIN ? kalau KULNAKA siapa ? pakai ilmu apa mengetahui keberadaan DAJJAL ? pakai ilmu JEMPOL GOYANG ya ? #prei OPLOSAN

Tulis komentar balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s